Kategori
research

Arsitek dan Arsitektur dalam Ruang dan Waktu?

Tulisan-tulisan berikut disusun berdasarkan riset mendalam dengan keyakinan bahwa di balik karya arsitektur terdapat proses kreativitas yang panjang, melampaui umur arsitektur itu sendiri. Energi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya terus bergerak, melebihi kapasitas personal sang arsitek. Apa saja kebaikan dari nilai-nilai ini?

Hipotesis pertama menyatakan bahwa arsitek sebenarnya berada di tengah-tengah berbagai aktor yang menentukan lingkungan, dan daya kritisnya menjadi kunci untuk melihat potensi dalam keterbatasan Biaya, Mutu, dan Waktu. Hipotesis kedua adalah bagaimana kekayaan budaya, sejarah, teori, dan kritik di dalam lingkungan, termasuk konteks ekonomi dan geo-politik dari suatu tempat yang saling berkelindan pada setiap titik penting waktu, menghasilkan metode desain yang komprehensif.

Penelusuran yang berjalan juga dimaknai dari sudut pandang kemanusiaan, berkaitan dengan psikologi, pengembangan diri untuk menghadapi tantangan dunia, dan perjalanan menemukan tujuan hidup. Karenanya, refleksi tentang sikap, kultur, dan cara bekerja, serta kerangka berpikir yang dijalani sehari-hari di studio juga menjadi sorotan dalam tulisan-tulisan ini.

Dengan ini, harapannya pembahasan arsitektur tidak hanya dibahas dari sisi kreativitas atau ranah personal arsiteknya saja. Namun, juga mengeksplirasi manusia sebagai makhluk sosial, dengan energi yang bertaut-tautan dan disusun secara elaboratif. Proses penulisannya pun dijalin dari kolaborasi banyak orang dan banyaknya perspektif, sehingga menghasilkan narasi yang menunjukkan transformasi cara berpikir. Semoga ini bisa menjadi tulisan sastra yang panjang, sebuah epos cinta untuk arsitektur.

Menata Gudang Ketika Dinding Galeri yang Penuh

Tadi pagi saya ditelepon seorang kawan dekat. Ia sedang memikirkan cara meneruskan pemikiran gurunya, seorang yang semasa hidupnya banyak mendefinisikan arti jaringan. Percakapan kami mengalir lama, dan ada satu kalimatnya yang terus tinggal di kepala saya setelah telepon ditutup: guru itu makin langka, katanya, meskipun pengajar itu banyak. Saya pikir ia benar, dan bedanya memang…

Sekolah yang Tidak Meminta Ijazah

Ada masa ketika kesulitan di lapangan datang bertubi-tubi, dan pertolongan muncul dari arah yang tidak saya duga: seorang anak muda seusia anak SMA. Bukan insinyur, bukan lulusan universitas. Seorang anak yang sangat pintar, yang tangannya dan kepalanya bekerja sama dengan cara yang jarang saya temui bahkan pada orang-orang yang jauh lebih tua darinya. Sebut saja…

Menggeser Sebab, Bukan Menghapus Malam

Malam ini saya tidak bisa tidur. Tetapi sebelum ada yang khawatir, izinkan saya menjelaskan sesuatu yang saya pelajari bertahun-tahun di profesi ini: ada dua macam tidak bisa tidur. Yang pertama karena gairah, terlalu banyak hal menarik yang ingin dikerjakan besok, dan kepala menolak menunggu pagi. Yang kedua karena cemas, pikiran berputar-putar di tempat yang sama,…

Pondasi yang Tidak Minta Dilihat

Ada satu meja di rumah Tanah Abang, Petamburan. Meja itu lebar, jauh lebih lebar dari meja kerja biasa, dan di siang hari ia menjadi milik ayah kami dan rekan-rekannya. Mereka duduk mengelilinginya, menghitung anggaran, membuka gulungan gambar, memeriksa dalam satu ruangan yang sama, bersama-sama. Lalu malam datang, ruangan itu sepi, dan meja yang sama menjadi…

Luka yang Dirawat, Bukan Disembunyikan

Apakah seorang dewasa bisa hidup tanpa melakukan kesalahan? Saya sudah cukup lama hidup untuk tahu jawabannya: tidak bisa. Dan sejujurnya, saya sudah berhenti berharap bisa. Saya bekerja dengan bangunan, dan bangunan mengajari saya sesuatu tentang ini. Minggu lalu, di sebuah acara, pertanyaan yang paling banyak muncul justru yang paling membumi: bagaimana mengantisipasi dinding yang retak.…

