Kategori
Team - Reflection Letter

Lusi Resti Anggraini – UIN Walisongo Semarang

Reflection Letter:

Haloooo semuanya terimakasih sudah membaca tulisan ini, Selamat menyelam dalam episode perjalanan internship saya selama di Realrich Architecture Workshop. 

Perkenalkan saya Lusi Resti Anggraini bukan Lucy In The Sky ataupun Juicy Luicy yaa, just  “Lusi“ Fresh Graduate dari UIN Walisongo Semarang.

Kepada kak Rich, Terimakasih banyak sudah berkenan menjadi perantara diantara doa doa saya selama ini, Terimakasih untuk kebaikan kak rich atas segala hal yang sangat bermanfaat untuk saya, Memberi saya ruang untuk belajar di tempat yang sudah kak rich tumbuh selama ini semoga ekosistem RAW selalu tumbuh lebih baik, memberi dampak yang baik untuk sekitarnya.

Saya selalu berkeinginan untuk terus memiliki keinginan atau istilahnya “Harapan”. Harapan lebih dari sekedar kebutuhan makan atau minum, Bagi saya harapan yang akan menuntun saya hari esok. salah satu harapan saya waktu itu adalah belajar arsitektur di luar kampus sebelum saya menyelesaikan akhir studi S1 saya. Alhamdulillah Allah kasih kesempatan saya untuk belajar di RAW, Waktu itu rasanya campur aduk karena nanti saya akan bertemu banyak orang baru dengan baground kampus yang berbeda beda, Saya bingung saya harus menjadi seseorang yang seperti apa karena yang saya tahu RAW bukan hanya sekelompok kecil tapi betul betul keluarga yang sangat besar. 

Saat itu saya masih semester 8 dan sedang menjalani tugas akhir, *Yapppp* saya kabur dari semarang *Hehehee*. 

Sebetulnya keinginan untuk magang lagi sudah muncul sejak semester 7 sebelum menjalani tugas akhir, Tapi kesempatan itu akhirnya ada ketika di semester 8. Jujur saya cukup nekat mengambil keputusan ini karena akan banyak sekali resiko terkait kelulusan saya, Tapi saya fikir kalo saya tidak nekat kapan saya bisa belajar lagi ?. Bagi saya bertemu orang lebih banyak, Belajar praktek langsung di sebuah biro arsitektur adalah bekal yang paling utama ketika lulus apalagi saya diberikan kesempatan belajar di RAW di sebuah biro yang cukup terkenal dikalangan kami para mahasiswa arsitektur, Terimakasih ya allah atas kesempatan ini. 

Langkah awal masuk RAW harapan saya hanya ingin memantik ide baru untuk melanjutkan tugas akhir saya, karena judul tugas akhir pertama yang saya angkat tentang isu slum area tiba tiba tidak disetujui oleh salah satu dosen pembimbing dan mengharuskan saya mengganti judul baru meskipun sudah hampir sampai bab 4. Jujur saya kecewa dan sulit untuk menerima ini karena saya merasa usaha saya sia sia dan pihak pembimbing tidak mengizinkan saya untuk lebih kritis terhadap isu lingkungan yang sudah terjadi,  Akan tetapi sebesar apapun keinginan saya jika ada hal yang tidak bisa dipaksakan maka saya harus menjalani sesuai apa yang ada. Akhirnya selama awal di RAW saya selalu mencoba mencari kesempatan untuk bertanya kepada kakak kaka  senior tentang tugas akhir mereka, Kak alya, kak  adit, kak ingrid, kak timmy makasih banyak sudah share tentang tugas akhir kalian. 

