Dear RAW Architecture Family,
Halo! Perkenalkan, saya Farhan Andika Pratama, seorang mahasiswa semester 6 yang berkuliah di program studi arsitektur, Universitas Negeri Semarang.
Sebelumnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga RAW Architecture yang telah menerima saya untuk belajar selama beberapa bulan terakhir. Magang di Jakarta sendiri sudah menjadi pengalaman yang sangat spesial bagi saya, tetapi bisa menjalani proses itu bersama RAW membuat pengalaman tersebut menjadi jauh lebih bermakna.
Karena ini adalah pengalaman magang pertama saya, mungkin saya belum bisa membandingkan dengan tempat lain. Namun bagi saya, RAW adalah tempat belajar terbaik yang pernah saya temui. Bukan karena semua orang di sini hebat, tetapi karena semua orang di sini bersedia mengajarkan. Dari hal-hal kecil sampai hal-hal besar, dari hard skills hingga soft skills, saya selalu merasa ada guru di setiap sudut studio.
Ada satu kalimat dari Kak Rich yang akan selalu saya ingat.
“Architecture is not only about making money, but also about bringing goodness to other people.”
Kalimat itu terasa sangat dekat dengan prinsip hidup saya. Sebagai seorang muslim, saya diajarkan bahwa “senyum adalah sedekah.” Kebaikan tidak selalu berbentuk sesuatu yang besar. Terkadang, membuat orang lain tersenyum saja sudah menjadi sebuah kebaikan.
Saya juga menyukai seni. Menurut saya, seni memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Dari situlah saya mulai menyadari bahwa arsitektur, seni, dan kebaikan ternyata memiliki satu benang merah: semuanya mampu membawa manfaat bagi kehidupan orang lain.
Ada satu percakapan lain yang sangat membekas bagi saya.
Suatu hari Kak Rich bertanya,
“What do you want in your life?”
Saya menjawab,
“Peace.”
Lalu Kak Rich menjelaskan sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Beliau mengatakan bahwa untuk mencapai kedamaian, kita harus memahami lawannya terlebih dahulu. Jika ingin damai, kita harus mengenal konflik. Jika ingin dicintai, kita harus siap pernah dibenci. Jika ingin sembuh, kita harus pernah merasakan sakit.
Dari situ saya belajar bahwa hidup selalu memiliki pasangan yang saling bertolak belakang. Bahkan Kak Rich pernah mengatakan bahwa momen-momen seperti itu tidak harus datang esok hari, tetapi bisa terjadi setiap hari.
Sebagai seorang muslim, saya kemudian merenungkan hal tersebut. Setiap kali saya berdoa dan mengucapkan Aamiin, saya percaya perubahan dimulai sejak saat itu. Mungkin tidak langsung terlihat, tetapi saya percaya doa mampu mengubah diri saya, bahkan mengubah dunia di sekitar saya dengan cara yang tidak selalu saya sadari.
Ketika melihat kembali perjalanan selama magang, saya merasa bahwa RAW adalah “titik balik” dalam hidup saya. Saya belajar menggambar dengan lebih baik, memahami dunia konstruksi secara nyata, belajar bekerja dalam tim, berkomunikasi, dan yang paling penting, belajar menjadi pribadi yang terus ingin berkembang.
Ada satu kalimat guru saya yang saya sukai.
خير الأصحاب من يدلك على الخير
“Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.”
Kalimat itu mengingatkan saya kepada seluruh keluarga RAW. Bagi saya, semua mentor, kakak-kakak, dan teman-teman di studio bukan hanya rekan kerja, tetapi juga guru yang selalu mengarahkan saya menuju hal-hal yang lebih baik.
Terima kasih Kak Rich, atas setiap pertanyaan, setiap cerita, dan setiap pelajaran yang bukan hanya mengubah cara saya memandang arsitektur, tetapi juga cara saya memandang kehidupan.
Dan terima kasih kepada seluruh keluarga RAW Architecture. Saya pulang bukan hanya membawa ilmu, tetapi juga membawa cara berpikir, nilai, dan kenangan yang akan selalu saya ingat.
Thank you for being part of my journey.
With gratitude,
Farhan Andika