Kategori
Arsitek dan Arsitektur dalam Ruang dan Waktu? blog struggles tulisan-wacana

Menggeser Sebab, Bukan Menghapus Malam

Malam ini saya tidak bisa tidur. Tetapi sebelum ada yang khawatir, izinkan saya menjelaskan sesuatu yang saya pelajari bertahun-tahun di profesi ini: ada dua macam tidak bisa tidur. Yang pertama karena gairah, terlalu banyak hal menarik yang ingin dikerjakan besok, dan kepala menolak menunggu pagi. Yang kedua karena cemas, pikiran berputar-putar di tempat yang sama, mengunyah persoalan tanpa pernah menelannya. Malam ini saya mengalami yang pertama.

Tetapi saya kenal betul rasanya yang kedua. Profesi ini memang punya kekerabatan yang aneh dengan kedokteran. Dokter punya jaga malam dan meja operasi; arsitek punya tenggat studio dan malam-malam panjang sebelum presentasi. Dua-duanya menukar tidur dengan tanggung jawab, dan dua-duanya harus belajar satu ilmu yang tidak diajarkan di kampus mana pun: cara tetap sehat di dalamnya.

Maka izinkan saya membagikan daftar yang saya bayar mahal dengan malam-malam jenis kedua.

Pertama, kerja tim yang melibatkan klien sejak awal, keputusan yang diambil bersama tidak perlu ditanggung dan diulang sendirian tengah malam. Kedua, koordinasi engineering sedini mungkin, karena revisi struktural yang datang di ujung adalah pencuri tidur paling rakus; koordinasi yang baik menyelamatkan waktu yang tadinya akan terbuang sia-sia.

Ketiga, temukan kondisi mendesainmu sendiri, jam berapa kepalamu paling jernih, suasana seperti apa yang membuatmu mengalir, lalu rumuskan menjadi metode, supaya kau tidak bergantung pada datangnya mood. Keempat, jangan lupa me-review, membuat jurnal, membaca kasus-kasus studi; pikiran yang sudah dituliskan berhenti berputar di kepala. Dan kelima, jangan lupa menyegarkan diri, meskipun hanya jalan-jalan, kepala membutuhkan jarak untuk bisa melihat.

Profesi ini konon salah satu yang tersulit di dunia. Saking sulitnya, kami sampai membutuhkan seragam kepercayaan: baju hitam, atau serba putih, topi, dress code tertentu supaya terlihat layak dipercaya. Atau tongkrongan mobil sejenis jip dan Land Rover, supaya terlihat garang dan lebih bonafide. Saya menuliskan ini sambil tersenyum, karena saya pun tidak sepenuhnya bebas dari kostum-kostum itu.
Tetapi kostum bukanlah jiwanya.

Yang membuat profesi ini sungguh bernyawa adalah kekuatan refleksinya, kemampuan merenungkan lalu menyebarkan ide. Di situlah ia menjadi unik: jiwa berkesenian dan ketelitian rekayasa tinggal di satu tubuh. Ia menyentuh sisi paling manusiawi lewat perjuangan, sekaligus mengejar kesempurnaan konstruksi dan teknik. Karena itulah bangunan-bangunan di pelosok, yang dibangun dengan kesulitan tinggi dan sumber daya terbatas, justru sering menjadi yang paling mengesankan.

Di sebuah dusun terpencil di Bandung Utara, kami pernah membangun dari bambu setempat, batu dari tanahnya sendiri, plastik daur ulang, dan tangan para perajin desa. Tidak ada material mahal di sana. Tetapi bangunan-bangunan semacam itulah yang kemudian diziarahi orang, ditempuh berjam-jam perjalanan hanya untuk berdiri di dalamnya. Bukan karena mewah materialnya, melainkan karena jujur perjuangannya.
Maka barangkali ukuran kesehatan di profesi ini sederhana saja.

Bukan menghapus malam-malam tanpa tidur, itu mustahil, melainkan menggeser sebabnya: semakin sering terjaga karena gairah, semakin jarang karena cemas. Malam ini saya terjaga karena jenis yang pertama. Dan sebentar lagi, setelah paragraf ini selesai, saya akan menjalankan resep yang kelima: berhenti, menaruh semuanya, dan beristirahat.

Image: https://picryl.com/media/home-treballant-i-fumant-davant-una-taula-plena-afcec-morello-a-7736-61823e

avatar Realrich Sjarief

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan komentar