Kategori
Team - Reflection Letter

Afitri Yoshinta Salsabila – UPN “Veteran” Jawa Timur

Reflection Letter:

Halooo semua! Saya Afitri Yoshinta Salsabila, mahasiswa semester 6 dari UPN Veteran Jawa Timur, yang baru saja menyelesaikan masa internship selama kurang lebih 4,5 bulan di RAW, sebuah studio arsitek di Jakarta Barat yang saya anggap bukan hanya sekedar studio arsitek biasa, tetapi merupakan tempat belajar yang sangat seru, dengan orang-orang yang keren dan seru.

Perjalanan saya menuju RAW bermula saat saya masih di semester 4, ketika sedang menelusuri ArchDaily untuk mencari referensi bangunan sekolah dengan fasilitas lengkap dan desain yang unik. Tanpa sengaja, saya menemukan sebuah sekolah alam dengan bentuk yang sangat berbeda dari sekolah pada umumnya, yaitu Sekolah Alfa Omega. Keunikan bentuk dan konsepnya yang kompleks, yang tidak hanya mempertimbangkan aspek dana, tetapi juga kenyamanan dan kebutuhan anak-anak yang akan menempatinya membuat saya sangat terkesan dengan pemikiran desainer di baliknya. Dari situ, saya mulai menggali lebih dalam tentang studio arsitek yang menciptakan bangunan tersebut, yang ternyata itu adalah RAW.

Semakin saya mengenal RAW, semakin saya terkagum dengan karya-karya mereka, salah satunya adalah sebuah bangunan bernama Guha yang memiliki banyak fungsi dalam satu ruang. Saat melihat desain bangunan itu, pertanyaan demi pertanyaan pun muncul di otak saya,, bagaimana mungkin seseorang bisa merancang sebuah bangunan dengan multifungsi yang begitu cerdas dan terintegrasi. Kemudian, rasa penasaran dan kekaguman inilah yang kemudian menumbuhkan ketertarikan saya untuk belajar langsung di studio yang memiliki pendekatan pemikiran arsitektur yang luar biasa ini.

Singkat cerita, akhirnya saya diterima untuk menjalani program internship di RAW, pada saat itu saya merasa ini adalah sebuah keberuntungan dan kesempatan besar. Dan ternyata itu semua benar. Setelah beberapa bulan saya menjalani internship di RAW, saya sangat merasakan perbedaan, saya mendapatkan banyak ilmu yang belum pernah saya dapatkan di kuliah, pemikiran saya akan dunia luar menjadi lebih terbuka, saya juga mendapatkan mentor-mentor yang sangat baik dan keren. Mentor-mentor yang sangat terbuka dengan semua pertanyaan yang kita lemparkan, mentor-mentor yang mau menerima kita meskipun kita orang aneh. Di RAW juga saya bertemu dengan Kak Realrich, seorang arsitek dengan pemikirannya yang sangat luar biasa, seorang arsitek yang mengajarkan saya banyak hal, tidak hanya mengajarkan saya tentang bagaimana cara menjadi arsitek yang profesional, tetapi juga mengajarkan saya tentang bagaimana kehidupan berjalan. Saya merasa sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk belajar langsung dengan orang-orang yang hebat. Bagi saya, RAW bukan sekadar tempat bekerja, melainkan sebuah tempat belajar yang sangat berharga. Di sini, saya tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan diri secara profesional dan personal.

Pada awal masa internship, saya hanya ingin memahami bagaimana dunia kerja arsitektur berjalan. Saya penasaran bagaimana seorang arsitek bisa tetap mempertahankan ciri khasnya tanpa mengabaikan keinginan dan kebutuhan klien. Kemudian, setelah keluar dari RAW, saya sudah mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan saya. Selain itu, saya juga mendapatkan banyak ilmu dan skill baru yang tidak saya dapatkan selama di bangku perkuliahan. Dan yang paling penting, saya mendapatkan teman baru yang asik abis. Semua hal ini disebabkan oleh sistem kerja yang inklusif di RAW yang kemudian memungkinkan saya untuk langsung terlibat bersama tim inti, berdiskusi, berkolaborasi, dan belajar secara langsung dari para desainer profesional. Saya merasakan bagaimana ilmu dan pengalaman mengalir secara alami melalui praktik nyata dan interaksi sehari-hari.

Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan saya tentang proses desain konseptual, pengolahan gambar kerja, hingga pemantauan progres proyek di lapangan, tetapi juga mengajarkan saya pentingnya fleksibilitas, kreativitas, dan komunikasi dalam dunia arsitektur. Saya belajar bahwa menjadi arsitek bukan hanya soal menciptakan bentuk yang indah, tetapi juga memahami konteks sosial, lingkungan, dan kebutuhan pengguna secara mendalam.

Secara keseluruhan, masa internship di RAW telah membuka wawasan saya tentang dunia profesional arsitektur dan memperkuat semangat saya untuk terus belajar dan berkembang. Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini dan berharap pengalaman yang saya dapatkan bisa menjadi bekal berharga dalam perjalanan karier saya ke depan.

Last but not least, saya ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada Kak Realrich dan Kak Yudith yang telah menerima saya untuk belajar di RAW, serta seluruh tim RAW yang telah membimbing, mendukung, dan menemani perjalanan saya selama beberapa bulan ini. Saya berharap, semoga saya bisa terus mengaplikasikan ilmu dan nilai-nilai yang saya pelajari di sini dalam setiap langkah saya ke depan.

Salam hangat,
Yoshinta

avatar Realrich Sjarief

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan komentar