Kategori
Team - Reflection Letter

Nafis Roziq Bagaskara – Universitas Muhammadiyah Surakarta

Reflection Letter:

Hi everyone, glad to have crossed paths with you all, saya Nafis Roziq Bagaskara.

Hampir enam bulan ini bukan sekadar tentang durasi, tapi tentang sebuah perjalanan internal yang saya sebut sebagai trilogi pertumbuhan. Semuanya berawal dari sebuah fase yang I’d like to call as being Slow. Di awal, saya sempat merasa kehilangan arah, berusaha menyerap DNA studio yang begitu dalam, memahami betapa beratnya makna di balik setiap garis yang ditarik, dan belajar menavigasi kompleksitas arsitektur yang selama ini hanya saya lihat di permukaan.

Perlahan namun pasti, ritme itu mulai menemukan bentuknya and eventually I found my Flow. Saya mulai menemukan detak jantung saya sendiri di antara presisi digital monitor dan realitas tanah yang tak terduga. Di dalam fase inilah I feel like I’ve truly started to Grow. Bukan hanya tumbuh sebagai seorang calon arsitek yang mahir secara teknis, tapi tumbuh sebagai manusia yang belajar tentang tanggung jawab dan kerendahhatian.

Sebelumnya, saya berpikir bahwa menjadi arsitek yang baik adalah tentang memiliki semua jawaban dan bekerja secepat kilat. Namun, berada disini benar-benar membuka celah perspektif saya yang lain. Saya belajar bahwa it’s okay to feel small karena biasanya dari titik nadir itulah pembelajaran sejati dimulai. Saya belajar untuk lebih banyak mendengar daripada bicara dan lebih banyak mengobservasi daripada sekadar menggambar.

Menyeimbangkan tumpukan logbook, tanggung jawab kampus, dan dinamika studio memang menuntut energi yang besar. Namun, saya menyadari bahwa setiap tetes lelah itu adalah sebuah Langkah dan ketulusan yang memang harus ditunaikan. Saya pulang tidak hanya dengan portofolio yang lebih baik, tapi dengan pikiran yang lebih tenang dan hati yang lebih sabar.

Sekarang, saat bab ini harus tertutup, saya menyadari bahwa pengalaman ini telah memberikan saya benih untuk masa depan. This is not a goodbye but a final flashback to my learning phase: Slow, Flow, and Grow. Saya tidak ingin terburu-buru, namun saya menaruh harapan besar hopefully everything I’ve been through here will lead me closer and eventually bring me easier into my Glow.

Terima kasih, RAW Architecture. It’s been a quiet, beautiful, and life-changing journey.

Warm regards to,

Kak Realrich Sjarief & Kak Yudith Best Mentor In the World & Mrs Best Mentor In the World

Kak praseTyo & Kak Caroline The Behind All Access

Kak Andriyan, Kak Tim, Kak Zikri, Kak Shafira

Kak Kenn & Kak Edho

Master Leader, Master Splendor, Master Dune, Master CAD 2, Master Panel 1, Master Panel 2

Kak Chairunissa, Kak Noviola, Kak Masbeng, Bang Isantuy

Mrs. Arigtoune, Master CAD 3, Mr BoQ

Magnus Carlsen

Bang Joel, Bang Kamil, Kak Nielson, Kak Reviyana, Kak Riskasra, Kak Gabby

Pelari Kalcer, Mr. Forget, Mr Pantun, RV (sendal kuning)

Tenxi, Mrs. Pembuka Pintu Boboto

Bang Yusrul, Kak Gaby, Kak Aulia, Kak Inggris

Bang Zyadi

EL. Runtrough, Pak Sirin 2, Pak Sirun 2, Mang Grandong 2, Bang XSR

Bang Putra, Bang Ezra, Bang kak Alya, Bang Aca

EL. Haduh (pakai nada) , EL. Hamdalah (pakai nada)

Teteh Cisadon, Bang Perunggu

Kak ci Mei, Bang Jadid, Kak Mellisa Mau beli mie Shoor kak hehe, Mr. Respect Swiftiest

Kak ci Mei, Bang Jadid, Kak Mellisa Mau beli mie Shoor kak hehe, Mr. Respect Swiftiest

Kak Adit, Kak praseTyo lagi Mr. Tutorial 1, Mr. Tutorial 2

Teman-Teman Intern Bedul-bedul pencita makanan Bibi

All Omah Staff bismillah Kelas FFFAAARRR

Kak Bibi, Kak Cucus, Kak Mba Preh The Three Musketeers

Tim Biru Sojiya (Gachiakuta)

Motivation Letter:

avatar Realrich Sjarief

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan komentar