Summer Architecture Workshop – The Guild

“To provide meaningful architecture is not to parody history but to articulate it.” – Daniel Libeskind

Satu adik  bertanya mengenai apa maksudnya untuk membuat Summer Architecture Workshop 20 orang untuk mahasiswa yang dimulai dari July dan Agustus. Pikiran ini masuk ke dalam satu rasionalitas ini mungkin satu usaha menjembatani dunia praktik ke dalam pendidikan arsitektur. Teringat 5 orang dari universitas Gunadarma yang beberapa bulan lalu datang, tergambar mengenai bagaimana tingginya kemauan mereka untuk berkembang dan belajar arsitektur. Kita ingat ke belakang, Architecture association, Berlage Insitute, ataupun Bartlett School of Architecture. Sejarah Architectural Association menjelaskan bahwa :

The Architectural Association School of Architecture in London, commonly referred to as the AA, is the oldest independent school of architecture in the UK and one of the most prestigious and competitive in the world. The Architectural Association was founded in London in 1847 by a group of young articled pupils as a reaction against the prevailing conditions under which architectural training could be obtained. Unlike continental models such as the French L’Ecole des Beaux Arts, which imparted a degree of state-direction and control on architectural education, Britain with its liberal democracy and traditional fear of powerful centralised government had adopted a system of articled pupilage, whereby large premiums were advanced to private architects in return for imparting an education and training. This practise was rife with vested interests and open to abuse, dishonesty and incompetence. Against this backdrop, correspondence from two articled pupils, Robert Kerr and Charles Gray (aged just 23 and 18, respectively) were published in the Builder of 1846 proposing that if the state could not interfere with the private interest of architects by providing a systematic course of training, then perhaps the students themselves could … An existing, small association of architectural draughtsmen was rapidly absorbed and the first formal meeting held under the name of the Architectural Association was subsequently held in May 1847 in the premises of one of the oldest of the Inns of Chancery, Lyons Inn. [1]

Ataupun Berlage Insitute

The Berlage Center for Advanced Studies in Architecture and Urban Design—or “The Berlage” for short builds upon the legacy of the Berlage Institute, a groundbreaking educational-cultural platform for study, encounter, and debate that operated from 1990 to 2012. From its beginning in Aldo van Eyck’s restored orphanage building in Amsterdam, then more recently at J. J.P. Oud’s former bank building in Rotterdam, and now at its present-day home at the Delft University of Technology’s Faculty of Architecture, the Berlage continues to meet the challenges of globally oriented practice by expanding the range of education architects and urban designers receive and by redefining the methods, instruments, and approaches of research and design practice.[2]

Ataupun Workshop yang dilakukan oleh Bartlet

This year the Bartlett School of Architecture hosted again Leopold Primary School, a local school from Harlesden, north-west London, for a one-day creative workshop. Starting with a visit to the 2014 Bartlett Summer Show, the group of 10 and 11 year-old pupils explored and challenged their understanding of architecture and the built environment though a collective drawing exercise. Starting with their own private space at their home, expressed through the medium of a plan and a section, the children demonstrated their spatial awareness and their ability to translate their knowledge into a drawn form. After this they were encouraged to combine their experiences and ideas in a collective drawing, expanding the individual horizon and challenging their perception of private and public spaces. The exercise aimed to promote their own creativity, their sensibility towards the environment and to unlock a very personal approach in expressing their ideas through drawing and sketching. [3]

