Kategori
motivation Letter Team - Tier 4 Uncategorized

Lu’luil Ma’nun

Perkenalkan nama saya Lu’luil Ma’nun, bisa dipanggil Luluk. Waktu awal semester masa kuliah di Arsitektur UII (Universitas Islam Indonesia) saya sangat tertarik pada dunia Arsitektur, maket saya sering terpilih untuk dipresentasikan, kalau kata teman-teman saya karya saya selalu nyeleneh dan khas. Namun di pertengahan semester setelah mulai menggunakan tekhnolgi saya mulai redup dan down di semester 6, hampir ingin off dari Arsitektur. Beruntungnya saya menceritakan hal ini kepada Dosen saya bapak Yulianto Prihatmaji (Beliau salah satu dosen yang sangat saya kagumi – karena kepribadian dan kontribusinya di dunia sosial Arsitektur). Beliau memperkenalkan saya pada dunianya terkait mendesain desa wisata, saya mulai diajak terlibat ke proyek -proyek beliau. Dan dititik ini saya mulai jatuh cinta lagi pada dunia arsitektur.

Waktu kuliah saya adalah aktivis dakwah (Takmir Masjid Ulil Albab, UII) sehingga relasi saya adalah kalangan orang-orang sosial dan banyak terlibat pada aktivitas sosial. Waktu terus berjalan, menginjak semester 8-14, saya berkutat dengan skripsi saya, saya kebingungan untuk mengerjakannya dan terjebak dianalisis sehingga saya tidak memulai – mulai untuk mendesain. Sampai akhirnya karena 3 semester belum selesai-selesai (Karena saya anaknya tidak bisa berdiam diri, otak saya terus menerus menemukan ide-ide, walaupun kadang bukan ide-ide arsitektur, dan fisik saya selalu ingin berkelana dan mengetaui banyak hal, walaupun kadang bukan di bidang arsitektur). Saya tidak terlalu paham apa itu metodologi design, tulisan saya juga tidak terlalu baik, dll. Karena saya jarang membaca dan tidak terlalu bisa berbahasa inggris. Tapi yang saya selalu pegang adalah saya ingin melakukannya dengan terbaik, punya tujuan yang jelas serta bisa langsung bermanfaat.

Saat skripsi saya memegang 1 proyek nyata sambil skripsi, yaitu Indonesia Mining Education Park di Yogyakarta. Namun hal ini membuat dosen saya marah, karena saya tidak terlalu produktif di skripsi saya. Sehingga beliau memberikan saya hukuman untuk setiap hari harus mengerjakan diruangan beliau dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore (setiap hari kecuali hari minggu) – tapi karena saya benar-benar mau belajar saya ikuti saran beliau sampai hari minggu pun saya datang sesuai jam dan mengerjakan ditaman kampus dan Alhamdulillah saya bisa lulus. Namun diawal-awal itu semua tidak bisa saya terima, “kenapa saya harus mengerjakannya disana, kenapa saya harus dihukum seperti ini dll, sedangkan teman-teman yang lain bisa mengerjakan dimana saja, kadang di studio dan kadang di luar”. Saya agak bergejolak waktu itu dan akhirnya saya mulai mencari motivasi eksternal “Bagaimana sebenarnya seorang Arsitek ?, apa yang salah dari saya ? apa yang harus saya lakukan sekarang ?”, dan saya mulai membuka-muka youtube, melihat profil-profil arsitek dan kisah-kisahnya.

