
Part 3 – Lumintu
Foto oleh @kiearch ini menceritakan bagaimana keteduhan, material ringan, dan ritme garis dari elemen kanopi yang naik turun membentuk komposisi indah sekaligus berfungsi secara termal. Fasad Rumah Lumintu dirancang seperti cabang-cabang pohon yang membentuk kanopi berkelanjutan, menciptakan naungan yang melindungi ruang di bawahnya. Tak hanya sebagai peneduh dari terik matahari Jakarta, kanopi ini juga memberi rasa tenang, seperti duduk di bawah rindangnya pohon.
Proyek ini menantang karena tapaknya menghadap barat. Oleh karena itu, pendekatan arsitektur bioklimatik menjadi landasan utama perancangannya. Mulai dari pemilihan material yang tepat, penempatan ventilasi silang, penerapan stacking effect, hingga kanopi sepanjang 6–8 meter, semua dirancang untuk menciptakan buffer alami terhadap panas sekaligus menghadirkan kenyamanan sejuk bagi ruang di dalamnya.
Dari Rumah Lumintu, kami belajar bahwa arsitektur tropis bukan hanya soal estetika, tapi soal kenyamanan yang dirancang dengan kepekaan. Menghilangkan panas bukan berarti ruang menjadi kosong, melainkan menghadirkan kesejukan nyata melalui bukaan dan ventilasi silang. Angin pun dimanfaatkan untuk mengurangi kelembapan, membuat ruang terasa sejuk dan nyaman. Rumah Lumintu lahir dari proses performatif yang menyesuaikan kebutuhan iklim, fungsi, dan gaya hidup klien. Inilah filosofi “Lumintu”, berkelanjutan, alami, dan tumbuh bersama waktu.
Design: RAW Architecture – @realricharchitectureworkshop
Structural Engineer: PT. Cipta Sukses
Photography: @kiearch
Design process video by @realricharchitectureworkshop team
#lumintuhouse #tropicalarchitecture #realricharchitectureworkshop #jakartaarchitecture #arsitekturindonesia #microclimate #sustainablehome #architecturestory #rumahindonesia #moderntropical #bioclimaticarchitecture