Tim pertama yang saya jalani di RAW adalah tim Sophia, yang saat itu leader nya adalah kak ryan. Menurut saya tim sophia adalah tim yang betul betul memaksimalkan waktu sebaik mungkin karena tim yang pertama menyusun konsep sampai visual harus cepat dan tepat. Jujur saya sangat suka dengan kondisi suasana di Benteng (Tempat sophia) karena kondisi ruangan yang tertutup dimana tidak bisa memastikan masih ada cahaya matahari atau belum hal ini membuat saya tidak merasa lelah bekerja dikarenakan waktu jadi terasa lebih cepat berjalan. Tim sophia selalu ditantang untuk membuat visual yang kadang saya sendiri bertanya tanya “Ini bikinnya gimana ya“ sampai di tahap saya pernah diminta untuk membuat sebuah railing dengan kondisi ketinggian tiap lantainya yang berbeda akan tetapi railing tersebut harus terkesan smooth seperti railing di poster film sore dari masa depan *deggg* saya mikir “ini gimana bikinnya?” jujur ini adalah tugas yang paling susah yang saya terima ketika magang di RAW. akan tetapi setelah berfikir dan mengobrol dengan kak meyzan (salah satu desainer sophia) akhirnya railing itu jadi dan di acc oleh kak ryan (Leader sophia) *hufhhh legaaa*. 

Selama magang 6 bulan (tidak full) karena saya harus tetap menyelesaikan tugas akhir. Alhamdulilah kak rich beserta kakak kakak leader mengizinkan saya untuk cuti ketika saya sidang dan ketika saya wisuda dengan berkonsisten mengganti waktu yang tertinggal tersebut dihari setelah saya lulus. Seperti yang kak rich katakan ketika mengetahui saya sedang menjalani tugas akhir belau berkata “Ingat your position, ketika menjadi mahasiswa tugas kamu adalah tetap menjalankan tugas sebagai seorang mahasiswa“ sehingga saya berkomitmen untuk tidak melalaikan tugas saya sebagai seorang mahasiswa.

Salah satu bekal yang sangat saya syukuri adalah ketika saya bergabung dengan salah satu tim setelah tim sophia adalah tim analytic karena berkat tools post productionnya memudahkan saya untuk membuat poster poster kebutuhan kuliah atau sayembara jadi cepat. Thankyou kak alya, kak adit dan kak haykal. 

Jadii analytic yang saya lihat scope pekerjaannya cukup luas mulai dari analisa sun atau air study, Post pro render, Post pro potongan,Tampak dll, pekerjaan laser cutting, 3D printing, bahkan kebutuhan postingan website. Saat di analytic  tugas pertama saya saat itu diajarkan untuk laser cutting signage  sampai akhirnya bisa mengoperasikan mesin sendiri *heheh*. 

Selain tim Analytic saya juga diberikan kesempatan untuk belajar di beberapa tim lain seperti Techne Normatif, Techne Desain, Phronesis, dan Episteme. sebagian besar tim ini berada di sebuah tempat bernama sky dari namanya saja pasti tempat ini berada di ketinggian *hehe* dan memang betul sky berada di lantai paling atas Guha ( Kantor RAW ). Sky menurut saya tempat yang sangat berbeda dengan benteng (tempat tim sophia).  Suasana sky adalah suasana yang lebih santai tapi tetap serius. Jumlah orang orang yang berada di sky cukup banyak jadi terkesan ramai dan sangat asik. 

Sky selalu diisi dengan jokes jokes kak kamil yang entah kenapa apa yang beliau sampaikan selalu lucu *wkwkwk* dan itu yang membuat saya nyaman berada di sky.

Sky dipenuhi tim yang bukan lagi di tahap konsep melainkan sudah berada di fase lanjutan.

Tim Techne Normatif saya bersama kak Joshi (Leader), kak Kamil, Kak Rizka berfokus memproduksi gambar kerja sebelum tahap pembangunan, Misalnya seperti gambar DETAPO (Denah, Tampak, Potongan), MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing) dan gambar detail lainnya. Techne tidak hanya membuat gambar kerja akan tetapi menjadi pengawas proyek. Pada salah satu kesempatan saya diajak kak Joshi (Leader Techne) untuk melihat proses pembangunan dimulai, saya diminta untuk mencatat dan mendokumentasikan apa saja notes ketika di lapangan. Saat itu kebetulan project rumah chef juna, *Yeayyyy* seneng banget rasanya ketemu artis langsung *wkwk*, walaupun saya hanya sebagai anak magang tapi saya sangat senang ketika diberikan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana proyek dilapangan dan belajar bagaimana seorang pengawas berkomunikasi dengan vendor atau owner.

