Saya bernama William Tantra lahir di Tangerang pada tanggal 21 September 2005. Saya dilahirkan dari keluarga sederhana yang selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Mereka ingin kami mengemban Pendidikan setinggi-tingginya dan mencapai citi-cita kami. Ayah saya bernama Sutjipto dan bekerja sebagai seorang karyawan swasta di sebuah toko barang teknik, dan ibu saya bernama Betty memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Saya merupakan anak sulung dari 2 bersaudara. Adik saya bernama Sebastian Tantra, dan saat ini masih berada di bangku Pendidikan SMA. Dari keluarga ini, saya dibentuk menjadi orang yang rajin, disiplin, dan taat pada aturan. Saya sangat dekat dengan keluarga besar saya. Saya sering meluangkan waktu libur saya untuk berpergian bersama mereka.
Saya sendiri menilai diri saya sendiri sebagai orang yang ceria, sabar, taat, disiplin, jujur, rajin, namun kurang percaya diri, kurang bisa berinteraksi dengan orang lain, dan kurang mempunyai inisiatif memulai suatu hal. Saya adalah orang yang kurang fleksibel, saya mungkin sulit bekerja sama dengan orang yang tidak setipe dengan saya, tapi saya selalu berusaha menyesuaikannya. Saya juga kurang b isa mengungkapkan sesuatu yang mungkin saya tidak sukai dari orang lain.
Kehidupan pendidikan saya dimulai dari sebuah taman kanak-kanak Bernama Bless Kids, lalu berlanjut ke sekolah dasar Pelita Anugerah. Disana saya meraih beberapa prestasi di bidang akademik. Lulus dari sekolah dasar, saya melanjutkan pendidikan saya di SMP dan SMA Kristen Kasih Kemuliaan. Di SMP dan SMA saya mengalami banyak momen-momen yang akan sulit untuk saya lupakan. Saya bertemu dengan teman dan sahabat yang baik dan berpengaruh bagi hidup saya. Saya tumbuh menjadi orang yang jauh lebih dewasa dan lebih berani, dimana sebelumnya saya merupakan orang yang sangat pendiam dan takut untuk mengungkapkan sesuatu. Kami sering berpergian bersama ke tempat yang dekat maupun jauh. Momen yang tidak akan pernah saya lupakan dan ingin saya ceritakan terus menerus adalah ketika foto year book SMP. Kejadian lucu dimana seharusnya saya dan 4 teman saya turun dari grab di Museum Naional atau yang lebih dikenal Museum Gajah, namun kami malah turun di sebelah timur Monumen Nasional. Kami harus berlari dari timur ke barat dengan jarak yang cukup jauh. Sesampainya di Museum Nasional, kami sudah berkeringat dan baju kami basah. Selain itu ada satu momen tidak terlupakan lagi yang baru bebraapa bulan berlalu. Tepatnya pada bulan Mei 2023, saya bersama 7 teman SMA saya mengadakan liburan ke Bandung dengan menggunakan kereta. Kami menghabiskan waktu 3 hari 2 malam disana. Di kedua malam tersebut kami berbagi cerita, ada yang membagikan kisah cintanya, ada juga yang membagikan cerita trntang masa depan nya. Selain itu, saat masa SMA saya mulai menyukai untuk mendengarkan banyak lagu, baik lagu berbahasa Indonesia, Inggris, maupun Mandarin seperti lagu “You’re Beautiful” dari James Blunt dan lagu “Jemari” dari Juicy Luicy.
