Butterfly Collection

IMG_20131104_223501” The world would never amount to a hill of beans if people didn’t use their imaginations to think of the impossible.”- Pete Seeger. Tulisan ini untuk membagikan pada dunia, mengenai nafas kesedihan ataupun nafas kebahagiaan, hal – hal yang terduga dan yangtidak terduga, yang membuat hidup seperti mengumpulkan koleksi kupu – kupu. Tentunya yang terbaik yang diambil untuk direnungi kembali untuk apa kita disini.

 

20 April 2014 Diri ini baru kembali dari Medan untuk mengerjakan proyek satu masterplan disana. Kemarin sampai malam hari diri ini mengerjakan satu masterplan ini bersama tim membuat perencanaan ini dan merapihkannya selama di pesawat. Dulu diri ini berkesempatan untuk mengerjakan salah satu masterplan juga disana seluas 200 ha di daerah Deli Serdang. Diri ini bersyukur bahwa proyek ini berjalan dengan baik dengan organisasi dan kualitas pekerjaan yang sangat baik. Medan sudah memiliki proses yang sangat baik sebagai satu kota, satu line kereta api sibuk melayani track dari Airport menuju Jantung kota. CBD sudah mulai bermunculan, penataan pusaka kota pun terlihat cukup menjanjikan meski perlu diketahui mengenai seberapa ketat isu bangunan pusaka ini dijaga melalui peraturan yang ada.  Di malam hari diri ini dijamu oleh mahasiswa - mahasiswa USU, dari diskusi yang terjadi, diri ini sangat menghargai semangat mereka untuk maju, untuk berkarya di sela – sela waktu malam hari mereka. Satu anak kantor melaporkan bahwa progress sudah selesai dikirimkan, saya pun membalas, terima kasih. Great Job. Diri ini pun terkapar tanpa daya. Bersiap untuk esok ke Semarang.

14 April 2014 Akhirnya acara hari ini berjalan dengan baik. Puji Tuhan atas semuanya, semoga adik – adik dan rekan  - rekan yang datang bisa mendapatkan banyak hal dari Mas Sibarani Sofian dalam pengalamannya menemukan dunianya sendiri. Dan kemudian mereka bisa menemukan dunianya sendiri. Acara ini terinspirasi dari kerja keras Pak Tata untuk membina anak – anak juniornya, beliau mengajarkan kepada diri ini untuk bisa tulus berbagi untuk orang lain, terutama orang yang lebih muda, benar – benar membina, membagi waktu untuk meningkatkan kemampuan, sikap supaya tradisi berarsitektur kita berjalan lebih baik lagi.

10 April 2014 Dengan tulus, ada acara berbagi di kantor saya. Ini adalah kegiatan sharing yang dipikirkan secara spontan saja tanpa pretensi apa – apa, demi proses berarsitektur dan transfer dari kakak senior terhadap adik – adiknya. Acara ini bersifat terbatas, karena memang tempatnya terbatas.

Screen Shot 2014-04-22 at 9.19.06 AMdetail disini

02 February 2014

I’ve just got a wonderful quote about facing our life with smile and planning “

Whatever happened in the past is over. Do not dwell on past mistakes. There’s no point crying over spilt milk. Everybody makes mistakes. It’s what you learn from the mistakes, and promising yourself not to repeat those mistakes that matters. When you miss opportunities, don’t dwell on it, as there are always new opportunities on the horizon.

Being able to smile when being slightly misunderstood is good upbringing. When you’re wronged and you smile with calmness, it is generosity. When you’re being taken advantage of and you can smile, you’re being open-minded. When you are helpless and you can do a philosophical smile, you’re in a calm state. When you’re in distress and you can laugh out loud, you’re being generous. When you’re looked down and you can calmly smile, you’re being confident. When you’re being jilted in relationships and you can smile it off, you’re being suave.”

here is the full article

30 Januari 2014 Satu adik saya memberikan gambar dan memberikan sebuah buku. Ia menggambar muka ini di atas kertas, saya tersenyum melihatnya, mirip gambarnya dengan alis yang tebal, rambut yang pendek, kacamata, hidung, mulut.   Ia orang yang pendiam, jarang berbicara lantang. Namun ia selalu berusaha menemukan hal yang terbaik dalam setiap momentum hidupnya untuk menjadi orang yang lebih baik. Baru senin kemarin diri ini mengumumkan bahwa sudah tidak ada acara perpisahan lagi karena sejujurnya, diri ini sudah tidak sanggup untuk bersedih setiap ada yang keluar dari kantor untuk bersekolah ataupun melanjutkan petualangannya di dunia ini. Bagi saya, semua yang berkerja bersama adalah keluarga saya sendiri, siapapun dia, apapun latar belakangnya.

IMG_0002ia menulis pesan yang membuat diri ini larut dalam kesedihan, membuat diri ini menyadari kembali rantai waktu bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan.IMG_0003

Dear Kak Rich,

It’s probably one of the hardest phase of my life. I’m no bragging about it. But truly, leaving this office and it’s beautiful people is a hard choice to do. Thank you for this awesome 2 years. I’ll always remember all the things i’ve learnt from you, mas beng, kak yudith, putri, and each person in this place.

You have travelled to many places, learned from many people, and in the end you found you own happiness with RAW and your love of your life, kak yudith . And my time is coming to take another journey like you’ve done before in order to learn life one step further.

Thank you for being such an inspirational boss and heartwarming person. Wish you and your family all the best thing in life could offer. 

Regards,

Raras.

