Kategori
Team - Reflection Letter

Carmelina Gabriela Handry – Institut Teknologi Bandung

Reflection Letter:

Hellow semuanya! 

Perkenalkan kembali, saya Carmelina Gabriella Handry, yang akrab dipanggil Gabby (dengan dua ‘b’, boleh dibaca Ge-bi, boleh juga Ga-bi). Saya lulusan 2022 dari Arsitektur ITB, yang sempat ‘murtad’ dan lari untuk bekerja ke bidang lain. Selang satu tahun bekerja, saya gelisah, rindu dengan arsitektur, jadi saya balik lagi ke bidang ini. Well, for a certain amount of time, starting over was rough as heck. Delapan bulan pasca saya keluar dari tempat kerja yang lama, dunia arsitektur terasa distant dan asing bagi saya, seolah saya telah ketinggalan jadwal kereta perjalanan yang seharusnya saya naiki dahulunya. Penyesalan akan keterlambatan ini kerap menghantui saya setiap harinya. Hari-hari berlalu sambil berkelana (istilah kasarnya ‘nolep’) di dunia digital mencari jalan lain menuju arsitektur kembali, hingga suatu hari saya menemukan RAW Architecture sedang membuka peluang internship. “Nothing can happen till you swing the bat,” satu kalimat yang pernah saya dengar dari sebuah film dan seringkali terlintas di benak saya ketika saya perlu menentukan keputusan pada situasi seperti ini. ‘Will it be too late? Will they find it weird? Will they see me as an ‘expired’ graduate when they see my application? It is still worth giving it a shot more than doing nothing, right?’  Dan tombol submit pun tetap saya tekan, hahaha.

Saya ingat betul, hasil penerimaan internship pas sekali diumumkan di hari Valentine, jadi bagi saya itu adalah surat cinta termanis yang pernah saya terima. RAW Architecture memberikan saya kesempatan magang adalah kejutan yang sangat besar bagi saya di awal tahun 2025 ini. “There’s hope, there’s a way! Let’s GOOOOOO!” batin saya. Memang benar kata orang-orang soal beranilah mencoba daripada tidak sama sekali, sebelum nantinya menyesal. 

Perjalanan internship saya mulai pada bulan April. Pas masuk pertama kalinya, saya insecure parah. Di satu sisi, saya melihat orang-orang di sana yang mempunyai skill yang ‘Wow!’, and here I was, baru memulai kembali dari titik nol. Saya takut dinilai bodoh, tidak kompeten, sebuah kegagalan. Tapi saya tahu, itu semua hanya di kepala saya ketika saya melihat tidak ada sedikitpun aura judgemental yang saya rasakan dari rekan-rekan RAW Architecture. Justru saya merasakan rekan-rekan RAW Architecture excited untuk berbagi berbagai ilmu kepada saya dan ke semua intern. Batas dikarenakan tanggung jawab tentu ada, tetapi kerja sama antar designer dan intern terasa setara banget. Rasanya seperti berinteraksi dengan teman hangout tanpa melupakan konteks pekerjaan, dan tak lupa juga studionya yang terasa sangat homey. Satu hal yang menarik dari dinamika kerja di RAW Architecture adalah rasanya seperti kembali ke studio di zaman kuliah with a massive bonus content. Begitu banyak dan luas ilmu di arsitektur yang benar-benar belum saya temukan selama masa kuliah yang justru saya temukan melalui mengerjakan proyek-proyek nyata di sini. Rasanya ada saja kekagetan yang saya dapatkan setiap harinya.

Analitik, Sophia, Episteme, Strategic, Phronesis with a side of Techne. Kurang lebih itu urutan perjalanan saya selama magang. Somehow, saya berhasil berinteraksi dan belajar di semua tim tersebut. Kalau diminta menjabarkan sudah belajar apa saja, rasanya akan cukup panjang. Kalau diminta mendefinisikannya dalam satu kata, saya pikir kata “flavorful” (layaknya sekotak coklat Forrest Gump) dapat menggambarkan pengalaman overall saya selama berkelana melalui semua tim. Hari berganti, ada saja pengalaman dan pengetahuan baru yang didapat. Life (in RAW Architecture) is full of surprises; you never know what will happen next (until you take a bite of those precious tasks and experiences you are about to taste!).

