Kategori
lecture

Bedah Buku – Urban Design: The Indonesian Experience

Conclusion:

Apa yang sebenarnya menjadi wacana ?

Dengan mengangkat judul “Urban Design, The Indonesia Experience” buku ini berisi pengalaman PSUD di dalam berpraktik di Indonesia dengan formal.

Secara urutan penulisan berusaha menjelaskan definisi kota secara umum melalui berbagai sumber, lalu menumbuhkan kesadaran kepada pembaca akan pentingnya perancangan kota yang sarat akan 3 tensi : PRODUCT, CONTEXT : INDONESIAN EXPERIENCE, URBAN DESIGN QUALITY

Kemudian dijelaskan definisi rancang kota dari sudut pandang PSUD dan elemen-elemen yang ada pada rancang kota. Penulisan ini mengarah pada penjabaran yang anatomis dan formal.

Pembahasan faktor-faktor yang mempengaruhi konteks sebuah kota di Indonesia, dari sejarah, geografi, masyarakat dan peraturan dibahas secara umum (spesifik ke kota Jakarta), belum menjelaskan hibrida kota-desa yang ada di Indonesia sebagai refleksi sejarah kota Indonesia dari sosial politik – sosial ekonomi – sosial otonomi budaya.

Pembahasan proyek-proyek yang dikerjakan oleh PSUD digambarkan berdasarkan sudut panda desainer belum sampai pada sudut pandang pengguna, aspek penilaian dalam proses analisis PSUD terhadap suatu konteks belum didetailkan.

Pembahasan proyek perancangan kota yang dikerjakan oleh PSUD disampaikan dengan sudut pandang perancang dan belum mewakili sudut pandang pengguna secara umum. Kemudian pada proses analisisnya PSUD memberi penjelasan yang tergolong singkat terkait aspek pertimbangan dalam setiap konteks perancangan kota. Keberadaan indikasi penangganan rancang kota yang disampaikan pada awal bab membantu proses analisis, namun proses klasifikasi setiap proyek dan penangganannya belum disampaikan.

Pembahasan terkait proyek ini akan menjadi lebih informatif jika berbagai aspek yang berkaitan dengan perancangan kota seperti situasi Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Politik, serta kondisi terkini sebelum dan sesudah perancangan kota disampaikan dengan lebih dalam. Sehingga peran urban design dapat dipahami oleh pembaca.

Pada Bab Refleksi, terlihat bagaimana intensi buku masih pada tahap pengenalan urban desain kepada publik. Terlihat pula perjalanan urban design di Indonesia masih sangat muda, terasa bagaimana para desainer sudah memahami perlunya pemahaman terkait karakter DNA Indonesia, tetapi masih terasa kebingungan rumusan DNAnya seperti apa. Pelibatan ahli-ahli dari bidang lain dalam penyusunan teori mungkin dapat membantu merumuskan hal tersebut sebagai batu pijakan. Buku ini adalah pijakan pertama, jadi yang pertama pasti yang terbaik karena sampai saat ini belum ada yang kedua. Dan lebih penting untuk memulai daripada tidak mulai – mulai, kemudian memrefleksikan kembali untuk menjadi jembatan dari masa lalu ke masa depan.

Acara di @psud.id

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s