IMG_0004

Tetesan air mata mengalir, kesedihan datang tak disangka – sangka, Saya akan kehilangan, kehilangan pribadinya, kehilangan kehadirannya, kehilangan keceriaannya, namun saya yakin awan kebahagiaan akan muncul dimana masa depan yang cerah untuk adik saya ini akan selalu saya doakan, semua akan berjalan lebih baik. Setiap rentang waktu memiliki catatan perjalanannya sendiri.  Orang pergi, dan kemudian orang datang, meninggalkan memorinya, catatannya, saat-saatnya sendiri. Tidak banyak orang yang bisa meninggalkan kenangan yang dalam di rentang waktu perjalanannya, namun adik saya ini sungguh memberikan kenangan yang manis dalam perjalanannya, dan saya benar – benar bersyukur untuk itu, dan semoga kita bisa bertemu lagi, dalam rantai waktu ketika yang ada. Terima kasih Raras.

 

20 Desember 2013  “Sliced Wood – Cendana”   dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia. Diri ini mendesain satu furniture untuk pameran biennale desain dan kriya 2013 satu acara di Galeri Nasional, terima kasih tim Design Perfection Workshop untuk kerja kerasnya [ini cerita lebih lanjut]

Screen shot 2013-12-21 at 12.23.04 PM

Ini pengumuman nya dari publisher Imaji  : untuk pertama kalinya karya 14 industri kreatif dan kriya diadakan bersama dalam satu ajang pameran Biennale Desain Kriya Indonesia (BDKI) . Lebih dari 67 karya individu dan karya kolaborasi terkurasi akan hadir di dalam acara besar ini. Diharapkan acara ini memberi kontribusi positif terhadap dunia desain dan kriya Indoesia.

Exhibition: 20 Desember 2013 s.d 19 Januari 2014 @ Galeri Nasional Indonesia.

Screen shot 2013-12-21 at 2.32.51 PM

15 Desember 2013 salah satu pembimbing diri ini, meninggal dunia, namanya Ahmad Rida Soemardi. Pak Tata adalah satu figur yang dekat dengan diri ini di masa – masa kuliah dan masa – masa diri ini menempuh pendidikan master di Sydney. Ia orang yang sangat hangat, periang, dan dikenal akan kepakarannya dalam studi urban desain. Dalam disertasinya di University of New South Wales, ia masih menyempatkan waktu untuk diri ini, saya seperti  mendapatkan satu pembimbing tambahan selain Jon dan James di tahun 2009. Ia menjadi penyeimbang di antara intelektual Jon yang rasional dan James yang puitis. Pak Tata orang yang menjembatani pengertian antara keduanya. Mungkin ia menjadi penyeimbang akan dua dunia yang diri ini hadapi di tahun itu. Beliau selalu menyempatkan waktu untuk membahas, berdiskusi mengenai topik bahasan yang seru mengenai urban desain ataupun mengenai wisata kuliner dimana beliau memang doyan makan. Tidak dipungkiri bahwa diri ini mendapatkan satu role model yang menyeimbangkan dunia. Mungkin Pak Tata tidak bermaksud menyeimbangkan, namun memang karena pembawaannya, namun menjadi penyeimbang dunia harus mampu untuk bisa mendengarkan, dan dari dia saya mendapatkan satu contoh terbaik untuk bisa berkaca, bercermin dalam kehidupan sehari – hari. Saya kangen sekali dengan beliau,  orang baik seperti beliau selalu mendapat tempat di hati murid – muridnya yang beruntung mendapatkan bimbingan beliau, salah satunya saya. terima kasih Pak Tata. God Bless you.

9 Desember 2013 Minggu kemarin, diri ini ke gereja untuk beribadah minggu bersama Laurensia. Pada waktu itu ibadah sedang memasuki doa Syukur Agung kemudian mendadak lampu mati, yang tersisa hanyalah lilin yang menerangi romo, menerangi putera altar,  dan romo berbicara tanpa pengeras suara. Semuanya hening, dalam keheningan itulah, suasana khusyuk terasa dalam, dan diri ini menemukan kedamaian, Tuhan seakan – akan berbicara. Kesederhanaan itu indah, terasa dalam, kedamaian seutuhnya. Sama seperti kehidupan, indah dan terasa dalam untuk menjadi manusia yang utuh dalam hening. Apa yang terlihat dalam kehidupan terkadang hanyalah kulit dan pupur muka saja, ekspresi yang jujur, makna yang dalam, akan membuat kita merefleksikan diri menjadi manusia seutuhnya.

8 Desember 2013 Diri ini merenung mengenai satu kata ” terkenal”, mbak Vivi, Avianti Armand, menulis satu tulisan disini. Kata “terkenal” adalah satu kata yang wajar, kalau seseorang tidak dikenal, maka ia tidak bisa mendapatkan penghidupan, seperti seorang arsitek yang semakin dikenal karena mungkin kapabilitasnya untuk menghasilkan bangunan yang disukai orang yang menunjuknya sebagai arsitek, sama seperti dokter yang semakin dikenal karena mungkin kapabilitasnya untuk mengobati penyakit sehingga banyak orang datang untuk diobati penyakitnya. Di tulisan mbak avianti sepertinya ada kerisauan  dengan fenomena cepatnya informasi,atau popularitas  sesaat dalam arsitektur, memang suatu alasan yang benar adanya dalam proses berarsitektur yang lebih baik. ini cerita lebih detail , Screen shot 2013-12-08 at 10.12.16 PM

ia menulis lebih lanjut :

“Yang jelas, “sindrom terkenal” itu juga mewabah di sini. Terus terang, saya sedih melihat kecenderungan arsitek-arsitek muda tanah air, mangga-mangga mengkal dan umbi-umbi pejal yang belum siap panen,  buru-buru ingin jadi terkenal, sehingga rela membayar untuk dibuatkan buku tentang biro atau konsultannya. Padahal, kalau menilik karya-karyanya, saya percaya mereka masih harus menempuh perjalanan yang lebih jauh. Akhirnya kita melihat buku itu sebagai alat marketing belaka. Publikasi harusnya punya bobot berita, bukan sekedar alat pencitraan dan propaganda. Sindrom yang sama, saya duga, juga jadi bensin luar biasa yang mendorong arsitek-arsitek kita untuk berpameran ke luar negri. Dengan mengundang diri sendiri, dengan biaya sendiri, dengan tenaga sendiri. Saya sampai heran luar biasa. Saya tanya buat apa? Jawabannya: untuk menunjukkan pada dunia kondisi arsitektur di Indonesia. Saya tanya lagi, buat apa? Untuk membuka hubungan lintas negara dengan arsitek-arsitek manca negara. Saya tanya lagi, buat apa? Ternyata jawabannya berhenti di situ.” [Avianti]

