06 01 2007, Singapore

“di Backstage ada semangat untuk salah, ada juga semangat untuk belajar, apalagi semangat untuk mencoba benar ,…terkadang mungkin kita lupa dengan ini.”

back stageSuatu waktu di tanggal 22 Desember, melintas di kawasan Little india, Bugis, dalam perjalanan ke tekka mall. Opera Cina

Tidak terasa 1 tahun 3/4 bulan selepas bebasnya diri dari kukungan akademik untuk kembali masuk ke tantangan yang lebih bergolak. Tepat di angka 3/4 zona aman sudah mulai merasuk di diri, menenangkan hati, kenyamanan, rasa aman yang membuat kita bisa mulai berbuat, zona sekitar mulai masuk ‘tuk mendukung segala jalan, angka 1/4 adalah saat dimana diri masih tersesat dalam suasana, angka 1/2 adalah saat diri bebas dari ketersesatan dan kebingungan, angka 3/4 adalah saat diri mulai menjadi petunjuk bagi sekitar kita, hal ini kembali berulang kembali dalam kukungan tahun kedua,zona aman dan zona keadaan adalah 2 hal yang dominan di dalam angka 3/4. sekali lagi 3/4 itu datang di tahun kedua, di awal tahun 2007 ini …

Keadaan ini seperti perspektif 1 titik hilang,Dari Jauh untuk kearah satu titik fokus, melaju terus,dari besar ke kecil, kita diajak untuk melangkah terus meski tiada keinginan untuk melangkah, keadaan perspektif yang kita alami, mengajak untuk demikian, … suatu waktu adakalanya, disaat dorongan garis2 pengarah perspektif itu begitu menekan, kita harus berhenti , disaat itu, perspektif 2 titik muncul, kita melihat kekiri dan ke kanan, melihat ujung2 pandangan yang berbeda, garis – garis yang perspektif 2 titik, dimana kita mulai merasa empati dari sekitar yang menyebabkan 2 titik itu ada, untuk menoleh ke kiri dan ke kanan, mulai ada pertimbangan untuk melangkah. kemudian kita bisa berjalan lagi, tentu saja di perspektif 1 titik lagi… suatu waktu ada kalanya kita behenti kembali, ingin merasakan perspektif yang lebih dalam lagi, saat itu ada keinginan untuk melihat keatas dan ke bawah, untuk mulai berintrospeksi diri, saatnya perspektif 3 titik muncul, mulai merasakan ketinggian, posisi diri dimana kita berada, distorsi2 yang ada,di saat kita mau untuk berhenti dan berfikir, …

Perspektif 4 titik akan muncul apabila kita mau mereview kebelakang untuk mengingat dan belajar dari masa lalu, kurasa 4 dimensi itu mulai ada dalam diri kita, dimana kita bukan lagi merasakan bentuk dari perspektif itu sendiri, namun arti makna sudah merasuk dalam jiwa-jiwa yang terus bergerak dalam hidup kita.

Ada sebuah cerita, suatu waktu, ketika menunggu antrian makanan, tiba2 tersentak juga, melihat ada seorang ibu yang mengambil gerakan untuk tidak mau menunggu, serobot kiri dan kanan, memaksa tuk menggeleng2kan kepala, suatu waktu juga ada kejadian menunggu barang yang diinginkan selama 3 bulan ini, sampe ke depan toko, ternyata barang itu habis, setelah itu, dengan kekecewaan mengambil taxi untuk menuju orchad, dikala itu, cuaca hujan deras, terpaksa ditemani seorang teman sangat baik Menunggu di depan sebuah toko, tidak disangka disana apa yang diinginkan bisa kecapai, barang itu ada, hidup ini penuh dengan misteri, mungkin benar kalo segalanya akan berbalik kembali ke kita. Menunggu dan menunggu terkadang ini adalah pekerjaan yang paling tidak diharapkan dan ditunggu adalah sesuatu yang dinantikan. Suatu waktu ada juga akhirnya sampai juga di satu persimpangan hidup, dimana proses menunggu dan ditunggu itu ada, menunggu mengharapkan perasaan sabar, dan ditunggu melibatkan ketidaksabaran, ini masih menjadi suatu misteri, menunggu dan ditunggu, kebiasaan kita seharusnya lengkap untuk menunggu. Kesabaran itulah yang harusnya membuahkan kebenaran yang sepastinya. mungkin kita biasa ditunggu, sama seperti semua orang yang pada ingin hidup seenaknya, seperti juga dalam sebuah cerita selalu ada kata selesai, memulai dan kemudian bersambung, di satu saat menguasai segalanya, kehilangan segalanya dan memulai kembali yang baru. mungkin juga apabila kita sudah kehilangan sesatu yang menunggu kita, barulah kita sadar arti kehilangan…