Setelah melewati masa-masa SMA, saya dihadapkan dengan pilihan jurusan dan universitas. Sebelum saya akhirnya memilih jurusan arsitektur, saya sempat memikirkan beberapa jurusan lain yang memungkinkan untuk saya pilih. Saya sempat berpikir untuk memilih jurusan akuntansi karena menurut saya tidak terlalu sulit dan saya suka menghitung. Saya juga sempat berpikir untuk memilih jurusan hukum dan hubungan internasional, namun saya kurang yakin bisa bertahan disana karena kurang bisa berbicara di depan banyak orang. Pada akhirnya saya memilih jurusan teknik arsitektur karena sesuai dengan minat dan kemampuan saya. Saya merasa dan tertarik melihat karya-karya arsitektur di berbgai negara. Karya-karya dari arsitek-arsitek hebat dunia menginspirasi saya dalam mempelajari arsitektur. Semakin hari semakin saya mencintai arsitektur. Saya ingin menuangkan pikiran dan kemampuan saya melalui desain arsitektur dan karya arsitektur saya. Saya ingin membangun negeri ini dan menatanya dengan baik. Saya juga ingin membangun rumah untuk keluarga saya berdasarkan desain saya. Saya akan sangat banggga dan bahagia jika dapat menjadi seorang arsitek profesional yang hebat. Selain kebingungan akan memilih jurusan, saya juga bingung untuk memilih perguruan tinggi mana yang akan saya tempuh. Pada awalnya saya mendaftar perguruan tiggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Saya mendaftar untuk Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai pilihan pertama karena merupakan universitas dengan jurusan arsitektur terbaik di Indonesia. Sebagai pilihan kedua saya mendaftar pada jurusan Arsitektur di Universitas Indonesia (UI) karena merupakan universitas terbaik di Indonesia. Saya melakukan tes di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada tanggal 27 Mei 2023. Pada tanggal 20 Juni 2023, pengumuman hasil tes SNBT keluar, hasilnya saya dinyatakan tidak diterima di kedua perguruan tinggi negeri tersebut dan mendapat skor rata-rata 645. Seharusnya skor yang diperlukan agar diterima sekitar 700. Setelah gagal di perguruan tinggi negri saya mencari perguruan tinggi swasta yang bagus di jurusan arsitektur. Ada beberapa pilihan universitas seperti Universitas Tarujmanegara, Universitas Tri Sakti, Universitas Parahyangan, dan Universitas Bina Nusantara. Saya mempertimbangkan beberapa universitas tersebut dari jarak, akreditasi, dan fasilitas. Pada akhirnya saya memilih universitas Bina Nusantara.
Selama berhari-hari saya menjalankan program-program di Universitas Bina Nusantara, saya merasakan perbedaan yang begitu signifikan antara pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah dengan perguruan tinggi. Di perguruan tinggi, mahasiswa lebih bebas dalam menjalankan kegiatan perkuliahan. Namun, hal tersebut bisa menjadi pisau bermata dua, bergantung dari bagaimana kami menyikapinya. Dan di jenjang perguruan tinggi di Universitas Bina Nusantara ini saya aakan berusaha belajar dengan baik dan aktif agar dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita saya serta dapat menjadi mahasiswa berprestasi yang lulus dengan nillai cumlaude. Selain di bidang akademik, sayaa juga mengikuti kegiatan non akademik yaitu unit kegiatan mahasiswa sepak bola atau futsal. Saya ingin mengembangkan bakat saya dalam bermain futsal dan sepak bola serta saya ingin menjadi bagian dari Universitas Bina Nusantara kampus Kemanggisan dan mewakilinya di ajang perlombaan futsal baik tinmgkat lokal, nasional, maupun internasional. Untuk itu saya akan berlatih keras selama ukm berjalan setiap hari senin dan rabu. Saya juga sedang mempelajari teknologi narsitektur digital, karena zaman sekarang semua sudah serba menggunakan teknologi digital. Di universitas Bina Nusantara kita tidak aakan diajarkan satu per satu penggunaan software arsitektur, jadi kita harus belajar sendiri melalui youtube, bimbingan belajar, google, tutor atau yang lain nya.
