Kategori
projects

Project 02 – Akanaka

“Rumah kos akanaka merupakan satu contoh bagaimana passive design dieksekusi dengan metode yang sederhana mulai dari menyediakan bukaan yang maksimal untuk cahaya dan udara ke dalam bangunan dengan rekayasa material lokal”

“I want a residence where is comfortable, natural, and energy efficient,” said Mr. Yuwono to Realrich Sjarief when he stated the brief of Akanaka. Akanaka is located on 800 sqm lands, consists 19 serviced bedrooms, in 2 levels building with an open-air corridor. It is in Kemang, South Jakarta, a precinct where is well known as the art district.

From the facade, Akanaka’s 4.5 meters cantilevered canopy blocks the east-west sun while giving a tropical device for heavy rainfall. The ecological approach for the building elaborated from the principle in Bare Minimalist house (the project that is been done before by Realrich Architecture Workshop as project 01). The orangish terracotta facade module 300 mm x 300 mm made by craftsmen at Pamulang gives a private, solid void, an expression which is functional and beauty. The balustrade is made from steel painted with brownish colour with gaps to allow cross air ventilation coming inside the building. The floor is concrete, one at the outdoor is grass block and the one inside the building is 1200 mm x 1200 mm cast concrete with glass grout.

The linear and communal courtyards are introduced at the centre of the building as a communal space, sculpture garden providing air stacking effect, and natural sunlight coming to the communal space. The size of the rooms varies from 16 sqm, 24 sqm, to 35 sqm which each of the room provide cross air circulations, functional interior design, and dual aspect window providing sunlight to the room.

Inside the building, there is much feeling of wood and concrete. The teak wood was engineered by cut into 3mm thin slices, glued on top of plywood to increase lightness, cost, and availability of teakwood. The engineered teak wood panel in module 200 x 1200 mm is hung by stainless steel pin, this construction technique allows the system to be prefabricated, dismantled, maintained whenever it is necessary. Akanaka is one of the examples of how the passive design executed in simple method opening side for air and sunlight to the building.

Bahasa :

Rumah kos Akanaka menempati lahan seluas 800 meter persegi, terdiri dari 18 kamar sewa di dalam bangunan dua lantai dengan koridor yang terbuka. Perancangan rumah kos akanaka memperhatikan 3 hal, pertama bangunan ini dibangun di atas struktur bangunan lama, kedua adaptasi terhadap arah hadap bangunan ke arah barat, ketiga memaksimalkan sirkulasi udara alami dan cahaya matahari yang masuk ke dalam bangunan, sehingga bangunan kos-kosan ini menjadi hunian yang sehat dan nyaman.

Pada bagian muka bangunan, atap kantilever sepanjang 4,5 meter dan dinding terakota buatan pengrajin lokal menghalau cahaya matahari langsung dari sisi barat bangunan, memberikan ekspresi soid void dari sisi muka bangunan, menjaga privasi penghuni dan memberikan celah udara masuk ke dalam bangunan.

Ruang terbuka yang melingkar dan linear diletakan di tengah bangunan sebagai ruang komunal, taman untuk meletakan sculpture, memberikan celah air stacking effect, dan memaksimalkan cahaya alami yang masuk ke dalam bangunan. Ukuran ruang kamar kos memiliki 3 variasi, dari 16 meter persegi, 24 meter persegi, hingga 35 meter persegi, dimana tiap kamar memiliki sistem sirkulasi silang, desain interior yang fungsional, dan jendela di dua sisi untuk cahaya alami.

Koridor di dalam Bangunan ini menggunakan sistem air stacking effect dan cross-ventilation yang membuat ruang-ruang di dalamnya tidak memerlukan pengkondisian udara buatan.
Di dalam bangunan, material yang ada didominasi oleh beton dan kayu. Kayu jati dipotong setebal 3mm dan ditempel pada bagian atas plywood untuk mengurangi beban, biaya, dan penggunaan kayu jati. Panel kayu jati dimodulasi dengan ukuran 200×1200 dan digantung dengan menggunakan pin stainless stel, teknik konstruksi ini memungkinkan sistem untuk fabrikasi, sehinga bisa dibongkar pasang untuk perawatan apabila dibutuhkan.

Rumah kos akanaka merupakan satu contoh bagaimana passive design dieksekusi dengan metode yang sederhana mulai dari menyediakan bukaan yang maksimal untuk cahaya dan udara ke dalam bangunan.
Sistem railing menggunakan sistem knockdown dengan kulit kayu yang dilapis di atas triplek 18mm yang di konstruksi dengan pin stainless steel yang menciptakan kesan melayang dan ringan. #rumahkosakanaka

Presentasi Realrich Sjarief untuk Nominasi IAI Jakarta Award 2015

Achievement :

  1. IAI Jakarta Award 2017 finalist
  2. Published in Archdaily http://www.archdaily.com/791281/akanaka-raw-architecture,
  3. IDEA Indonesia August 2017
  4. Archinesia vol 4.
  5. Home & Decor.
  6. Griya Asri Vol. 14 No. 07 July 2013

Project Credentials :

Architects : Realrich Architecture Workshop, Principal Architect | Architect in Charge : Realrich Sjarief, Tim Desain : Suryanaga Tantora, Maria Vania, Mukhammad Ilham., Lokasi : Jl. Kemang Timur Raya no. 2 Jakarta Selatan, Konsultan Struktur : Cipta Sukses | Anwar Susanto, Konsultan MEP : Karim Listrik, Kontraktor : Singgih Suryanto, Masa Konstruksi : 2012 – 2013, Luas Bangunan : 800 m2, Luas Area : 800 m2, Tinggi Bangunan : 2 tingkat

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s