Kategori
blog blog - marriage years - Family

Secretive – Guha

Sudah sekitar hampir 2 tahun sejak 2018 diri ini tidak menulis di catatan Mayonnaise Jar, salah satu alasannya adalah saya membutuhkan waktu untuk mengorientasikan tulisan saya kembali. Hal ini adalah sebuah proses dimana perlu untuk mereposisikan tujuan dalam keseharian. Setelah 2 tahun ini, baru kali ini bisa memiliki jeda di dalam praktek karena sistem studio sudah berjalan, dan ada banyak asisten dan tim yang membantu saya. Di dalam perubahan tersebut saya menghindari hubungan dengan klien yang tidak cocok, memperkecil tim, dan mendekatkan diri dengan proses dialog dengan klien dan memperkaya riset arsitektural. Laurensia pun sibuk membantu di studio untuk mengatur manajemen studio di sela – sela kesibukannya sebagai dokter gigi. Ia menangani studio sebelum membimbing Miracle di dalam mengerjakan pr – prnya.

Miraclerich pun mengalami perubahan yang pesat dari 2 tahun menuju 4 tahun, ia sudah bisa mengatur dirinya sendiri, buang air sendiri, belajar sendiri, mandi sendiri, ia mencoba untuk mandiri dan tidak bergantung dari kami. Miraclerich sudah bisa mulai makan sendiri dan mulai tidak merepotkan mamanya meskipun ia masih belum bisa tidur sendiri. Dan kakinya masih suka menendang kepala yang seringkali membangunkan di pagi – pagi subuh yang berguna untuk mengingatkan untuk memiliki saat teduh di pagi hari.

Perubahan di dalam pekerjaan ini ditandai dengan mulai nampak proyek – proyek dengan klien – klien yang sungguh menghargai apa yang sedang kami kerjakan. Klien – klien tersebut mengapresiasi kami, dan untuk membuat saya semakin bersemangat menulis dengan dasar merefleksikan ulang. Setiap hari saya menulis dan akhirnya tulisan tersebut membentuk cerita tentang proyek, tektonika, metode desain. Hal ini tertuang ke dalam 4 buku RAW Architecture : The Guild, Dancer House, Tectogram, Methodgram yang membantu reposisi titik awal tersebut ke titik yang baru dimana evaluasi beberapa teori yang berbeda bisa dilakukan yakni teori yang membentuk titik awal (origin), teori mengenai penggubahan ruang, teori mengenai tektonika, dan teori mengenai metode desain. ke 4 buku tersebut saya tulis bersama Anas Hidayat, seorang dalang dari Surabaya.

Mas Anas itu seperti kungkang, saya pernah berbicara, ia kadang tidak responsif kalau saya sedang membutuhkannya di dalam penulisan buku, namun ia memiliki cara tafsir yang unik. Sehingga perenungannya membantu saya di dalam berproses.

Setelah buku – buku tersebut selesai dipublikasikan, saya merasa di titik ini tidak dibutuhkan drama – drama di dalam proyek yang memang tidak perlu. Dengan keseharian yang ada sekarang kebahagiaan bisa dirasakan dengan keseharian bersama laurensia, miracle, dan kawan – kawan sedulur dan beberapa kawan yang bisa langsung dekat meski baru kenal.

The Guild adalah representasi komposisi adaptasi total dengan permainan berbagai material yang berbeda – beda yang dikonstruksikan untuk semakin ringan, mudah, murah.


Setiap pojok di Guha adalah cerita tentang proses yang terjadi, perubahan tempat, konstruksi, penambahan konstruksi yang seringkali ditandai dengan mutilasi terhadap bentuk – bentuk yang terjadi dengan tujuan eksperimentasi untuk membuat teknik yang semakin ringan, mudah dan murah. Mutilasi adalah sebuah daya eksperimen yang berani untuk memotong, menambah, merubah ulang desain yang sudah terkotak – kotak di dalam iterasi sebelumnya. Mutilasi ini adalah tahap adaptasi total, itulah tahap dimana proses pembuatan karya di antara tegangan industri dan tradisional dimana terciptalah komposisi material natural fiber dan material industri. Proses ini membutuhkan kerelaan untuk menciptakan iterasi dari proses konsep sampai keterbangunan di dalam lingkaran untuk terus belajar dan bereksperimen. Guha adalah representasi komposisi adaptasi total dengan permainan berbagai material yang berbeda – beda yang dikonstruksikan untuk semakin ringan, mudah, murah. Ketukangan itu ada di balik bentuk yang memukau, ia ada dengan bahasa sehari – hari, kemudahan yang mudah dalam konstruksi dan perawatan.

.

Ada beberapa hal yang saya sangat banggakan di dua tahun ini. Dua tahun ini saya mencoba mencarikan pekerjaan untuk tim pengrajin bambu saya asli Sumedang dan akhirnya berhasil dengan adanya klien – klien yang tertarik untuk bereksperimen. Memang sulit mencari klien yang mau melakukan eksperimen. Banyak orang mencari proyek bambu hanya untuk membangun bangunan yang super murah yang akhirnya tidak realistis karena semurah – murahnya bambu ia perlu dirawat dan dicintai.

Saya mendapatkan proyek renovasi – renovasi kecil untuk mereka selama itu juga proyek eksperimen bisa terus dilakukan di tahun pertama. Terkadang kami harus membantu dapur tukang – tukang kami supaya bisa menyambung hidup. Ada yang keluarganya sakit, ada yang anaknya sakit. Terkadang di dalam pekerjaan juga tidak mudah, banyak juga yang menunggu – nunggu saya untuk instruksi lanjutan, sedangkan saya terkadang masih membutuhkan waktu untuk berpikir. Setiap daerah memiliki ekosistem praktik arsitekturalnya sendiri yang mewarnai misal ada tidak sumber daya kebun bambu di sekitar, atau ada tidak orang yang ahli membuat konstruksi tersebut.
.

Hal yang lain daerah Guha, ada di perbatasan Jakarta dan Tangerang. yaitu di Taman Villa Meruya berada di lokasi yang cukup jauh dari pusat keramaian. Keramaian yang paling dekat adalah tetangga yang membuka warung kopi sederhana. Lokasi yang terpencil ini membuat Guha menjadi sebuah tempat yang tersembunyi, tempat yang sempurna untuk saya bisa menarik nafas sejenak dari hiruk pikuknya Jakarta. Daerah ini adalah daerah yang cukup rawan sejak proses konstruksi, seringnya laptop hilang, motor hilang, penjambretan, rumah kemalingan, pencurian alat bangunan sering terjadi.

