Kategori
Teaching Tugas 1 - Get to Know Your Self

Benedicta Nathania Aurbrey – Get to Know Your Self

Saya Benedicta Nathania Aurbrey biasa dipanggil nania atau nan, saya lahir di Semarang pada tanggal 7 Agustus 2005. Saya dari kecil tinggal di Serang, Banten sampai kelas 4 SD, lalu pada saat naik ke kelas 5 SD saya pindah ke BSD, Tangerang Selatan. Alasan saya dan keluarga saya pindah ke BSD adalah ingin menjalani hidup di tempat yang baru dan saat itu kakak saya naik ke kelas 7 SMP, jadi dia juga ingin pindah ke lingkungan sekolah yang baru. Saya adalah anak bungsu dari 2 bersaudara, kakak saya laki-laki berumur 21 tahun saat ini. Umur kami hanya berjarak 3 tahun, sehingga saya dan kakak saya cukup dekat karena selisih umur kami yang tidak jauh berbeda. Saya lahir di keluarga yang utuh, tetapi papa kerja di luar dari saya umur 5 tahun sampai sekarang, papa hanya pulang setiap beberapa bulan sekali. Karena saya ditinggalin papa dari kecil, saya jadi kehilangan sosok papa dan saya hanya dibesarkan oleh mama yang juga bekerja. Kedua orang tua saya bekerja, sehingga itu menuntut saya dan kakak saya untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan lebih dewasa.

Saat TK sampai SD kelas 4 saya bersekolah di sekolah swasta yaitu Evfia Land School Serang, Banten. Sekolah ini adalah sekolah national plus dengan kurikulum pembelajaran sekolah yang menggabungkan kurikulum nasional dan kurikulum internasional. Kelas 5 SD sampai lulus SMA, saya melanjutkan di sekolah swasta Stella Maris BSD. Sekolah ini merupakan sekolah katolik yang menggunakan kurikulum nasional. Sejak saya pindah ke BSD, mata saya menjadi terbuka tentang pertemanan. Ada banyak sekali hal yang saya dapatkan dari pertemanan saya semasa SMP hingga SMA.

Momen dalam hidup yang menurut saya dapat menjadi pelajaran hidup adalah tentang persahabatan saya dengan teman SMP. Ketika saya SMP saya memiliki dua sahabat yang menurut saya asik dan sefrekuensi, kami bertiga selalu bareng-bareng di sekolah, kami saling sharing keluh dan kesah di sekolah maupun diluar sekolah, suatu saat saya menawarkan teman saya untuk menggunakn uang saya dulu untuk membeli makan, karena dia tidak membawa makanan dan tidak membawa uang. Lama-lama dia semakin sering minjam uang saya untuk membeli makannya. Seiring berjalannya waktu pada saat kelas 9, sahabat saya ini hutangnya sudah menumpuk dan sudah lama sekali tidak membayar hutangnya, padahal dia berjanji untuk membayarnya tapi dia malah pura-pura lupa saat diingatkan dan pura-pura tidak tahu. Menurut saya pertemanan saya ini cukup toxic karena mereka sering sekali membicarakan orang lain dan menjelek-jelekan orang lain, terkadang saya sampai merasa risih karena perlakuan mereka ke orang lain.

Saat mulai SMA kami selalu bareng juga, tetapi entah kenapa saya selalu merasa ditinggalin sama mereka dan seakan-akan saya tidak ada. Mereka juga sudah tidak pernah bercerita ke saya dan hanya asik berdua saja, kalau mereka hangout berdua , saya tidak diajak dan saya seperti dilupakan. Mereka mengajak saya ikut jika mereka membutuhkan tumpangan untuk menuju tempatnya, jadi saya hanya menjadi supir. Saya pikir mereka seperti itu karena mereka sefrekuensi, sesama anak guru dan keduanya memiliki hobi yang sama yaitu bermain musik, menari, dan lain-lainnya. sedangkan saya bukan anak guru dan saya juga ga pandai bermain musik, saya juga ga pandai menari. Jujur saya sedih karena kami sudah berteman dari kelas 6 SD sampai kelas 12 SMA. 

