Dear
all beloved readers,
Seperti halnya sebuah desain, setiap pengalaman di RAW Architecture memiliki bentuk dan cerita yang unik. Halo! Perkenalkan aku Mertha, salah satu mahasiswi tahun ke-3 dari Universitas Gadjah Mada yang dalam waktu dua bulan terakhir belajar banyak hal baru di RAW Architecture.
Awalnya, aku kira magang di biro arsitektur adalah sesuatu proses yang kaku dan berulang, namun berbeda halnya dengan pengalaman yang aku alami di sini. Membongkar sedikit pengalamanku, melalui magang di Raw Architecture, Kak Realrich berhasil meyakinkan ku bahwa RAW Architecture merupakan wadah belajar yang dinamis. Seperti hal nya dengan Guha yang selalu ada perubahan di sudut-sudut kecilnya setiap hari. Itulah yang membuatkan diam sejenak, dan berfikir “Oh! There’s no such thing as being ‘done’ in design.”. Begitu pula dalam perjalanan menjadi seorang arsitek, hal tersebut membuka gambaran baru bahwa selain menjadi tempat belajar, RAW Architecture juga merupakan tempat yang selalu hangat terbuka bagi arsitek muda untuk berkarya sekaligus menjadi ‘pit stop’ untuk mengapai mimpi yang lebih besar nantinya.
It has been a journey of growth, learning, and, most importantly—transformation. Setiap proses belajar di RAW merupakan sesuatu yang membuat saya terpacu dan haus akan pengalaman setiap hari nya. Selama dua bulan terakhir, aku bersyukur telah berada di lingkungan yang ‘supportive’ untuk berkembang. All of these experiences shapes me to be a better and critical person than before. And the best part? It’s been so much fun! Huge thanks to Kak Chai, Mas Beng, Kak Novi, Kak Ryan, Kak Rizka, Kak Tyo, Kak Ikhsan, Kak Meizzan, Kak Lulu, dan semua kakak keren yang belum bisa aku sebutin satu per satu, thank you for all of the tricks and fun discussion, terima kasih telah meyakinkanku bahwa proses belajar tidak selamanya menyeramkan. Terima kasih juga Kak Rich dan Kak Yudith for allowing me to be part of your journey and for giving me the chance to grow in this incredible environment!
Sayangnya, ada satu hal yang masih aku pikirkan dan tak akan pernah aku lupakan—sebuah “PR” yang masih belum bisa aku jawab, yaitu pertanyaan Kak Rich, which once he said, “What is your next step? Setelah lulus mau jadi apa?” dan disetiap jawaban yang aku ucapkan, Kak Rich selalu bertanya “Terus?” again and again. Yang awalnya aku kira jawabanku kurang memuaskan beliau, ternyata praduga tersebut salah. Secara tak sadar aku belum secara jelas menentukan garis langkah journey ku sendiri, and the fact is: there’s no way to stop on the journey of finding our own goals. It’s not about being ambitious, but the truth is, we really have to think about our future plans. Therefore, I promise I’ll come back as a better version of myself !
Once again, terima kasih untuk semua pengalaman, kehangatan, dan pengetahuan yang kakak-kakak berikan. Sincerely, I’m truly grateful to be part of RAW Architecture’s journey. And I wish you all the best of luck for what’s ahead!
Cheers.
Mertha