Kategori
Team - Reflection Letter

Muhammad Yusuf Akbar Satriatama – Universitas Negeri Semarang

Dear RAW Architecture Family,

Halo! Perkenalkan, saya Muhammad Yusuf Akbar Satriatama, mahasiswa semester 6 Program Studi Teknik Arsitektur, Universitas Negeri Semarang.

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar RAW Architecture yang telah menerima saya untuk belajar dan berproses bersama selama kurang lebih lima bulan terakhir. Pengalaman magang di studio ini sangat berkesan dan telah menjadi bagian penting yang tak akan terlupakan dalam lini masa perjalanan hidup saya.

Bagi saya, RAW Architecture adalah ruang belajar yang luar biasa. Di tempat ini, semua orang adalah guru. Mereka tidak hanya mengajarkan saya tentang bagaimana merancang sebuah bangunan, tetapi juga tentang bagaimana menjalani kehidupan dan prinsip-prinsip apa yang harus kita pegang teguh sebagai manusia.

Sebagai pengalaman magang kedua saya, saya merasakan betul betapa RAW memiliki ekosistem yang sangat unik dan berbeda dari biro arsitektur lainnya. Di sini, semua orang adalah desainer yang berkolaborasi dalam pembagian divisi yang sangat terstruktur mulai dari Sophia yang bergerak dalam abstraksi dan konseptual, Analytic dalam kedalaman analisis, Episteme yang mengawal proyek publik, Techne pada detail dan residensial, hingga Phronesis di lapangan. Menjadi bagian dari roda dinamis ini memberikan saya perspektif baru yang tidak pernah saya temukan di studio arsitektur lain.

Ada satu kalimat dari Kak Rich yang diucapkan saat awal pembekalan magang saya dan kembali beliau tegaskan saat momen perpisahan (farewell). Kalimat yang akan selalu saya kunci dalam hati:

“Ketika kamu berbuat baik kepada orang lain, maka suatu saat nanti kebaikan itu akan datang kepadamu.”

Kalimat ini beresonansi kuat dengan prinsip hidup yang saya pegang bahwa kita adalah bagian dari masyarakat, dan apa pun ilmu yang kita pelajari hari ini, pada akhirnya harus berdampak dan membawa manfaat bagi masyarakat luas. Melalui kutipan Kak Rich, saya belajar bahwa ketika hidup bermasyarakat, kita tidak perlu memilih-milih kepada siapa kita harus berbuat baik. Kita tidak perlu menuntut balasan langsung dari orang yang kita bantu, karena percayalah, balasan kebaikan itu akan datang dari penjuru lain dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Pelajaran tentang kedewasaan bersikap juga saya dapatkan dalam sebuah momen yang sangat membekas. Suatu hari, salah satu mentor mengajak saya langsung ke lapangan untuk bertemu dengan klien. Di sana, beliau memberikan sebuah nasihat berharga:

“Jangan menganggap semua klien akan berperilaku sama kepada kita. Bisa jadi di klien pertama kita diperlakukan dengan sangat terhormat sebagai tamu, namun di klien kedua kita mungkin hanya dianggap sebagai pekerja saja. Walau begitu, sebagai desainer dan arsitek, kita harus tetap bisa menunjukkan jiwa profesionalitas kita.”

Kata-kata itu mengubah cara pandang saya. Saya menyadari bahwa profesionalisme sejati tidak bergantung pada bagaimana orang lain memperlakukan kita, melainkan pada bagaimana kita tetap konsisten memberikan yang terbaik dalam kondisi apa pun.

Secara teknis (hard skills), magang lima bulan ini menjadi lompatan besar bagi saya. Saya yang dulu masih minim dalam literasi dan bahkan tidak pernah terpikirkan untuk menyusun sebuah moodboard, kini jauh lebih memahami dasar-dasar konseptual sebelum mendesain. Secara personal (soft skills), saya merasa tumbuh menjadi pribadi yang lebih kritis dalam menanggapi dan membedah sebuah karya desain.

Perjalanan merantau dari Semarang ke Jakarta ini mengingatkan saya pada untaian nasihat bijak dari Imam Syafi’i tentang pentingnya keluar dari zona nyaman:

“Merantaulah! Orang yang berilmu dan beradab tidak akan berdiam diri di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan hidup di tempat asing, kamu akan mendapat pengganti orang yang kau tinggalkan. Berjuanglah, karena manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang.”

Bagi saya, RAW Architecture adalah tempat asing yang kini terasa seperti rumah. Di sini saya menemukan guru, kakak, dan teman-teman hebat sebagai pengganti yang menuntun saya pada manisnya perjuangan menuntut ilmu.

Terima kasih Kak Rich, atas setiap pertanyaan, cerita, dan pelajaran yang bukan hanya mengubah cara saya memandang arsitektur, tetapi juga cara saya memandang kehidupan. Terima kasih kepada seluruh keluarga besar RAW Architecture. Saya pulang bukan hanya membawa gulungan gambar kerja dan ilmu teknis, tetapi juga membawa cara berpikir, nilai-nilai luhur, dan kenangan indah yang akan selalu saya rawat.

Terima kasih telah menjadi bagian terbaik dari perjalanan hidup saya. 

With gratitude,

Muhammad Yusuf Akbar Satriatama

avatar Realrich Sjarief

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan komentar