Kategori
Team - Reflection Letter

Edelweiss Aydindra Sabariman – Universitas Bina Nusantara

Reflection Letter:

Halo teman-teman semuanya,
perkenalkan namaku Edelweiss Aydindra Sabariman, biasa dipanggil Edel. Aku adalah mahasiswa jurusan Arsitektur yang sedang menempuh pendidikan di Binus University. Saat pemilihan jurusan, I knew exactly that I wanted to study architecture. But I had zero expectations, I didn’t even know how to start. Di sinilah kebingungan itu terjadi. My days were filled with confusion. I went through six semesters with a very big question mark on my face.

Sampai ada di titik aku bertanya ke diri sendiri, “Bagaimana sih cara mendesain dan make it happen?” Spoiler alert: I did not find my answer until the 7th semester, which is now—today—when I finally interned at RAW Architecture. So here’s the journey.

Aku merasa sangat beruntung bisa berkuliah di Binus, di mana Himpunan Mahasiswa Arsitektur mengajak kami, para mahasiswa, untuk mengunjungi dan mengenal bagaimana studio arsitektur itu bekerja. And somehow, I stumbled upon Guha Experience, and I decided to join the tour. Meeting Kak Rich for the first time was a life-changing experience for me. The way Kak Rich explained that he is a sentimental person—and that he is proud of it, embracing it through his designs and studio—really left an impact on me.

Ada satu kalimat yang stuck with me sampai sekarang, yaitu ketika Kak Rich mengatakan bahwa menjadi orang yang peka dan sensitif bukanlah sebuah kekurangan; it is our third eye. Sebuah indra kepekaan yang intuitif. As a person who has always been in her denial phase because I am sensitive and sentimental, somehow I felt seen.

The moment I stepped in and was guided through Guha Experience by Kak Ufi, I knew that this was my place to grow. Saat itu aku belum tahu bagaimana caranya, tapi aku tahu aku akab n kembali ke sini. I looked over to my best friend, Wawaa, and she said she felt the same way about Guha and RAW Architecture. It was such a full-circle moment for us—being guided by Kak Ufi for the experience in October 2024, and then in August 2025 being guided by Kak Tyo for an office tour, because we were finally back at Guha as interns at RAW Architecture.

Pengalamanku magang di RAW Architecture akan menjadi core memory selamanya. I met so many wonderful friends—Wawaa, Feli, Alma, Aisyah, Raniya, Sister Ahlal, Novel, Kak Vita, Kak Putri, Bobby/Nafis, Dimas, Farid Binus, Hasan, dan semua teman-temanku lainnya yang tidak cukup aku sebutkan satu per satu. They made this experience filled with laughs and emotional support. Setiap hari selalu ada ceritanya, entah itu keluhan ataupun kesenangan. Semua kami ceritakan sambil menyantap masakan Bibi yang super mega DASYAT.

I also met so many mentors dan kakak-kakak designer yang selalu sabar mengajari kami para intern yang kebanyakan nanya, tapi pas sudah diliatin suka tiba-tiba bisa sendiri—hehehe. Terima kasih Kak Kamil, Kak Joshi, Kak Revi, dan Kak Nielson yang menyambut kedatanganku sejak day one dan mengajarkanku cara menggunakan AutoCAD maupun SketchUp. Terima kasih Kak Riyan, Kak Shafira, Kak Zikri, Kak Ken, dan Kak Edho yang mempercayaiku untuk meng-handle task yang menurutku a very big deal for an intern, serta menanamkan nilai-nilai baik dalam diriku.

Terima kasih Kak Chai, Kak Ikhsan, Kak Novi, dan Mas Benk atas semua ilmu teknis dan canda tawanya. Terima kasih juga untuk Kak Tyo, Kak Yusrul, Kak Irfan, Kak Mel, Ci Mei, Kak Ala, Kak Aul, Ci Gabby, Kak Inggrid, Kak Putra, Kak Gabby, Kak Adit, Kak Ezra, dan Kak Aca. Mungkin aku jarang, bahkan tidak pernah, bekerja bersama secara langsung, tapi terima kasih telah membuat suasana RAW selalu hangat dan penuh kerandoman yang lucu. Suasana sore hari di Sky, dengan lagu-lagu Olivia Dean yang terputar, akan menjadi caraku mengingat RAW as it is.

What a privilege to be tired from work I once prayed for, and what a privilege to feel overwhelmed by growth I used to dream about. I am so lucky to be in a place where ilmu tersebar di setiap sudut Guha, dan kami bebas mengeksplorasi serta menyerap pengetahuan dari berbagai divisi. I will forever miss the family I had for five months—including para kambing, keluarga anak-beranak Mickey, para ayam polandia yang suka berkokok pas kami lagi kerja dan kura-kura berlipstik (bibirnya merah karena selalu makan siang buah naga).

Thank you for the amazing five months. InsyaAllah, our paths will cross again.

Xoxo,

edelweiss

Motivation Letter:

avatar Realrich Sjarief

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan komentar