Front row, from left to right: Frank Gehry, Charles Moore, Philip Johnson, Stanley Tigerman, and Robert A.M. Stern. Back row, from left to right: Michael Graves, Cesar Pelli, Charles Gwathmey, and Peter Eisenman. Philip Johnson’s AIA Gold Medal acceptance, pictured with his “kids,” Dallas, Texas, 1978. Image © Courtesy Tigerman McCurry Architects (http://www.archdaily.com/780433/interview-with-stanley-tigerman-in-chicago-id-much-rather-have-better-work-than-better-friends)

Camariderie among architects or it’s like motor gang of architects who share and discuss from time to time. Front row, from left to right: Frank Gehry, Charles Moore, Philip Johnson, Stanley Tigerman, and Robert A.M. Stern. Back row, from left to right: Michael Graves, Cesar Pelli, Charles Gwathmey, and Peter Eisenman. Philip Johnson’s AIA Gold Medal acceptance, pictured with his “kids,” Dallas, Texas, 1978. Image © Courtesy Tigerman McCurry Architects (http://www.archdaily.com/780433/interview-with-stanley-tigerman-in-chicago-id-much-rather-have-better-work-than-better-friends)

Kita melihat, mendengarkan, membaca paragraf – paragraf seperti
“Arsitektur adalah sebuah gaya hidup,”
“Arsitektur adalah sebuah ilmu yang tertinggi dalam kebudayaan dalam membentuk manusia,”
“Kematian arsitektur Indonesia”
“Kehilangan identitas dalam arsitektur Indonesia”
“MEA akan tiba, jadi bersiap – siaplah arsitek Indonesia”
“Kearifan lokal dalam arsitektur Indonesia, pentingnya lokalitas ?”

Paragraf – paragraf tersebut kita sering dengarkan di media – media TV, online, ataupun perbincangan sehari – hari di masyarakat, juga lebih – lebih lagi di kalangan para arsitek, para lulusan pendidikan arsitektur, para mahasiswa arsitektur, dan juga di kalangan para akademisi. Arsitek sebagai salah satu profesi diikat oleh adanya hubungan jasa, hubungan timbal balik, hubungan mutualisme dalam hidup bermasyarakat. Apresiasi terhadap para arsitek pun ada bermacam – macam, ada yang dihargai sebagai seorang juru gambar saja, seorang yang memiliki kemampuan untuk membuat cantik satu bangunan. Adajuga yang diapresiasi lebih oleh publik dimana terdapat pengakuan sebagai seorang yang mampu membawa perubahan dengan ketajaman pemikiran, kemampuan analitis. Hal ini terbukti dari banyaknya lulusan pendidikan arsitektur sebagai seorang walikota dengan contoh : Enrique Peñalosa Londoño, seorang walikota Bogota Columbia, Tri Rismaharini, Ridwan Kamil, seorang politisi, ataupun penggerak sosial, ataupun lebih – lebih lagi sebagai seorang guru kehidupan seperti Laurie Baker di India, ataupun Y.B. Mangunwijaya dalam karya – karyanya semasa ia hidup.

Petirahan Sendangsono designed by Y.B. Mangunwijaya

Petirahan Sendangsono designed by Y.B. Mangunwijaya

CDS - Karya Laurie Baker

CDS – Karya Laurie Baker

Kesalahpahaman terhadap profesi arsitek di internal arsitek dan di masyarakat banyak sekali terjadi sebagai akibat dari tuntutan ekonomi. Tuntutan ini menghimpit lulusan calon – calon arsitek yang sedang magang untuk mendapatkan sertifikasi menjadi arsitek. Hal ini ditambah dengan tingginya kompetisi dalam mencari pekerjaan. Permasalahan ekonomi ini menjadi kompleks ditambah kesalahpahaman masyarakat juga terkadang internal arsitek sendiri bahwa asisten arsitek disamakan dengan arsitek, sebagai perbandingan, bahwa sesekali seorang lulus dari pendidikat arsitektur, ia tidaklah otomatis menjadi seorang arsitek, namun ia adalah sarjana arsitektur lulusan pendidikan arsitektur. ekstrimnya seperti perbandingan seorang sopir angkot dan pembalap. Bahwa untuk diperbolehkan menyetir keduanya wajib hukumnya memiliki Surat Ijin Mengemudi bukan memperbandingkan mengenai siapa yang lebih hebat menyetir. Kesalahpahaman ini muncul dimana – mana, di dalam keluarga, pertemanan sehari – hari, juga relasi antar klien arsitek.

Hal ini berkebalikan di negara – negara persemakmuran, Amerika, dan negara – negara lainnya bahwa tidak semua orang bisa memanggil dirinya arsitek. Di negara kuda besi, Inggris, untuk menjadi seorang arsitek dibutuhkan waktu 5 tahun untuk belajar dan 2 tahun pengalaman kerja dimana calon arsitek harus magang sebagai seorang asisten arsitek. asosiasi arsitek di inggris RIBA(Royal Institute of British Architect) sendiri memvalidasi, sekolah mana saja yang bisa melakukan pendidikan keprofesian [1]. Hal ini berlaku di negara – negara persemakmuran, termasuk mengatur seberapa jauh arsitek asing boleh berpraktek di negaranya, seperti mengatur saham yang dimiliki di dalam perusahaan tidak lebih dari satu pertiga dari keseluruhan saham yang ada, dan wajib untuk memiliki arsitek lokal yang memiliki ijin, sertifikasi sebagai seorang arsitek. [2] Hukum menjadi faktor yang bersifat logis meskipun tidak kualitatif dimana, carut – marut ini salah satunya adalah keterlambatan pengesahan undang – undang arsitek, Undang – undang arsitek wajib hukumnya bagi masyarakat modern yang memiliki kesepahaman dalam definisi arsitek, tata laku arsitek, bagaimana arsitek seharusnya bertanggung jawab terhadap puluhan, ratusan, bahkan ratusan ribu bangunan yang didesain yang memiliki akibat terhadap begitu banyak orang yang menghuninya, sehingga profesionalitas, dan tanggung jawab itu bisa terjadi secara hukum, hitam dan putih.

Bibliography
[1]https://www.architecture.com/RIBA/Becomeanarchitect/Becominganarchitect.aspx
[2] http://www.boa.gov.sg/faq.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s