Ada beberapa 3 hal penting menurut diri ini yang perlu direnungi, mungkin penulis merasa banyak buku – buku arsitektur yang tidak sesuai dengan ekspetasi beliau, mungkin juga penulis mengkritisi mengenai pameran tanpa agenda yang di bawah ekspektasi beliau yang dicetuskan beberapa saat yang lalu. Mungkin penulis hanya berharap mengenai muatan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas informasi terhadap karya arsitektur yang ada. Saya pikir tulisan ini akan membuat satu refleksi untuk berbuat yang lebih baik dalam meningkatkan standar kualitas meski ranah itu adalah subjektifitas orang per orang. Dimana Karya arsitektur memiliki perenungan yang panjang, dan proses yang panjang, yakni 1 tahun sampai karya tersebut selesai kemudian mulai ditempati, 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, syukur apabila karya arsitektur dianggap begitu baiknya sampai dipertahankan di dalam era yang berubah, ia kemudian menjadi penanda jamannya dan kemudian memiliki pembuktiannya. Oleh karena itu, menjadi arsitek yang baik, membutuhkan kesabaran untuk menghadapi dunia.  Saya pikir tulisan ini seakan – akan menantikan keseimbangan yang wajar dimana definisi terkenal didudukkan sewajarnya, berbicara mengenai karya yang terbukti nyaman, terbukti indah, dan publik pun menanti dalam alegori desain yang ada, dalam pembuktian rentang waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu memang diperlukan suatu kesabaran dalam berkarya untuk selalu berbuat yang terbaik hari demi harinya.

6 Desember 2013 Buku Houses by indonesian Architect sudah terbit. Terima kasih Pak Sonny, Mbak Imel dan tim sudah membantu arsitektur kita untuk lebih dikenal ke masyarakat.

2 Desember 2013 Tidak terasa sudah bulan Desember. Diri ini bersyukur Murakabi sudah selesai 50%. ini cerita perenungan tentang Murakabi, satu rumah yang belum selesai, mungkin akan tumbuh seiringnya waktu dalam keindahan proses iterasi desain arsitektur.

Screen shot 2013-12-02 at 11.33.15 PM Screen shot 2013-12-02 at 11.34.13 PM cerita lebih lanjut [klik disini]

23 November 2013 Hari ini hampir seluruh waktu dihabiskan untuk melihat museum Purnabakti Pertiwi di daerah TMII,  beberapa hari yang lalu diri ini dihubungi satu teman lama untuk datang ke tempat ini hari sabtu ini, untuk membantu  mendesain di lokasi ini, bagaimana mengaktifkan museum dengan program – program baru yang kreatif sehingga bisa mendukung operasional dari museum yang tinggi. Melihat potensi yang ada, bukaan solid void, keindahan struktur, kemudahan akses, pola – pola abstraksi lansekap yang tidak terdesain sekarang menjadi penting, bagaimana hubungan antara fungsi atraksi yang baru dengan yang lama akan menjadi salah satu hal utama. Kita harus berbicara mengenai masa depan, bagaimana citra yang baru terbentuk dengan bisnis komersial yang masuk akal untuk merawat museum itu sendiri. Puisi dengan masa lalu menuju masa depan menjadi hal yang terutama. Daerah ini memiliki luas 20 ha dimana bangunan yang baru akan menghidupi bangunan lama, pembicaraan jenis – jenis anchor menjadi penting, salah satu fungsi dimungkinkan adanya universitas media, studio film, pusat ilmu pengetahuan, pedestrian mall, dan renovasi museum purna bakti pertiwi.

“The whole is greater than the sum of the parts.”

Buku Indonesia House akan dilaunching oleh tim mbak Imelda Akmal awal bulan depan. Diri ini bersyukur, Bare Minimalist diliput di buku tersebut, terima kasih untuk kesempatannya dan kerja kerasnya dalam publikasi mbak Imelda dan tim. Sementara itu Rumah milik dari keluarga Frans Wiriawan sudah hampir memasuki pengecoran lantai ke tiga, bulan ini dan bulan depan adalah hari yang menentukan untuk proyek ini karena pekerjaan struktur sudah selesai dilakukan, dan eksperimen finishing arsitektur akan dilakukan. Beberapa pekerjaan rumah tinggal lainnya yang sedang dikonstruksi sedang menunjukkan citranya, satu di kebayoran, tiga di alam sutera, dua di meruya. Setiap karya arsitektur itu berbeda – beda dengan klien – klien yang berbeda – beda, dengan pendekatan yang berbeda – beda dalam setiap citranya, citra yang merunduk ke tanah untuk melihat langit yang biru, selaras dengan alam.

18 November 2013 Senin sudah memulai minggu ini dengan rutinitasnya, minggu ini akan cukup padat dengan design development yang terjadi untuk proyek – proyek . Selasa dan kamis besok adalah hari yang menentukan untuk presentasi Galeri Nasional ke pejabat – pejabat tinggi pemerintah, ini adalah satu skema yang dimenangkan dari kompetisi kira – kira 2 bulan yang lalu,Galeri Nasional sudah hampir selesai perencanaannya, puji Tuhan semua lancar tanpa kendala.

