Seorang perempuan yang bernama The Jenifer, tentunya tentunya memiliki nama yang menarik di bagian depannya. Sebenarnya The yang di baca teh merupakan marga dari keluarganya. The Jenifer merupakan anak kelahiran tahun 2005. Ia lahir pada tanggal 11 Januari 2005, berzodiak Capricorn, bergolongan darah B, bola matanya berwarna coklat tua, rambut hitam legam agak bergelombang. Jen adalah panggilan akrab nya, ia berasal dari keluarga yang biasa saja, ia memiliki almarhum ayah yang bekerja sebagai entrepreneur, seorang ibu yang sekarang ini sebagai ibu rumah tangga sekaligus kepala keluarga, dan seorang kakak perempuan yang umurnya berpaut 16 tahun darinya, Jenifer sendiri merupakan anak bungsu di keluarga kecil itu. Kedua orang tua Jen selalu mengingatkan Jen untuk selalu berbuat baik dan jangan menjadi orang yang jahat, harus menjadi orang yang sopan dan tahu aturan. Sedari kecil Jenifer tinggal dan besar di Jakarta sehingga memberikan efek samping yaitu ia terbiasa hidup tanpa kesulitan dan serba tercukupi kebutuhannya, karena di Jakarta semua fasilitas mudah ditemukan dan di akses, tidak seperti di pedalaman yang membutuhkan usaha lebih ekstra lagi untuk menemukan dan mengakses sesuatu. Karena sudah lama hidup di Jakarta, Jen sempat terfikir untuk pindah ke kota atau negara lain. Jen terpikir untuk pindah ke kota atau negara lain karna Jen ingin merasakan suasana, pergaulan, kehidupan yang baru di kota atau negara lain.
The Jenifer merupakan seorang yang beragama Katolik, ia di baptis saat masih kecil dengan nama baptisnya Angelina yang berarti seorang Ratu yang hebat. Nama baptis itu merupakan nama yang dipilih oleh dirinya sendiri. Selama ia memeluk agama Katolik, ia sudah melewati atau mengikuti banyak hal dalam agamnya seperti sudah komuni dan menjalani sakramen krisma serta sakramen tobat. Di setiap minggunya ia pasti selalu meluangkan waktu untuk pergi ke gereja. Di dalam gereja ia merasa suasana hatinya menjadi damai, tenang, senang dan masih banyak lagi. Selain dari suasanya ia juga suka ke gereja karna di gereja lagu sangat menenangkan hati dan pikirannya.
Ada sebuah lagu yang berjudul Can’t Help Falling In Loveyang di bawakan oleh Elvis Presley sangat memorable baginya, lagu ini adalah lagu pertama yang ia nyanyikan saat performacara Valentine’s Day dengan kekasihnya. Jenifer sangat gemar bernyanyi dan mendengarkan musik, ia kerap kali mendengarkan musik saat sedang bosan. Terkadang ia juga menggambar abstrak, berbicara tentang menggambar, Jenifer mengambil jurusan perkuliahan Arsitektur, Jenifer mengambil jurusan ini karena ia tertarik dalam bidang properti dan sesuai dengan hobinya yaitu menggambar. Dari skala 1 – 10, Jenifermencintai arsitektur dalam skala 7 karena ia masih menggali lagi tentang arsitektur itu sendiri, ada pepatah “tak kenal maka tak sayang” ya seperti itu. Fakta mengejutkannya yaitu, awalnya Jenifer ingin mengambil jurusan business analyst tetapi ia mengubah pikirannya untuk mengambil jurusan teknik sipil, ia sudah sangat yakin tetapi pada akhirnya setelah ia mempertimbangkan beberapa hal, ia memutuskan untuk mengambil jurusan Arsitektur.
