Reflection Letter:
Bukan tanpa alasan saya memilih RAW sebagai tempat untuk bersinggah, merenungkan ke mana kaki ini akan melangkah di kemudian hari. Melalui setiap hari yang saya lalui, saya mencoba merangkai potongan-potongan dari jalan yang masih rumpang, mencari jawaban dari sebuah pertanyaan; mau jadi apa saya di masa depan?
Salam, semua. Saya Olga Maisha, mahasiswi arsitektur dari Institut Teknologi Bandung yang sedang mencari jawaban dari pertanyaan tersebut di RAW.
Sebagai mahasiswi yang baru saja menyelesaikan studi semester enam-nya, rasanya tidak aneh jika saya mulai merasa cemas dan memikirkan perihal masa depan. Hanya tersisa satu tahun bagi saya untuk menentukan langkah berikutnya. Namun, butuh tiga tahun juga bagi saya untuk merasa jenuh dengan dunia arsitektur. Lantas, sesaat setelah semester lalu usai, saya memulai misi pencarian saya untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang telah menggerogoti batin saya selama satu semester terakhir. Surel demi surel saya kirimkan kepada studio-studio arsitektur yang saya kagumi, tetapi balasan tak kunjung datang sehingga saya memutuskan untuk turut mencari kesempatan internship di industri kreatif. Ironisnya, divisi kreatif dari empat perusahaan membalas lamaran internship saya dalam kurun waktu yang sangat singkat. Namun, sebagai mahasiswi arsitektur, saya masih merasa ingin untuk mencari tahu realita bekerja dalam dunia arsitektur.
Bimbang dan kegelisahan pun mulai menyelimuti saya. Namun, ketika saya mulai terombang-ambing dan putus asa, RAW menjadi studio arsitektur pertama yang memberi harapan kepada saya. Rasanya senang sekali tatkala mendengar kabar bahwa saya diterima menjadi salah satu intern di sana. Berlandaskan keputusan yang saat itu saya ambil secara impulsif, saya pun menerima tawaran tersebut.
Kini, sudah dua bulan berlalu sejak kali pertama saya menginjakkan kaki di RAW dan saya sangat bersyukur dengan pilihan yang saya buat. Semasa internship, ada banyak sekali hal baru yang saya pelajari seperti cara membuat rencana titik lampu, cara membuat potongan yang baik, cara menulis notulensi rapat dengan client atau vendor, dan bahkan hal sesederhana cara menggunakan AutoCad. Saya juga mendapat kesempatan untuk mengunjungi site dan mengamati secara langsung proses pembangunan proyek yang masih berjalan. Meski ada banyak penyesuaian yang harus saya lakukan agar dapat menyeimbangkan diri dengan dinamika bekerja di studio, saya merasa sangat terbantu dengan kehadiran kakak-kakak designer yang dengan sabar dan tulus mengajari dan mendorong saya untuk terus berkembang.
Pada mulanya, saya berprasangka jika suasana dan lingkungan kerja di studio akan terkesan canggung dan kaku. Namun, rupanya saya salah besar. Selama saya menjadi intern, saya merasa sangat diterima dan mendapat banyak kesempatan untuk bercengkerama, baik dengan kakak-kakak designer maupun teman-teman intern lainnya. Saya pun mendapat banyak teman-teman baru yang mampu membuat hari-hari saya lebih berwarna setiap harinya. Sungguh, kalau boleh jujur, bekerja rasanya tidak pernah semenyenangkan ini. Suntuk pasti pernah saya alami, tetapi beristirahat dan bercakap sejenak saja rasanya sudah bisa membuat saya lebih bersemangat kembali.
Dua bulan mungkin belum cukup bagi saya untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang selama ini saya cari. Namun, berproses sebagai intern di RAW telah membuka pandangan baru tentang praktik arsitektur bagi saya, yang juga banyak membantu saya untuk menentukan langkah saya kedepannya. Melalui kesempatan ini pula saya tersadar bahwa perjalanan saya masih panjang. Ke manapun kaki saya melangkah nantinya, pengalaman dan pembelajaran yang saya peroleh selama menjadi intern di RAW akan tetap berharga bagi saya.
Untuk menutup surat ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Kak Rich dan Kak Yudith atas kesempatannya; kepada seluruh kakak-kakak designer, terlebih kakak-kakak di Sky, yang sudah banyak mengajari dan berbagi jokes dengan saya; dan kepada seluruh teman-teman intern saya yang saya sayangi dan telah menemani keseharian saya selama menjadi intern di RAW. Saya mendoakan kesuksesan dan segala hal yang terbaik bagi RAW dan teman-teman semua untuk kedepannya.
Terima kasih sudah membantu saya mengembalikan semangat berarsitektur saya yang sudah lama hilang dan memberi saya pengalaman yang bermakna, RAW. Sampai jumpa di lain kesempatan!
Salam hangat dari saya,
Olga Maisha Vaniavivia.