Oleh karena itu dinding yang ada di Guha relatif tinggi. Oleh karena itu di sebelahnya diletakkan perpustakaan anak yang tanpa dinding, tempat ini ada tempat rekonsiliasi ulang dimana dengan adanya banyak anak – anak berkunjung, keamanan dan rajutan sosial akan tumbuh. Program – program berbagi buku terus kami lakukan dan semoga bisa makin membesar dengan banyaknya buku yang dibagikan dan dibaca oleh anak – anak. Di depannya ada lapangan bisa bermain badminton

.

Di antara seluruh hal – hal baik yang terjadi, Di titik ini fokus berkarya dibutuhkan, melakukan eksperimen – eksperimen arsitektur, mengevaluasi diri melalui spekulasi- spekulasi teori, menjelajah banyak hal yang perlu masih perlu disempurnakan. Di saat ini waktu untuk diri sendiri dibutuhkan supaya bisa melayani lebih baik, oleh karena itu Guha adalah sebuah tempat yang bisa mewadahi untuk bersembunyi atau ngumpet. Persis seperti namanya yang terdengar seperti gua.

Sayup – sayup suara Miraclerich terdengar

“papa ya kerja terus , ayo makan ! ” ^^

Di antara seluruh hal – hal baik yang terjadi, Di titik ini fokus berkarya dibutuhkan, melakukan eksperimen – eksperimen arsitektur, mengevaluasi diri melalui spekulasi- spekulasi teori, menjelajah banyak hal yang perlu masih perlu disempurnakan. Di saat ini waktu untuk diri sendiri dibutuhkan supaya bisa melayani lebih baik, oleh karena itu The Guild adalah sebuah tempat yang bisa mewadahi untuk bersembunyi atau ngumpet. Sayup – sayup suara Miraclerich terdengar “papa ya kerja terus , ayo makan ! ” ^^
Ada beberapa hal yang saya sangat banggakan di dua tahun ini. Dua tahun ini saya mencoba mencarikan pekerjaan untuk tim pengrajin saya asli Sumedang dan akhirnya berhasil dengan adanya klien – klien yang tertarik untuk bereksperimen. Memang sulit mencari klien yang mau melakukan eksperimen. Saya terkadang mendapatkan proyek renovasi – renovasi kecil untuk mereka selama proyek eksperimen bisa terus dilakukan di tahun pertama, terkadang kami harus mmembantu dapur tukang – tukang kami supaya bisa menyambung hidup. Ada yang keluarganya sakit, ada yang anaknya sakit. Terkadang di dalam pekerjaan juga tidak mudah, banyak juga yang menunggu – nunggu saya, sedangkan saya terkadang masih membutuhkan waktu untuk berpikir.
Hal yang lain daerah The Guild, ada di perbatasan Jakarta dan Tangerang berada di lokasi yang cukup jauh dari pusat keramaian. Keramaian yang paling dekat adalah tetangga yang membuka warung kopi sederhana. Lokasi yang terpencil ini membuat The Guild menjadi sebuah tempat yang tersembunyi, tempat yang sempurna untuk saya bisa menarik nafas sejenak dari hiruk pikuknya Jakarta. Daerah ini adalah daerah yang cukup rawan sejak proses konstruksi, seringnya laptop hilang, motor hilang, penjambretan, rumah kemalingan, pencurian alat bangunan sering terjadi. Oleh karena itu dinding yang ada di the guild relatif tinggi. Oleh karena itu di sebelahnya diletakkan perpustakaan anak yang tanpa dinding, tempat ini ada tempat rekonsiliasi ulang dimana dengan adanya banyak anak – anak berkunjung, keamanan dan rajutan sosial akan tumbuh. Program – program berbagi buku terus kami lakukan dan semoga bisa makin membesar dengan banyaknya buku yang dibagikan dan dibaca oleh anak – anak.
Kategori
blog blog - marriage years blog - marriage years - Family

2014 – Systemic Lupus Erythematosus

Baku, Azarbaijan. City of Winds. “The wind represent the force of change, the matter of change is nothing compare to the matter of love”

Laurensia mengatakan bahwa kami sedang mendapatkan anugerah yang terindah dari Tuhan. Saya berpikir bagaimana bisa ia bisa sedemikian sabarnya menghadapi apa yang sudah terjadi. Laurensia, satu orang yang merupakan anugrah yang terbaik yang diri ini temui, dari titik pertemuan kembali dirinya sejak diri ini ada di London sampai sekarang ini.

Kami sudah beberapa kali mengalami kesedihan, janin tidak berkembang selama waktu yang singkat ataupun yang paling lama hamil selama 7 bulan di masa kehamilan pertama. Kehamilan kedua dan ketiga, juga tidak memiliki waktu yang lama, dimana kami harus menerima kenyataan, janin tidak berkembang. Kami bertanya – tanya dan ke beberapa dokter kandungan, dan beberapa dokter ahli penyakit dalam yang semuanya memiliki niat yang baik untuk membantu.

Ada yang mempermasalahkan toxoplasma yang masih positif IGMnya, meskipun sedikit. Sampai tes terhadap aviditas terhadap toxoplasma dilakukan, karena nilainya yang tinggi, diketahui bahwa infeksi ini sudah berjalan lama dan dokter tidak mempermasalahkan ini, dengan memberikan obat Pyrimethamine ataupun spiramycin sebelum kehamilan, ataupun dimasa kehamilan yang terus mengkonsumsi spiramycin selama beberapa saat untuk kemudian memiliki masa rehat tidak meminum obat untuk kemudian meneruskannya semasa kehamilan. Ataupun kami juga melakukan tes DNA yang dilakukan, berkali – kali tes darah untuk melihat apakah permasalahannya ada di toxo plasma, hanya untuk mengetahui dari ilmu pengetahuan, apa yang bisa dilakukan untuk menghindari kejadian yang berulang. Tepatnya sekitar setengah tahun yang lalu, Dokter Raditya menyarankan kami untuk ke dokter spesialis darah, Dr. Djumhana di rumah sakit Pelni.