Perspektif Mata Burung

Perspektif Mata Burung

Screen shot 2013-11-28 at 11.49.18 PM Screen shot 2013-11-28 at 11.49.07 PM Screen shot 2013-11-28 at 11.51.30 PM Konsep dari Galeri Nasional ini terinspirasikan dari kesederhanaan bumi, dan birunya langit dimana keselarasan akan menjadi titik tertinggi dalam pencapaian manusia..[ini cerita lebih detail] , Thank you my  dream team for best work, Septrio Effendi, Christiandy Pradangga, Donald Aditya, Tatyana Kusumo, Apriani Sarashayu, Maria Vania, Muhammad Iqbal Zuchri, Mukhammad Ilham, Miftahuddin Nurdayat and for the interns as well, Devina, Okta, Galih, Nidya, Richard.

15 November 2013 Hari ini, diri ini rapat mengenai 5 proyek  yang berbeda, diri ini sendiri letih, untungnya besok sudah hari sabtu, bisa beristirahat. Perancangan hotel adalah mengenai hospitality design. Bisnis atau fungsi komersial yang menggantungkan dirinya terhadap bagaimana melayani tamu yang akan menginap sebaik mungkin. Berapa fasilitas yang didapatkan oleh 1 kamar / 1 bay akan menjadi kunci utama yang juga berkaitan dengan jumlah total kamar yang ada. Chemistry antara owner dan operator memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan feasibility study, setelah itu arsitek memiliki tanggung jawab untuk membuat desain se-kreatif mungkin yang tentunya harus feasible dalam pembangunannya. Kepekaan untuk mengerti tipologi ini menjadi penting. Minggu depan akan menjadi hari yang penting supaya desain – desain bisa selesai tepat pada waktunya. 14 November 2013 Mengenai urban design paradigm, diri ini berpikir mengenai garden city, Ebenezer Howard, mengenai keputusannya dalam membuat kota satelite yang banyak diperbincangkan bahwa tindakan tersebut sendiri adalah mendukung sprawling. Dalam satu sisi realitanya, itu benar adanya yang terjadi, namun dalam sisi lain, manifestor kota satelite adalah satu upaya untuk mengurai kepadatan, ketidakteraturan yang ada untuk kemudian kembali lagi memperbaiki struktur yang lama. Screen shot 2013-11-18 at 7.58.44 AM 10 November 2013 Kantor baru direnovasi lagi, semoga semua lancar, anak – anak bisa semakin betah di kantor, seperti keluarga saya sendiri.

wherever you go, go with all your heart. Confucius

7 November 2013 Rumah keluarga pak Misnu sudah mulai berdiri , diri ini sendiri baru menyisihkan untuk membeli atap foil dari bahan recycle, mengganti atap polycarbonate yang ada. Rumah ini saya namakan Murakabi, bukan dari bahasa Jepang tapi dari bahasa sansekerta yang artinya bermanfaat untuk semua. Rumah , dimana seluruh bentuknya mengadopsi dari bentuk stream line horizontal, dengan modul 1.2 m x 2.4 m, rumah ini berisi 3 buah kamar tidur dengan dapur, dilengkapi dengan warung di depannya untuk melayani kebutuhan sehari – hari dari warga sekitar. Ini baru 50 persen selesai.  harus berusaha keras dalam supaya rumah ini cepat selesai. Belajar dari romo, mungkin bisa jadi tumbuh perlahan – lahan menjadikan rumahnya nampak cantik dan penuh ledakan ide, emosi.

Never think you have seen the last of anything – Eudora Welty.

Screen shot 2013-11-16 at 10.49.30 PM Screen shot 2013-11-16 at 10.49.48 PM

3 November 2013 Beberapa hari ini, diri ini pergi ke Yogyakarta. Yogyakarta memang satu kota yang romantis, dengan usahanya untuk menjaga budaya tetap ada. Diri ini dan beberapa adik2  pergi ke rumah Romo Mangunwijaya, dari situ diri ini melihat jejak – jejak kehidupan romo yang hidup selibat, hidup dari keterbatasan yang ada, dengan teknik konstruksi yang menggabungkan keterbatasan material dan kekreatifan dalam menggubah bentuk. Workshop diletakkan di lantai dasar, dengan rumah di sisi depan, sirkulasi dibuat tidak langsung, melihat dari samping, dengan tektonika bata , sambungan kayu yang diperlihatkan. Dari sini saya pikir  sebenarnya, apa yang dibuat ini lahir, dan tumbuh secara perlahan, beliau menambahkan setiap fungsi satu demi satu yang kemudian fungsi privat terhubung dengan fungsi sekolah, interlocking dengan ada nya jembatan yang menghubungkan dua buah massa, beberapa eksperimen yang gagal juga terlihat di sambungan pintu jendela dengan sambungan engsel lantai atas – bawah,  yang memang jauh dari kesan selesai. Saya melihat sehari – hari nya beliau muncul sebagai individu yang spontan, kreatif, dan meledak – ledak dalam setiap pojok rumahnya, mengingatkan saya meski dalam skala yang berbeda dengan figur Enric Miralles seorang arsitek spanyol yang berpuisi dalam setiap gubahan bentuknya. Dari sini saya belajar mengenai kekreatifan beliau dalam setiap detail yang muncul dalam pergulatan sehari – hari, ledakan jejak – jejak arsitekturnya.

