Kategori
Team - Reflection Letter

Dimas Dwi Cahyo – Institut Seni Indonesia Surakarta

Reflection Letter:

Halo semua, perkenalkan namaku Dimas Dwi Cahyo, biasa dipanggil Dimas. Aku mahasiswa Desain Interior ISI Surakarta semester 7. Jujur, buatku tidak mudah untuk bisa ikut andil magang di RAW Architecture, studio yang basis utamanya arsitektur. Awal masuk cukup kaget karena harus menyesuaikan diri dengan dinamika studio yang lumayan berbeda dari dunia interior, arsitektur dan interior itu menurutku 2 prinsip ilmu yang saling berkesinambungan tapi harus ekstra buat memahami keduanya, untuk bisa memahami arsitektur sebagai desainer interior harus paham mengenai prinsip-prinsip dasar arsitektur. Selama magang di sini, hal utama yang ingin aku capai adalah memahami prinsip dasar arsitektur dan bagaimana arsitek serta desainer interior bekerja bersama dalam satu proyek.

Semua pengalaman itu aku dapatkan lewat praktik langsung. Awalnya aku sempat kurang percaya diri karena latar belakangku bukan arsitektur, tapi hal itu langsung terpatahkan karena para desainer di RAW Architecture sangat suportif dan mengayomi. Walaupun aku harus belajar lebih ekstra, mereka terus membimbing dan ngajarin banyak hal. Sistem dan skema magang yang disiapkan dari awal juga berjalan dengan baik, bikin aku bisa belajar lebih dalam tapi tetap terlibat aktif di proyek-proyek. Dari situ aku merasa RAW Architecture punya ekosistem internship yang rapi dan nyaman buat berkembang.

Kerja bareng para desainer di sini bukan cuma nambah skill software, tapi juga membuka cara pandang yang lebih dewasa tentang dunia profesional arsitektur dan interior. Terima kasih untuk divisi Episteme yang membimbingku di awal masuk, Sophia yang ngajarin pentingnya time management, Phronesis yang ngasih pengalaman langsung dari gambar kerja ke visualisasi, Analytic yang membuka wawasan soal peningkatan value perusahaan lewat analisis, dan Techne yang ngajarin detailing serta visualisasi 3D. Setiap divisi punya karakter dan warna masing-masing yang bikin pengalaman magang jadi seru dan berkesan

Kalau tiap divisi aku ibaratin pakai film, Episteme itu mirip Brave-nya Disney, sosoknya tegas dan kuat pendirian, kebayang banget sama Kak Chai. Sophia mirip Stranger Things karena vibes-nya nggak jauh dari main board game dan Dungeons & Dragons. Phronesis tuh kaya Inside Out, suasananya bisa berubah cepet, kadang serius, kadang tiba-tiba rame dan ketawa. Analytic mirip Big Hero 6 soalnya Kak Adit vibes-nya kaya Hiro Hamada. Techne Normatif tuh kaya film Agak Laen, apalagi Bang Joshi sama Bang Kamil yang selalu bikin suasana jadi cair dan ngakak satu sky. Kalo Techne Substantif mirip Toy Story, entah kenapa kepribadian orang-orangnya mirip Woody, Bo Peep, buzz.

Terima kasih juga buat teman-teman magang dari berbagai kampus yang secara unofficial kita sebut “Duls Gang”. Senang bisa tukar pikiran, sharing ilmu, bercanda, makan, dan tumbuh bareng selama magang. Walaupun datang dari beda-beda kampus tapi berasa malah kaya kita dari satu kampus yang sama terus kita magang di satu studio yang sama.

Terakhir, terima kasih untuk Kak Rich dan Kak Yudith yang sudah menciptakan RAW Architecture dengan suasana yang fun tapi tetap profesional. Rasanya seperti melihat orang tua yang membesarkan studio ini lewat karya dan ide-ide. Pesan dari Kak Rich yang selalu aku ingat adalah pentingnya terus bertemu orang baru supaya bisa bertahan dan berkembang ke depannya. Terima kasih sudah memberi aku kesempatan berharga ini.

Aku pulang dari RAW Architecture bukan cuma bawa skill baru, tapi juga pengalaman, perspektif profesional yang lebih matang, dan pemahaman baru tentang diriku sendiri.

Salam hangat,
Dimas Dwi Cahyo

Motivation Letter:

avatar Realrich Sjarief

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan komentar