Dokter melakukan serangkaian tes darah, ana profile, dan beberapa parameter yang cukup rumit yang sulit untuk dimengerti. Ternyata diketahui adanya auto imune, hal yang jarang sekali dimiliki oleh orang kebanyakan. kelainan itu adalah SLE [Systemic Lupus Erythematosus],dimana tubuh menganggap organ, sistem saraf sebagai ancaman sehinga menyebabkan peradangan. SLE tidak bisa diprediksi kapan akan menyerang tubuh dimana penderitanya adalah sebagian besar wanita berusia 15 sampai 35 tahun. Kami tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan cobaan seperti ini. Untungnya ia, sangat sabar dan bisa menerima keadaan ini. Kemudian, ia mencoba untuk mencoba pengobatan dari dokter seperti Lameson yang diminum 3 kali satu hari untuk menurunkan kekentalan darah. Didiagnosa bahwa kekentalan darah yang menyebabkan calon bayi kami tidak berkembang.

Dalam penantian hari – hari panjang, mengenai datangnya si kecil dan penantian kondisi kesehatan yang membaik, kebahagiaan itu muncul satu persatu, dari hal – hal yang sederhana. Sesampai buah pikiran kami bercita – cita ingin memiliki anak sebanyak – banyaknya, orang tua sebanyak – banyaknya pula dalam rentang hidup yang tidak lama. Sebuah dedikasi untuk orang lain. Dari situlah diri ini merasakan kekuatan yang tidak terlihat, sebuah perasaan kasih sayang, bahwa memang dedikasi yang ada di dalam kehidupan kami adalah untuk melayani orang lain, menyebarkan kasih sayang.

Dan dengan cerita ini, semoga SLE yang ada di pribadi setiap – setiap orang bisa cepat untuk disadari dan kemudian diberikan cara untuk menanggulanginya. Kondisi Laurensia sudah jauh membaik, dan indikasi kekentalan darah semakin stabil. Mungkin sudah saatnya kita berharap kembali mengenai kehadiran si kecil. Apapun yang terjadi, satu wanita, yang terbaik dan tetap terbaik.

Apabila Laurensia menganggap Lupus ini adalah anugerah yang terbaik yang didapat dalam hidup ini, maka saya sampai kapanpun, menganggap Laurensia adalah anugerah yang terbaik yang pernah didapat dalam hidup ini. Dalam perjalanan diri ini ke Baku Azarbaijan, diri ini baru mengetahui bahwa Laurensia tidak bisa tidur dengan tenang selama diri ini 5 hari di luar negeri. Dalam hati, diri ini merasa sedih karena berangkat meninggalkan dirinya, namun dalam hati pula, diri ini merasakan kebahagiaan untuk bisa dicintai dan mencintai sepenuh hati dalam saat pulang nanti. Bahwa tidak banyak lelaki bisa dirindukan seperti itu, dan bagaimana diri ini juga amat merindukannya.

Diri ini pun menarik nafas saat satu teman mengingatkan harus kembali melakukan pekerjaan di negeri angin ini, dan mungkin ini semua punya satu maksud yang masih saja belum bisa diri ini mengerti, apa ujungnya, apa tujuannya, dan mengapa ini semua bisa terjadi.

Puji Tuhan, terima kasih atas seluruh rahmatmu untuk wanita terbaikku, berilah ia kebahagiaan sesungguhnya, diri ini hanya bisa berharap.

My lovely wife :)
Kategori
blog blog - marriage years - Family

2014 – Paris – Calf, Farmer, and Swallow to Slaughter House – One lesson in year of 9th

“I like the thought that what we are to do on this earth is embellish it for its greater beauty, so that oncoming generations can look back to the shapes we leave here and get the same thrill that I get in looking back at theirs – at the Parthenon, at Chartres Cathedral.” –  Philip Johnson

I recognised Phillipe Johnson,an architect, Scholar with big glasses who truly easy satisfied being small and enjoyed being at the centre of architecture history. He was under rated by some architect because he couldn’t draw. In his figure, we could see multiple layers which rippled modern architecture and call for discussion. He enjoyed on discussion with young architects like Frank Gehry and Peter Eisenman in his glass house he would encounter perspective which later he saw in another work, and he will encounter it again with another work making one proposition to another proposition. “Mind” was his playground, he often said architect (he is) is a “whore”, I might put “whore” in more positive way that every architect has an obligation to serve society, has also an obligation to form discourse of object in architecture history. I think Philip is like a father or centre or magnet of architecture modern history which he showed examples by encountering many modern works, and culminated it in his own way of thinking, if he thought that architect is a whore,then he was just so humble in knowing our problem as human, he was like elgar with soeil d amour, or sometimes who mimicking Mozart, Bach, Or Chopin when he played his own rhythm. That day was one morning while i was doing teleconference with people in studio ,reviewing studio’s work while we were in Paris at 4 a.m in the morning. While it was 10 a.m in Jakarta. I was so exhausted from our trip to Seville, Spain and we had not recovered yet. In just one serendipity we discussed about the story of Donna the calf which also was discussed on our trip in Bilbao. Donna is a calf who is in a cage in a farmer’s carriage going to a slaughterhouse.He was sad, in prison by his will to be freed. The farmer said ” why are you so sad ?” Donna said “i want to be free like swallow who fly above me, who has free will and laugh, but now i am in prison.” And the farmer continued to share his wisdom about his free will but the carriage is still going to slaugther house.

“Donna Donna”

On a wagon bound for market there’s a calf with a mournful eye. High above him there’s a swallow, winging swiftly through the sky.

How the winds are laughing, they laugh with all their might.Laugh and laugh the whole day through, and half the summer’s night.Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don.Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don.”Stop complaining!” said the farmer, “Who told you a calf to be? Why don’t you have wings to fly with, like the swallow so proud and free?”

Calves are easily bound and slaughtered, never knowing the reason why. But whoever treasures freedom, like the swallow has learned to fly.

I remember My body my mind wondering in one conversation with my wife two days ago In one serendipity she gasped and told me “Love (my name), The calf might represent our body an animal who has desire, instinct to fly free like swallow but it is in prison in body in a way to slaughterhouse which slaughterhouse is a symbol of time, which all of us will face soon or later, the judgement day in this world. Meanwhile the swallow is a symbol of spiritual conscience or probably heaven or hope which we always dream of or wanted to be” And the next questions are, Who the farmer in the song is ?