Pemilihan ketiganya mungkin berdasar bahwa ketiga sekolah tersebut memiliki kegelisahannya masing – masing yang merupakan reaksi dari kebutuhan untuk melekatkan keahlian berarsitektur dalam tatanan yang lebih kritis dimana AA School, Berlage Insitute, dan Bartlett School of architecture adalah sebuah reaksi dari kegelisahan akan pendidikan arsitektur yang lebih baik, yang dekat dengan keprofesian, dimana ada sistem terbuka yang terpusat pada kebutuhan mahasiswa untuk pendidikan arsitektur yang lebih baik. Pertanyaannya kemudian proses berarsitektur seperti apa yang mungkin bisa dijembatani, mungkin yang pertama adalah proses untuk menjembatani keragaman berpraktek dalam dialog yang intensif dan kritis antara kemampuan motoris dan sensorik dalam diri peserta workshop. Peserta summer workshop ini secara kebetulan ada dari berbagai macam universitas, ada yang dari ITS, ITB, Unpar, Petra, UGM ataupun dari Malaysia yaitu Malaya University. Dari hal tersebut, ada 4 hal utama yang mungkin bisa dibagi lebih lanjut, yaitu yang pertama, mengenai kemampuan motorik, berpikir melalui kemampuan menggambar, yang kedua memperluas keragaman cara pandang berarsitektur melalui pengetahun mengenai anteseden dan preseden yang terjadi dalam sejarah arsitektur ataupun dalam sesi diskusi antar peserta dan pembicara, Ivan dari NUS CSAC dan Rizki dari Office for Metropolitan Architecture Hongkong. Selanjutnya, bagaimana melakukan inovasi, terobosan dalam pergulatan perenungan desain pun bisa menjadi penting sebagai point ketiga. Yang terakhir yaitu bagaimana memahami dunia bisnis arsitektur, dan menariknya kepada pengertian bahwa arsitektur sebagai satu disiplinyang memiliki keterkaitan dengan pergerakan displin ilmu lainnya. Untuk itu di perlukan satu paviliun, karena keterbatasan tempat yang ada. Satu hal yang diuji coba yaitu bentuk lengkung yang sederhana.Diri ini  melihat – lihat pavilion yang sudah dibuat oleh Architecture Association dan ETH dengan tinggi 2.5 m dan lebar 11 m.

http://www.archdaily.com/221650/pavilion-emtech-aa-eth/

Kemudian Metropole Parasol yang didesain oleh J. Mayer H. Architects pun bisa menjadi satu hal yang bisa dijadikan best practice  untuk mendasari pergerakan para rasionalis berpikir dalam menghasilkan satu bentuk yang natural. Dengan konteks dalam melihat jumlah orang yang ada sekitar 12 – 30 orang dengan keterbatasan tempat yang ada sekitar lebar 2.5 m dan panjang 11 m memerlukan satu bentuk yang sederhana yang memecahkan masalah fungsional yang ada ditambah dengan keinginan bentuk yang dinamis. kriterianya bisa jadi modular, bisa dipindah – pindah, dan dikerjakan oleh tukang dalam waktu 2 minggu, tentunya dengan biaya yang seefisien mungkin. Oleh karena itu bentuk yang diambil adalah bentuk yang simpel, kurva catenary sederhana yang ditopang oleh berat materialnya sendiri yang dikonstruksi oleh tukang kayu dengan berat yang seringan mungkin. Satu bentuk lengkung dengan sambungan baut yang terdiri dari berpuluh – puluh kotak 2 tipe kotak yang modular. Lalu apa ? semoga bisa membawa kebaikan untuk mahasiswa yang mau belajar lebih baik lagi disini termasuk untuk diri ini sendiri.

“There are no rules of architecture for a castle in the clouds.” – Gilbert K. Chesterton

prefab plywood

prefab plywood

Credit to my team who help to make this happen all, especially  : Tatyana Kusumo, Apriady Satria Triwardhana, including the poster, thank you folks.  Thank you for Ivan Nasution and Rizki Supratman for sharing material for the workshop

Bibliography

1. http://www.aaschool.ac.uk/AALIFE/LIBRARY/aahistory.php

2. http://www.theberlage.nl/institute/history

3. http://www.bartlett.ucl.ac.uk/architecture/news/bartlett-young-architects-workshopScreen Shot 2014-07-29 at 12.22.54 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s