Setelah tim Techne saya diberikan kesempatan untuk masuk tim Phronesis bersama kak Gaby (Leader), Ci Mei, Kak Ingrid dan Kak aul. Tim Phronesis bertanggung jawab terhadap keberhasilan dalam merealisasikan konsep menjadi sebuah bangunan yang sesuai harapan. ketika di tim ini saya fokuskan pada satu proyek bernama rumah graal and fam. tidak seperti di tim lain yang setiap harinya pasti pindah pindah projek, Akan tetapi ketika di tim ini saya hanya difokuskan untuk membantu satu projek rumah renovasi. Mulai dari ke lapangan, Membuat MOM ( Minutes of meeting ), Exercise denah perubahan dari owner atau Exercise potongan detail, membuat 3D visual structure, Menghitung kebutuhan material dan lain lain. Karena tim ini selalu berdampingan dengan tukang tukang saya belajar banyak bagaimana kakak kakak ini berkomunikasi dengan owner atau dengan tukang, bagaimana mereka memberikan solusi terhadap masalah yang terjadi ketika dilapangan yang saya pun tidak diajarkan ketika di kampus.

Saya selalu berharap bisa membantu banyak tim RAW namun karena keterbatasan waktu disaat satu minggu terakhir saya bergabung dengan dua tim yakni episteme dan techne desain, Tidak banyak yang saya kerjakan setidaknya ada moment mengobrol dengan kakak kakak dari tim tersebut. yang saya lihat episteme adalah tim yang berfokus pada proyek komersil tetapi dengan output gambar gambar kerja sebelum tahap pembangunan karena bisanya proyek ini bekerjasama dengan kontraktor lain thankyou kak chai (Leader episteme), Mas beng.

Jika berbicara tentang tetang techne desain ini cukup berbeda dengan techne normatif yang saya pelajari ketika di techne desain saya diajarkan bagaimana membuat detail pintu yang benar baik secara visual 3D maupun 2D. Thank You kak putra ( Leader) dan kak ezra. 

Jujur RAW adalah tempat yang banyak merubah saya menjadi pribadi yang lain, Kelas kelas bittersweet setiap bulan memberikan saya kesempatan bertemu arsitek arsitek hebat di luar sana yang sedari awalpun belum pernah saya bayangkan untuk bertemu mereka tetapi disini saya bisa. RAW adalah tempat terbaik untuk bertumbuh terimakasih banyak kak rich sudah membuat ekosistem yang sangat baik ini. saya juga ingin mengucapkan terimakasih banyak untuk Tyo untuk sarannya ketika saya bingung dan membantu saya sampai akhirnya bisa menyelesaikan dua tugas sekaligus. Selain itu terimakasih banyak untuk warga benteng ( Kak Ryan, Kak Meyzan, Kak Timmy, Kak Zikri, Kak Shafira) Untuk warga bambu ( Kak Alya, Kak Adit, Kak Tyo, Kak Haykal, kak Irfan, Kak Melisa) Warga Sky ( Kak Joshi, Kak Kamil, Kak Rizka, Kak Revi, Kak Nielsen, Kak Putra, Kak Ezra, Kak Eca, Kak Chai, Kak Novi, Mas Beng, Kak Ihsan, Kak Yusrul, Ci Mei, Kak Ingrid, Kak Gaby, Kak Aul, Kak Zyadi, Kak Caroline ) Warga omah ( Kak Lulu, Kak Ufi, Kak Joo, Kak Alifia, Mas Aldian, Kak Arlyn ) dan kak Novi ( Admin) 

Semoga kalian semua dipertemukan dengan orang orang baik dimanapun kalian berada, terimakasih sudah mau mengenal lusi I’m so lucky to have met you all.

Hormat saya, 

Lusi Resti Anggraini

Motivation Letter:

avatar Realrich Sjarief

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan komentar