Probably the farmer is evil inside our heart, or God or even Just someone important to us, who told us spirit of life… Who is swallow anyway, probably everyone with free will or heaven, or just dream or something which is our purpose…. Who is the calf anyway, probably like wise someone in weakness, in prison by his own will,desire to be freed in time to the slaugther house.. And spontanioulsly i asked the people in the studio in front of screen in teleconference, who is the cattle do you think in our studio ? They kept silence and guessing that some of them is the cattle, Suddenly in serendipity I typed in screen which came up with serendipity answer that i have not had in my mind before. It is just the way of Hermeneutics works. a calf is the one who dreams free, who wants heaven for everybody, everyone of us are still learning to be the calf, so do I. but that’s life. Philip was right.

so dream like child, no burden, free like swallow, it’s in our head, think that the heart has its own way to face world. Sunlight comes in, my eyes open. Welcome back dream, long time no see spirit. Thank you so much.

IMG_2089

Vocal : Juliana Pramesti Kumalasari Guitar : Ariyo Widiatmoko Recorded at Bajink Studi Video Clip : Belle Nuit Studio ( Yudha and Kabul ) Lighting and dekoration : Ari and iok ( Titus Vianey ) Location : In the Garage at Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia

Kategori
blog blog - marriage years - Family

2014 – Garis Tangan, sepinya hari – hari tanpa kehadiran anak yang kami dambakan

Teman terbaik membaca garis tangan, ia bergumam, “berat, perjalanan ke depan akanlah berat, suatu saat akan bisa mencapai mimpi tapi jalannya tidak akan mudah.” Satu saat itu adalah satu saat sore – sore di Bandung. “baiklah kalau begitu, mau bagaimana lagi.”

Berpetak – petak sawah terbentang begitu indahnya lengkap dengan arsitektur rumah – rumah yang terbuat dari bata. Sekelebat siluet semak semak itu berlalu dalam perjalanan ke Pekalongan sebegitu cepatnya, suara derap kereta terdengar jelas dengan pintu yang terbuka dan tertutup dengan hilir mudik orang yang lalu lalang dalam perjalanan kali ini. Badan ini terasa penat sekali, capai dengan perjalanan kemarin  yang baru dilakukan ke daerah Bedugul, Bali. Ritual bangun pagi – pagi  dan tidur malam – malam  seakan – akan menjadi makanan sehari – hari setelah beberapa tahun berpraktek di ibukota ini. “Semua tindakan yang dilakukan dengan hati, pasti akan menghasilkan.” satu teman terbaikku mengingatkan lagi diri ini satu saat ketika rasa capek ini menerpa. Teringat beberapa saat yang lalu, satu persimpangan pernah ada dahulu per satu tahun pengalaman, per dua tahun pengalaman dan kini di tiga tahun pengalaman, dalam hampir satu dekade pengalaman persimpangan itu datang kembali.

Pertanyaannya selalu untuk apa ? untuk siapa ? berjuang, berkarir dalam hidup ini. Apakah untuk hidup yang lebih baik ? Apabila dikaitkan ke jawaban yang terjujur, tentu saja iya seperti itu yang terjadi.

Selama 2 tahun dari 25 september 2012, kami masih berdua, belum juga dikaruniai anak, meski istri sudah sempat mengandung beberapa kali, namun kesempatan untuk mendapatkan buah hati belum terbuka jalannya. Ada yang bilang, mungkin itu karena diri ini yang terlalu capai bekerja ataupun karena Toxoplasma yang titernya masih positif, ataupun kelainan darah yang ada ataupun mungkin saja memang belum jodohnya kami mendapatkan momongan.

Dalam setiap perjalanan hidup, diri ini berpikir bahwa setiap orang memiliki garis tangannya garis kegembiraan dan garis kesedihan. Di balik sepinya hari – hari tanpa kehadiran anak yang kami dambakan, masih saja ada keramaian yang ditimbulkan dari keluarga, adik – adik firma ataupun klinik yang dijalani setiap hari dengan pasien yang datang dan pergi. Lambat laun janji pun diucapkan bahwa akan punya banyak anak, banyak orang yang bisa diperhatikan, tua dan muda, dengan keunikannya masing – masing. Hidup yang sebentar ini di dunia terlalu sedikit untuk bisa disia – siakan. Uban ini mulai nampak, perut ini mulai membesar, dan lalupun Chairil Anwar kemudian menyahuti, ingin hidup seribu tahun lagi.

Pengabdian pada semesta, satu kalimat itu berarti menyingkirkan kemauan, nafsu, keinginan diri pribadi untuk kepentingan yang lebih luas. Memberikan hidup kepada semesta berarti bersiap untuk memberikan waktu terutama untuk orang lain. Asalkan masih bisa hidup kita sudah perlu bersyukur, mungkin itulah arti mengakar, memiliki tujuan dalam berbuat. Satu persimpangan ini, seakan – akan membuat satu batas yang jelas, antara diri dan orang lain. Dari sejuta inspirasi yang diberikan oleh Pak Tata Soemardi akan keinginannya untuk membagikan waktu terhadap anak – anak didiknya, saya mendapatkan contoh. Untuk itulah generasi selanjutnya harus bisa berbuat lebih baik lagi. Dari setiap kesempatan yang ada, pecahkan, dan raih kesempatan itu.

Langit ini pun membiru, menjanjikan satu impian, memperlihatkan satu batas yang sebenarnya tidak berbatas. Hanya persepsi manusia yang bisa menghentikan. Setelah mengabdi pada semesta, kemudian apa ? Semesta itu tidak berbatas, Tuhan pun tidak berbatas, ini adalah satu perjalanan penuh dosa untuk mencari Tuhan yang dimana dia, apakah ada di titik suka cita atau kah titik duka cita. Namun mungkin Tuhan sudah menyediakan jalan untuk kita jalani, dengan usaha kita masing – masing, garis tangan kita masing – masing. Kalaupun memang garis tangan itu sedemikian beratnya, saatnya kita jalani dengan puji syukur. Melihat dua puluh orang dari segala penjuru tanah air dan luar negeri untuk ikut belajar , merasakan keceriaan, kebahagiaan, merasakan kehidupan. Mungkin semesta akan menjawab dengan segala kemungkinan yang baru, sebuah pengabdian untuk yang muda.

