Bagi saya, Ilmu itu merupakan priotitas utama dan ilmu merupakan hal yang tidak ada habisnya lebih tepatnya tidak akan habis ataupun tidak terbatas , Ilmu merupakan perihal yang sangat penting karena dapat mengembangkan pola pikir otak kita dengan adanya galian rasa ingin tahu dan antusias untuk terus belajar maka pepatah mengatakan “ Proses tidak akan mengkhianati hasil ” kalaupun hasil tidak sesuai, maka tidak menutup kemungkinan pintu pintu kesuksesan mengakses ilmu itu terkunci. Tipe Tipe Knowledge sebenarnya banyak, luas dan berbeda beda, Namun pada pembahasan kali ini saya akan menjelaskan ” 4 Types Of Knowledge ” Dengan apa yang sudah diajari oleh Pak Rich. Mari kita lihat apa itu dan apa saja kunci kunci itu, Types Of Knowledge terdiri dari 4 kunci tapi kunci ini terdapat di dalam satu zona yang sama. Empat kunci tersebut dinamakan dengan nama, Techne, Episteme, Sophia dan Phronesis. Pertama tama izinkan saya untuk membahas “Techne” terlebih dahulu, Techne suatu kata yang menggambarkan suatu “Art atau craft”. Techne adalah ilmu pengetahuan yang merujuk pada bagaimana kita mengasah kemampuan soft skill maupun hard skill. Techne diawali dengan rasa ingin belajar. Bagaimana cara kita mempelajari skill tersebut ? dengan cara research atau mungkin dalam dunia perkuliahan dengan mengadakan les tambahan. ”Apa yang kira kira bisa dilakukan orang? Bagaimana kita dapat mengaplikannya ? ” Itu salah satu dorongan dari bagaimana diri kita ingin melakukan sesuatu sehingga dapat menghasilkan atau mewujudkan suatu objek dan mencapai tujuan ataupun sasaran dari apa yang kita pelajari. Tidak ada ilmu yang dapat membuat kita rugi, ilmu selalu dapat digunakan dalam jangka pendek, Panjang bahkan selamanya. Jadi Techne sendiri mengandung kata “Training” tanpa adanya Latihan kita tidak akan tau kemampuan craft kita sampai mana. ”skill” terdapat dengan berlatih secara konsisten , “Method” dan “Habits” karena tanpa adanya salah satu dari kata tersebut, kita tidak bisa mengasah ilmu Techne lebih dalam. Techne dalam perkuliahan Arsitektur adalah simulasi kedalam studio yang diperkuat dengan praktik dan profesi, dikuliah biasanya disebut dengan Stupa jadi kita merancang pavilion,menggambar dan membuat maket.
Ilmu ini sebenarnya ilmu yang telah dicombine dengan pengetahuan teoritis “Episteme” karena dengan adanya teori anda dapat memahami mengapa dan bagaimana prinsip prinsip ini dapat bekerja. Selanjutnya ‘’Episteme”, Episteme ini memiliki porsi yang besar dari SD sampai sekarangpun tanpa kita sadari, kita selalu mendapatkan ilmu Episteme Secara terus menerus. Jadi ini merupakan ilmu dimana kita dapat mengetahui pengertian, asal usul, penyebab, cara kerja.Logika kita dalam mengasah ilmu. Bisa dibilang yaitu perkumpulan informasi yang dimiliki pada setiap individu. Bentuk aktivitas manusia disebut “ Theoria “ yang artinya contemplation atau thinking jadi bagaimana kita menjadikan suatu gagasan yang memberikan bentuk pada pengetahuan teoritis. Bagi saya, justru kita harus berhati hati karena ilmu dalam pengertian, asal usul, kata yang sudah saya mentioned di atas tergolong ilmu yang sangat luas, ilmu yang memerlukan wawasan yang terbuka.Jangan sampai karena terlalu banyak informasi kita jadi tidak tau inti sebenarnya itu apa. Berikut merupakan kata kunci Episteme yakni, “Facts” ,”Evidence” tanpa adanya fakta dan bukti bagaimana kitab isa tau bahwa ilmu itu akurat “ Understanding” dan “Memory” dengan ini hal kita dapat mengembangkan daya ingat dan pemahaman kita pada otak kita. Pada saat interview saya berkesempatan untuk berbicara dengan Pak Popo Danes.Pak Popo Danes menceritakan bagaimana asal usul ketertarikan pada Arsitektur, bagaimana inti dari pengertian pendalaman Arsitektur menurut Pak Popo Danes yaitu salah satunya mendatangkan karya karya Arsitek lain dengan mengapresiasi Bangunan tersebut dan juga Pak Popo sebagai orang yang menyebarkan ilmu Episteme dengan menjadi pembicara dikampus yang ada di Asia. jadi disini saya cenderung untuk belajar dengan hanya mendengarkan, Jadi saya “ oo begitu” jadi mencoba untuk selalu memahami paparan Pak Popo ,Jadi mendapatkan ilmu dengan mengetahui perjalanan dan cerita Pak Popo itu seperti apa. Jadi dengan mendengarkan saya dapat ilmu yang berbeda berbeda dan itu menjadi pelajaran untuk saya, untuk melihat apa yang bisa saya pelajarin dari mengdengarkan itu. Ini merupakan contoh ilmu Episteme selain kalau dalam perkuliahan itu seperti saya mengikuti sebuah acara seminar yang diadakan oleh kampus maupun diluar kampus dan memang benar kita tidak bisa tertuju dengan satu perihal saja namun cobalah untuk melihat perihal perihal yang lain juga.
