Ilusi dalam Realitas

“We live in a wonderful world that is full of beauty, charm and adventure. There is no end to the adventures we can have if only we seek them with our eyes open.” — Jawaharal Nehru

Pathway to Village - Ubud

Pathway to Village – Ubud

300814 Ubud. Terkait dengan perjalanan di pertengahan tahun 2014 ini terkait dengan beberapa hal yang tidak terduga, antara realitas dan ilusi, masa depan dan masa lalu, kesedihan dan kegembiraan, masalah dan solusi. Usaha ini terkait dalam perjalanan untuk menyibak jawaban akan pertanyaan – pertanyaan untuk hidup lebih baik terkait dengan beberapa catatan terkait dengan fenomena yang ditemui untuk menyibak tirai ilusi dan menemukan realitas.

Pentingnya keilmuan – untuk apa ?

Di dalam buku mengenai Roosseno, Roosseno Jembatan dan Menjembatani, dibahas mengenai bagaimana dunia timur berlomba – lomba dengan dunia barat adalah meningkatkan keilmuan kita bahwa harapan Roosseno supaya dunia timur bisa bertemu dengan dunia barat dari segi keilmuan. Pak Budi, satu orang kontraktor, menjelaskan bagaimana struktur pra tekan dari Roosseno telah dipatenkan di Perancis dan dipakai dalam desain beberapa jembatan di daerah. Dari sini Ada Hasrat untuk memulai hal yang baru yang dimulai dari keheranan dan kecintaan akan profesi. Hal yang mungkin saja ada dewasa ini namun belum membudaya. Sebagai mana begitulah contohnya isu mengenai isu rumah murah dan bagaimana diskusi kita mengenai kritisi desain rumah – rumah murah, pertanyaan – pertanyaan mengenai sistem apa yang digunakan, biaya yang digunakan, material yang digunakan, sehingga hal – hal ini bisa memperkaya keilmuan. Mungkin kritisi ini bersifat falsifikasi, dimana berusaha untuk mencari tahu dimana salahnya, untuk kemudian bisa menaikan tingkatan bidang keilmuan yang lebih tinggi. Bukan berarti harus mencari tahu dimana salahnya, namun memang cara – cara ini bisa digunakan untuk selalu mendobrak batas yang ada daripada cara – cara membenarkan diri sendiri atau yang lazim disebut dengan verifikasi, cara memuji diri sendiri, membenarkan satu hipotesis dan menyibakkan tirai ilusi. Misal rumah murah yang didesain dengan material – material murah, mungkin diskusi soal sistem konstruksi yang mengefisienkan harga bangunan akan lebih memperkaya keilmuan teknologi bangunan daripada fenomena rumah yang menggunakan material murah, tidak sesuai standar keamanan dan kenyamanan. Kita kemudian belajar setiap material dengan harganya, mahal dan murah pun memiliki batas dan ketepatan guna untuk bisa dipergunakan dalam desain.

Berbicara mengenai sistem konstruksi kita berbicara mengenai model, prototipe yang mungkin secara ideal bisa dipahami bagaimana sejauh mana ini bisa tepat guna dengan kerugian dan keuntungannya. Teks book building construction illustrated yang ditulis oleh Francis D.K. Ching pun mungkin bisa diperkaya dengan khazanah realitas yang baru dimulai dari bagaimana tiap tiap elemen berkerja sesuai dengan realitas yang ada misal konstruksi kayu, besi, beton, kelebihan dan kekurangannya terkait keterbatasan bahan, jenis desain yang dimunculkan, ekspresi arsitektural yang didapat, ataupun terobosan desain yang ada, dengan beberapa penemuan misalkan sambungan konstruksi bambu yang digagas oleh Andry widyajatmiko dalam bukunya, ataupun karya sambungan yang diulas dalam setiap edisi dari buku Detail terbitan Birkhauser, ada bermacam – macam jenis sambungan dari plastik sampai kayu. Cara yang cukup mudah mungkin bisa terlihat dalam struktur pesawat terbang yang efisien, ringan, dengan luas penampang sekecil mungkin, usaha untuk meminimalkan ini pun wajib adanya dalam penerapan pengembangan prototipe ini untuk menentukan ambang batas kritis tentunya dengan perencanaan yang matang dan sistematis [sinkronik] bukan hanya pendekatan desain yang pragmatis.

Maraknya budaya berkumpul, meminta perhatian – untuk apa ?