Semoga hidup akan semakin baik untuk dijalani, mengabdi kepada semesta sehingga mungkin permintaan Laurensia bisa terjawab yang membuat diri ini menangis dalam ritual bangun pagi dan tidur malam. Laurensia berkata “Ya Tuhan, kalau boleh pinjamkan satu saja malaikat pembawa kebahagiaanmu, tidak banyak – banyak, untuk menemani hidup kami berdua.” Bibir pun tersenyum simpul, dan percaya bahwa suatu saat nanti akan tibadan kemudian bersyukur untuk bisa mendapatkan istri terbaik di dunia. Terima kasih Tuhan.

Kategori
blog blog - marriage years - Family

2013 – Craftsmen Guild, Murakabi

“Believe in this world – that there is meaning behind everything.” Vivekananda

IMG_20131202_0001 - sketch 2

Malam ini sunyi senyap, hari ini pun hari biasa, dengan kicauan suara burung – burung yang ada di taman sebelah rumah. yang berbeda adalah diri ini bangun lebih pagi dari biasanya, sekarang jam 3 pagi. Diri ini pun merenung terdiam mengenai apa saja yang sudah terjadi dalam hidup sampai hari ini. Sejenak diri ini bersyukur, bahwa sudah dikaruniai  nafas kegagalan, nafas keberhasilan,  dan nafas yang diberikan untuk bisa merenungi inti dari kehidupan ini. Untuk apa kita ada disini.

Melalui kerja nyata romo mangunwijaya membantu masyarakat, ada satu renungan tulisan dr Mohammad Sobary, “… Beliau menemukan suatu renungan mengenai memuja kebesaran Tuhan bukan di altar melainkan di pasar… melalui tradisi”topo ngrame”. Memuja Tuhan bukan di ruang terbatas,… tetapi sebaliknya,pemujaan itu tampil dalam kerja, dalam kesibukan mewujudkan proyek – proyek kemanusiaan, di tengah masyarakat. Kalau perlu, dan itu selalu perlu, di tengah masyarakat kaum miskin yang memerlukan bantuan.”Sobary(2014:xix) dalam buku kata – kata terakhir Romo Mangun, sebuah perjumpaan hangat di ujung perjalanan.

Roseto - 2014
Roseto – 2014

Preparation in the workshop - 2012 -  temporary structure
Preparation in the workshop – 2012 – temporary structure

“Pak bagaimana kehidupan di kampung bapak, apa bapak punya keluarga, istri, anak – anak ?” Tanya diri ini ke satu tukang kayu yang merantau setiap minggunya pulang pergi ke daerah Sukabumi, Jawa Barat. Untuk hidup di masa depan, diri ini percaya bahwa masa lalu adalah masa lalu, usaha untuk menjalani masa depan adalah usaha untuk melihat masa depan, oleh karena itu kita selalu hidup dalam rantai ketika. Ketika kita berbicara dengan sekitar, dengan hidup, dari situlah kita bisa memahami indahnya rajutan kehidupan.

Saya dulu punya istri pak, tapi istri saya meninggal, karena kanker payudara, dulu saya bawa dia ke rumah sakit hasan Sadikin Bandung, namun saya ngga punya uang pak, jadi istri saya tidak bisa berobat. Dalam hati ini , tidak bisa membayangkan ada di posisi dia. Dengan segala keterbatasannya, ia bergulat dengan craftmanship yang dimilikinya. Saya pikir ini realitas yang ada, kehidupan yang diwarnai himpitan ekonomi.Kalau ada  kesempatan,  ingin sekali  meningkatkan penghidupan mereka, para tukang – tukang terbaik, untuk mendapatkan penghargaan setinggi – tingginya. Dalam kapasitas diri ini yang akan meningkat, tanggung jawab akan orang – orang di sekitar ini pun meningkat, bahwa mereka harus mendapatkan penghidupan yang layak. Bisa menabung, untuk hari tuanya, sekaligus bisa mengekspresikan dirinya melalui karya.

Susunan kombinasi triplek rangka
Susunan kombinasi triplek rangka

Arsitek dalam praktik sehari – hari pada hakikatnya adalah satu pribadi yang mengetahui seni membangun dan teknik membangun, sehakikatnya membuka diri untuk berdialog dengan orang – orang untuk mempelajari teknik membangun yang lebih baik, mungkin juga dengan para tukang ini, para pemilik rumah, pada alam, pada tanah, dan mungkin lagi pada langit. Mungkin saja dari situ ia bisa mendapatkan pasir putih, butiran – butiran yang tersisa sebagai inspirasi dalam desain arsitektur yang dicoretkannya. Bahwa memang itu lah hakikatnya, mendesain bangunan yang lebih baik.

Oleh karena itu, kali itu diri ini membuat satu desain untuk sopir pribadi yang sudah seperti keluarga saya sendiri, ia menemani diri ini sehari – hari, orang yang tahu nafas kegagalan, dan nafas keberhasilan sehari – hari saya. Namanya Pak Misnu, istrinya bernama Sri, ia memiliki 3 anak, yang pertama namanya nurul, yang kedua aisyah, yang ketiga Tria.

Rumah ini didesain dari material yang sederhana, dari triplek 9mm, 12mm, 15 mm, 18 mm, dengan menggunakan pondasi umpak dengan kayu papan bengkirai 30 mm x 145 mm dengan ketinggian 50 cm yang dicor ke umpak beton. Desain dimulai dari melihat keseharian, banyaknya potongan triplek – triplek  di workshop dengan menguji, apa yang bisa muncul dari satu keterbatasan bahan, kayu triplek, dengan keterbatasan kekuatan yang dipunyainya, dengan 2 orang tukang kayu yang ada, dengan dimensi yang terbatas. Oleh karena itu susunan ketebalan dimensi yang merupakan inti kekuatan triplek menjadi penting dimana triplek ditumpuk sehingga menyerupai kaso supaya kekuatannya bisa ditambah. Rumah ini menggunakan modul 1.2 x 2.4 m setiap kolomnya dengan jarak umpak per 2.4 m. Keluarga Pak Misnu juga membutuhkan satu warung di depan, oleh karena itu kemudian bagaimana pagar yang juga berfungsi sebagai warung ini bisa dibuka dengan dinding. modul GRC putih 150 mm x 600 mm disusun horisontal. Sebagian atap yang digunakan adalah atap alumunium foil yang didapatkan dari daur ulang dari kardus susu ultra. Dari ongkos membangun rumah ini bisa mencapai ongkos 1 juta per m2. rumah ini pun masih berevolusi, karena  proses tinggal ada sepanjang karya itu bisa memberikan hal positif terhadap penghuni dan diskursus arsitektur akan dimulai lagi dengan evaluasi satu desain terhadap karyanya, berputar dalam iterasi untuk membuat desain yang lebih baik.

