Pengaruh dasar atau fundamentak 3 Dimensi kehidupan yang saya pahami dalam menempuh dunia perkuliahan ini
Pengaruh 3 Dimensi kehidupan yang saya pahami yang saya rasakan didalam dunia perkuliahan saya adalah saya dapat memiliki suatu tujuan yang jelas terhadap visi dan misi saya dalam mewujudkannya dengan cara fundamental yaitu original mind terlebih dahulu hal yang baik yang orang tua saya pernah ajarkan agar kelak saya menjadi anak yang berguna dimasa depan, kemudian yang ke dua ada confessional mind dimana saya tidak perlu khawatir memikirkan hal-hal dimasa depan yang mengganjal dalam pemikiran yang sebenarnya itu adalah scenario yang belum meyakinkan dan solusi itu saya memakai cara memahami ajaran stoicsm yang sudah berlalu biarkan lah berlalu tidak usah diterlalu pikirkan, dan terakhir Dimensional mind yang dimana dengan adanya ajaran stoicsm saya lebih menghargai kehidupan setiap harinya setiap detiknya karena telah diberi perpanjangan hidup dari sang pencipta untuk menjalani hari dengan suka duka setiap harinya.
Dimulai dari menggali 3 jenis dimensi yaitu ada Original mind, Confessional mind, dan Dimensional Mind yang menurut pengertian dari power point ( belajar “profassional practice” dari orang lain )
1. Dimensi pertama tentang bagaimana kita mendapatkan kebijaksanaan, tau bahwa kita bisa mengukur diri dengan sebuah kesadaran bahwa apa yang kita kerjakan itu perlu menembus batas diri kita pribadi dimasa lalu. Masa lalu adalah tentang ketakutan dan kesakitan.
2. Dimensi kedua adalah tentang masa depan, bagaimana masa dean it dirajut tidak dengan rasa khawatir, bahwa masa depan itu justru tidak perlu dipikir terlalu jauh, tapi perlu ada sebuah. angan imajinasi bahwa kita semua didalam hidup. ini memiliki passion atau memiliki kebahagiaan apabila kita melihat diri kita kedepan itu lebih baik dari hari ini. Masa depan adalah sebuah jaji diri, manivestasi, ingin apa kita beberapa tahun kedepan?
3.Dimensi ketiga adalah penyadaran bahwa didalam masa kini kita harus menikmati kehidupan kita yang sekarang. Kehidupan yang sekarang adalah kehidupan dimana kita memiliki kontrol terhadap waktu dan material. Dan kehidupan sekarang adalah kehidupan dimana kita tidak membandingkan juga antara masa lalu dan masa depan kita, kehidupan sekarang adalah kehidupan yang bahagia, karena dengan kita memahami bahwa kita hidup didalam kondisi sat ini, barulah kebahagiaan it menjadi nyata, dan kita bisa berhenti berfikir tentang angan-angan yang belum ada dan trauma yang selalu ada. Jadilah muncul sebuah rasa cukup dalam hidup.
Menurut pendapat saya pribadi mengenai tentang pengertian Nous dengan 4 element atau kuadran yaitu 4 ada jenis seperti Shopia, Techne, Pronesis, dan Episteme :
Tanggapan saya terhadap hasil pembelajaran saya selama belajar Bersama Kak Real Rich Sjarief, Menurut pendapat saya pribadi mengenai tentang pengertian Nous dengan 4 element atau kuadran yaitu 4 ada jenis seperti Shopia, Techne, Pronesis, dan Episteme. Selama saya belajar Bersama kak Realrich Sjarief hal yang saya tangkap dari 4 diagram atau kuadran merupakan kunci pedoman hidup seseorang untuk menemukan jati dirinya dan meraih kesuksesan dengan memiliki tapahan experience ( experience yang dimaksud adalah trauma mendalam seperti Pain, Fear, Defensive, Vulnerability, Growing ) yang sangat dalam dihidup mereka sehingga dapat mengubah hidup mereka menjadi lebih bermakna dan dapat memaknai kehidupan itu sendiri.
Menurut pengertian Nous dengan 4 element atau kuadran yaitu 4 ada jenis seperti Shopia, Techne, Pronesis, dan Episteme yang berdasarkan refrensi pengertian dari power point ( belajar “profassional practice” dari orang lain ), konsep kebajikan ini ada didalam kehidupan kita sehari-hari, terutama didalam konteks Pendidikan dunia arsitektur.
1.Episteme atau ilmu pengetahuan memiliki porsi paling besar, karena didunia pendidikan kita lebih banyak belajar dengan mendengarkan.
Contoh pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan cara : memperbanyak membaca buku dan mendengarkan seseorang membagi ilmu.
2.Phronesis merupakan kecerdasa taktikal dalam bertindak, namun di dunia pendidikan yang didominasi oleh gaya balajar mendengarkan, rang untuk melatih kecerdasan taktikal sangat sedikit. Hal ini menimbulkan gap antara pelajaran di universitas & dunia praktik.
Contoh pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan cara : menggali dan memilah sesuatu yang kita jalani dan mencari jalan hidup itu sendiri.
3.Beruntungnya di dalam dunia pendidikan ada techne, yang disimulasi kedalam studio desain, yang diperkuat dengan kuliah praktik dan profes Walaupun pembelajaran ini terhitung optional, dalam kata lain kebijakan atau gaya pembelajaran setiap universitas bisa berbeda-beda.