Arsitek Muda Indonesia sudah memulai pada tahun 1990 untuk mencoba meredefinisikan kembali arsitektur yang lebih baik pada jamannya dengan pendekatan yang rasionalis. Jong Arsitek sebagai wadah arsitek muda mencoba menyambung eksistensialnya dengan media digital, mencoba mewadahi jembatan arsitek generasi selanjutnya dari AMI. Kemudian munculnya beberapa komunitas sebelum dan sesudahnya seperti belajar desain, biang desain, Indonesia Berkebun , dan sebagainya. Pertanyaan lebih dalam kemudian apa yang kita dapat dari budaya berkumpul, dan menamakan satu kumpulan dengan satu buah label. Mungkin kita bisa melihat bagaimana orang – orang yahudi maju dalam keilmuan karena kebiasaan untuk berkumpul dan belajar bersama. Belajar bersama ini menjadi penting karena disinilah menjadi ajang untuk bertukar pendapat, menyamakan visi untuk kemudian meredefinisikan visinya kembali. Memang ada saja godaan untuk membuat eksistensial tiap – tiap kelompok menjadi lebih tinggi namun budaya untuk belajar ini yang baik untuk dipertahankan. Yang patut untuk selalu menjadi perenungan adalah, apa sumbangannya terhadap bidang keilmuan yang ada. Seperti satu bangunan tingkat tinggi yang memiliki core bangunannya, semakin tinggi bangunan itu, core bangunan pun dituntut untuk bisa mewadahi jalur sirkulasi vertikal dengan segala pengetahuan didalamnya mengenai keamanan, kenyamanan dan juga keindahannya dalam segala manfaatnya. Pada akhirnya pertanyaan mengenai apa yang dihasilkan dari setiap budaya berkumpul ini yang ditunggu – tunggu sebagai tanggung jawab dari eksistensi yang lebih tinggi setiap saatnya.

Pengertian pentingnya pemahaman

Menjadi paham berarti bisa mengerti bagaimana pemecahan masalah itu dilakukan dengan cara yang diakronik ataupun sinkronik. Pemecahan masalah diakronik adalah pendekatan dengan mengerti sejarah, apa yang bisa dipelajari dari sejarah, apa yang sudah ada. Khasanah mengenai contoh – contoh yang sudah baik sehingga bisa dibakukan menjadi satu prototipe, model yang bisa dipelajari untuk diperbaiki menjadi lebih baik menjadi satu catatan yang bisa memperkaya kualitas desain arsitektur Indonesia. Oleh karena itu, budaya membaca dan menulis menjadi penting, begitupun budaya menulis dalam arsitektur untuk meningkatkan pemahaman teori dan praktik yang memperkaya keragaman dalam realitas yang ada. Pemahaman ini kemudian terekam dalam tulisan – tulisan yang lebih baik daripada masa lalu.

Bisa juga pemecahan masalah dilakukan dengan pendekatan sinkronik yaitu memecahkan masalah yang ada didepan mata dengan segala keahlian yang kita punyai secara langsung dan bersifat sistemik seperti mendesain satu buah mixed used dengan grid 8,4 m kali 8,4 m ataupun 10,5 m karena pertimbangan floor to floor yang tinggi, dengan ruang mekanikal elektrikal di bawah ceiling dan fungsi parkir mobil di daerah titik terbawah bangunan. Hal ini bisa dipelajari dengan menambah jam terbang, dan memikirkan pemecahan masalah melalui desain ruang – ruang yang ada, ataupun sebagai contoh mendesain ruang kelas dengan sistem struktur bay structure dengan titik – titik kolom sebagai pendukung strukturalnya, sebuah solusi yang efisien terkait dengan modul ruang 84 m2 yang menyusun batang tubuh bangunan dengan tipe koridor tunggal [single loaded corridor], ataupun tipe koridor ganda [double loaded corridor]. Hal – hal yang bersifat teknis ini adalah usaha untuk membuat bangunan berjalan dengan baik diselaraskan dengan pengetahuan disiplin ilmu yang lain, fisika bangunan, teknologi bangunan, pemahaman struktur. Pada akhirnya memang arsitek akan berkerjasama dengan orang – orang yang memiliki pemahaman lebih di bidangnya.