Ruangan yang Menunggu Cerita Kegagalan

Sore tadi, di sebuah panggung tentang kecerdasan buatan “AI” dalam praktik arsitektur, saya memperhatikan sesuatu yang sederhana tetapi terus terngiang: ruangan itu paling hidup bukan ketika seseorang bercerita tentang apa yang bisa dilakukan mesin, melainkan ketika seseorang “jujur tentang apa yang gagal ia lakukan”. Saya cb refleksi, dan menuliskannya sekarang. Banyak yang berbicara tentang AI…

Pendidikan Itu Menuntun, Bukan Mencetak

Mudah sekali ikut menyalahkan pendidikan arsitektur yang katanya sudah rusak. Yang jauh lebih sulit adalah berdiri di dalamnya, mengakui bahwa saya bagian dari sistem itu, dan bahwa persoalannya tidak pernah sesederhana yang terdengar di lini masa. Belakangan ramai keluhan tentang dunia pendidikan kita. Kurikulum yang usang, dosen yang lebih sibuk mengurus administrasi daripada mendalami materi,…

Ego, Pamong, dan Arsitektur Kota Besar – Part 2/2

Klien jarang mengeluh soal harga atau waktu di depan arsiteknya. Yang membuat mereka diam-diam kecewa sering kali adalah ego sang arsitek. Tapi inilah yang jarang kita sadari: ego itu bukan soal kepribadian yang buruk. Ia adalah gejala dari sesuatu yang jauh lebih besar. Sebuah tulisan oleh Realrich Sjarief + Hanifah Sausan N. Di artikel sebelumnya…

Berbagi Sebagai Sumber Kekuatan di Tengah Kompetisi Profesi Arsitektur

Di profesi arsitektur yang kompetitif, mencari kawan untuk berdiskusi tanpa transaksi ternyata tidak mudah. Banyak orang sibuk membangun namanya sendiri. Perbincangan lebih sering soal omzet dan jumlah tim daripada soal karya atau filosofi. Tapi belakangan saya sadar, sebagian masalahnya ada pada cara saya sendiri memandang pertemanan. Puncaknya di masa pandemi, dari luar saya terlihat produktif.…

Ego, Pamong, dan Arsitektur Kota Besar – Part 1/2

Perdebatan soal sertifikasi arsitek, kegunaan institusi profesi, komisi yang rendah, dan sulitnya mencari pekerjaan terus berulang di berbagai forum diskusi arsitektur. Namun, di balik semua itu, ada pertanyaan yang lebih dalam dan jarang dijawab dengan jujur: apakah arsitektur kita sedang dikendalikan oleh pengetahuan dan kepedulian, atau oleh ego? Sebuah tulisan oleh Realrich Sjarief + Hanifah…

Romo Mangun, Jejak-Jejak Arsitektur yang Memanusiakan

(English translation is available below) [Diterbitkan pertama kali pada 25 Mei 2025] Selama proses penulisan artikel ini, seorang desainer di studio kami bertanya, “Kenapa sih Kak Rich menulis tentang Romo Mangun? Kenapa kami yang muda ini perlu untuk mengenal beliau?” Well, mempelajari sosok Romo Mangun bukanlah sekadar tanggung jawab sejarah. Dalam refleksi praktik penulis di…

Eko Prawoto dan Desa, Metode Arsitektur Masa Depan untuk Indonesia

(English translation is available below) [Diterbitkan pertama kali pada 14 Juni 2025] Sepuluh tahun terakhir sebelum wafat, arsitek Eko Prawoto memutuskan untuk menepi ke desa. Keseharian kota yang tak pernah luput dari pembangunan dan lahan subur proyek arsitektur itu ia tinggalkan. Beliau membangun rumah baru di desa, menciptakan “proyeknya sendiri” bersama tukang-tukang yang tidak selalu…

Great Teacher – Ryadi Adityavarman

Tidak banyak orang yang mampu membuat kita tersentuh dengan seluruh pengalaman hidupnya. Orang semacam itu seakan tidak hanya menjalani hidup untuk dirinya sendiri; ia mengamati untuk kita, menyimpan pelajaran-pelajaran dari jalannya untuk suatu saat dibagikan. Dan begitu kita bertemu satu, kita mulai penasaran bagaimana jalan hidupnya, karena empati sedalam itu biasanya lahir dari pelajaran tentang…

Sikap Tangguh, Fleksibel, dan Efisien dalam Dunia Arsitektur Menuju 2030

Sikap Tangguh, Fleksibel, dan Efisien dalam dunia arsitektur menuju 2030. Arsitektur dipahami sebagai profesi yang sedemikian tertutup, bebas nilai, padahal desain bisa jadi sangat efisien, strategis dan kolaboratif. Sebagai refleksi terhadap beberapa kejadian di sekitar studio kami, dimana banyak kesalahpahaman terjadi karena ketidaktahuan. Tulisan oleh Realrich Sjarief dan Arlyn Keizia. Mulai dari klien, kontraktor, vendor,…