akhir – akhir ini Kata buktikan seolah – olah sudah menjadi makanan yang tidak berujung, entah kenapa, rasa kenikmatan untuk pembuktian itu terletak pada proses, benar – benar menyenangkan, buktikan !pembuktian terhadap diri sendiri, kita seolah – olah terkukung dengan batasan2 mind set kita sendiri, saat kita melompat lagi, ada mind set lagi, melompat lagi kita mendapatkan mindset baru, pembuktian itu ada ketika kita berhasil melompati batasan mindset diri, memang tidak akan pernah habis, semua tergantung pada anda sendiri, apakah diri kita seorang petarung atau pencari keamanan.. pada saat kita berkata, rintangan ada di diri, saatnya menarik nafas dan merasakan kita pasti bisa. sekitar 1 minggu sebelum tulisan ini ada, mindset masih berbeda,. ketika itu kerinduan untuk berekspressi demikian adanya, rindu akan impian yang tidak mungkin, ingin membuat segala kemungkinan dari ketidakmungkinan. perbandingan diri kita yang sekarang dengan masa lalu itulah mind set kita. terkadang ku merasakan, bahwa kubutuh 1 1/4 tahun lagi untuk melengkapi segalanya, Project – project yang bergelimang untuk dihadapi, teman – teman yang senafas, semua itu seakan menjadi obat tersendiri bagi kukungan pekerjaan dan deadline yang terusmenerus. Di kala ini ku sadar, it is not bout your job dude, it is bout your life, cara kita mengerjakan sesuatu, berpikir terhadap sesuatu itu lah yang menempa. justru sekarang berbeda, ketika mengolah apa yang ada dan berhenti bermimpi itu membuat segalanya menjadi luar biasa,… menjadi begitu Rich, kaya bgt!… *tergelak-gelak

Ada juga, Suatu waktu di tanggal 22 Desember, melintas di kawasan Little india, Bugis, dalam perjalanan ke tekka mall, dalam kesendirian malam, terlihat satu panggung, disitu ada warna merah, dihias dengan rumbai2 emas, dan hijau tosca, merahnya pun merah menyala bak layaknya kertas ang pau, kemudian terdengar suara gong dipukul terus menerus dengan ritme suara yang konstan, sesaat juga terkadang terdengar suara gemerincing, dan suara biola yang digesek, dari jauh hanya nampak kelebat merah kuning dengan gerakan tari, ternyata itu adalah panggung tari, panggung teater cina. pengunjungnya tidak terlalu ramai, hanya orang2 yang sudah tua, menyimak bahasadengan alunan musik nan tinggi dan terkadang cukup untuk menusuk tajam telinga. kuamati gerakan tariannya, mimik muka orang2 tua yang menonton, orang2 tua disitu begitu menikmatinya. entah apa ceritanya, apa bahasanya, bergumam sejenak kemudian bersuara melengking nan tinggi, semua hingar bingar dan mereka para tua – tua yang menonton sungguh menikmati tari dan teater yang ada. Yang paling menarik justru ditemukan bukan di depan panggungnya, tapi di daerah belakang. Daerah belakang ini sungguh berbeda, lebih redup, remang2, suasana pun tampil dengan tidak dibuat – buat. Inilah dapur panggung sesungguhnya. Disini terlihat semangat untuk tampil, apalagi kemauan untuk tampil, ada di satu pojok canda tawa penari2 yang berbisik2 dengan pupur putih dan gincu merah, bertopi barongsai emas, jikalau kita melihat dari arah bawah, pandangan akan terbingkai oleh 1 orang penggesek biola dan 1 orang peniup trompet, vista terbentuk dibentuk tepat di tengah mereka, benar – benar , disini sungguh berbeda dengan suasana panggung, muram dan kotor namun penuh dengan semangat yang berapi – api. ada kalanya kesalahan kecil diperbuat oleh salah satu penari, dan yang lain pun tertawa kecil dengan gerakan menutup mulut, tentu saja di back stage. sesuatu yang salah pun bisa menjadi bahan kelucuan disini, Alhasil disini kita bisa belajar mengenai semangat di dalam backstage ini, elemen yang terpenting namun sering dilupakan, panggung seringkali menyilaukan dengan hingar bingarnya, merah kuningnya, namun terkadang, semangat backstage ini sendiri adalah jiwa dari panggung tersebut, semua ini sama seperti dunia kerja, maupun apapun yang ada di hidup kita, back stage itu hati, jiwa dan proses, dapur dari pikiran kita …panggung itu hanya pemanis dan pupur kiasan, yang terkadang menipu. di Backstage ada semangat untuk salah, ada juga semangat untuk belajar, apalagi semangat untuk mencoba benar ,…terkadang mungkin kita lupa dengan ini.

semangat backstage inilah yang akan menjadi bahan pemikiran untuk kompetisi design yang akan datang, semangat untuk tampil, dalam ekspresi, dalam kebingungan ini, semoga 3 bulan ke depan, hidup sudah mulai menunjukkan kemana
arah seharusnya kita melangkah ,…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s