Suatu saat setelah beberapa hari acara graduation SMA, mereka pergi tetapi tetap saja tidak mengajak saya. Di hari ulang tahun saya juga mereka tidak mengucapkan selamat tetapi teman-teman saya yang lainnya mengucapkan. disitu saya pikir kalau mereka hanya memanfaatkan saya saja, setelah saya capek dengan perlakuan mereka ke saya, saya langsung memutuskan untuk cut off hubungan dengan mereka karena menurut saya tidak ada gunanya berteman dengan orang toxic seperti mereka, yang ada saya malah selalu merasa sedih dan terlupakan.

Saya sangat suka bila ada orang yang ingin bercerita pengalaman atau kehidupannya ke saya, tentu saya juga akan meresponnya dengan baik. Tetapi setelah pengalaman saya dan sahabat saya, saya jadi tidak terlalu terbuka dengan orang lain dan menjadi lebih berhati-hati bila ada orang baru. Saya biasanya cerita tentang kehidupan saya sehari-hari yang lucu dan menarik ke teman yang saya percayai atau pasangan saya. Sebenarnya saya lebih banyak bercerita ke mama, bercerita tentang pertemanan, perkuliahan dan kehidupan saya sehari-hari. Saya merasa lebih nyaman untuk bercerita ke mama karena tentu dia lebih berpengalaman dibanyak hal dibandingkan saya sendiri, dia juga lebih mengerti saya dibandingkan orang lain.

Pengalaman trauma atau kesedihan yang pernah saya alami kebanyakan dari hubungan dengan pasangan atau pacar. Saya selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain tetapi lama-lama hubungan saya dan mantan pasangan saya menjadi semakin toxic karena mereka yang hanya bermain-main dan saya dipermainkan. Makanya sekarang saya menjadi lebih hati-hati juga bila ada yang tiba-tiba dekat dan punya maksud untuk menjadi lebih dari teman. Menurut saya lebih baik berteman dibandingkan harus berpacaran, karena berteman tidak perlu menggunakan perasaan. Tetapi semuanya tegantung individu masing-masing, ada orang yang tidak suka berpacaran atau lebih baik berteman, ada orang yang lebih baik berpacaran dibandingkan berteman.

Lagu kesukaan saya sampai saat ini berjudul ’10 Years Ago – FKJ’ saya sangat suka dengan lagu ini karena melodinya yang unik dan calming. FKJ adalah musisi dan DJ yang berasal dari Prancis, nama aslinya adalah Vincent J. Fenton, saya sangat suka dengan karyanya karena lagu-lagunya yang sangat calming dan enak didengar. Saya orangnya cukup panikan bila ada sesuatu yang mendadak, seperti tugas dadakan dan lainnya. Lagu-lagu seperti ini bisa membuat saya lebih tenang pada saat saya panik dan membuat saya lebih fokus pada saat belajar. Lagu yang biasa saya dengarkan pada saat saya belajar atau tidur adalah lagu-lagu instrumen saja seperti lo-fi dan jazz. Sebenarnya ada beberapa genre lain yang saya sukai seperti jazz, lo-fi, rnb, hiphop dan lain-lainnya. Tidak hanya genre musik jazz dan lo-fi yang saya sukai, terkadang saya suka lagu yang dapat membangkitkan semangat saya seperti musik yang bergenre hiphop. Menurut saya selera musik saya cukup bagus dan bisa diterima oleh orang-orang terdekat, banyak teman-teman saya yang suka dengan selera musik saya.