Carl Jung, Bollingen Tower, dan Refleksi Studio Kami

Bentuk massa yang organik, bertumpuk – tumpuk, dan bertahap – tahap dibangun, membuat kami mencari konsepsi Jung dalam membangun kediamannya, dibahas oleh Newport, bahwa inilah mesin eudomonia, sebuah konsep yang dibahas oleh David Dewane, bahwa ada kombinasi program, untuk bagaimana berinteraksi secara sosial sembari tempat melakukan refleksi mendalam, yang disebut Newport, Deep Work. Tulisan ini…

Work Hard, Work Smart, Work Heart

Refleksi singkat soal membangun sikap pantang menyerah dalam studio arsitektur. Tulisan oleh Realrich Sjarief dan Arlyn Keizia. Sudah hal yang biasa jika perbincangan tentang kerja di studio arsitektur sering dikaitkan dengan kultur kerja hingga larut malam. Kultur ini juga tercermin dalam karakter Moko di film 1 Kakak 7 Ponakan, dimana apa yang dialami oleh Moko…

Hemingway, Apurva and Metode Iceberg

Kemampuan literasi (membaca, menulis, dan berpikir kritis) sastra di dalam arsitektur seringkali dihubungkan dengan kemampuan mengatasi tantangan hidup. Mulai dari memahami situasi dalam pemecahan masalah, menganalisis kegagalan, hingga bangkit dari kegagalan tersebut. sebuah tulisan dari Realrich Sjarief + Jocelyn Emilia. Ernest Hemingway menulis “Kehidupan menghancurkan kita semua, tetapi beberapa di antara kita menjadi lebih kuat…

Mengejar Ekor Waktu, Proses De-Tailing

Tulisan kali ini adalah tentang bagaimana seorang arsitek bisa melihat metode melalui tahapan waktu dan observasi di lapangan secara menerus. Dalam refleksi singkat kami, seringkali saat menjalani proyek arsitektur, studio kami melakukan proses detailing yang membuat arsitektur bicara dengan skala yang kecil. Proses detailing ini memakan waktu yang tidak sebentar, dan merupakan cerminan jam terbang…

Jam Terbang Arsitek dalam Ekosistem yang Terbatas

Melihat arsitek-arsitek dengan jam terbang tinggi, kita bisa belajar sebenarnya hal-hal yang substansial justru ada di luar studio sang arsitek atau metode desainnya. Hal yang substansial tersebut terkait klien, komunikasi, dan bagaimana memposisikan diri. Refleksi ini membuahkan tulisan-tulisan, termasuk tulisan ini yang ditulis oleh kami, Realrich Sjarief + Hanifah Sausan. Dengan bingkai praktik Frank Gehry,…

Membangun Diskusi yang Substansial

Akhir-akhir ini, studio kami fokus pada hal-hal yang substansial dan penting. Hal ini bermula dari pengalaman menghadapi kritik, sanggahan, atau ajakan untuk berdiskusi dalam presentasi atau workshop yang kadang membuat kita merasa tidak percaya diri. Tidak jarang juga kata-kata yang dilontarkan mencerminkan frustrasi, kekesalan, dan keterbatasan dari pembicara, yang bisa menyebabkan perdebatan menjadi berputar-putar dan…

Overbudget, Kritis, dan Tumbuh

Ini adalah cerita soal satu dari 3 strategi desain yang mempertanyakan fenomena over-budget, Kritis, dan tumbuh dari diskusi sekitar kami, yang dikembangkan di Guha oleh Realrich Sjarief + Hanifah Sausan Refleksi singkat dari beberapa cerita di sekitar kami: sebuah karya arsitektur milik kawan kami yang bisa sampai over-budget berkali-kali lipat misalnya, merupakan hal yang jadi…

“Brothering” Geoffrey and Bevis Bawa, Perjalanan Dukung Mendukung dalam Bersaudara.

Di dalam praktek arsitektur, bagaimana memperlakukan klien dengan baik menentukan masa depan praktek arsitektur arsitek. Perlakuan seperti saudara, memperjuangkan klien seperti saudara, adalah komitmen yang membuat seseorang sukses. Berbahagialah apabila memiliki saudara / kawan yang selalu mendukung sepenuh hati, untuk meletakkan kepercayaannya ke tangan kita. Brothering, hal yang jarang dibahas di dalam literatur arsitektur, justru…

avatar Realrich Sjarief

Oleh Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Tinggalkan komentar