Pictures of the trip

Pictures of the trip

1 November 2013 Hari ini diri ini mengganti nama firma arsitektur dari DOT Workshop menjadi RAW [Real Architecture Workshop] selepas 3 tahun diri ini kembali ke Jakarta dan berpraktek.  DOT Workshop akan memfokuskan ke kolaborasi antar pembangun dan tukang, sebagai pembangun yang melakukan eksperimen terbaik demi satu karya bangunan yang lebih baik daripada masa lalu. Dimana Real Architecture Workshop, memiliki fokus pada inovasi arsitektur, redefinisi program, teknologi detail arsitektur, integrasi dengan struktur dan utilitas, dan bentuk yang tropis, dan se kreatif mungkin. Sementara itu proyek – proyek terus berjalan, beberapa proyek yang sedang berjalan termasuk perancangan beberapa hotel di jalan Matraman, Cempaka Putih, Cemara, Kemang, Bogor, Bandung,  beberapa perancangan rumah tinggal milik keluarga Syadli dan Farhad di Cipayung. Ada juga perancangan rumah – rumah cluster Accola milik pak Sidharta. Screen shot 2013-11-17 at 11.30.47 AM 23 Oktober 2013 Jurusan Arsitektur Binus membuat satu acara yaitu Urban Play Ground. Di dalam acara ini, diri ini  sendiri merenung, mengenai hakikat playground, satu tempat untuk bisa mengekspresikan diri. Bahwa di kota ini memang perlu ada tempat – tempat aktualisasi diri, bermain – main, melihat alam, mungkin sudah saatnya Jakarta memiliki waduk – waduk yang indah, pedestrian yang nyaman tempat bertemu orang – orang baru, bersosialisasi. Namun saya pikir desain berbasiskan riset, beberapa saat yang lalu, diri ini mendapatkan buku berjudul greening Singapore, berisi tata cara untuk merawat taman yang ada di singapore lengkap dengan jarak pohon, jenis pohon. Disini Singapore sudah melakukan riset yang panjang dan buku ini hanya sebagian kecil dari riset mengenai urban desain yang ada di dalamnya. Made in Jakarta mungkin bisa memulainya, satu riset panjang mengenai Jakarta yang mendukung kebutuhan siapapun yang membutuhkan. Screen shot 2013-04-27 at 9.49.46 AM 27 September 2013 Hari ini dir ini  bertemu dengan kawan lama, namanya Gunawan Tanuwidjaja. Dia mengundang untuk memberikan seminar di ITS. Saya dan Gunawan berteman baik, dulu ia yang mengajarkan bagaimana harus mencari ilmu sebaik mungkin melalui kelompok minat digital library, yang pekerjaannya menscan buku – buku untuk kemudian di bahas bersama, saling berbagi mengenai satu topik arsitektur. Diri ini bilang ke anak mahasiswanya, bahwa pak Gunawan adalah teman baik , dan teman baik sulit didapat. Pekerjaan boleh datang dan pergi, ilmu selalu bertambah namun kenangan tetap ada. Diri ini  berbicara singkat saja mengenai design paradigm, kutub – kutub pemikiran yang berbeda dalam desain, dan arsitek  bertanggung jawab atas coretan garis yang mewarnai kutub pemikiran tersebut. Pak Gunawan sekarang aktif mengajar di Petra, mengajarkan mengenai studio perancangan, dan pemahaman mengenai arsitektur yang merespons kaum diffable. Energinya yang tinggi, mewarnai arsitektur Petra sekarang. Diri ini percaya beliau akan mewarnai dunia arsitektur di Surabaya. Pak Gunawan, terima kasih atas undangannya ke Surabaya. 26 September 2013 Pagi ini Diri ini  diundang ke ITS untuk acara yang diselenggarakan yaitu, lomba tugas akhir nasional, saya bertemu satu kehangatan disini, bertemu dengan Pak Agung, Pak Paulus, Pak Defry, Pak Josef, dan kawan kawan yang lain, celotehan, senda guraunya mewarnai pembukaan hari ini, selebihnya hari berlangsung sangat cepat dari diskusi didapatkan juara pertama dari ITS, Rizky, juara kedua dan ketiga dari universitas Tarumanagara, dan Bina Nusantara. Semoga acara seperti ini bisa terus berlangsung, dan tahun depan yang mendaftar lebih banyak lagi. Malam itu juga diri ini  bertemu dengan beberapa mahasiswa dari ITS, mereka adalah orang – orang yang ingin belajar lebih. Beberapa dari mereka adalah mahasiswa perantau. Diri ini  sendiri bertemu dengan salah seorang dari mereka pagi ini di bandara, diri ini ingat, perut ini lapar sekali, capai sekali juga, kemarin baru lembur sampai pagi bersama – sama dengan adik – adik di kantor untuk menyelesaikan beberapa perkerjaan yang harus diselesaikan. Baru tadi malam bertemu dengan  beberapa anak ITS di zanggrandi, satu tempat yang romatis, tempat yang sudah banyak berubah, dengan kota yang sudah berubah sangat, ke arah yang sangat baik. Bravo bu Risma. Pak dulu waktu jadi mahasiswa bagaimana ?,  ya seperti kalian,  jarang tidur, belajar arsitektur dengan baik, baca buku, berteman dengan banyak orang.  Pikiran ini menerawang, teringat 8 tahun yang lalu diri ini sendiri juga masih mahasiswa. Pada waktu itu diri ini  sendiri sering berada di kegiatan kampus, dan tenggelam di kegiatan kampus. Dari situ  bertemu satu teman  yang adalah ketua himpunan pada waktu itu. Dari situ juga, Kegiatan belajar untuk ikut rapat – rapat yang menyita waktu dan tenaga pun dilakukan, demi belajar bagaimana berhubungan dengan orang. Malam itu, dalam keyakinan, orang – orang di depan ini, adalah mahasiswa mahasiswi yang terbaik , ada satu orang ketua himpunan, ada pengurus – pengurus, mereka orang – orang yang meluangkan waktunya untuk mengenal diri ini dan istri lebih dekat lagi. Oleh karena itu kita bisa bertemu.  Kepercayaan ini menjadi begitu tingginya bahwa setiap orang itu unik oleh karena itu setiap mahasiswa berkembang menurut caranya sendiri.Belajar dalam arsitektur itu seperti belajar dalam berkehidupan.