Persiapan pemasangan cetakan pondasi mini pile
Persiapan pemasangan cetakan pondasi mini pile

Cetakan mini pile dari pelat besi bekas
Cetakan mini pile dari pelat besi bekas

Umpak Kayu yang dicor ke beton
Umpak Kayu yang dicor ke beton

Saya punya janji ke diri ini sendiri, kalau sudah ada sedikit kemampuan nanti, orang – orang yang menikmatinya yang pertama harus orang yang terdekat yaitu keluarga, kemudian orang – orang yang berkerja untuk kita, barulah orang lain sekitar kita. Rumah ini untuk supir pribadi saya, pak Misnu dan keluarganya yang sudah seperti keluarga sendiri, ia sudah berkerja sejak saya masih kecil.

pintu masuk ke workshop tukang di belakang
pintu masuk ke workshop tukang di belakang

Di belakang rumah pak misnu diletakkan satu workshop untuk bereksprimen mengenai detail arsitektur, detail sambungan kayu, uji coba mock up, ataupun melayani relasi – relasi dan mungkin juga orang – orang yang baru dikenal dimana workshop ini akan tumbuh dan berkembang bersama rumah pak Misnu. Workshop yang baru ini didesain dengan modul 3 m menggunakan kayu jambi dengan sistem umpak beton, disini sistem pertukangan yang ada di dasarkan pada budaya saling mengajarkan, dengan pembagian yang merata, bonus – bonus per proyek . Diri ini mencoba menjawab masalah – masalah hidup yang tidak layak dari diskursus yang dilakukan Adi Purnomo dalam acara diskusi Venice Bienale beberapa saat yang lalu, dimana beliau menampilkan standar kualitas hidup yang rendah dan pentingnya menghargai para pembangun kita . Diri ini berpikir semoga disini tukang dibayar lebih, namun berkerja lebih baik, bisa membuat lebih rapih, dan menjaga craftmanship lebih baik, dari situ kita bisa dihargai lebih. semua berpulang dari satu keinginan untuk hidup yang lebih baik, untuk semua orang. Kita sudah punya satu project manager, sudah ada 4 tukang tetap yang terus menerus berproduksi , workshop ini sudah membuahkan 2 beasiswa untuk keluarga tukangnya sebesar 24 juta rupiah, bonus – bonus per-bulannya, tunjangan – tunjangan dan akan terus berbuat menyebarkan kebaikan kepada sesama.

pesanan sudah mulai datang dari orang – orang yang bersimpati untuk membantu. Saya bilang ke tukang – tukang, saya pesan, kita buat produk yang murah dan bagus, orang – orang pasti akan mau memesan. Curahkan seluruh tenaga kita untuk membuat produk yang bagus.Garis tangan yang di buat, ada untuk dinikmati bersama.  berpikir  punya banyak klien yang minta didesainkan rumah, ini juga menjadi satu titik perenungan, untuk apa kita ada. ini adalah satu buah karya untuk meneruskan pesan almarhum Robi Sularto. Architecture as Dharma not merely as a profession.Ijinkan saya perkenalkan nama rumah ini Murakabi, dari bahasa sansekerta artinya bermanfaat untuk semua.

IMG_20131202_0002 - sketch 1
Sketsa Denah Rumah Pak Misnu dengan jarak antar kolom per 2.4 m

IMG_0927
Sambungan triplek menggunakan baut

 

Kategori
blog blog - marriage years - Family

Dengan Laurensia Selama 1 Tahun

130120 “Trust in dreams, for in them is hidden the gate to eternity, Khalil Gibran ” 

Bandung, Diri ini merenung sejenak. Tahun ini, tahun yang penuh kebahagiaan, sekaligus menyimpan cerita kesedihannya. Malam itu serasa sendu,sunyi, sepi. Wanita terbaikku sudah tidur di sampingku, dan pikiran ini terbang melayang untuk memaknai apa yang sudah ada sekarang di tahun 2012 ini …

Ada rasa ketidakpastian dalam karir selama 1 tahun terakhir ini, ketidak pastian dalam masa depan, dengan sejuta alasannya. Masih belia, masih muda, ketidak pastian antar-rentang usia. Rantai ketika sedang berputar dalam ketidakpastiannya. Hal – hal yang penuh ketidakpastian terus terjadi, bagaimana sulitnya mengatur kantor yang terkadang masih balita perlu perhatian untuk mencapai kualitas terbaik, bagaimana belajar untuk menerima hasil kerja keras yang sudah dilakukan, hilang begitu saja, dan juga bagaimana meniti, membuat mimpi kita menjadi kenyataan, tidak semudah yang dikira. Diri ini berpikir inilah harga yang harus dibayar untuk sebuah proses menjadi. Untuk menjadi yang terbaik, kita hanya perlu melakukan yang lebih baik, satu persatu. Kata teman terbaikku, semua kerja keras dimulai dari titik, ia ada untuk menjadi garis, sehingga mimpi itu bisa menjadi nyata.

