Reflection Letter:
Hai semuanya!
Perkenalkan saya Ramadhan Pratama, biasanya dipanggil Rama atau Ram senyamannya saja. Saya adalah mahasiswa Arsitektur tahun ketiga di Universitas Sriwijaya.
Kalau ditanya kenapa akhirnya memilih RAW sebagai tempat persinggahan dalam perjalanan studi saya kali ini, itu karena apa yang saya lihat sebelumnya di media sosial dan beberapa artikel yang diterbitkan oleh RAW. Di sana, saya menemukan begitu banyak pertanyaan sekaligus rasa ingin tahu terhadap cara pandang, cara berpikir, cara mencari solusi, dan bagaimana RAW dapat menciptakan begitu banyak proyek yang selalu mampu menyeimbangkan antara desain dengan berbagai aspek kehidupan, mendukung keberlanjutan terhadap bangunan itu sendiri.
Melalui surat refleksi ini, saya ingin menyampaikan apa yang sudah saya rasakan selama menjalankan internship di RAW. Jika saya renungkan kembali, saya sangat bersyukur bisa diterima dan diberi kesempatan yang begitu berharga untuk bergabung dan menjadi bagian dari orang-orang hebat di sini. Begitu banyak ilmu, pembelajaran, dan pengalaman yang sangat sulit saya definisikan hanya lewat kata-kata.
Menurut saya, orang-orang hebat di sini datang ke kantor bukan hanya untuk menyelesaikan tugas sebagai pekerja, tetapi mereka berhasil menciptakan sebuah “ekosistem” kehidupan yang begitu bermakna untuk dijalani setiap menitnya. Bahkan, bagi saya, ekosistem ini bisa disebut sebagai rumah kedua tanpa perlu berpikir dua kali.
Begitu pula dengan “The Guild”. Saat pertama kali diajak Kak Uung untuk mengeksplorasi seluruh sisi bangunan ini, saya merasa sangat senang, beruntung, dan dibuat heran bagaimana bisa Kak Rich memikirkan begitu banyak kejutan di dalamnya? Di sinilah saya belajar bahwa arsitektur bukan hanya soal mendesain, tapi juga bagaimana desain itu bisa diwujudkan dan mampu memenuhi semua kebutuhan penggunanya. Bagaimana agar desain itu benar-benar memberi makna dan layak menjadi tempat berlindung.
Di RAW juga lah saya menemukan jawaban bahwa arsitektur bisa dinikmati dan bisa jadi sangat menyenangkan tentu dengan dukungan “ekosistem” yang menyertainya. Lingkungan ini terus mendorong saya untuk menembus batas kemampuan saya, terlepas dari segala keterbatasan. Saya diberi kesempatan untuk merasakan secara langsung bagaimana arsitektur bekerja dalam kehidupan nyata, bagaimana setiap proses pembangunan dijalankan, dan aspek-aspek penting lain dalam dunia kerja profesional. Saya juga sangat berterima kasih kepada kakak-kakak yang telah menciptakan rasa nyaman dan membuat saya merasa diterima. Kalian semua telah memberikan banyak pelajaran hidup, cerita, dan nasihat yang membuka pemikiran saya terhadap berbagai hal.
Sebagai penutup, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kak Rich, Kak Yudit, Mas Yusrul, Kak Revi, Kak Nielson, Kak Kamil, Kak Riyan, Kak Joshi, Kak Tyo, Kak Zyadi, Kak Uung, Kak Riska, Kak Aul, Kak Putra, Kak Aca, Kak Gabby, Kak Ezra, Bang Ikhsan, Ci Mei, Kak Chai, Kak Meizan, Kak Zikri, Kak Shaf, Kak Ingrid, Kak Mel, Kak Adit, Kak Ala, Kak Arlyn, Kak Irfan, Kak Jo, Kak Ufi, Edho, Ken, serta kakak-kakak lainnya dan teman-teman yang telah memberikan begitu banyak pembelajaran, canda tawa, dan nasihat. Pengalaman ini menjadi pengalaman yang sangat berharga, sekaligus membentuk saya bukan hanya sebagai mahasiswa arsitektur, tetapi juga sebagai individu yang lebih baik. Semoga kita bisa bertemu kembali di masa depan dalam versi terbaik kita masing-masing.
Terima kasih atas kesempatan, dukungan, dan kebaikan yang telah kalian semua berikan. Semoga kita semua senantiasa diberikan kemudahan dan jalan yang terang dalam menjalani kehidupan ke depan.
Salam hangat dari saya,
Ramadhan Pratama