Halo semua! Nama saya Fajar Wanengpinto, mahasiswa semester 6 asal Jogjakarta dari Universitas Gadjah Mada. Saya tidak pandai dalam menyusun kata, tapi izinkan saya untuk merefleksikan tentang bagaimana sebuah ekosistem so-called “OMAH” bisa memberikan life changing experience yang akan terus diingat sepanjang hidup saya.
Saya masuk sebagai intern di RAW tanggal 16 Desember 2024 atas dasar pemenuhan program kuliah Kerja Praktik sekaligus mencicipi bagaimana dunia kerja arsitektur yang sedari kecil saya cita-citakan itu. Intimidasi dan motivasi mungkin dua kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana masa awal internship saya. Saat itu di tim Episteme, saya sedikit merasa terintimidasi dengan work flow yang sedang terjadi. Tapi bersamaan dengan itu, adanya Kakak-kakak yang mau dengan senang hati menghentikan sejenak kerjaannya untuk mengajari saya membuat saya juga merasa termotivasi untuk terus belajar tentang bagaimana standar teknis gambar yang digunakan di RAW, proses kerja dari klien hingga bangunan jadi, dan lain sebagainya. Tingkah laku kakak-kakak yang asik nan kocak ini juga pelan-pelan membuat saya betah menjalani pengalaman ini.
Seminggu setelah tahun baru 2025, saya pindah ke tim Techne. Di tim ini saya sudah mulai bisa beradaptasi dengan work flow berkat pengalaman di tim sebelumnya. Di tim Techne, saya jadi lebih tau banyak tentang detail dari gambar dan juga tau proses konstruksi lapangan karena beberapa kali diajak untuk meeting bersama klien. Berada di tim Techne terasa menyenangkan karena banyak abang-abangan yang guyonannya membuat saya merasa duduk bekerja seharian tidak terasa membosankan. Setelah 3 minggu di Techne, saya kemudian pindah ke tim Sophia. Di tim ini saya cenderung mendapat pengalaman yang berbeda karena di tim ini lebih banyak pekerjaan yang bersifat abstraksi yang mewajibkan saya untuk berpikir lebih kreatif. Di tim ini juga saya merasa harus beradaptasi kembali karena sistem kerja yang berbeda, dan penguasaan teknis saya yang masih harus banyak belajar. Meski terasa lebih berat, tim ini tetap memberikan saya banyak sekali pelajaran yang akan saya ingat ke depannya.
Jika di tarik kembali, keputusan untuk berani melaksanakan kerja praktik di kota orang, tekhusus di RAW, adalah sebuah keputusan yang patut disyukuri. Datang sebagai gelas kecil kosong yang kemudian tidak hanya diisi, tetapi juga diperbesar ukuran gelasnya sehingga membentuk kepribadian saya menjadi lebih baik. Dua bulan memang bukan waktu yang cukup bagi saya untuk dapat menyerap pengalaman lebih banyak lagi. Tetapi rasa kekeluargaan yang hangat dan merangkul itu akan saya ingat selamanya.
Untuk mengakhiri refleksi ini, terima kasih banyak saya ucapkan pada Kak Rich dan Kak Yudith atas pesan-pesan moral dan kesempatan berharga ini; pada Kak Riyan, Kak Mel, dan Kak Joshi atas kepercayaannya untuk mengemban tugas di timnya, dan abang-abang, kakak-kakak RAW yang selalu membawa positive vibes untuk di setiap harinya. Harapan serta doa saya menyertai untuk RAW agar tetap melaju pesat ke depannya.
Sekali lagi terima kasih banyak!
Semoga kebaikan selalu mebersamai kita.
Hormat saya,
Fajar Wanengpinto