Salah satu pengalaman paling ‘duar’ bagi saya adalah pada hari kedua internship, saya terlibat sebagai ‘audiens’ yang duduk mendengar Kak Rich ketika ada sesi rekaman untuk sebuah konten proyek. Saya yang awalnya duduk dengan gugup di sana tanpa tahu apa-apa, pada beberapa momen berikutnya merasa terinspirasi setelah mendengar pemaparan Kak Rich. Jika hari kedua sudah menakjubkan ini, bagaimana dengan hari-hari berikutnya? Yep, selalu ada “flavor” baru yang mewarnai perasaan saya selama di Guha. Mungkin tidak semua yang manis, tentu ada yang pahit, but that’s the flavor of life, I suppose.

Di akhir masa internship ini, saya mau mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada:

  1. Kak Rich, saya merasa senang diberi kesempatan untuk belajar di bawah Kak Rich. Saya bisa merasakan kecintaan mendalam Kak Rich kepada arsitektur. Saya rasa Kak Rich-lah yang pelopor yang mendefinisikan sistem Guha, terlebih dahulu memunculkan semangat mengajar dan berbagi ini, karena setiap minggu at least, ada saja sesi sharing ilmu– baik yang teknikal hingga moral– yang tiada habisnya Kak Rich bagikan. Entah itu di saat ada kelas, weekly meeting, asistensi, pasti saja ada sesuatu yang berharga dan spark something inside my mind and heart. 
  1. Teman-teman ‘sepuh’ RAW Architecture: Ala, Kak Tyo, Adit, Kak Haykal, Uung, Kak Riyan, Meizzhan, Timothy, Shafira, Inggrid, Zikri, Kak Chai, Novi, Kak Ikhsan, Mas Beng, Kak Mel, Kak Irfan, Ci Mei, Ci Gaby, Kak Yusrul, Aul, Kak Zyadi, Kak Joshi, Kak Kamil, Nielson, Rizka, Aca, Kak Putra, Kak Ezra, Revi dan semua kakak-kakak/teman-teman yang belum bisa saya sebutkan satu per satu, yang telah berbagi pengetahuan, pengalaman, sampai saran dan nasihat hidup mereka masing-masing. Menghabiskan hari-hari, entah itu di Bambu, Sky, ataupun Benteng, adalah hari-hari yang penuh makna. 
  1. Teman-teman seperjuangan internship yang ga kalah keren dan gokilnya: Haidar, Zakka, Farras, Yoshinta, Lusi, Luqman, Syahid, Unggul, Akmal, Davina, Rama, Caca, Salma, Icha, Garneta, Fida, Adli, Iqbal, Bang Jaladri, Alfa, Bugis, Riki, Mai, Luna, Tristan, Noemie, Amber, Anevay; sukses terus untuk kalian semua di perjalanan yang akan kalian tempuh!

Dan untuk kalian, yang membaca sampai di akhir reflection letter ini, khususnya yang mungkin sedang mereview apakah mau mencoba belajar di RAW Architecture: percayalah, ini pengalaman yang fulfilling. Tidak peduli dimana starting point-mu, belajar di sini adalah salah satu pengalaman terbaik yang bisa mengisi hari-harimu dengan kejutan. Personally, I can feel that I have been changed for good.

Wishing RAW Architecture all the best, and cannot wait to see you drop more banger into the world! We’ll meet again, don’t know where, don’t know when, but I know we’ll meet again some sunny day— Sukses terus RAW Architecture! 下次见!

Best regards,

Carmelina Gabriella Handry

Motivation Letter:

avatar Realrich Sjarief

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan komentar