Dari sekian banyak video di youtube yang saya tonton, saya hanya tertarik kepada video bapak yang tentang “Memakai baju seperti professional arsitek sejak kuliah dan menjadi orang terakhir yang menutup pintu”, menurut saya itu adalah nasehat-nasehat yang sangat deep. Disitu saya mulai mengikuti perjalanan bapak. Dan saya kagum, namun rasanya terlalu jauh untuk bisa bergabung. Karena background arsitektur saya tidak terlalu bagus. Akhirnya semangat saya kembali, saya mulai membayangkan hari-hari saya sebagai seorang arsitek yang menikmati waktu disiplin saya. Saya mulai membaca, menulis dan mendesain skripsi saya dengan fokus. Saya mencari orang yang benar-benar membutuhkan jasa desain, karena saya ingin setelah skripsi saya selesai desain saya bisa berguna. Singkat cerita saya bertemu mas Azwir Nazar ketua PPI dunia pada waktu itu, beliau punya tanah wakaf dan yayasan. Beliau mencari di instagram seseorang yang bisa membantu beliau menggambar dan tanpa pikir panjang saya langsung ajukan sebagai skripsi saya dan saya terbang ke Aceh dengan uang pribadi saya, walaupun pada saat itu saya pinjam uangnya. Tapi saya bahagia melakukannya. Dan akhirnya skripsi saya selesai dan mereka menggunakan gambar saya yang apa adanya untuk mencari investor/dana. Setelah lulus kuliah, saya menggantikan teman saya bekerja di MK Arsitek Yogya, saya coba membuat desain rumah. Setelah mereka melihat hasilnya mereka menolak saya. Saat itu saya down lagi dan saya mengalihkan diri dari dunia arsitektur. saya merasa butuh pengetahuan bisnis, butuh pengetahuan digital marketing dll untuk mensupport kehidupan saya dan mendukung dunia arsitektur saya suatu saat nanti. Saya jadi fotografer, video grafer, guru les privat desain grafis, penitipan barang dan yang terakhir saya bergabung di tempat fashion untuk membuat pola. Tiga bulan berjalan di tempat fashion itu saya mulai merasa ada gejolak, bahwa saya tidak seharusnya ada disini, saya dibutuhkan sebagai arsitek, saya harus kembali ke dunia saya (karena tiba-tiba client berdatangan kepada saya, yang saat ini masih menjadi project yang belum selesai/masih saya kerjakan). Di titik ini saya sadar bahwa saya sangat-sangat mencintai dunia aritektur. Tapi saya sadar saya butuh belajar kepada seorang arsitek.

Saya berusaha mengumpulkan kedisplinan saya seperti sejak mengerjakan skripsi sebagai arsitek dan mencoba mendesain. Namun otak saya terus menerus berfikir dan menghasilkan ide-ide, sehingga saya ingin membuat platform “Self Development Architect”, sehingga orang-orang yang seperti saya, yang belum terlalu kompeten di dunia arsitektur bisa percaya diri, belajar dan mulai berkontribusi. Dan karena client yang masuk ke saya rata-rata adalah orang-orang yang baru ingin mencari dana untuk membangun, saya terpikir membuat program Crowdsourcing design. Di titik ini juga saya melihat informasi Darah Muda Omah Library. Sehingga saya merasa ada teman dan saya ingin benar-benar bergabung dan terus belajar. Karena saya sadar karena saya masih penuh keterbatasan, saya butuh belajar, saya butuh berjuang sesama-sama orang-orang yang satu value. Saya berdo’a kepada Allah agar dipertemukan dengan orang-orang yang satu value, mereka menerima saya, dan saya bisa belajar dan berjuang bersama dengan mereka. Dan akhirnya saya terpikirkan, Pak Realrich Sjarief dan Omah Library sebagai tempat saya belajar dan berjuang. Walaupun dalam bayangan saya rasanya tidak mungkin, karena pasti qualifikasi saya sebagai arsitek sangat kurang. Tapi selalu ada dorongan di hati saya untuk mencoba Karena saya bersungguh-sungguh dan melihat value yang sama. Sampai pada akhirnya saya DM Pak Realrich Sjarief dan sampai pada saat ini saya menulis motivation letter saya.

Terimakasih sudah membaca motivation letter saya Pak, yang saya buat dengan penuh semangat, walaupun mungkin masih banyak kekurangan.

