Kategori
blog

Keegoisan Pencipta by Badi Bastian

Selalu menjadi pengalaman yang baru dan meyenangkan untuk melihat langsung suatu hasil karya yang dibuat oleh arsitek-arsitek favorit saya. Selalu ada cerita yang menarik dibalik sebuah karya-karya tangan penyeni. Dan selalu ada ilmu baru yang tanpa sengaja saya dapatkan. Seluruh bagian ruangan tidak akan terlewatkan dari pandangan saya. Detail-detail arsitektural yang tidak lupa saya sentuh dan selalu memunculkan keinginan untuk bertanya. 

Bagi saya, 99% The Guild merupakan sebuah karya dengan keegoisan dari penciptanya. filosofi yang sangat kuat dan padu, yang tidak terpikirkan oleh penikmat desain sebelumya. Sentuhan-sentuhan desainnya yang akan selalu menimbulkan persepsi berbeda bagi siapa saja yang melihatnya. Biarpun begitu, pro dan kontra yang timbul dapat dipertanggungjawabkan keegoisannya.
What if 1 percent would change the whole 99 percent?

Jawabannya sudah pasti tidak mungkin.

Bagi saya, 1% ini merupakan kesempatan untuk berkhayal dan mengibaratkan siapapun yang berkhayal adalah seorang penciptanya. 1% ini merupakan suatu pelengkap yang akan memberikan rasa keseluruh sudut-sudut bangunan The Guild ini sehingga mendekati kata sempurna. Saya mengibaratkan 1% ini adalah sebuah es batu pada segelas air dingin. Ada atau tidaknya es batu ini, air dingin di gelas tersebut tetaplah dingin. Bisa dibilang Bangunan 99% The Guild ini sudah selesai. Dan 1 persennya hanya sebagai penyempurna saja.
Cukup sulit bagi saya untuk memberanikan diri memberikan kritik melalui persepsi saya pribadi. Selalu terbenak bahwa saya bukanlah orang dengan pengetahuan yang teramat luas dan merasa orang yang paling tahu segalanya. Akan selalu ada kritikan di setiap karya yang sudah jadi. Akan selalu ada sesuatu hal yang dapat dikembangkan ketika karya sudah jadi. Dan akan ada pengetahuan yang baru setelah karya sudah jadi. Semua karya-karya yang sudah jadi dapat dijadikan sebuah input untuk karya-karya selanjutnya. Dengan demikian, Walaupun tetap ada kontra yang terlintas dikepala saya sebagai seorang mahasiswa arsitektur yang amatir, saya sangat appreciate dan tetap kagum dengan pencapaian Pak Realrich Sjarief.

Keegoisan Berkarya

Hal ini terlihat jelas dan terpampang nyata dengan sangat dominannya dinding dengan tekstur beton (concrete texture) yang sangat menguasai seluruh bangunan. Sebagian orang akan mengatakan dinding seperti itu akan membosankan, dan sebagian orang juga akan mengatakan dinding dengan tekstur seperti itu akan memberikan kesan alami yang maksimal. Mungkin memang, hal tersebut balik lagi kepada selera si penciptanya dan filosofinya. Tetapi bagaimana pun, akan selalu muncul persepsi yang berbeda, pro atapun kontra, suka ataupun tidak suka, antara orang awam dengan penciptanya. Menurut saya, pemberian dinding bercatkan putih di beberapa sisi bangunan (ruang) akan membuat keseimbangan, antara kesan alami yang maksimal, dan bangunan yang lebih rasional.
Unik dan Berani

Pintu, jendela, kaca mati, juga bukaan-bukaan lainnya menjadi keunikan tersendiri pada bangunan The Guild ini. Pasalnya bangunan-bangunan kontemporer yang pada umumnya tidak didominasi dengan lengkungan-lengkungan, kini malah didominasi komponen berlengkung yang cukup konsisten. Juga tertampak dari luar bangunan, The Guild ini memiliki bentuk Candi-candi diatasnya seperti kastil. Menurut saya pribadi, ini sangat unik, juga sangat berani untuk membuat suatu desain yang konsiten seperti ini. 
Sekilas terlihat dari luar, gayanya yang sangat introvert sangat berbeda dengan desain didalamnya. Banyak bukaan-bukaan besar yang membuat suasana bangunan berlawanan dengan apa yang orang-orang lihat dari luar. Hal ini cukup unik karena akan menimbulkan persepsi yang berbeda antara diluar dan didalam.
Kesederhanaan yang tidak sederhana

Tidak seperti bangunan kontemporer pada umumnya, The Guild ini memiliki banyak detail, tetapi sekilas terlihat sederhana dan simpel. Dari mulai pintu, jendela, tangga, hingga warna lampu yang bisa membuat kesan hangat di malam hari. Menurut saya, The Guild ini sangat kaya akan detail-detail arsitekturalnya. Teknik-teknik pada setiap detailnya memberikan suatu pengetahuan yang baru. Kesederhanaannya juga bukan sekedar simplicity, tetapi juga memiliki makna dan filosofi tersendiri.

Badi Bastian

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s