Kategori
blog

Mindful Project

“Wisdom says we are nothing. Love says we are everything. Between these two our life flows.” – Jack Kornfield
.
Kemarin saya bertemu Hendrick Hengki,ia datang ke The Guild, sudah lama saya tidak bertemu dengan dia. ia aktif di dalam Mindfull Project, sebuah gerakan meditasi yang melayani orang- orang yang membutuhkan ketenangan di dalam bekerja, dan membutuhkan ketenangan di dalam menjalani keseharian. Ia adalah salah seorang yang berbakat dan saya ingat karena Tugas Akhirnya yang menggabungkan kesatuan jiwa, tubuh, dan akal sebuah kesatuan di dalam desain sebuah tempat peribadatan.
.
Saya menyapanya, untuk menanyakan kabar – kabarnya, proyek apa yang sedang ia kerjakan, mendesain beberapa proyek termasuk memperhitungkan fengshuinya. Ia kemudian berbicara “Kak mau saya bantu liat Feng Shui bangunan ini (The Guild) ? ” kemudian ia menjelaskan teori energi, berdasarkan tanggal lahir, bulan lahir. Ia pun meneruskan dan memberikan saran, tempat duduk kakak sebaiknya dipindah kesini kak, ke sisi timur supaya lebih harmonis. Tempat tidur pun harus dirubah kesini. Perubahan – perubahan yang diusulkan tidak terlalu banyak, namun saya terkesan karena keinginannya untuk membantu saya, keluarga, dan studio. Ia datang untuk bertegur sapa, menciptakan perubahan. Ia pun bilang kak, ini efeknya tidak akan langsung, butuh beberapa waktu.
.
Kita di dalam hidup memiliki jalan masing – masing, di tengah persimpangan kita bertemu dan berpisah, bertemu dan berpisah kembali. Di dalam pertemuan itu ada setiap pembelajaran, adalah sebuah kebahagiaan tersendiri begitu melihat murid, sahabat kita berkembang dengan caranya masing – masing, keunikannya masing – masing. Harmoni muncul menampakkan bahasanya.
.
Sunyata in the architecture, how to make holistic experience :) Hendrick Tanuwidjaja grows his mindful project has shared his valuable view for us, me and fam, thank you :)
.

Kategori
juror

Jury in Architectural Design Week 2020. Singgah

.singgah

Segregasi di Jakarta saat ini berdampak pada pengelompokkan masyarakat, serta terbentuknya ruang publik yang hanya digunakan oleh golongan tertentu. Hal ini menyebabkan pertentangan serta konflik antar golongan, dimana seharusnya ruang publik merupakan wadah bagi semua golongan masyarakat untuk berkumpul dan berinteraksi satu sama lain. Dari permasalahan tersebut, arsitektur dapat berperan sebagai wadah untuk menyatukan masyarakat baik dalam bentuk kegiatan bersosialisasi, rekerasi, edukasi, dll. Namun dalam penciptaanya diperlukan perhatian khusus pada isu segregasi yang terjadi di masyarakat sehingga ruang publik yang tercipta dapat menyatukan berbagai golongan masyarakat.

SAYEMBARA ARCHITECTURAL DESIGN WEEK 2020

•Early Bird (Rp.130.000,00)
1 Februari 2020 – 1 Maret 2020
•Normal (Rp.180.000,000)
2 Maret 2020 – 20 Maret 2020
(include printing fee)

•Deadline: 22 Maret 2020

Juri:
1. Realrich Sjarief (RAW Architecure)
2. Jacob Gatot Sura (Arcadia)
3. Priscilla E. Ariaji (Untar Academician)

5 karya terbaik akan mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan karyanya di depan dewan juri, dan mendapatkan total hadiah berupa uang tunai sejumlah Rp.13.000.000,00

CP:
LINE : @archdesignweek
1. Rinetha Adriane 081517331042 / Line: rinethaadr04
2. Felix Jonathan 081319197912 / Line: felixjonath