Kategori
Team - Studio Culture

Farewell – Clarissa, Steven, Dzakyah, Najwa, Rafa, Rofi, Syubah, Veren & Helga

Sebuah pemahaman tidak terbentuk dalam satu waktu. Ada hal-hal yang kita ketahui sejak awal, ada yang kita pertanyakan, dan ada pula yang baru kita mengerti setelah mengalaminya sendiri. Perlahan, pengalaman mempertemukan kita dengan hal-hal yang sebelumnya belum kita pahami, sekaligus mengubah cara kita melihat apa yang selama ini kita kenal.

Selama berada di RAW Architecture, apa yang mereka temui tidak selalu berhenti pada hal-hal yang sedang dikerjakan. Ada pemahaman yang tumbuh dari sebuah tugas, sudut pandang yang berubah melalui percakapan, dan pelajaran yang justru ditemukan dalam keseharian.

Masing-masing datang dengan bekal, rasa ingin tahu, dan kekhawatirannya sendiri. Ada yang ingin memperluas pemahaman tentang desain, ada yang mencoba mengenali kemampuannya di lingkungan profesional, dan ada pula yang kembali untuk melanjutkan pembelajaran yang pernah dimulai sebelumnya.

Sebagai mahasiswa desain interior, Tiara @clarissa datang dengan ketertarikan pada visualisasi tiga dimensi dan pengembangan konsep. Namun, selama tiga setengah bulan di RAW, ia mulai mengenal bagian lain dari proses desain, mulai dari gambar teknis hingga pelaksanaan di lapangan. Melalui kunjungan ke lokasi konstruksi, Tiara melihat bagaimana rancangan yang tampak baik di layar masih perlu menyesuaikan diri dengan kondisi nyata. Dari sana, ia memahami bahwa desain bukan hanya tentang membayangkan ruang, tetapi juga tentang ketelitian dan kemampuan merespons berbagai keadaan ketika sebuah gagasan diwujudkan.

Dari pengalaman di lapangan, kita beralih pada hal-hal sederhana yang juga dapat membuka pemahaman baru. Steven @stevenmandalaa datang dengan rasa ingin tahu tentang RAW Architecture dan cara pandang di balik karya-karyanya. Ia membayangkan akan banyak mengerjakan gambar dan desain bangunan, tetapi tugas awalnya justru berupa moodboard untuk signage. Melalui pekerjaan itu, Steven mulai melihat bahwa arsitektur tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Hal-hal sederhana pun membutuhkan pemikiran dan ketelitian, sementara sebuah karya melibatkan banyak orang yang berkontribusi agar gagasan dapat terwujud.

Memahami pekerjaan juga berarti belajar mengenal orang-orang dan cara kerja di sekitar kita. Dzakyah @dzakyahwd awalnya cenderung tertutup, tetapi perlahan semakin terlibat dalam keseharian studio. Ia aktif membantu, menemukan cara-cara yang membuat pekerjaannya lebih efektif, dan mulai lebih terbuka kepada orang-orang di sekitarnya. Dari tugas, pertanyaan, hingga percakapan di sela-sela makan bersama, Jaja belajar bahwa bekerja di lingkungan profesional bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga tentang memahami cara kerja orang lain dan menemukan cara untuk bekerja bersama.

Beradaptasi dengan lingkungan baru tidak selalu berarti keraguan langsung menghilang. Najwa @najwaa.p memasuki masa magang dengan pertanyaan tentang kemampuannya mengikuti ritme studio dan membangun kedekatan dengan para senior. Di tengah kekhawatiran itu, ia tetap mencoba, menerima bimbingan, dan belajar dari hal-hal yang belum dikuasainya. Dukungan dari teman-teman intern juga menjadi bagian penting dari perjalanannya. Wawa menemukan bahwa belajar arsitektur bukan hanya tentang merancang bangunan, tetapi juga tentang berkomunikasi, menerima perspektif berbeda, dan memberi diri sendiri kesempatan untuk berkembang meski belum sepenuhnya yakin.

Rafa @mrafa.adty_ memperluas pemahamannya melalui pengalaman bekerja bersama beberapa tim di RAW. Setiap tim memberinya sudut pandang dan cara kerja berbeda, memperlihatkan bahwa proses berarsitektur dibentuk oleh pertukaran pemikiran dan kontribusi banyak orang. Salah satu hal yang membekas baginya adalah konsep “momong”, yaitu mendampingi seseorang agar dapat bertumbuh hingga mampu berdiri lebih mandiri. Pengalaman pertamanya tinggal jauh dari rumah juga mengajarkannya beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjalani prosesnya sendiri.

