Kategori
Team - Reflection Letter

Octavius Setiawan – Calvin Institute of Technology

Reflection Letter:

Hi, saya Octavius Setiawan, biasa dipanggil Avi, seorang graduate architect dari Calvin Institute of Technology. Setelah lulus dari perguruan tinggi, saya memutuskan untuk melanjutkan proses belajar saya dengan mengambil kerja praktek di RAW Architecture.

Pengalaman saya di tim Abstraksi bersama Bang Riyan menjadi titik awal yang membuka pandangan saya. Tim ini sangat dinamis, bergerak cepat, namun tetap memperhatikan detail. Dari Bang Riyan, saya belajar pentingnya disiplin mencatat – baik to-do list, arahan, feedback, hingga update dan wrap-up pekerjaan setiap hari. Dari hal sederhana seperti mencatat, saya menyadari bahwa profesionalitas seorang arsitek tumbuh dari keteraturan dan kesungguhan dalam mengerjakan hal-hal kecil.

Menurut saya, keberhasilan RAW sebagai biro besar tidak dibangun oleh hal-hal besar semata, melainkan oleh kebiasaan kecil yang dijalankan secara konsisten dan penuh tanggung jawab, seperti hal-hal sederhana yang saya pelajari di tim ini.

Berbeda dengan tim Abstraksi, pengalaman saya di tim Pronesis bersama Bang Yusrul memberi saya perspektif yang berbeda. Di sini saya belajar bahwa bekerja cepat bukanlah hal utama. Lebih dari itu, saya belajar untuk bekerja secara kontekstual—memahami hubungan dengan tukang, kontraktor, dan klien, serta bagaimana setiap keputusan desain harus berakar pada realitas lapangan. Dari tim ini, saya belajar tentang keseimbangan antara idealisme dan teknis, antara ide dan pelaksanaan.

Secara keseluruhan, saya melihat bahwa RAW adalah tempat yang sangat baik untuk belajar. Setiap orang di sini—mulai dari para leader, designer, hingga rekan magang—memiliki semangat besar untuk berbagi dan mengajar.  Menurut saya budaya ini tumbuh kuat karena keteladanan dari Kak Rich sebagai principal architect sendiri.

Saya masih ingat dengan jelas hari pertama saya di RAW, ketika Kak Rich memberikan arahan kepada seluruh tim ia mengatakan: ”Jika kita ingin mendapat, kita harus memberi. Jika kita ingin menang lomba, berikan nilai terbaik pada lomba itu. Ketika kita ingin mendapat klien yang baik, fokuslah untuk memberi pelayanan terbaik bagi klien.Orang yang terus fokus ke diri untuk ingin mendapat, ia tidak akan pernah bertumbuh dan mendapat.”

Nilai untuk memberi ini benar-benar terasa dalam keseharian di RAW. Sebagai seorang magang, saya merasakan bagaimana para leader di sini sangat sabar, terbuka, dan sangat ingin berbagi pengetahuan serta pengalaman kepada saya. Bagi saya, RAW bukan hanya tempat arsitektur diciptakan, tetapi juga tempat di mana seorang arsitek dibentuk dan ditempa melalui proses belajar yang nyata.

Akhir kata, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kak Rich, Bang Andriyan, Bang Yusrul, Bang Putra, Bang Ezra, dan seluruh tim RAW atas kesempatan yang berharga ini.

Best regards,

Octavius Setiawan

avatar Realrich Sjarief

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan komentar