Kesedihan yang amat dalam terjadi ketika kami kehilangan Cherry dalam kehidupan kami, dalam usianya yang masih muda 7 bulan. Laurensia dan diri ini kehilangan Cherry tanpa sebab yang pasti, derai tangis pun terjadi, linangan air mata, rasa sayang yang sudah ada. Semua yang indah dalam hidup bisa hilang dengan begitu saja, kehilangan memang satu proses yang tidak menyenangkan. Diri ini lihat bahwa semua ini memang sudah pada jalan yang terbaik, pelajaran untuk menghargai nafas yang diberikan, dan pelajaran mengenai kehidupan yang luar biasa indahnya dalam kebahagiaan dan kesedihan yang ada. Mungkin ini memang pelajaran yang harus dijalani ole kami berdua.Mengenai hidup bersama, diri ini sudah menikah dengan Laurensia selama 1 tahun, sejak September yang lalu. Dan kami merayakan ulang tahun pernikahan kami yang pertama dengan makan malam sederhana. Kami sendiri bisa makan segala sesuatunya, tidak rewel, dan kehidupan rumah tangga dilakukan dengan biasa – biasa saja. Kesibukkan Laurensia masih sama, masih berpraktek dari sore sampai jam 21.00 , baru pulang jam 21.30, baru kami makan malam. Terkadang ia pergi pagi apabila ada pasien di klinik di dekat rumah kami. Kebersamaan kami didapatkan pada saat – saat malam hari, saat – saat yang teduh. Pada hari sabtu dan minggu terkadang ia menemani ke proyek, apabila pekerjaan meminta waktu kami. Ia pun tidak pernah berkeluh resah, hanya meminta waktu yang lebih, waktu untuk kami bersama, saat – saat terindah dalam hidup. Ucapannya yang selalu mengingatkan ketika sudah saatnya beristirahat, ajakannya untuk makan bersama di saat – saat diri ini lupa waktu dengan segala kesibukan yang ada, adalah penyejuk dalam satu tahun terakhir ini. Terkadang ia bertanya mengenai konstruksi pondasi dangkal ataupun dalam, atau kekakuan balok kantilever sebagai pelindung dari matahari ataupun penahan fungsi balkon diatasnya. Mungkin ada yang sama dengan teori dokter gigi yang dipelajarinya. Terkadang diri ini tersenyum melihat sifat ingin tahunya, juga keingintahuan dirinya terhadap rumah impian kami berdua, kemauannya untuk mengecat pink kamarnya, Wanita ini istri terbaik didunia dan saya pria beruntung bisa bersamanya. Ada berita gembira, ada kado natal terbaik di tahun ini, setelah kehilangan anak kami, Laurensia hamil lagi, saat ini usia bayi kami baru 1 bulan. Saya menjanjikan waktu yang terbaik untuk keluarga kami mulai saat – saat ini. Dalam 1 minggu terakhir ini, diri ini bangun lebih pagi dari biasanya, jam 5 pagi, terkadang diri ini bangun jam 4 pagi, untuk meluangkan waktu untuk berdoa, menulis, dan menyelesaikan pekerjaan yang baiknya diselesaikan. Jam 7.30 pagi, Laurensia sudah mengetuk pintu untuk kita menghabiskan waktu bersama, mengingatkan untuk makan, bersantai, ataukah sekedar jalan – jalan keliling daerah sekitar. Kami menemukan bubur kesukaan kami di pinggir jalan di satu trotoar. Dari saat – saat ini mata seakan – akan dibukakan, udara segar yang kita hirup, matahari pagi yang kita rasakan, badan yang kita punyai, momen – momen yang berharga dengan orang – orang yang kita sayangi. Kita belajar untuk menghargai dan mencintai hidup sebaik – baiknya.

Diri ini ingat jari jemari ini memainkan piano yang dimiliki satu teman rumahku di Elia Mews, daerah Angel di London. Pada waktu itu sore – sore, udara sejuk, tenang, diri ini duduk, dan di sebelahku Laurensia, menyanyikan satu bait lagu :

Disetiap langkahku

Ku kan slalu memikirkan dirimu

Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu …

Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku

Dedaunan mulai rontok satu demi satu menyisakan dahan yang memang begitu saja ia tegak berdiri, angin dingin menerpa. Setiap musimnya daerah – daerah di kota ini ada begitu cantiknya, setiap musim berganti, berganti pula tekstur kehidupannya. Tangan ini memang tidaklah pernah sempurna memainkan lagu ini, saya pun tertawa dalam kesunyian yang ada,  diri ini seperti menemukan satu pasangan sehati sejiwa dalam mengarungi lagu ini. Dan 4 tahun kemudian disinilah aku. Diriku sungguh bersyukur di tahun 2012 ini dengan kebahagiaan dan kesedihannya. Semoga dirimu juga bisa merasakan yang sama, sama seperti diriku yang mulai merasakan cinta yang sesungguhnya.

“One day with life and heart is more than time enough to find a world.” James Lowell

IMG_2513

Kategori
blog blog - marriage years - Family

2012 – Losing Cherry

Hope is the thing with feathers that perches in the soul and sings the tune without the words and never stops at all…

Hari itu hari Jumat malam jam 23.30. setelah diri ini berdoa untuk bayi kami, aku pun tersenyum, karena ia begitu cantik, ingin kubawa bayi ini  ke Laurensia. Namun petugas sudah akan membawanya pergi untuk memandikannya. Rambutnya ikal, hidungnya mancung, perawakannya mungil,jemarinya lentik dan kulitnya putih bersih. Kukecup keningnya, dan setelah itu diriku pun bergegas untuk menunggu di depan ruang operasi, pintu kamar operasi pun belum terbuka. Diri ini sudah menunggu 1 jam namun operasi belum juga selesai.

Hari itu hari Jumat malam jam 23.30. setelah diri ini berdoa untuk bayi kami, aku pun tersenyum, karena ia begitu cantik, ingin kubawa bayi ini  ke Laurensia. Namun petugas sudah akan membawanya pergi untuk memandikannya. Rambutnya ikal, hidungnya mancung, perawakannya mungil,jemarinya lentik dan kulitnya putih bersih. Kukecup keningnya, dan setelah itu diriku pun bergegas untuk menunggu di depan ruang operasi, pintu kamar operasi pun belum terbuka. Diri ini sudah menunggu 1 jam namun operasi belum juga selesai.

Diri ini akui bahwa momen – momen menunggu saat ini tidaklah menyenangkan, aku yang selalu berpikir mengenai bagaimana dokter melakukan operasi terhadap Laurensia, bagaimana ia dibius sampai tidak sadar. Dan bayangan – bayangan yang terbersit mengenai apa saja yang dilakukan dokter di dalam ruang operasi. Ya Tuhan semoga ia baik – baik saja. Untungnya dokter yang menangani Laurensia adalah dokter terbaik di kalangannya, dokter yang cekatan, muda dan masih keluarga dekat, jadi diri ini menyerahkan sepenuhnya kepada tangan terampil dokter yang menanganinya. Dokter Cindy namanya, di rumah sakit Pluit.