Sebelumnya pasti setiap orang memiliki cerita di masa lalu yang traumatis atau menyedihkan, tetapi Jenifer tidak pernah mengambil pusing hal-hal yang seperti itu, karena ia menganggap hal tersebut tidak pantas untuk di sedihkan, ia percaya bahwa segala sesuatu terjadi karena kehendak – Nya. Ia merupakan seorang yang mudah mengikhlaskan dan memiliki prinsip “The past is in the past and I won’t look back”
Jenifer memiliki tujuan hidup yaitu;
1. Mendapatkan kehidupan yang nyaman, penuh kedamaian, dan kasih.
2. Menjadi berkat bagi banyak orang.
Jenifer tidak begitu suka membicarakan tentang dirinya, ia begitu tertutup dan tidak nyaman bila ada orang yang “kepo” dengan kehidupannya.
Ketika Jenifer berusia 4 tahun, ia memulai pendidikan di KBB TK El Shadai setelah lulus ia melanjutkan SD di Sekolah yang tidak ketahui namanya sampai dengan kelas 4 dia pindah sekolah ke SD Santo Kristoforus 2, Jakarta, kemudian setelah lulus dia melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP di sekolah SMP Santo Kristoforus 2. Setelah lulus SMP, ia melanjutkan SMA di SMAK Kasih Karunia Jakarta. Sekarang ia sedang berkuliah di Bina Nusantara University.
Saat TK, Jen pernah mengikuti lomba fashion show
saat hari Kartini dan lomba bermain angklung, ia berhasil meraih juara 2.
Saat SD, Jenifer pernah mengikuti lomba choir antar daerah, dan berhasil memenangkan lomba tersebut dengan meraih piala perunggu. Setelah lomba ini, Jenifer memutuskan untuk berhenti mengikuti choir dikarenakan kegiatan ini mengganggu kegiatan belajarnya di sekolah. Jenifer juga pernah mengikuti ekstrakurikuler biola, ia sangat mahir memainkannya, ia sempat melakukan pentas saat natal dan open house di sekolahnya, tetapi seiring waktu berjalan ia sudah lupa cara memainkannya seperti apa.
Saat SMP, Jenifer pernah menjadi anggota OSIS dan wakil ketua pramuka, ia mendapatkan penghargaan wakil ketua terbaik, ia juga pernah mengikuti ekstrakurikuler catur, setahun ia berlatih tetap tidak mahir juga karena tidak berbakat dalam bidang ini, ia juga mengikuti ekstrakurikuler musik, ia lumayan bisa mengikuti apa yang diajarkan oleh gurunya.
Ketika SMA, Jenifer mengikuti ekstrakurikuler musik dan badminton, ia sangat menggemari kedua hal ini, walau is tidak begitu mahir tetapi ia tetap menyukai kedua hal ini. Maka dari itu, saat berkuliah ia mendaftarkan diri UKM band dan badminton. Jen sempat bercita – cita menjadi penyanyi, tetapi iamengurungkan niatnya karena ia tidak begitu PD dengan suaranya.
Jen orang yang sangat tidak teratur, ia lebih suka sesuatu yang fleksibel. Tetapi, ia tidak suka mengerjakan sesuatu sehari sebelum hal itu di butuh kan, ia lebih suka dari jauh – jauh hari sebelum. Dengan kata lain ia tidak suka menunda dan menumpuk pekerjaan, ia sangat terorganisir. Tetapi musuh terbesarnya itu ialah malas, ia selalu merasa terganggu bila tidak mengerjakan sesuatu tetapi di sisi lain ia juga merasakan rasa malas. Tetapi hal ini tidak menghambatnya dalam melakukan kegiatannya.
Sedari kecil ia sangat hobi bernyanyi, saat kecil ia sangat sering bermain, seperti bermain sepeda bermain PS, ia jarang mempunyai teman perempuan. Pastinya Jen pernah jatuh dari sepeda karena menabrak mobil yang terparkir sembarangan, bagian tekukan kakinya luka terkoyak kawat, untungnya ada mamanya yang melihat kejadian tersebut, Jen segera di obati oleh mamanya. Jen sangat gemar membaca buku novel danmenonton film, biasanya saat jam 5 pagi ia bangun dan menonton film kartun, hobi ini masih ada sampai ia besar, tetapi genre film yang ia sukai berubah yaitu trailer dan horor, walau ia menyukai genre film ini, ia lebih suka menonton drama Koreadan film barat, menurutnya film Indonesia sanggatlahberlebihan, dan tidak ada faedahnya. Ia kerap kali di nasihatioleh ibunya karena ia sering bergadang untuk menonton film -film tersebut. Film seri kesukaannya adalah The Vampire Diaries, film ini ada 8 season, film ini menceritakan tentang vampir, dan manusia yang berubah menjadi vampir.
