Reflection Letter:
Perkenalkan, nama aku Maulidi Akmal Aminullah, atau biasa dipanggil Akmal. Aku berasal dari Banda Aceh dan saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Sebelas Maret, mengambil jurusan Desain Interior. Awalnya, aku sama sekali tidak mengetahui apa itu desain interior. Sejak kecil, aku memang memiliki ketertarikan pada segala hal yang berhubungan dengan seni. Namun, untuk melanjutkan studi di seni murni, aku merasa sedikit ragu terhadap prospek ke depannya. Seiring waktu, aku mulai mencari tahu lebih dalam tentang desain interior—apa itu desain interior, bagaimana cara kerjanya, serta produk apa saja yang dihasilkan. Dari situ aku mulai menyadari bahwa desain memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan seseorang. Aku juga mulai memahami bahwa desain interior tidak hanya sebatas mendekorasi ruangan, melainkan merupakan solusi dari permasalahan yang dirasakan oleh user, sehingga mereka dapat merasa puas dan nyaman dengan ruang yang mereka miliki.
Kini aku telah memasuki semester 6, di mana aku diwajibkan untuk menjalani program internship sebagai bagian dari kurikulum kampus. Awalnya aku cukup gugup dan bertanya-tanya apakah aku bisa memberikan kontribusi yang baik saat internship nanti. Namun, aku merasa sangat bersyukur ketika diterima internship di RAW Architecture—sebuah studio arsitektur besar di Indonesia yang dikenal atas berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Pada hari pertama internship, aku ditempatkan di tim konseptual Sophia. Sebagai mahasiswa desain interior, aku sempat mengalami kesulitan karena banyak hal yang juga berkaitan dengan arsitektur. Namun, kakak-kakak di tim Sophia sangat membantu dan selalu bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaanku, serta memberikan tips untuk bekerja lebih efisien dan cepat. Aku sangat berterima kasih kepada Kak Riyan, Kak Meizhan, Kak Inggrid, Kak Timmy, Kak Zikri, dan Kak Shafira yang selalu mendampingi dan membantuku di saat kesulitan.
Setelah satu bulan bersama tim Sophia, aku dipindahkan ke tim Techne Phronesis karena saat itu tim ini tengah mengerjakan cukup banyak proyek interior. Di sinilah aku merasa paling banyak belajar: mulai dari cara menciptakan desain interior yang baik, menyeimbangkan fungsi dan estetika, memahami keinginan user, hingga menentukan pencahayaan dan material yang tepat. Aku juga belajar bagaimana desain bisa menjadi jawaban atas masalah-masalah yang dihadapi oleh user.
Selama di tim Techne Phronesis, aku dipandu oleh Kak Rizka yang sangat sabar menjawab pertanyaan-pertanyaanku, baik yang berkaitan dengan pekerjaan maupun tidak. Kak Rizka banyak mengajariku cara membuat gambar kerja yang baik dan bekerja dengan lebih cepat dan efisien. Kak Putra banyak berbagi ilmu tentang bagaimana menciptakan desain interior yang tepat dan menjawab masalah dengan pendekatan desain. Kak Aul memanduku dalam proses rendering dan dengan sabar menjawab pertanyaan seputar keakuratan material visual. Kak Gabby sering memberiku masukan yang membantuku memperbaiki hasil kerja agar lebih baik. Kak Zyadi juga banyak mengajariku tentang hal-hal yang perlu diperhatikan saat site visit dan bagaimana proses pembangunan sebuah bangunan itu berjalan. Meskipun aku tidak banyak bekerja langsung dengan Kak Joshi, beliau juga sering membagikan tips penting seperti shortcut di AutoCAD dan cara membaca gambar kerja arsitektur.
Sebagai penutup, aku ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim RAW Architecture. Di sini aku belajar bagaimana biro arsitektur bekerja, bagaimana bekerja dalam tim, dan bagaimana mereka mampu menyelesaikan banyak pekerjaan sambil tetap menciptakan suasana kerja yang hangat, santai, namun profesional. Pengalaman internship ini sangat berharga bagiku.
Terima kasih banyak kepada Kak Rich yang telah memberiku kesempatan untuk menjalani internship di RAW Architecture. Semoga kita bisa bertemu kembali di kesempatan yang lain.
Terima kasih dan sampai jumpa!