Contoh pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan cara : kita mencari pengalaman menggunakan skill yang kita miliki dari talent + effort = skill kemudian dari skill + effort = achievement dan dari skill ini bisa kita kategorikan menjadi 2 arah yaitu ada soft skills dan hard skills
Soft skills for architecture menurut referensi ( https://www.chronos-studeos.com/stories/6-important-soft-skills-every-architect-needs/ ) for examples :
1.Communication
Communication is paramount to the success of projects. This involves being able to pass across relevant information when necessary and understanding important details being communicated to you. Poor communication skills make it difficult to collaborate with others and also to reach a common ground with clients. Being able to craft good and detailed emails or design iteration notes or construction site instructions, respond in timely manners to text messages or missed calls are also great ways of improving one’s reputation with colleagues and clients.
2.Emotional Intelligence
The topic of emotional intelligence is rather broad and one could rightly argue that it embodies other soft skills. While technical proficiency is awesome, the ability to properly manage your emotions as an architect will set you up for better relationships with your clients, team members, and business partners. It also has a positive effect on your personality, motivation to work and ability to achieve results. Maximizing your emotional intelligence gives you the ability understand, use, and manage your own emotions in positive ways to relieve stress, communicate effectively, empathize with others, overcome challenges and of course defuse conflict before they even arise. Remember it is easier to manage an impending conflict long before it becomes a fully blown one and conflicts between consultants, project managers, contractors and even client are possible occurrences on every project in the design and construction industry.
3.Problem Solving
Architecture involves solving problems through design. However, there is another angle, real-life events present complex issues that may sometimes require you to step away from conventional methods or improvise. Building up an effective approach to solving problems requires that you prioritize attention to details, understanding situations, and making calculated decisions. Having deep/critical thinking capabilities helps in dissecting problems into causatives and possible solutions. Remember, you are more than likely going to get paid according to the size of the problems you can solve.
4. Negotation
How do you find a common ground with clients, contractors, consultants and teammates without the ability to negotiate? The rise of conflicting interests is inevitable in Architecture as well as other professions. This means that one must be able to strike reasonable and realistic bargains when they occur and know when to settle for mutually beneficial offers. Finding a common ground that brings everyone on the table to common agreement is highly important for the architect as most times, they are seen as the construction team lead. Negotiation is one soft skill that should not be ignored.
5.Time management
All aspects of Architecture projects are time-based, this is why time management makes it to the top five; it does not only involve the speed at which tasks are delivered but also covers the accuracy. The effect of this is that you can prioritize your activities to ensure that deliveries are made when due. Having strong time management involves self-organization and discipline because procrastination is often an issue to tackle when it comes to timely deliveries and deadlines. Taking notes and maintaining a to-do list can greatly improve productivity.
6.Leadership
At some point in your career, you will encounter projects where you have to take the lead. A lot of other members of the design and construction team typically look up to the Architect for project leadership. Let your leadership skills prepare you for such a time. You can begin with fostering your abilities to build interpersonal relationships ranging from being influential, taking up decision making roles, coordination with others and so on which build you to become a leader. You can also read about the leadership lessons from 300 spartans.
And hard skill menurut refrensi ( https://sg.indeed.com/career-advice/finding-a-job/architect-skills ) for examples :
1.Technical design skills
It’s essential for architects to have a firm understanding of design processes. Architects are familiar with the history of architecture as an art and gain inspiration from renowned architects to create their own style. They’re adept at drawing on paper and creating physical and digital models. When clients are describing what they visualise the building to look like, architects may do a rough sketch during the meeting to help their clients express their ideas. By combining visual appeal with functionality, they create spaces that meet clients expectations in both form and function.
2.Creativity skills
Clients may request architects to design a building for a very small or irregularly shaped piece of land or on steep terrain. Architects use their creativity to cater to their clients’ needs, despite the restrictions they may face. They find creative solutions such as integrating space-saving features for a small building or introducing interesting features to make oddly-shaped spaces productive. By using their imagination and visualisation, they come up with innovative designs to transform and beautify spaces.
3.Numeracy skills
Architects are adept in both mathematics and physics, as it’s vital for buildings to have structural integrity. They’re especially well-versed in topics such as geometry, algebra and trigonometry. With their excellent numeracy skills, they make calculations and use mathematical principles to ensure that the foundation is strong enough and that the beams and columns can support the weight of the concrete slabs. They also possess vital knowledge on matters such as how much weight each material can bear and how to increase energy efficiency.
4. IT skills
Even though architects may perform the initial sketch with pen and paper, they eventually do the drawing up of plans on computers. According to the client’s budget and preferences, they may also use 3D printing to provide a model. These models are highly detailed, so they help clients, the construction team and building officials to get an idea of what the building may look like. Architects have in-depth knowledge of using 3D printers and the relevant software to create models with various specifications. Here are some examples of architectural rendering software to familiarise yourself with:
• Computer-Aided Design (CAD)
• AutoCAD
• Revit Architecture
• SketchUp
• Fusion 360
4. Sophia merupakan ranah yang lebih personal yang membentuk keberanian & kecintaan dalam berkarya. Keseimbangan keempat kecerdasan in mmebentuk sebuah Nous, kapasitas untuk membangun wawasan, kegerdasan, dan kemampuan untuk memperoleh kebilaksanaan intelektual. Kadar Nous dapat berbeda-beda pada setiap orang.
Contoh pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan cara : mencari role model yang bisa memberikan kita refleksi dan menuntun kearah yang lebih baik.