Reflection Letter:
Perkenalkan, saya Maritza Ayunala Maheswari, mahasiswa arsitektur dari Universitas Islam Indonesia. Bagi saya, arsitektur selalu lebih dari sekadar menggambar atau membuat maket. Ia adalah proses memahami manusia, ruang, dan konteks yang melingkupinya. Kesempatan belajar di RAW Architecture menjadi salah satu titik penting yang memperdalam pemahaman itu.
Selama berada di RAW, saya belajar bahwa pembelajaran terbaik sering datang dari hal-hal yang sederhana namun nyata, mengamati cara rekan kerja memecahkan masalah, mendengar cerita dari para mentor, hingga terlibat langsung dalam proses di lapangan. Setiap proyek bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi tentang perjalanan, kerja sama tim, dan bagaimana setiap detail punya makna.
Kepada Kak Realrich Sjarief, terima kasih telah membuka ruang diskusi yang jujur dan inspiratif. Setiap obrolan selalu memberi perspektif baru dan mendorong saya untuk berpikir lebih kritis tentang arsitektur dan perannya di masyarakat.
Saya juga berterima kasih kepada seluruh tim RAW yang membimbing dan menyambut saya seperti bagian dari keluarga. Dari mereka, saya belajar bahwa profesionalitas dan kehangatan bisa berjalan berdampingan, dan bahwa keberhasilan sebuah proyek lahir dari kolaborasi yang saling menghargai.
Pengalaman ini membuat saya pulang dengan lebih dari sekadar pengetahuan teknis. Saya pulang dengan cara pandang yang lebih luas, rasa percaya diri yang lebih besar, dan dorongan untuk berkarya dengan hati. RAW telah memberi saya bukan hanya pelajaran, tetapi juga keyakinan bahwa arsitektur adalah perjalanan yang layak dijalani sepenuh hati.