Munculnya kedewasaan

Pada akhirnya titik untuk menjadi paham adalah menjadi manusia yang dewasa, dimana manusia dituntut untuk menyebarkan kebaikan dalam etikanya. Terlebih lagi arsitek dengan segala potensinya sebagai pembawa kebaikan peradaban untuk selalu memikirkan pola hidup manusia yang tinggal di dalam bangunan yang dirancangnya. Dalam contoh kedewasaan ini terlihat jelas dalam desain tata lansekap Bali yang menghadirkan tanaman kamboja dengan berbagai jenisnya. Bahwa pada hakikatnya perencanaan ini untuk menyediakan bunga kamboja sehari – harinya yang dibutuhkan untuk berdoa den meminta rejeki ataupun untuk bersyukur akan rahmat yang diberikan. Bunga ini kemudian semerbak dengan wanginya yang harum. Dari sinilah kita mengetahui kegunaan kamboja di lain sifatnya yang mudah untuk dibiakan, dipotong pada pangkalnya ditanam di media tanah, ia pun akan hidup tanpa perlu air yang banyak.

Sistem ngaben yang ada di Bali dengan pembakaran mayat untuk ditebar ke laut menunjukkan gaya hidup yang berkelanjutan jauh sebelum brundtland commision menerapkan pentingnya isu ekologis dalam dunia di tahun 1987 ataupun buku Silent Spring yang ditulis Rachel Carson mengenai turunnya kualitas lingkungan. Di Bali orang – orang yang mampu secara finansial membiayai sendiri ngaben mereka, namun ada juga ngaben massal, bergotong royong membiayai ngaben mereka sendiri ataupun ketika biaya masih belum cukup mayat dikubur dahulu untuk kemudian ketika secara finansial cukup, peristiwa ngaben dilakukan. Hal ini didasarkan pada prinsip – prinsip untuk menghargai kehidupan, dari debu menjadi debu juga dan memberikan dirinya ke alam.

Screen Shot 2014-09-01 at 11.20.14 PM

lukisan karya Antonio Blanco

Lukisan karya Mario Blanco, anak dari pelukis Antonio Blanco yang menyiratkan arti kehidupan dengan pralambang teko, kelapa, gamelan. Teko adalah pralambang kehidupan, dengan air sebagai pusat utamanya dimana masyarakat Bali tidak mengenal cangkir pada awalnya, mereka minum dari teko. Air penting di dalam tatanan kehidupan sehingga setiap daerahnya memiliki penjaga air untuk bisa didistribusikan merata, dan sumber mata air disucikan seperti Tirta Emphul, sebagai titipan yang maha kuasa. Kelapa melambangkan setiap bagiannya dari akar buah sampai daunnya yang bisa digunakan. Gamelan melambangkan bahwa untuk bisa bernyanyi, dan menghibur orang ia perlu bersusah – susah dipukul – pukul oleh orang yang memainkannya.

Melihat kota Jakarta dengan sungainya, penjagaan airnya, apalagi kegunaan manusianya, ataupun caranya bersenang – senang, mungkin ada baiknya kita melihat lagi kebijaksanaan leluhur kita, setidaknya dari pulau Bali, untuk melihat masa lalu saja kita masih enggan bagaimana membuat sesuatu yang lebih baik. Ketiga pralambang dari lukisan Mario Blanco itu melambangkan kehidupan,untuk menjaga arti kehidupan, guna kehidupan, dan tidak lupa untuk bersenang – senang dan menghibur orang lain. Dari hal yang sederhana kita bisa menggali kebaikan dalam manusia. Begitupun juga keilmuan yang ada dalam berarsitektur untuk membuat kehidupan manusia yang lebih baik dan menebarkan kebaikan. Mungkin memang karena hal – hal yang baik itu Bali disebut pulau para dewa.

IMG_1669

Note :
  1. Dalam perjalanan ke Bali kali ini saya membawa dua buah buku, yang pertama buku mengenai Roosseno Jembatan, menjembatani, didalamnya terdapat pidato roosseno dalam pengukuhannya sebagai guru besar ITB, mengenai bagaimana kita harus bersikap dalam mengejar ketertinggalan kita dengan dasar yang sederhana. Yang kedua adalah buku wewancara dengan louis Kahn, conversation with students dimana didalamnya terdapat kuliah singkatnya Architecture White light black shadow.
  2. Informasi mengenai tradisi Ngaben dan Perletakkan Kamboja saya dapatkan dari bincang – bincang dengan Pak Made, sahabat yang menemani dalam perjalanan ke Denpasar dan Ubud.
  3. Antonio Blanco adalah pelukis ekspresionis yang menikah dengan Nyi Rondji, seorang penari Bali. Lukisan – lukisannya banyak yang memuja kehidupan, dan wanita sebagai pusat karyanya. Mario Blanco adalah anak dari Antonio, ia terkenal dengan lukisannya yang memiliki falsafah kehidupan, lukisan yang saya temui di bali adalah satu karyanya yang dipigurai berbentuk teko menjelaskan tentang arti kehidupan.

     

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s