Hormat saya,
Lu’luil Ma’nun

Notes :

  • Maaf atas tulisan eyd saya yang belum baik.
  • Self Development Architect yang saya bayangkan seperti di instagram @socialkreatif tapi versi Arsitektur dan saya memulainya
    di @betseenarsi (All of thing bertween Arsitektur and Site)
  • Saya ingin mengarahkan otak saya selalu tidak pernah berhenti mengeluarkan ide-ide ditempat yang tepat.
  • Saya suka membaca berulang-ulang buku “The Secret of Architect’s Life ”
  • saya baru mulai benar-benar memahami apa itu skripsi
    setelah membaca buku “Methodgram”
Kategori
Uncategorized

Fadiah Nurannisa

Associate Designer

Affiliation

Gunadharma University

“26 September 2020 nanti tepat 4 tahun saya bergabung dengan RAW Architecture. Bukan waktu yang sebentar tapi juga masih sangat dini dalam berkarir di dunia arsitektur. Untuk saya pribadi, proses pendewasaan dan perubahan pola pikir saya banyak terjadi dalam masa-masa tersebut. Saya beruntung dipertemukan oleh teman-teman dengan karakter unik yang akhirnya banyak membuka pikiran saya. Dunia arsitektur sangat luas cakupannya. Dulu saya kira dengan saya tidak mahir dalam mendesain dan merender, saya tidak bisa melanjutkan karir saya di bidang arsitektur. Tapi setelah saya masuk dalam tim laboratorium ketukangan , saya menemukan kenyamanan dalam pola kerjanya. Menggambar detail, mencari solusi untuk lapangan, diskusi dengan principal sampai mandor, mengenal material, dll. Memperhatikan proses dalam mewujudkan bentuk dari gambar ke bentuk nyata di lapangan memberi kepuasan sendiri untuk saya,

Harapan saya kedepan untuk tetap menjaga produktifitas, kesehatan pikiran maupun tubuh, antara waktu pribadi dengan urusan kerja harus tetap seimbang. Tentunya dengan memaksimalkan porsi waktu yang sedang dijalani. Selain itu bagi saya, adanya kegiatan sosial perusahaan di luar studio memberi dampak positif. Karyawan antar divisi menjadi lebih kenal satu sama lain yang nantinya bisa melatih kepekaan untuk menjalin kerja sama yang baik antar karyawan, melebur jarak antara atasan dengan bawahan, dan pastinya untuk melepas stres dari rutinitas harian.” – Fadiah Nurannisa

Fadiah Nurannisa as the best designer of the month

“Memang skill sosial penting, leadership itu ada 5 tingkat, pemimpin tingkat lima menunjukkan respek kepada orang di sekitarnya, daripada memenuhi ambisi dirinya sendiri, hal ini penting untuk membentuk the gift society, dan Ica adalah salah satu orang yang memiliki ketulusan dalam memimpin orang lain dan juga dirinya sendiri. Di balik jatuh bangunnya ia di dalam belajar, ada sebuah semangat untuk terus maju. Ia akan tersenyum dan bangkit lagi, dari situlah memang studio kami perlu bersyukur bisa bekerja sama dengan pribadi seperti Ica” – Realrich Sjarief [Principal RAW Architecture]

Farewell Memory with Fadiah Nurannisa

Testimonial di hari terakhir :

“Icha cukup tangguh bisa di build, melalui tantangan dan masalah di konstruksi namun tetap fokus dengan tujuan agar semua berjalan lancar dan sesuai rencana. Semoga kedepannya bisa lancar ditempat baru dengan segala bekal yang sudah dipersiapkan.” – Erick

“Sukses selalu buat Ica, semoga menjadi arsitek handal, selalu supel dan humble. Jadi berkurang nih temen buat jajan bareng 🤣, semoga dapat temen yang sama serunya seperti disini, nanti silaturahmi ya. Good luck ca” – Novita Gunawan