Universitas Bina Nusantara menuntut mahasiswanmya untuk aktif dlaam meengikuti kegiatan diluara proses pembelajaran. Karena itu saya mengikuti beberapa seminar dan kegiatan terkait arsitektur, teknologi, bisnis, Teknik, dan lainnya. Saya juga mengikuti kegiatan kegiatan seperti teach for Indonesia dan komunitas buddha di Bina Nusantara. Dari situ saya juga bisa belajar mengenai ilmu-ilmu lain yang tidak ada di jurusan arsitektur. Universitas Bina Nusantaar juga menuntut saya sebagai Binusian 27 untuk lulus tepat waktu.
Selama kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan selama 8 hari, saya sudah memperoleh setiap mata kuliah seperti architectural design 1, design thinking 1, architectural history, sustainable architecture, building technology 1, computational architecture, introduction to architecture, character building Pancasila, dan ESSE 1. Di kelas-kelas itu saya bertemu dengan dosen dosen yang berbeda kepribadiannya, cara mengajarnya, dan aturan yang diberikannya. Karena itu saya harus bisa menyesuaikan dengan masing masing dosen agar saya bisa maksimal selama kegiatan perkuliahan. Dari perkuliahan ini saya belajar bahwa nantinya dunia pekerjaan tidak akan jauh berbeda dari sini. Kita akan bertemu dengan orang orang yang berbeda karakteristik, berbeda beda kemampuan, tapi memiliki satu tujuan. Saya percaya bahwa pengalaman dan ilmu yang saya dapat saat ini akan sangat berguna bagi saya kedepannya. Saya percaya orang yang memiliki banyak pengalaman, ilmu juga relasi lah yang akan bertahan lama di dunia pekerjaan.
Saya berharap setelah masa perkuliahan selesai, saya lulus dan mengambil profesi dan magang di Perusahaan yang bagus, lalu saya akan mengambil sertifikat IAI, saya dapat bekerja dengan baik dan meningkatkan kemampuan saya di Perusahaan arsitektur terbaik di dunia. Saya ingin menciptakan bangunan bangunan ikonik yang tidak hanya melihat fungsi estetikanya saja, tapi juga melihat dampak bangunan tersebut untuk orang orang disekitarnya. Saya juga ingin mewujudkan arsitektur yang ramah lingkungan.
Baru-baru ini pemerintah mengumumkan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara. IKN akan dibangun dengan konsep Smart City. Saya selalu berharap dapat mempunyai nperan besar bagi banyak orang, oleh karena itu saya ingin menjadi bagian dari arsitek IKN yang saya nilai akan menjadi wilayah di Indonesia dengan penataan kota yang paling baik. Disana juga akan kebanyakan menggunakan teknologi dan kendaraan yang ramah lingkungan, tentunya ini berhubungan dengan salah satu mata kulliah saya yaitu sustainable architecture.
Selama 17 tahun saya hidup saya sering merasa sedih apabila sayaa gagal dalam melakukan sesuatu dan gagal mencapai apa yang saya inginkan. Tapi saya tidak pernah trauma ataupun menyerah dan bersedih berlarut larut, karena itu tidak ada gunanya. Saya terus berusaha, walaupun sering kali gagal, pengalaman dari gagal tersebut yang harusnya membuat kita dapat menjadi lebih baik.
Saya hidup bertujuan untuk menjadi pemenang, menjadi idola dan menjadi berkat bagi banyak orang. Saya ingin berperan penting dan memiliki pengaruh bagi orang lain. Saya ingin dikenal bukan karena kesalahan saya, tapi karna karya karya indah saya. Bila saya sukses suatu saat nanti, saya akan membagikan ilmu dan apa saja yang orang lain butuhkan.
Saya juga berharap kesediaan bantuan dan pengajaran dari setiap dosen agar saya mampu menjadi orang yang lebih baik lagi dan lebih mengenal diri saya sendiri. Sekian essai berjudul Get To Know Yourself saya ketik. Saya berharap dengan membaca essai ini, dapat mengenal saya lebih jauh lagi. Saya akan senang jika orang lain dapat mengerti dan mengetahui setiap kelebihan dan kekurangan saya.