Pak Agung dan Para Juara

Pak Agung dan Para Juara

Beserta anak - anak arsitektur ITS, photo by Annisa Diah Astarini

Beserta anak – anak arsitektur ITS, photo by Annisa Diah Astarini

25 September 2013 Today is my second marriage anniversary with my lovely wife, Laurensia. ^^ diri ini  dan istri saya sudah seperti perangko, kemana bersama – sama, berpikir bersama – sama, kadang – kadang ia menemani  untuk hari – hari minggu sabtu berdiskusi dengan klien, begitu juga  diri ini yang biasa duduk di ruang tunggu pasien kalau ia sedang melakukan konsultasi gigi. Rasa semakin jatuh cinta dengan Laurensia makin nampak terbayang setiap harinya, ketika uban ini juga makin banyak di umur 31 tahun, ketika perut menjadi buncit, ketika, ritual setiap hari nya itu ada untuk makan pagi, makan siang, makan malam bersama. Ini semua seakan – akan mengajarkan ke kita berdua,  mengenai indahnya hidup.

5 September 2013 I just came back from working trip to Belitung. I worked one resort here, The building is fantastic, the owner, the builders has pushed the limit of the construction difficulties. I was thinking that  I’m just a musical player who played with instruments of nature. I hear the voice of the nature, the beauty of construction here gathered by local labour. The resort complex was aimed to finish on this December. 2 September 2013 I just came back from Jogjakarta, city with spirit of java. I met old friend from Palembang who studied on Urban Design, Rizka Drastiani, I asked her to show me, Kali Code’s development, an urban development and bits of architecture piece by Romo Mangunwijaya. Screen shot 2013-11-21 at 9.54.20 PM 1 September 2013 I met few students at UNS, sharing about architecture. 30 August 2013 I’m going to Solo for UPH’s student workshop of PA 3. The workshop is placed at rumah rempah, which is a workshop owned by Paulus Mintarga 26 August 2013  12 August 2013 I’m flying to Singapore tomorrow. 8 August 2013 Happy Lid to all my brother, sister, hope you all have great time in this public holiday. I’m so happy with this break, because I can relax and enjoy the holiday for 2 weeks with my family. I gave my staffs few days off, they have worked very hard for me, it’s worth to enjoy life at least once a year. By the way I’m not going anywhere, I am staying in my lovely house, spending time with my family. I might plan for next holiday trip. I have two options in my mind, I was thinking to go to Bangladesh to see my lovely friend, Omar. I have another promise to fullfil to this person, I think I’m bad at fulfilling my promise. Another one, I might go to Singapore, for short trip. I’m planning to see what’s my friends are up to. Hopefully they are doing great ! 7 August 2013 I met  Ditri, new reporter who got my number from Sunthy. She asked how do you know Sunthy, I was wondering, I don’t know either, the thing that I know, we still connected in our own way. We discussed much in Slipi few months ago. Ditri is interesting person, she is landscape designer who loves to write. She has her own story about connecting the network of in her view, connecting people by what they can do with what they have for the society. It will be in her new magazine. I remember what she said at the end, “Realrich, Honesty in good deed can be seen by looking at the people eyes.” and the, I smile with that phrase from her.  It ends our chat in one coffee corner at Plaza Senayan, afterwards I went back to watch movie with Laurensia. Nice to meet you Ditri. 6 August 2013 I was wondering while I was walking in my neighborhood, there are several renovation of old buildings, new buildings which make me contemplated about my practice, about how far should I go to determine one form to another form, how far should I challenge the brief. Starting from building philosophy is always my favorite intention. I don’t quite like what happens in my neighborhood. It’s  not questioning about what the function and form should be. They called their style minimalistic, from my opinion, it’s not what Mies intends to, or Pawson, or Ando, which they try to expose themselves to such philosophy, a philosophy of living less, minimalistic, or silence in spirituality, feeling to get enough. Then my eyes, my head wonder about the tiny bit, about the gutter that is not planned within, about the leaking which might happens, about the cracking in joint between concrete and brick exposed by sunlight which might be a problem of leaking tested by time. I just feel it isn’t right way to do architecture here they are heading to. It’s about thick lipstick sometimes misinterpretation, another generalization about minimalist architecture, it’s never about form, it’s about philosophy. 4 July 2013 Contemplating about the core of architecture movement, I love what Robert Venturi believes. In the 1966, there is publication under the title “Complexity and Contradiction in Architecture” he stated :

Architects can no longer afford to be intimidated by the puritanically moral language of the orthodox. Modern Architecture. I like lements which are hybrid rather than “pure”, compromising rather than “clean,” distorted rather than “straightforward,” ambiguous rather “articulated” perverse as well as impersonal, boring as well as “interesting,” conventional rather than “designed,” accommodating rather than excluding redundant rather than simple, vestigial as well as innovating, inconsistent and equivocal rather than direct and clear. I am for messy vitality over obvious unity. I include the non sequitur and proclaim the duality.

This believe is wonderful, opposed to Corbusier’s rational believes, which It expressed by some of his buildings. The article that he wrote, about a man with a donkey thought should explains this contradiction very well. 1 August 2013 I met my great uncle, he was the one who encourage me to open the firm. He hired me as well to design his own building, his office and his house. He said “Design building for me, a building which I could admire, live in, work in, and it should be actually works as I live with my activity within.” I love nature, I was thinking to use some of the metaphors for this design. I remember about Alvar Aalto a man who embraced modernism early in his career then moved on to develop a personal idiom.Idiom that acknowledged modern culture and technology but remained firmly grounded in the Nordic context. He has designed wonderful sanatorium, furniture, which reflects the form of nature which is organic. 17 June 2013 Today I’m very tired of finding new place for our small workshop. I kept looking for these few days from one to another place. Laurensia and me went to river side of Daan Mogot, place where stock piles of garbage dumped there. We found one place of storage for workshop there. But there are problems such as flooding, smell, but the space is spacious. I’m also looking for one house for my driver, he has a dream for having his own place of living, a small, but decent one. I found a small piece of land, only 80 sqm, gladly he like it. The thesis then come in my head about the affordable house for every people especially, which is cost less but very decent one. Vo Trong Nghia has tried designing low cost house, but I think the passive design is not addressed perfectly, It’s still hot during the day time which show the temperature is quite high even though he is using bamboos louver as sun shading. 8 June 2013 I remember one day that was bitter like Gibran’s symphony,