Berbicara tentang film, Jen memiliki karakter favorite nya, ia sangat menyukai Wonder Woman yang dibintangi oleh Galgadot, karena menurutnya Wonder Woman sangat kuat dan keren untuk menjadi panutan.
Saat beranjak remaja, Jen jarang sekali keluar rumah, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah, dengan menggambar, nonton film, dan tidur. Saat sedang pandemi, ia tidak keberatan ataupun stress, karena ia sudah terbiasa di rumah saja. Ia sangat malas keluar rumah karena baginya hal tersebut buang – buang waktu dan tidak ada gunanya. Tetapi sejak SMA Jen bertemu dengan kekasihnya yang bernama Nathanael, sedari itu ia menjadi gemar keluar rumah jalan – jalan.
Jen mulai menyukai menggambar sejak 2021, ia pernah menggambar mata, bibir, dan masih banyak lagi.
Ada satu kejadian yang tidak akan pernah dia lupakan, yaitu ia pernah jatuh dari motor karena di tabrak oleh pengendara motor yang lalai, posisi Jen sedang di bonceng ibunya, mereka sedang menuju sekolah, tepat di hari terakhir Jenujian, para guru dan temannya menyaksikan kejadian tersebut, semua orang khawatir tetapi ia tidak memerdekakan tetap memaksakan diri untuk melaksanakan ujian, karena kembali lagi ‘hari terakhir ujian’, hal ini membuatnya greget, sehingga ia memaksakan dirinya untuk ujian. Hal ini tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.
Jen sempat ingin berkuliah di luar negri karena menurutnya dunia properti di luar negeri jauh lebih maju ketimbang yang ada di Indonesia, tetapi ibunya tidak mengizinkan dia karena ibunya mengkhawatirkannya karena ia adalah seorang anak perempuan.
Ia sangat menyukai hewan, mulai dari mamalia sampai reptil. Jen sangat menyukai anjing yang berjenis rottweiler karena anjing ini sangat lucu, pintar, bersahabat, danmenggemaskan. Jen juga suka kelinci karena hewan ini terlihat sangat fluffy, selain hewan kelinci dan anjing. Jen juga menyukai hewan reptil seperti blue tongue, gecko, dan tarantula terutama cobalt blue, karena hewan ini terlihat sangat keren dan memiliki estetika khusus menurut Jen. Jen pernah memelihara anjing berjenis Tzitzu, ia menamainya kirlen, anjing ini berjenis kelamin laki – laki, Jen memelihara anjing ini sedari umurnya berusia 5 tahun, sampai pada akhirnya saat Jen beranjak usia 15 tahun hewan peliharaan kesayangannya itu meninggal karna sudah cukup tua. Jen sangat sedih saat hal ini terjadi karna anjing yang bersamanya selama 10 tahun pergi meninggalkannya. Sejak itu ia tidak pernah memelihara hewan apapun lagi karna takut sedih saat hewannya meninggal. Namun ia sempat memelihara ikan pemberian kekasihnya, tapi ikannya meninggal karena kelebihan makan, Jen kembali bersedih, tetapi tidak lama kemudian kekasihnya membelikannya ikan lagi lumayan banyak, namun kali ini kekasihnya yang merawat ikan tersebut, tetapi ada beberapa ikan yang meninggal. Karna takut kejadian yang lalu – lalu terjadi lagi, sekarang Jen lebih sering mengingatkan kekasihnya untuk memberi makan ikan – ikan tersebut.
Sebenarnya masih banyak hal lagi tentang seorang The Jenifer, tetapi ia sanggatlah tertutup sehingga sangat sulit sekali untuk mengetahui informasi pribadi tentang dirinya.