Saat saya sedang melakukan Research terkait materi ini,saya menemukan ilmu opini atau yang disebut “doxa” jadi episteme adalah ilmu yang pasti dan doxa merupakan pengetahuan yang dianggap bisa keliru karna bersifat berubah ubah. Selanjutnya ada Sophia yaitu kebijaksanaan teoretikal mengenai kebenaran yang bersifat universal, kebenaran dalam berkarya yang merujuk pada rasa cinta terhadap karya. Yaitu dengan bagaimana kita memperlihatkan rasa keberanian pada diri sendiri dalam membentuk suatu karya. Tanpa adanya Sophia cenderung akan merasakan kelelahan karena tidak ada dorongan dalam keyakinan terhadap kecintaan itu sendiri.Bagi saya jika dikaitkan dengan Arsitektur mengikat mengenai seberapa dalam saya mencintai Arsitektur, saya menyadari dan selalu disadari bahwa Arsitektur itu kompleks namun sekompleks kompleksnya, mengkhianatiIlmu Arsitektur itu indah dengan menemukan tujuan arti kita,dengan menemukan tujuan untuk klien, kita dapat menyenangi orang lain begitu juga rasa bangga yang kita dapatkan.Pak Popo sempat berkata bahwa adanya apresiasi membuat semuanya semakin bermakna. Selanjutnya Kebijakan yang dimaksud adalah sebuah proses, berbeda dengan yang namanya Phronesis, Phronesis kebijakan taktikal, lebih mempertimbangkan bagaimana cara bertindak untuk menghasilkan perubahan. Berbeda dengan episteme dimana saya hanya mendapatkan sebatas ilmu namun Pada momen ini biasanya kita akan lebih tau, bahwa apa yang akan didapatkan Ketika kita bisa terjun langsung ke lapangan, yaitu pemahaman dalam “awalnya tidak sadar Ketika melakukan sesuatu, namun setelah melakukan hal tersebut baru mereka bisa mempelajarinya dan memahaminya”. Saya memang belum merasakan “ praktik “ namun saya yakin dengan adanya praktik, ilmu yang awalnya tidak tahu nantinya akan menjadi tahu. Nah dari semua type of knowledge yang sudah saya jelaskan, mendorong saya untuk menargetkan dan menata semuanya, saya harus mencari untuk mendapatkan ilmu dari semua types tadi karena dengan begitu kita akan mempunyai pengalaman pengalaman yang baru dan juga perspektif yang baru. Zona itu mempunyai Batasan lingkaran besar di luarnya yang merupakan penggabungan suatu types of knowledge. Dinamakan dengan “ Nous “, jadi nous merupakan center, keutuhan yang melingkup semua types of knowledge. Kadar Nous setiap orang sudah pasti berbeda beda yang dimaksud adalah seperti ini.
