Foto ini menunjukkan ruang foyer yang adalah hasil dari banyak pertimbangan. Pertimbangan akan ruang yang tidak terlalu besar dengan lebar 2.5 meter, namun bisa memancing dialog. Ruangan ini seperti lorong yang bisa dipakai sebagai tempat duduk. Jika melihat ke atas, terdapat skylight seperti tumpang sari yang berundak-undak, juga skylight dengan bentuk lebih sederhana. Di bawah skylight sederhana itu, terdapat ruangan dengan perforated metal yang digunakan sebagai gudang yang terorganisir. Angin dan cahaya bisa masuk melalui perforated metal, dan juga bisa diinjak sebagai lantai.

Di ruangan ini, saya juga bertemu dengan banyak musisi yang datang secara tak terduga dan memainkan lagu di atas tuts piano. Piano di sini adalah angan-angan dari dulu, karena seringkali saya berkeliling ke toko-toko musik hanya untuk menjajal piano atau ikut kebaktian di gereja untuk bisa mendapatkan kesempatan bermain piano. Piano dan musik adalah sarana terapi, begitu juga dengan ruangan ini, yang dilengkapi dengan kucing hoki sebagai simbol pengharapan akan ekonomi yang baik serta pentingnya manusia untuk hidup sederhana dan berkontribusi dengan dirinya yang kecil di antara dunia yang terus menekan.


Ruangan yang tadinya adalah sebuah koridor, berubah menjadi atrium dan berkembang menjadi ruang penuh kenangan bagi kami, dan ini dihasilkan dari banyak hal-hal kecil. Kemudian memasuki ruangan yang kami sebut sebagai toko buku, terdapat buku-buku yang ditulis oleh begitu banyak kontributor, penulis, pengajar, dan praktisi. Terlihat pula plat beton tipis yang dirangkai dan dibuat oleh Pak Edi, seorang mandor dan supervisor lapangan yang merancang sendiri besinya, Ide kami adalah menggunakan meja sebagai balok dan menggantung besi dengan menempel di ujung kolom.
Keseluruhan komposisi itu dibingkai oleh jendela bulat sebagai vista ke arah kolam renang selebar 1,5 meter.
Hal-hal ini memberikan bahasa yang tumbuh, perlahan – lahan tetapi pasti.
“all power comes from within.”
Architecture | @realricharchitectureworkshop
Photography + Video by @kiearch