Saya memiliki hobi yaitu melukis, menggambar dan bermain game. Sebenarnya saya tidak terlalu pandai melukis dan menggambar, saya hanya bisa dan senang jika melakukan aktivitas tersebut. Dari kecil saya suka mewarnai dan menggambar, mama saya cerita dulu saat kecil saya selalu membawa buku mewarnai dan pensil warna ke gereja lalu duduk diam sambil mewarnai.  kelas 1 SD saya sangat suka DIY atau membuat prakarya seperti membuat gantungan kunci dari clay, membuat gelang dan kalung dari manik-manik dan juga membuat dompet dari kain perca. Kelas 5 saya mulai suka menggambar, mulai dari menggambar mandala, ikut club batik dan ikut ekskul lukis.

Saat saya duduk di bangku SMP saya sangat tertarik di bidang fashion, saya suka menonton Runway Fashion Week di youtube dan di TV. Makanya dari situ saya memiliki cita-cita ingin menjadi fashion designer. Pada waktu itu di sekolah ada lomba mendesain baju pesta, lomba ini dilakukan secara berkelompok. Saya dan teman-teman saya sekelompok tidak ada persiapan sama sekali saat ingin mengikuti lomba ini, tapi kami akhirnya menang peringkat pertama lomba mendesain baju pesta. Hadiah dari memenangkan lomba ini adalah mendapatkan beasiswa untuk sekolah basic fashion design di paris de la mode yang berada di gading serpong. Selain ketertarikan saya di bidang fashion, saya juga tertarik dibidang fotografi, menurut saya mengambil sebuah gambar sangat asik dan biasanya dari foto-foto itu, ekspresi seseorang bisa tersampaikan.

Pada saat liburan semester kelas 10, papa mengajak saya, mama dan kakak untuk berlibur ke UAE tepatnya ke Abu dhabi dan Dubai, saat berlibur saya melihat banyak sekali gedung-gedung dan monumen yang sangat bagus. Saya mengunjungi Louvre Museum, Abu Dhabi, yang ternyata bentuk museum tersebut sangat menarik. Bentuk atap dari museum ini seperti piring cekung yang terbalik ke bawah dengan pattern pentagon yang ditumpuk, sehingga terlihat cahaya matahari yang menembus dari lubang-lubang bentuk pentagonnya. Museum ini sangat besar dan terlihat seperti dibangin di tengah-tengah perairan, di dalam museum ini juga terdapat hasil karya seni yang sangat indah dan beragam. Hasil karya seni itu berasal dari berbagai negara, memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing.

Saya juga melihat beberapa landmark di Dubai, seperti Burj Khalifa, Burj Al Arab, Sheikh Zayed Mosque dan Istana Raja. Semua landmark ini tentu membutuhkan arsitektur untuk mendesign semua bangunanya. Saat saya melihat Burj Khalifa, saya jadi ingin bekerja di EMAAR. EMAAR merupakan salah satu perusahaan real estate yang terkenal di Dubai, dan gedung-gedung yang mereka miliki sangat menarik dan mencolok. Saya mulai tertarik untuk belajar dan bekerja dibidang arsitektur, saya ingin tau cara mendesign dan membangunnya, sehingga pada akhirnya saya kuliah di jurusan arsitektur.

Tujuan hidup saya untuk diri saya sendiri adalah saya ingin sukses di usia muda, saya ingin menikmati hari tua nanti dengan santai, tidak perlu bekerja banting tulang sehingga waktu saya menjadi berkurang untuk orang-orang yang sayangi yaitu keluarga saya. Selain tujuan saya hidup untuk diri sendiri, saya juga memiliki tujuan hidup saya untuk orang lain. Saya sangat ingin menjadi orang yang bermanfaat dan tidak merugikan orang lain. Maksud dari menjadi orang bermanfaat adalah saya ingin saat bekerja, saya dapat memberikan yang terbaik sehingga orang lain puas engan hasil kerja saya. Saya juga ingin merujudkan permintaan klien bila mereka menginginkan desain sebuah bangunan dan lainnya yang sesuai dengan Ia inginkan.

avatar Realrich Sjarief

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan komentar