Ketika kita sudah mendapatkan dan mempelajari ilmu keempat empatnya, ilmu itu nanti akan saling mengutuhkan jadi disatukan menjadi sebuah bola gitu ya, dimana pada saat digunakan ilmu ilmu itu akan saling nyaut menyaut. Jadi kesimpulan yang saya dapatkan yaitu sudah dibilang kadar Nous setiap orangkan berbeda nah kesimbangan terhadap nous tergantung pada diri sendiri,tegantung pada aksi yang kita lakukan dan rasa ingin belajar apa yang kita utamakan ? dengan menjawab hal itu kita bisa mengurutkan sesuai dengan Takaran kita sendiri. Mungkin kita dapat menguasasi salah satunya tapi harus juga ada usaha untuk menyeimbangkan empat ilmu tersebut.Lebih Personal saya ingin menyampaikan bahwa memang benar materi ini memang dibutuhkan dalam pemikiran dan pendidikan Arsitektur, bagaimana mengarahkan dan menyeimbangkan suatu ide desain itu dengan keempat ilmu tersebut. Ilmu Episteme dan Sophia mencerminkan bagaimana diri kita, tindakan dan pilihan yang akan membentuk pola Nous kita. Lalu untuk ilmu Techne dan Phronesis merujuk pada profesi professional karena sudah membawa kita mengarah ke hasil proses yang sudah dilakukan.Jadi untuk sekarang saya masih ingin mendengar pengalaman pengalaman setiap orang dalam proses menuju Episteme, Techne , Sophia dan Phronesis dan mencari motivasi pendukung agar saya mencapai 4 kuadran tersebut. Jadi dapat saya katakan Pengaruh dari 4 kuadran atau kunci keilmuan ini berpengaruh dengan bagaimana kita mengembangkan pikiran kita. Dan hal yang sedang saya pelajari adalah menjalankan Ilmu Episteme dan mengaitkan dengan Ilmu Techne karena dengan begitu saya bisa lebih cepat memahami, jadi dengan adanya Latihan hard skill dan soft sill dalam sebuah teori, logika kita secara tidak langsung akan saling mengaitkan dan mewujudkan sasaran dengan hasil yang ingin kita ketahui. Ini memang menjadi bekal untuk saya, menjadi bekal dari saya mendengarkan Pak Rich memaparkan ilmu ini sampai lulus sampai cita cita saya teraih, Sebenarnya masih Panjang waktunya namun dengan berusaha untuk meyakinkan diri dari step by step, maka saya yakin pada akhirnya akan menghasilkan bunga yang cantik, walaupun bentuknya masih kurang jelas.
Mungkin itu saja dari saya perjalanan saya sampai tengah semester satu merupakan pengalaman yang membutuhkan effort yang extra karena saya dan teman teman yang lain harus bisa menyesuaikan diri dari masa SMA ke masa Kuliah.Saya juga harus berlatih dengan perihal apa yang akan datang fase fase selanjutnya, karena Ketika saya berusaha mencapai seseuatu akan datang tantangan dan cobaan yang diberikan, bukan untuk menggoyah namun untuk melihat seberapa kuat kita menghadapi hal tersebut seberapa mampu kita meng-logikakan hal tersebut,seberapa bisa kita mengaitkan ke ilmu yang sudah dipelajari sebelum sebelumnya.dengan adanya tantangan di depan muka maka itulah waktu kita untuk menunjukan apa yang sudah saya lakukan sebelum sampai dititik itu, tanpa melihat kebelakang kita sudah bisa membuktikan kemampuan kita.Maka itu saya ingin terus belajar dan belajar, tidak ada hal yang lebih indah daripada Ilmu karena Ilmulah yang dapat membimbing kita semua, dan Orang Orang yang sudah berpengalaman yang selalu menurunkan Ilmunya merupakan orang yang mulia yang sampai sekarang tidak Lelah untuk terus mencari Ilmu.Saya kagum dengan orang orang yang saya temui, orang orang yang mempunyai perspektif yang berbeda beda, orang orang yang memprioritaskan Ilmu pengetahuannya dengan adanya Orang yang seperti itu maka saya,teman teman yang lain,generasi muda dapat belajar banyak, mendapatkan sebuah motivasi dan mendapatkan perspektif ataupun jalan yang baru.Dan saya ingatkan lagi types of knowledge yang sudah saya pelajari akan berdampak banyak untuk saya dan teman teman saya bekal bekal maupun pesan pesan akan kami pakai dengan bijak.Sekian dari Saya, Michelle Carolina mengucapkan Terima kasih.