20 Desember 2008 MENSANA IN CORPORE SANO

(Di dalam tubuh yang sehat, tersimpan jiwa yang kuat)

aerial

“Ini adalah sayembara yang sempet diikuti sewaktu pulang dari London, selesai berkerja dari Foster and Partners di bulan Desember 2008 sebelum berangkat lagi ke Australia bulan February 2009. Memang hidup selalu penuh kejutan, pada waktu itu aku termenung, dan sadar bahwa jalan ini memang sudah benar,… .“Radisson Hotel, Jogjakarta 20 December 2009

Design dari Rumah Sakit Akademik UGM ini terinspirasi dari analogi peredaran darah dalam tubuh manusia, dimana pusat dari site diibaratkan sebagai jantung yang merupakan pusat kegiatan rumah sakit Universitas Gadjah Mada dan jalinan sirkulasi manusia sebagai struktur pembuluh darah utama yang membentuk sirkulasi di dalam massa bangunan. Kriteria rancangan yang ingin dicapai ada 3 , 1) Mengambil tema yang dekat dengan dunia kedokteran dan akademis menimbang fungsinya sebagai Teaching Hospital, 2) konfigurasi bangunan yang tropis, dan 3)mengakomodasi fungsi – fungsi sesuai dengan standar – standar yang berlaku.

Gagasan Rancangan Rumah Sakit Akademik (RS Akademik). Sebagai sebuah RS Akademik mengemban dua peran sekaligus yaitu memberikan pelayanan kesehatan umum (Standar Penyelenggaraan Rumah Sakit Kelas B yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina pelayanan Medik Direktorat Pelayanan Medik dan Gigi Spesialistik Tahun 2005) serta peran sebagai center for excellent dengan menggunakan forum program pendidikan dan penelitian. RS Akademik UGM akan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis UGM. Melalui Unit Pelaksana tersebut, RS Akademik UGM siap dikelola dan berorientasi kepada tercapainya kinerja operasional dan finansial rumah sakit yang baik dengan tetap mengedepankan fungsi sosial sebuah rumah sakit.
Disamping RS Akademik UGM sebagai RS pelayanan kesehatan umum juga sebagai RS pelayanan spesialis (misal : Pelayanan Jantung dan Kardo Vaskuler Invasive, Pelayanan Ginjal, Pelayanan Bedah Jantung, Pelayanan Mata spesialistik).

Orientasi Bangunan didesain dengan menggunakan arah orientasi bangunan Utara – Selatan. Keadaan ini meminimalisasi cahaya matahari langsung dari arah barat masuk ke bangunan dalam konteks area yang ada di daerah tropis. Pemilihan bentuk atap massa bangunan hunian menggunakan atap joglo untuk menonjolkan budaya jawa dan konteksnya untuk memenuhi konstruksi yang efisien dan mengakomodasi iklim tropis. Mengingat besarnya KDB, mengakibatkan lahan yang bisa terbangun hanya maksimal 20%, sehingga massa bangunan dipecah-pecah menjadi massa kecil. Pemecahan massa bangunan ini juga dimaksudkan untuk memaksimalkan cahaya matahari yang masuk dan penghawaan alami. Dengan memecah massa bangunan menjadi kecil maka didapat pengaturan optimum single loaded corridor.

Secara Umum, daerah hunian yang berisi rawat inap dan asrama dipisahkan dengan fungsi publik didesain secara berdekatan namun dengan pemisahan vertikal yang jelas. Fasilitas rawat inap diletakkan di lantai 2 dan fungsi public diletakkan di lantai dasar dan lantai 1. Potensi site memiliki 2 akses masuk dari sisi barat dan timur. Strategi yang di pakai untuk akses sirkulasi pemisahan daerah public di sisi barat dan daerah yang privat di sisi timur dengan pertimbangan sisi barat yang memiliki densitas lebih tinggi untuk kendaraan bermotor, Jalan sebelah barat memiliki lebar lebih besar, 12 meter, sedangkan jalan sebelah timur, 9meter. Oleh karena itu, jalur masuk utama atau umum diletakkan disebelah timur sedangkan jalur privat dan emergency masuk dari sebelah timur. Fungsi Layanan konsultasi rawat jalan diletakkan di sisi barat bangunan. Di daerah sisi barat diletakkan fungsi pelayanan poliklinik umum, poliklinik gigi, pelayanan spesialis dan radiologi. Hal ini menyebabkan daerah public diletakkan di sisi barat. Fasilitas yang terdapat di sisi timur termasuk instalasi bedah, laboratorium dan beberapa fasilitas penunjang. Fasilitas penunjang yang terdapat di sisi barat termasuk auditorium, bangunan penerima dan fungsi pelayanan. Di dalam fasilitas pelayanan sendiri terdapat poliklinik umum, poliklinik gigi, pelayanan spesialis dan radiologi. Auditorium diletakkan di daerah sisi area karena akses publik yang langsung dan dimungkinkan untuk mengakomodasi fungsi – fungsi public yang membutuhkan akses lebih cepat dan lebih besar. Fungsi Layanan konsultasi rawat jalan diletakkan di sisi barat bangunan. Pemulasaran Jenazah diletakkan di sisi belakang site, beserta dengan sirkulasi privat menuju daerah belakang seperti asrama, perpustakaan. UGD di diletakkan dekat terhadap jalan masuk darurat untuk mempermudah akses langsung mobil ambulance ke instlasai gawat darurat.

Landsekap dan ruang public terbuka.

 Ruang – ruang taman diletakkan di dalam podium sebagai pelataran dalam yang dirasakan oleh pengunjung begitu memasuki Rumah Sakit Akademik Universitas Gajah Mada. Ruang taman ini juga sebagai tempat untuk membudidayakan taman obat tropis Indonesia dan selain berfungsi untuk meneduhkan , taman ini juga berfungsi sebagai tempat penelitian herbal.

Ruang terbuka publik diletakkan di lantai 2 [atap podium] sehingga menciptakan ruangan relaksasi bagi pasien dan plaza terbuka di atas langit. Dengan cara ini rumah sakit menjadi rumah sehat yang mendorong orang untuk sehat dari kegiatan relaksasi yang didiukung oleh segi arsitektural.

Team Leader : Realrich Sjarief 

Anggota tim : Meirisa Trinkawati, Mondrich Sjarief

entrance drop-offinterior

CIMG24301UGM Lecture_resize

Realrich Sjarief

7 thoughts on “1st Prize Winner – UGM Teaching Hospital

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s