“setiap pertemuan pasti ada perpisahan, tapi aku harap ini bukan ini bukan pertemuan terakhir. tetap menjadi ica yang ceria dan humble dimanapun kamu berada. berbagai hal sudah kamu lalui, baik suka maupun duka, semoga segala kenangan indah tetap tersimpan baik di hati dan kenangan buruk menguap bersama waktu. kita mungkin tidak banyak ngelaluin waktu bareng-bareng selama disini, tapi terima kasih sudah menjadi rekan yang baik dan sahabat di waktu yang sama. semoga di tempat yang baru kamu segala tujuan dan cita-cita dapat tercapai. iloveyou my msg <3”-Memehaa

“Fadiah termasuk salah satu tim desain dan build yang sudah cukup lama ada di kantor ini, senang melihat kamu dapat terus berproses dalam pekerjaan dan hobby pribadi kamu di tengah banyaknya tekanan dari lapangan. Sukses selalu di tempat yang baru.” – Caroline Moeljono

“Benchmark, satu hal yang teringat ketika melihat seorang icha. Di dunia konstruksi yang tidak mudah, beliau dapat berenang bahkan menyelam dengan baik. Baik secara mental, mengatur dan mengatasi masalah pekerjaan, dan koordinasi lapangan yang patut dicontoh. Mungkin beliau dapat menjadi benchmark terutama bagi para perempuan yang seprofesi. Tidak perlu otot yang kekar, atau suara yang lantang, hanya dengan melihat rupa, orang-orang sekitar maupun dilapangan seakan tunduk. Muka jutek dan cara berjalan yang mengagetkan, seakan mengintimidasi. Ciri yang sangat khas yang dimiliki oleh icha. Semoga sukses terus ca, kesan yang anda berikan pasti akan selalu berkesan, Semangat untuk icha di tempat yang baru, semoga terus berdampak baik untuk orang lain diluar sana. Jangan lupa kita-kita, ditunggu kabar baik lainnya caaa…” – Rico Yohanes

“Bersyukur bisa berpartner dengan icha, sangat banyak membantu belajar hal2 teknis pada awal transisi dari conceptual ke build. Selain itu saya juga banyak belajar bagaimana icha berkomunikasi dan bersosial dengan para stakeholder. Orangnya sangat totalitas, intelektual hingga emosiannya dicurahkan, berani berkorban, “bondo bahu pikir, nek perlu saknyawane pisan” kira2 begitu hehe… to be emotional is good dan manusiawi, dan itu bagian dari kekuatan, …perlu diorganise …… serahkan semua pada Yang Maha Pengatur Segala Sesuatu :) dan jangan lupa jaga kesehatan, semoga petualangan barunya bisa menyehatkan fikiran, hati dan badan. Thank you Bund :D” – Alim Hanafi

“Untuk kesannya mbak icha orangnya baik ramah,terus suka bergaul sama orang, *untuk pesan buat mbak ica tetep semangat diluar sana dan semoga semakin sukses terutama ditempat yang baru,terima kasih sudah menjadi bagian dari keluarga besar RAW semoga ilmu yang didapat disini semoga bermanfaat dan bisa dikembangkan diluar sana” – Kiswanto

“Perubahan terus terjadi seiring perjalanan waktu, Tetaplah menderu bersama waktu agar prestasimu tak meredup di tempat yang baru.” – Pepen Effendi

“Selamat untuk ka icha karena sudah berhasil belajar banyak di RAW, pasti banyak tantangan dan rintangan yang ka icha hadapi. dengan bekerja dengan waktu yg cukup lama, gua sangat salut dengan ka icha bisa menghadapi semua tanggung jawab dan tugas yang diberikan. semoga gua juga bisa terus belajar dan tumbuh menjadi seseorang yg lebih baik lagi seperti ka icha. gua doain kedepannya ka icha bisa sukses terus dan lancar terus, Aamiin!!!” – Farrel Ihsan Prahaditya

“Dear kak Icha, so nice to know u even kita belum pernah ada partneran bareng. based on ur experience, selain jadi senior di kantor, ka Icha udah berhasil jadi sister figure di studio. goodluck on ur future endeavour ya kak! semoga lancar segala urusan dan apapun yang mau dituju ^^” – Pandu

