Kategori
Team - Studio Culture

Farewell – Yoel, Naufal, Haiva, Raihan, Marvellyn, Roxanne

Tidak ada gagasan yang langsung menemukan bentuknya, sama seperti tidak ada seseorang yang datang ke sebuah studio dan langsung mengetahui semuanya. Ada proses mencoba, bertanya, salah, mengulang, berdiskusi, dan perlahan memahami.

Begitu pula perjalanan enam intern yang beberapa bulan terakhir menjadi bagian dari RAW Architecture.

Masing-masing datang dengan rasa ingin tahu dan cerita yang berbeda. Ada yang sedang mencari pengalaman, ada yang ingin memahami lebih jauh apa yang selama ini dipelajari di kampus, dan ada yang bahkan baru akan memulai perjalanan akademiknya.

Bagi Yoel @yoelpi11, enam bulan menjadi kesempatan untuk melihat lebih banyak sisi dari proses berarsitektur. Ia sempat merasakan berbagai tim, dari abstraksi hingga implementasi desain. Rasa ingin tahunya membuatnya senang mencoba hal baru, sementara sifatnya yang cair membuatnya mudah berbaur dengan ritme studio. Ia juga sering ditemukan membantu teman-temannya ketika menemui kesulitan teknis, berbagi apa yang sudah ia ketahui, dan belajar bersama dalam prosesnya.

Rasa ingin tahu juga menjadi bagian besar dari perjalanan Naufal @nopalcitek. Ia banyak bertanya, mengikuti diskusi dengan para senior, dan bahkan membawa pertanyaan-pertanyaannya sampai ke lapangan. Bagaimana sesuatu dibuat, mengapa sebuah teknik digunakan, dan apa yang membuat sebuah keputusan menjadi masuk akal. Dari berbagai percakapan itu, pertanyaan sederhananya tentang “What is Architecture?” pun berkembang menjadi pemahaman bahwa arsitektur selalu berhubungan dengan manusia dan berbagai hal yang berada di sekitarnya.

Haiva @ivaqonita_ menjalani masa internship-nya dengan kemauan belajar yang besar. Ia menelan banyak hal yang ditemuinya, mengerjakan dengan tekun, sekaligus tidak ragu mempertanyakan sesuatu yang belum dipahaminya. Dari hari-hari yang dijalani bersama orang-orang di studio, ia menemukan bahwa pengalaman internship bukan hanya tentang pekerjaan yang selesai atau kemampuan baru yang dikuasai, tetapi juga tentang hubungan yang terbentuk di sepanjang perjalanan.

Raihan @raihannalhakim dikenal sebagai pribadi yang cair dan mudah bergaul, pandai merangkul teman-temannya. Dari kebersamaan dengan orang-orang di studio, ia mulai melihat bahwa belajar arsitektur bukan hanya tentang gambar, detail, atau bagaimana sebuah bangunan dibuat, tetapi juga tentang orang-orang yang ditemuinya selama proses tersebut. Ia pun menemukan bahwa tidak apa-apa untuk belum mengetahui sesuatu, selama masih mau bertanya, mencoba, dan berkembang.

Selama empat setengah bulan, Marvellyn @marvellyn perlahan melihat bagaimana sesuatu yang awalnya hanya berupa garis di gambar dapat menemukan bentuknya di lapangan. Ia mengerjakan berbagai detail, mulai dari toilet hingga tangga dan railing, lalu berkesempatan melihat proses pembangunan secara langsung. Temuan dari site kembali menjadi bahan untuk diperiksa dan diperbaiki di studio. Dari proses yang berulang itu, ia menemukan bahwa keputusan kecil pun punya arti ketika masuk ke tahap keterbangunan.

Lalu ada Roxanne @roxannegozali, yang memulai internship-nya sebagai seorang siswa SMA. Datang dengan kekhawatiran karena belum banyak mengenal arsitektur. Sepuluh hari yang awalnya durasi internshipnya, terasa belum cukup. Ia memilih untuk memperpanjangnya menjadi satu bulan. Dalam waktu itu, ia mencoba drafting, ikut site visit, membuat laporan, belajar laser cutting, hingga ikut serta kegiatan di OMAH. Tidak semuanya harus langsung dipahami, mungkin memang tidak harus. Sebagian cukup diamati, lalu dipahami perlahan seiring waktu.

Enam cerita ini tidak berjalan dengan cara yang sama. Ada yang berlangsung beberapa bulan, ada yang hanya sebentar. Ada yang lebih banyak bertanya, ada yang lebih banyak mengamati, ada yang menemukan dirinya melalui pekerjaan, dan ada yang menemukannya melalui orang-orang di sekitarnya.

Namun selama berada di tempat yang sama, mereka berbagi banyak hal, meja kerja, deadline, diskusi, makan siang, kebingungan, tawa, dan berbagai percakapan yang mungkin awalnya terasa biasa saja.

Dari sana, masing-masing membawa pulang sesuatu yang berbeda. Bukan hanya tentang bagaimana menggambar atau membuat sebuah desain, tetapi juga tentang bagaimana mendengarkan, menyampaikan pendapat, bekerja bersama, belajar dari kesalahan, melihat sesuatu dari sudut pandang lain, dan tetap memiliki rasa ingin tahu.

Mungkin sebuah proses memang tidak harus meninggalkan satu jawaban yang pasti. Barangkali cukup dengan membawa pulang beberapa pertanyaan baru, beberapa pengalaman yang akan terus dipikirkan, dan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari sebuah fase kecil dalam perjalanan.

Enam orang, enam perspektif, dan satu perjalanan yang sempat bertemu di tempat yang sama.

Terima kasih sudah menjadi bagian dari cerita ini. Semoga apa yang kalian temukan selama perjalanan ini terus menemani langkah berikutnya, tumbuh bersama pengalaman-pengalaman baru, dan menemukan bentuknya masing-masing. Sampai bertemu lagi di perjalanan yang lain.

(ty, fm)

avatar Realrich Sjarief

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan Balasan