Kategori
projects

Project 18 – Otten Coffee Bandung

00-Otten Coffee Bandung
.
Otten Coffee bertempat di jalan pasir Kaliki Bandung, daerah pusat kuliner yang sudah sejak lama ada di Bandung. Otten Coffee ingin mengembangkan konsep dimana pengunjung mendapatkan pengalaman menikmati kopi, ruang pameran, gudang, kantor, dan kemungkinan pengembangan ke depannya..
.


Bangunan 2 lantai eksisting terdiri struktur besi dengan tampias hujan dan kebocoran di beberapa titik. Beberapa hal yang menjadi potensi desain adalah langit – langit yang cukup tinggi, bentang balok yang lebar di eksisting.
.


Strategi pertama adalah merenovasi sisi tampias hujan dengan memberikan kanopi yang menggantung di atas kolom lengkung bata. Hal ini menciptakan repetisi lengkung yang membentuk gua yang terbuat dari bata. Dibawah kanopi diletakkan kisi – kisi besi yang dicat menyerupai kayu untuk mempertahankan durabilitas.


.
Strategi kedua adalah memanfaatkan lengkungan bata yang artistik dan fungsional sehingga terbentuklah vista pertama memasuki ruang lobby dimana klien bisa menempatkan, mengkurasi pameran dalam bentuk desain yang ergonomis. Display pameran ini menarik karena bisa direpetisi di dalam sistem dry panel dengan motif semen yang terintegrasi.


.
Strategi ketiga Massa bangunan dibelah oleh atrium menggunakan atap plastik, disisi inilah, banyak tampias masuk, jadi bagaimana desain talang air menjadi penting untuk mengalirkan air supaya tidak membanjiri atrium. sehingga daerah atrium yang tadinya terkena tampias bisa menjadi vista kedua dimana ada atrium tinggi tempat display dan transisi ruang luar dalam menuju ruangan selanjutnya.
.

Vista ketiga dibentuk dengan axis tegas dari meja – meja diskusi, coffee bar, dan sisi klimaks dimana otten meletakkan barista robot. Anyaman bambu diletakkan di daerah langit – langit, karena sifatnya yang ringan, dan bisa dilengkungkan, anyaman itu disandarkan naik dan turun menciptakan komposisi estetika.

Selama pandemi terjadi kami banyak menerima pekerjaan renovasi, ada bangunan lama yang ingin menjadi bangunan baru.Banyak tempat-tempat itu kosong dan mencari penghuni baru.Refleksi kami terhadap keadaan tersebut adalah bagaimana mendesain arsitektur yang menggunakan struktur lama dengan nilai artistik menjadi satu hal yang dicari – cari, mereka mencari jiwa yang baru.
.
Otten Coffee membuka dirinya untuk berbagai macam kemungkinan design. Kriteria dari mereka sederhana bahwa bangunannya harus unik, dan memanfaatkan struktur lama. Dialog kami dengan klien berlangsung berkali-kali. Mereka sempat berkata ” jangan kalah ya ritel ini nggak boleh kalah uniknya dengan ritel coffee yang ada di luar negeri kita harus membuktikan bahwa Indonesia tidak kalah bagus.” Kami menjawab pak bagaimana kalau kita memakai kekriyaan lokal dan mereka menyambutnya “why not ?”
.
Kekriyaan lokal menjadi benang merah, dan bentuk artistik yang fresh dengan repetisi lengkungan bata terbungkus nuasa semen ekspos dan pencahayaan natural ditambah desain tata letak dan cahaya yang artistik menjadi benang merah awal. Satu waktu itu, klien memutuskan bahwa di ruang Etalase terbelakang akan ditempatkan robot barista. Kami mengecek mendesain ulang lebar -tinggi meja, pencahayaan, dan komposisi sumbu yang membelah garis lurus antara kedatangan sampai titik klimaks sehingga bisa dinikmati pengunjung. Ruang etalase nuansa futuristik dengan latar belakang modul akrilik susu dengan lampu di belakangnya terdiri dari modul – modul detil per 30 cm, jadilah kami mendapatkan benang merah kedua.
.

Satu waktu itu, klien memutuskan bahwa di ruang Etalase terbelakang akan ditempatkan robot barista. Kami mengecek mendesain ulang lebar -tinggi meja, pencahayaan, dan komposisi sumbu yang membelah garis lurus antara kedatangan sampai titik klimaks sehingga bisa dinikmati pengunjung. Ruang etalase nuansa futuristik dengan latar belakang modul akrilik susu dengan lampu di belakangnya terdiri dari modul – modul detil per 30 cm, jadilah kami mendapatkan benang merah kedua.


.
Dialog klien dan arsitek itu seperti kerjasama koloni semut, kami menghubungkan antena2 untuk berkomunikasi dan menyamakan persepsi. Klien adalah sang ratu yang memiliki visi misi, sedangkan arsitek, kontraktor, dan disiplin yang lain ibaratnya para pekerja, prajuritnya. Satu dan lain hal kami bekerja sama menyambung visi dan persepsi dengan semangat kolaborasi, ya arsitektur itu kerja kolaborasi dan refleksi.

Dialog klien dan arsitek itu seperti kerjasama koloni semut, kami menghubungkan antena2 untuk berkomunikasi dan menyamakan persepsi. Klien adalah sang ratu yang memiliki visi misi, sedangkan arsitek, kontraktor, dan disiplin yang lain ibaratnya para pekerja, prajuritnya. Satu dan lain hal kami bekerja sama menyambung visi dan persepsi dengan semangat kolaborasi, ya arsitektur itu kerja kolaborasi dan refleksi.


.
Terima kasih @ottencoffee (klien) dan tim saya @realricharchitectureworkshop yang sudah berkontribusi,
.
Client
Robin Boe, Jhoni Kusno @ottencoffee
.
Architects
@realricharchitectureworkshop
Principal
Realrich Sjarief @rawarchitecture_best
Team
@andriiyansyahmr.
@fianali
@pandunr
@thomsantoso
Internship
@dheavindra

.

Video Production Team
.
Lead
Realrich Sjarief
.
Videographer
Muhammad Farhan Nashrullah
.
Videographer assistant
Lu’Luil Ma’nun
Maria Angela Rowa
.
Video Editor
Muhammad Farhan Nashrullah
.
Editor Assistant
Hanifah Sausan Nurfinaputri

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s