Tidak semua orang di studio kami bekerja di balik meja. Sebagian pekerjaan justru menuntut orang terus bergerak. Tim yang mengurus pengecekan lapangan, misalnya, lebih banyak berada di tapak daripada di ruang kerja. Tim yang memikirkan strategi berpindah dari satu pertemuan ke pertemuan lain. Mereka bekerja dengan laptop di tangan, dari mana saja mereka berada, dan bagi mereka, meja tetap bukan pusat, melainkan sekadar salah satu tempat singgah.
Kami tidak selalu bekerja begini. Cara ini kami pelajari, dan sejujurnya, kami dipaksa mempelajarinya. Ketika pandemi datang dan semua orang harus bekerja dari rumah, teknologi yang tadinya asing tiba-tiba menjadi satu-satunya jalan. Kami belajar rapat lewat layar, berbagi gambar dari jarak jauh, mengambil keputusan tanpa berada di ruangan yang sama. Pada awalnya terasa janggal, karena kami terbiasa dengan cara lama. Tetapi dari situ kami belajar sesuatu tentang diri kami sendiri.
Kami sadar bahwa kelekatan pada cara lama kadang menghalangi kami melihat kemungkinan baru. Kami begitu terbiasa berpikir bahwa bekerja berarti hadir di satu tempat, di meja, di ruangan itu, sampai kami hampir tidak sempat bertanya apakah itu memang satu-satunya cara. Pandemi, dengan segala beratnya, memaksa pertanyaan itu terbuka. Dan jawabannya ternyata melegakan: tempat, sebetulnya, bukan yang paling menentukan. Orang bisa bekerja dari mana saja.
Yang benar-benar menentukan bukan di mana seseorang duduk, melainkan bagaimana ia berpikir dan bagaimana ia berkomunikasi.
Ini pembebasan yang tidak kami duga. Ketika tempat tidak lagi menjadi syarat, yang tersisa sebagai inti pekerjaan adalah hal-hal yang memang seharusnya jadi inti: kejernihan berpikir dan kejelasan menyampaikan. Seorang yang berada di lapangan berdebu, seorang yang di rumah, seorang yang di studio, bisa duduk dalam satu rapat yang sama dan bekerja sama dengan baik, asalkan cara mereka berpikir nyambung dan cara mereka berbicara jelas.
Tempat menjadi urusan kedua. Perspektif dan komunikasi menjadi urusan pertama.
Dan ada satu hal yang menarik, yang justru berlawanan dengan dugaan banyak orang bahwa rapat lewat layar itu dingin dan kaku. Kami menemukan bahwa dalam rapat online, orang-orang di lapisan paling bawah struktur justru kadang lebih berani bersuara. Di ruang rapat fisik, hierarki terasa lewat tempat duduk, lewat siapa di dekat siapa, lewat siapa yang paling gampang menyela.
Di layar, semua wajah muncul dalam kotak yang berukuran sama, dan giliran bicara menjadi lebih tertata. Anggota tim yang paling muda, yang mungkin sungkan angkat suara di ruangan yang penuh senior, bisa lebih mudah menyampaikan pendapatnya. Bentuk yang tampak dingin itu, ternyata, bisa lebih adil.
Tentu, tidak semua rapat sama. Kami membedakan dua jenis, dan keduanya butuh perlakuan berbeda. Ada rapat pengarahan, yang sifatnya menyampaikan keputusan dan arah, di mana yang penting adalah kejelasan dan tidak ada yang salah tangkap. Dan ada rapat diskusi, yang sifatnya menggali, di mana yang penting justru sebaliknya: bahwa semua orang merasa cukup aman untuk bicara, membantah, dan menyumbang gagasan.
Rapat pengarahan bisa berlangsung efisien lewat layar tanpa banyak kehilangan. Rapat diskusi menuntut lebih banyak kesabaran, lebih banyak ruang untuk jeda, supaya yang di ujung sana tidak tertinggal. Mengerti bedanya adalah setengah dari membuat rapat, di layar maupun di ruangan, benar-benar berguna.
Pada akhirnya, kerja jarak jauh mengajari kami hal yang sama yang diajarkan meja-meja yang berbeda di studio kami: bahwa bentuk hanyalah wadah, dan yang mengisi wadah itu, cara berpikir dan cara berbicara, jauh lebih penting daripada wadahnya. Sebuah tim yang perspektifnya jernih dan komunikasinya jujur akan tetap bekerja dengan baik, entah mereka duduk di satu ruangan, entah tersebar di lima tempat berbeda.
Dan barangkali itulah pelajaran paling berharga dari masa yang sulit itu: bahwa yang menyatukan orang bukan tempatnya, melainkan cara mereka saling mengerti.
(rs, ty, hs, ir)




























































































































































































































































































