“Semoga sukses untuk perjalananmu selanjutnya dan segala urusannya dilancarkan dan kamu akan selalu menjadi bagian dari kami.” – Yuliana Putri

“Hai ca, waktu pertama gw masuk ke RAW lo duduk di sebelah kiri gw. Lo cerita tentang keluarga lo yang ternyata berasal dari Lahat (Sumsel) dan pengalaman di sana. Buat gw itu kayak lo terima gw dihidup lo, untuk jadi bagian dari hidup lo (GR bgt gw). Thank you so much untuk semua hal yang lo ajarkan buat gw, untuk semua curhatan yang lo ceritakan dan lo dengar dari gw. Teruslah berkarya dan kembangkan hobi lo. Sukses selalu dan sampai ketemu lagi ca❤️” – Meimei (Agustin)

“Untuk ica, orang yang adventurous bgt, selamat menempuh next step hidup hahahaha semoga bisa selalu berkreasi di dunia kerja yang baru. Danura-nya juga lancar, sampingan yg menyenangkan ditengah kesibukan berarsitektur. Bisa Yoga lagi, jaga pola hidup sehat, smoga next kita bisa pijet bareng lagi. Bisa cepat dihalalkan supaya ngga yang ngga2 wkwk. Keep being you yaa, keep humble :)” – Vivi yani santosa

“Happy graduation kak Icha! Semoga sukses di tempat yang baru. Selamat menikmati liburannya juga. Sayang banget karena baru kenal sebentar, dan belom terlalu deket. Soalnya kayanya seru gitu orangnya. Gabisa ngomong terlalu banyak, tapi semoga bahagia bahagia terus ya! Jangan lupa bahagia, selamat menapak hidup baru!” – Tyo

“Untuk Icha, I do feel grateful to have met you in these past 2.5 years. I learned from you how to deal with people and maintaining balance between them and yourself. Sorry banyak jd tempat curcol. wkwk. Semoga kedepannya lebih baik, dan welcome to another phase of your life. Great work!” – Satria A Permana

“Untuk Kak Ica, mungkin ga terlalu panjang karena baru sebulan disini dan belum terlalu deket sama Kak Ica juga cuma aku ngeliat Kak Ica itu orangnya terlihat asik gitu, friendly gtu dan kadang bisa cairin suasana gituu, itu sih yang baru aku liat hehehe mungkin untuk pesan semangat terus Kak Ica dimanapun Kak Ica berada, sukses selalu dan semoga apa yang Kak Ica lakuin , disetiap proyek yang dikerjakan bisa jadi berkat bagi orang sekitar GBU” – Eubisius Vercelli a.k.a Ubi

“Hallo ka ica, gak kerasa ya kita udah kenal 5tahun, dari awal ketemu ka ica itu orangnya friendly banget, mau main dan bergaul sama siapapun selalu welcome gak pernah beda-bedain mau deket sama siapa aja, dan selalu happy walaupun kalo pulang dari proyek mukanya capek banget tapi tetep kalo di tanya orang pas lagi capek tetep jawab dengan baik dan happy, aku pribadi seneng banget bisa kenal sama ka ica, dan ka ica juga bisa kenal dan baik sama keluargaku aku seneng banget, tapiiiii bener kata pepatah ya ka ” setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan ” tapi ini kan gak pisah ya ka hahahaha, semoga ka ica selalu menjadi pribadi yg baik dan selalu bisa menjadi dirinya sendiri, serta selalu dicintai oleh orang banyak, tetap semangat dan jangan menyerah buat kedepnnya ya ka ica, apapun itu yang ka ica hadapi semua di jadikan pembelajaran agar bisa menjadi yang lebih baik, terimakasih ka ica sudah menjadi bagian teman baik dalam hidupku :))) sampai jumpa di lain waktu dan tempat ya ka:) sukses dunia akhirat aamiin :))))”-Nurul Septiawati