Dari pengalaman bekerja bersama orang lain, Rofi @daniallhakm menemukan bahwa proses belajar tidak harus dijalani sendirian. Sebagai pengalaman profesional pertamanya, masa magang sempat membawanya pada kegelisahan tentang kemampuan diri, adaptasi, dan komunikasi. Namun, diskusi, bimbingan, serta keseharian bersama orang-orang di studio memberinya ruang untuk mencoba dan memahami lebih banyak hal. Rofi sendiri turut menghadirkan perhatian dalam keseharian tersebut, salah satunya melalui kebiasaannya mengajak teman-teman makan bersama. Pengalamannya memperlihatkan bahwa di tengah pekerjaan, kepedulian juga dapat tumbuh melalui hal-hal sederhana.

Selain melalui interaksi, pemahaman juga terbentuk dengan menjalani setiap tahapan pekerjaan. Syubah @ssyubah melihat bahwa arsitektur menuntut kepekaan terhadap banyak hal sekaligus, mulai dari estetika hingga ketepatan teknis. Selama magang, ia mulai memahami bahwa sebuah karya terbentuk melalui tahapan yang perlu dijalani dengan disiplin dan kesungguhan. Dengan semangat belajar yang tinggi dan kemampuannya memahami pekerjaan dengan cepat, Syubah mengambil bagian dalam berbagai proses di studio. Ia juga belajar bahwa mengejar tujuan tidak hanya berarti menjaga fokus, tetapi turut menghargai hal-hal yang ditemui sepanjang perjalanan.

Veren @Verenavarren menemukan bahwa banyak hal perlu dipahami bahkan sebelum sebuah pekerjaan dituangkan ke dalam gambar. Ia datang dengan harapan mendapatkan pengalaman praktis, tetapi pembelajaran yang dibawanya melampaui keterampilan teknis. Veren mulai memperhatikan bagaimana persoalan dipahami, gagasan dipertukarkan, dan keputusan dibentuk. Di keseharian studio, ia juga hadir dengan energinya sendiri: mudah berbaur, aktif bertanya, dan kerap mencairkan suasana melalui percakapan serta canda. Ia belajar bahwa memahami pekerjaan juga membutuhkan keterbukaan terhadap masukan dan kesediaan memperbaiki diri.

Pengalaman baru bukan satu-satunya cara untuk melihat perkembangan diri. Helga @silhelga justru menemukannya ketika kembali ke RAW setelah menjalani magang pertamanya. Dengan bekal pengalaman sebelumnya, ia mulai menghadapi pekerjaan yang dahulu terasa menantang dengan lebih percaya diri. Ia juga semakin memahami pentingnya komunikasi, tanggung jawab, dan kesediaan menerima masukan dalam praktik arsitektur. Kedekatannya dengan para senior yang telah dikenalnya sejak magang pertama turut menjadi bagian dari pengalaman kembali tersebut. Melalui Helga, kita melihat bahwa terkadang perkembangan baru terasa ketika kita kembali berhadapan dengan hal-hal yang dahulu terasa sulit, lalu menyadari bahwa diri kita telah berubah.

Kesembilan perjalanan ini tidak berlangsung dengan cara yang sama. Ada yang belajar melalui keberanian untuk mencoba, ada yang menemukan pemahaman lewat pekerjaan dan diskusi, ada yang memperluas cara pandangnya melalui pengalaman di lapangan, dan ada pula yang menyadari perkembangannya ketika kembali ke tempat yang pernah dikenalnya.

Selama berada di studio yang sama, mereka berbagi banyak hal pekerjaan, pertanyaan, diskusi, makan bersama, tenggat waktu, dan berbagai percakapan yang menyertai keseharian. Dari pengalaman-pengalaman itu, masing-masing membawa pulang pemahaman yang berbeda. Ada yang mulai melihat lebih jauh apa yang terjadi di balik sebuah gambar, ada yang belajar untuk tetap mencoba di tengah keraguan, dan ada yang menemukan bahwa sebuah karya tidak pernah berdiri sendiri.

Mungkin masa magang memang tidak harus berakhir dengan semua hal yang telah dipahami atau semua pertanyaan yang terjawab. Ada hal-hal yang baru akan terasa maknanya setelah waktu berlalu, ketika pengalaman yang pernah dijalani bertemu dengan pengalaman-pengalaman berikutnya. Barangkali, yang dibawa pulang bukan hanya keterampilan dan pengetahuan baru, tetapi juga kesadaran bahwa masih banyak hal yang bisa dipelajari, dicoba, dan dipahami di sepanjang perjalanan.

Terima kasih, Tiara, Steven, Jaja, Wawa, Rafa, Rofi, Syubah, Veren, dan Helga, telah menjadi bagian dari perjalanan RAW Architecture. Semoga apa yang kalian temui, pertanyakan, dan pelajari selama berada di sini terus menemani langkah berikutnya. Sebagian dari pengalaman ini mungkin baru akan menemukan maknanya ketika kalian bertemu dengan pekerjaan, orang-orang, dan perjalanan baru di kemudian hari.

(ty, fm)

avatar Realrich Sjarief

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan Balasan