Screen shot 2013-06-08 at 7.55.57 PM

Kamboja tree at Bali – “Nature in Harmony”

“Only yesterday I was no different than them, yet I was saved. I am explaining to you the way of life of a people who say every sort of wicked thing about me because I sacrificed their friendship to gain my own soul. I left the dark paths of their duplicity and turned my eyes toward the light where there is salvation, truth, and justice. They have exiled me now from their society, yet I am content. Mankind only exiles the one whose large spirit rebels against injustice and tyranny. He who does not prefer exile to servility is not free in the true and necessary sense of freedom.” Kahlil Gibran

4 June 2013

tenganan

Traditional House at Tenganan

I raised concern in our life, our man made culture. That sometime we see the opportunity as wild, to maximize the profit of each moment. I wonder then, what purpose of life then ? If we can’t share our life to the one who needs it.  I believe, each day will pass by, and the kindness of everyday life in wherever you are should be seen as kindness serendipity. By the way  I just came back from overseeing work at Kerobokan, Bali. I can see why we say Bali as Island of God. It’s kindness, the architecture marvels to respect nature, man live under nature. While the people probably try to respect nature as its best with it’s people. The irrigation system might show us example of its living system.

“Subak is a traditional ecologically sustainable irrigation system that binds Balinese agrarian society together within the village’s Bale Banjar community center and Balinese temples. The water managements is under the authority of the priests in water temples without forget about Tri Hita Karana Phylosophy which is relationship between humans the earth and the gods; an ancient method followed in India by rishi’s of Hindu Religion in India.” wiki

I also visited Tirta Gangga, such a wonderful landscape beauty because of it’s natural water flow, its ambiance of tranquility, we can sense such spirituality which connect from our heart to nature. The brief history said that this one hectare complex was built in 1946 by the late king of Karangsem. There are many beautiful statues, carvings, path walk, fountain. ” Tirta Gangga literally means water from the Ganges and it is a site of some reverence for the Hindu Balinese. Strictly, the name refers to the water palace built here in 1948 by the Raja of Karangasem, Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem. It is, however, widely used to refer to the general area which includes the water palace and the lush rural areas around.” Wiki. 

I felt the coldness of the water, the freshness that it brings. Its one way to respect our nature. I think this journey to east of Bali is worth to bring such spirituality to our mind heart and body.

3 June 2013 I heard Raras’s father got heart attack, hope and pray the best for her father :(. That what I affraid might happen to my parent as well. We as human being connected by love with our parent and family. The good news is I heard that her father is recovering. :) 22 May 2013 I’m off today from office, spending time with my wife. The best wife in the world. I remember Robin Sharma wrote that most people don’t discover what’s most important in life until they are too old to do anything about it. They spend many of their best years pursuing things that matter little in the end. While society invites us to fill our lives with material objects, the best part of us knows that the more basic pleasures are the ones that enrich and sustain us. I believe that no matter how easy or hard our current conditions, we all have a wealth of simple blessings around us. As we do, our happiness grows. Our gratitude expands. And each day becomes a breathtaking gift. 21 May 2013 Tomorrow my wife is having birthday :). I can’t wait to spend my time with her. So I will be off tomorrow. 17 May 2013 Today is saturday, I went  to Bidadari Island with some of the students for sharing experience. #1 It was sharing about my life experience in uni, my working experience, moment of learning, toughness of working time of 3500 hours per year when I worked with past colleagues working for Norman Foster, Wu Tzu Chiang, and Mas Emil, and other prominent mentors. This experience I must say, was very important experience to shape my way of thinking in my practice now. It is all about knowledge development, but despite that thing, secondly,I shared about the relationship between people to people, encouragement, good relationship which I mean real relationship, take and give to be true family with everyone even with stranger. The third thing is, I shared about the person that we have to face turbulent times, depends on, In my case, that person is my lovely wife. She came with me to the talk and everywhere I go. In this life there is always be turbulent times, thousand of times of sadness and happiness, be prepared, and enjoy your time ya :) Tuhan terima kasih atas hari ini, semoga minggu depan, hidup akan semakin baik untuk dijalani, penuh suka cita. :)

meandlaurensiabyfirine

Photograph by Firine Eika, Candid by her, thank you :)

 

16 May 2013 I fixed my lovely bicycle in local workshop. He has a name, his name is Seagram, not Seagull. :) I used it when I was in Uni, 10 years ago.

20130519-212416.jpg

Seagram not Seagull

“Life is like riding a bicycle: you don’t fall off unless you stop pedaling.” – Claude Pepper

… 13 May 2013 Evan, my student, reminded me about talk at Bidadari. I look forward for the event on 18th to 20th May, 12 May 2013 I was thinking about the design of the cities, I think there are 3 main typical functions of urban spaces, network, square, and core. One masterplan is a way to organise to enhance a good behavior for its people with different culture, climate setting. To create one masterplan we need to understand theory, history, philosophy, culture, environment, aesthetics, typologies while  exclude one item which is politics. One book by Alexander Cuthbert, Designing Cities, should explain all of these item with writing from, Manuel Castells, Christian Norberg-Schulz, Peter Newman, Jon Lang, Aldo Rossi, etc 11 May 2013 I’m doing  landscape design for my brother and sister’s house, my mother’s house. To learn about art of gardening, I was thinking to learn from the best gardeners and nursery centre,eventhough my aunt taught me about lot of things, the functionality of shrubs and trees. Asihara, Ching also wrote several well thoughtfull books about art of gardening, landscaping. 9 May 2013 Last week, my former colleague, Scott Valentine came to Jakarta, It’s been 8 years, I haven’t seen him, he is working with WATG, one prominent hospitality architecture firm. Hopefully he was happy during the trip. He had seen my working space, meeting with my staffs inside the workshop place where I did experiment in Architecture, and I invited him to see our workshop, place where I tried to get sense of perfection done in such limited resources.