“Kak Ica itu. Sosok ibu. Sosok kakak. Sosok pelindung buatku. Orang pertama yang nyambut kedatanganku di depan pintu RAW September tahun lalu. September tahun ini Kak Ica resign. Orang yang banyak ngajarin berbagai hal dari software, hal – hal teknis, cara bersikap di lapangan, kerja keras dan kerja cerdas, tangguh, sabar, pantang menyerah, cepet banget kerjanya, bertanggung jawab banget. Meskipun kerjaannya banyak tapi juga sambil bantuin aku. Sedih si di hari terakhir Kak Ica di kantor aku harus isoman. Tapi seneng juga selama 2 hari isoman bisa sama-sama ke proyek di Bogor. Semoga Kak Ica selalu seneng sama apapun yang Kak Ica pilih, sukses dan bahagia selalu, lancar dan dipermudahkan semua rencananya. Aamiin.”-Fina

“Kak icha orang pertama yang menyambut saya digerbang ketika datang pertama kali ke RAW saat itu. First impressionnya ketika pertama ketemu orangnya super ke ibuan dan perhatian dengan sekitar, peka dan sangat menghargai waktu dengan baik. Orangnya keren banget bisa membagi waktu dengan berwirausaha ditengah kesibukan di kantor. Punya jiwa kepemimpinan yang super keren dan terlihat tangguh. Kak icha salah satu orang yang bikin kantor terus berwarna karena kadang suka ngelawak kayak lenong di tv dan itu membuat suasana kantor jadi seru dan fun banget. Makasih buat kak icha udah jadi ibu kos yang super perhatian dan sabar ( karena gw suka berisik haha ) dari awal masuk hingga saat terakhir ini, Semoga kak icha makin sukses di luar sana dan selalu tetap menjadi orang yang humble dan berhati keibuan :))” – Andriyansyah Muhammad Ramadhan

“kak ica itu tipe sosok perempuan yang tangguh, bisa tegas, dan juga tau tanggung jawab. tau kapan saatnya tegas dan kapan saat nya slow & chill. Suka ngajakin dan kordinator buat beli makanan saat jam makan. open minded tentang finansial jangka panjang , dan yang saya paham orangnya suka ambil resiko tinggi :)” – Alvyan Adi Saputra

“Icha is a strong independent women. she has unique sense of sensitivity to the environment she’s living in, a “Yoni” and also a mother figure to many people who are close to her. saya suka panggi icha ibu, karna sosoknya emang rada keibuan, pakaian warna warni persis seperti ibu saya :) pandai membangun hubungan dengan para tukang dan juga kolega lintas divisi. shes a loose person who can adapt easily to many kind of situations and persons which make her a quite unique person. sukses buat Icha kedepan semoga bahagia.” – Timbul

“Kak Icha has plenty of experience that can easily be seen through when we are gazing towards her. When I hear her report every monday, it seems like all of those stuffs are easily managed and controlled by her, calmly but surely. Aside from her ability on work, her other side that is humorous, friendly, and really kind, will come up immediately on non-work hours. She is very kind, and easy-going. Very calm though I can expect that the stuff she needs to do and have responsible on is quite many, demanding and crucial. I am wishing the best for Kak Icha’s next plan in the future. I hope everything that Kak Icha has ever wanted will easily show itself, and go towards the wanted track. I also hope that there will still be a time and a chance for Kak Icha to meet and play again with RAW and OMAH family in the future. Wishing you the best of luck, kak!” – Avinsa Haykal

“halo kak ica! hehehe walaupun br kenal kurang lebih 3 mingguan, tp super hepi bisa kenal sama kak ica! kak ica orangnya fun, keibuan juga hehehe sama yg paling menonjol sih kak ica orangnyabtegas tapi asik! hehehe semoga sukses selalu kak kedepannya! makin banyak peluang yang datang dan jadi pribadi yang tetap cheerful! God bless & stay safe also stay healthy kak! 😙” – Gabriela Marcelina