Akhirnya satu perawat keluar “Ibu sedang dijahit pak, sudah selesai operasinya, sekarang dokter sedang menunggu kondisi ibu stabil” Satu perawat pun keluar untuk menenangkan. Setelah itu Laurensia pun didorong di atas tempat tidurnya keluar dari kamar operasi, hati ini pun gembira luar biasa. Doa ini terkabul, ia baik – baik saja. Syukurlah. Diri ini berterima kasih luar biasa terhadap dokter yang membantu proses operasi Laurensia termasuk suster dan asisten yang menanganinya.

Satu malam itu aku bisa menghargai kebersamaan kami yang luar biasa di kamar rawat inap rumah sakit. Laurensia pun sudah mulai sadar sepenuhnya dan diri ini pun sangat bersyukur.

3 hari yang lalu, …

Pagi itu hari rabu. Diri ini ingat, masa kehamilan Laurensia sudah 7 bulan, dalam hati yang terdalam, rasa takut selalu ada. Kehamilan adalah proses yang indah dan juga beresiko bagi ibu dan anaknya kata dokter. Dan dalam hati ku selalu berdoa Semoga kehamilan Laurensia baik – baik saja dan tidak ada masalah. Maklum kami belum pernah mengalami ini. Satu pengalaman pertama dalam seumur hidup kami. Ini kehamilan pertama. Pada kehamilan 3 bulan pertama dokter mendiagnosa bayi kami perempuan. Setiap saat aku mendoakan supaya bayi ini bisa menjadi berkat untuk sesama, seperti kebahagiaan yang dibawakannya ke keluarga kami dalam kehamilan Laurensia.

Seperti satu hari biasa, hari itu adalah hari rabu dan diri ini harus berangkat untuk mengajar , rutinitas pun dijalani dengan kesibukan kami berdua yang padat. Diri ini sendiri baru pulang mengajar di Karawaci, baru saja mengobrol bersama rekan – rekan dosen disitu dan juga mahasiswa yang ada di studio arsitektur. Kemudian Diri ini mampir sebentar ke kantor memberikan beberapa masukan terhadap desain yang sedang dikerjakan. Laurensia pun akhirnya masuk ke kantor untuk mengingatkan karena hari sudah malam dan kami punya janji untuk bertemu dengan dokter, untuk cek kehamilan 7 bulan.  Kami pun bergegas ke satu rumah sakit di bilangan Jakarta Pusat. Pak Misnu, sopir keluarga pun sudah menunggu.

3 hari yang lalu Wanita terbaikku menanyakan kepada diriku mengapa bayi kami di dalam kandungan tidak seaktif biasanya. Aku  menjawab untuk menenangkan istri, tidak apa – apa mungkin ini wajar, kita kan akan ketemu dokter sebentar lagi. Pada waktu itu sekitar jam 9.45 malam dan kami baru masuk ke ruang tunggu setelah lama menunggu, urutan terakhir setelah 1 setengah jam lebih menunggu. Pada waktu itu kami bisa melihat detak jantung bayi kami berdua, ada yang berkedip – kedip di layar USG, rasa khawatir pun menjadi pupus. Ini anaknya baik – baik saja, kata dokter mengiyakan, ketika Laurensia bertanya.

3 hari kemudian

Nama Anak kami adalah Cherry, bagi kami dia adalah satu malaikat yang akan mewarnai orang – orang sekitarnya dengan kasih sayang. Memberikan kebahagiaan setiap saat pada saat ia ada sama seperti ia memberikan kebahagiaan dalam waktunya yang sebentar di dunia ini.

Tidak ada yang bisa membayangkan ketika 3 hari kemudian, pada hari jumat pagi. Cherry  meninggal. Ia didiagnosa kehabisan air ketuban, dan Cherry terlambat dikeluarkan oleh karena itu ia meninggal. Tidak ada yang percaya bagaimana ini terjadi dan mengapa ini bisa terjadi pada keluarga kami meski ada beberapa puluh argumentasi dan hipotesa mengapa ia tidak ada, tidak ada gunanya mempersalahkan siapa – siapa. Memang sudah jalannya seperti ini.

Pikiran ini pun kembali ke hari jumat malam pukul 23.30.  ketika diri ini sedang menunggu operasi Laurensia untuk mengeluarkan Cherry dari kandungan. Operasi Caesar yang dipimpin dokter Cindy.

Satu berkat ini datang 7 bulan yang lalu, dan kemudian begitu mudahnya ia pergi, satu kebahagiaan ini pergi begitu saja di hari ini. Di bulan ke 7 kehamilan Laurensia. Kami diajar mengenai arti kehilangan dalam kehidupan.

Aku berdoa sepenuh hati, kupeluk Cherry dengan derai tangisan, kesedihan yang tidak tertahankan. Anakku begitu cepat engkau pergi, papa dan mama sudah punya begitu banyak mimpi yang indah bersamamu, sayang sekali Tuhan punya rencana lain terhadapmu nak.

Hanya kurang dari 1 hari,diri ini bisa menyentuh memeluk Cherry untuk pertama kali dan terakhir kalinya namun kini ia pergi. Aku pun merasakannya ketika abu itu ditebarkan di laut, Ia melindungi perbuatan, pikiran, dan perkataan kami berdua dalam cinta kasih terhadap sesama. Hari Jumat pada saat itu adalah hari yang penuh dengan kesedihan, kehilangan dimana kami kehilangan Cherry. Diri ini tidak bisa membohongi siapapun untuk mencoba tegar dan belajar dari kehilangan ini. Namun aku percaya, ia ada di sekitar Laurensia dan diri ini untuk menjaga derap langkah kami.

Diri ini pun tersenyum ketika dalam satu hari setelah operasi, Laurensia sudah pulih kembali , ia sudah mulai bisa berjalan seperti biasa, kemauannya kuat untuk bangkit. Aku berbisik dalam hati. Cherry terima kasih sudah jaga mama.  Satu minggu setelahnya, satu teman dari orang tua kami, berbisik. Pada waktu itu, pagi – pagi setelah dimandikan, Cherry ada di rumah duka. Ia melihat Cherry ada di samping kami. Teman dari orang tua kami itu berbisik, ia sudah menjadi malaikat pelindung keluarga.