Scott ““This is the office” I’m told, “now look up – and back there”  My first shock is how many people they have packed into a tiny space, then I look up, I look behind me. there’s people everywhere!  A single long desk space packed with computers, workers and files adorns the side wall.  Then above another level of staff.  12 staff in a 10m x 3m room!” here is his story, you can click this link . Scott’s Writing,

Screen shot 2013-05-12 at 8.13.18 AM Screen shot 2013-05-12 at 8.11.54 AM Screen shot 2013-05-12 at 8.12.30 AM

20130513-080805.jpg

My Seat – Light up

… 8 May 2013  Our way is not soft grass, it’s a mountain path with lots of rocks. But it goes  upwards, forward, toward the sun. Ruth Westheimer, b. 1928 I believe that we do not move through our days alone or apart from the world around us. And so we must always be aware of the things and the people we allow into our live. I think It’s a mark of wisdom,tons of blessings to choose to spend time in those places that inspire and energize you and associate with those people who elevate and uplift you. Whether in our work or within our personal lives, these most positive friends and peers will inspire us to be our greatest selves and to lead our largest lives. 7 May 2013 Dear God, thank you for your kindness to my family, my friends, and me. Hope you will always be with us, to show compassion, love, and sincerity. Give us strength, and let my loved people see this as a love message to show your love. Thank you so much. 1 May 2013 I was thinking to continue the renovation my driver’s house. I was thinking to use all of the recycle material, the left over small pieces marble as wall and floor. Bu the composition of the planes should be very clear composition bringing sense of privacy and functionality of wall as building structure,because the space is quite limited and the structure used is existing structure. 21 April 2013 Dear my loved one, I would like to say, Thank you for your love, precious passion you have been giving to our family. This society has become a messy place to be. People value their things more than they value their relationships. We seem to be more interested in stroking our egos than in the much richer pursuit of reaching our ideals. It’s just so sad, it’s become more popular to be popular than to be ethical, brave, and kind. I’m so happy and showing honor having you in my life. I hope that we can life our life freatly, my wife. Dream boldly. Live beautifully. And to our last breath, Love to the fullest. 16 April 2013 2 days ago i went to Bandung for visitting two architects, seeing their works on their house, Pak Apep and Mas Deddy, I was very happy because of their response and willingness to share their work to me and my students of Thinking Drawing Class. 7 April 2013 I remember one house that is on the hill that I always think of, I made a model from cardboard for contemplating the composition. It’s made from composition of planes. One house that I love is Falling water (1935-9). Arguably Wright’s masterpiece, achieves such a unity with landscape, its forest and hill. Its tiered horizontal concrete slabs dramatically cantilevered over a waterfall – at one an abstraction of its setting and an integral part of it. It is also showed in wright other’s work, Taliesin was built from local stone combined with concrete made out of local aggregate, so the structure appeared to grow out of its rocky desert setting. 6 April 2013 I remember, my first date with Laurensia. She is the my love one, time flies so fast, it’s been 5 years now. hugs ! :)

withSweetheart4_resize past

2009 – Last Date before flying to England

30 March 2013,

“Among his various possible beings each man always finds one which is his genuine and authentic being.The voice which calls him to that authentic being is what we call”vocation.” But the majority of men devote themeselves to silencing that voice of the vocation and refusing to hear it. They manage to make a noise within themselves…to distract their own attention in order not to hear it; and they defraud themselves bysubtituting for their genuine selves a false course of life.” Jose Ortega Gasset

I spent my time today with my wife, so happy for our moment together :) 29 March 2013 Yesterday, Laurensia, my family, and me went for mass to celebrate Holy Thursday. In this mass, there is Pedilavium (washing of the feet), traces of which are found in the most ancient

rites. We learn that Jesus washed our feet with his hand, so we have to wash other’s feet by our hand. It’s showing true compassion to help, serve each other. I met one person he is looking for job. I was thinking to open door for him, his eyes showing a sincerely, a way of showing respect for others.  I want to look after more people as much as me and Laurensia can. By doing that this world should be one better place, at least in our world.

28 March 2013 I was wondering about the relationship between object and its relationship in architecture.The object itself in the need to connect to the outside world, therefore context comes in. That’s why architecture and outside world is somehow connected, bringing outside in whatever it is, the surrounding, the nature is very important. I think Shigeru Uchida agreed with me, he wrote

“there are two directions for design themes,. They are the way to grasp a “thing” or “object” as a subject and the way to consider a “relationship as precedent.” … a major theme is how to create a relationship between each of these things that has its own individual meaning. Moreover, on top of these relationships, each of their parts also comes into existence.

House at Tulodong

Sketch for Jong’s House

The challenge in architecture is the relationship to what ? the relationship itself is a predicate not a subject, it’s a process on connecting the tissue of each part which is solving the problem and creating wonderful design. 27 March 2013 I’m thinking about the new bioclimatic form about roofs. The roof is one of the most beautiful part of architecture, it’s a crown,resembling human attributes. It’s the head. The question, how can you design new touch about it. What is new then, according to its beauty, function, logical structural question. Can it be lighter ? Roofs are the building element that are subject to greatest changes in temperature, and therefore the greatest expansion and contraction. Different types of roofs were thus created, with different thicknesses and materials according to the characteristics of each place. The construction aspect of roofs is undoubtedly significant for their design and maintenance.  A roof is considered to be flat when the pitch is no more than 5 %. A roof with a pitch of 5 – 15 % is considered a low pitch roof, and one with a pitch higher that 15% is considered to be a pitched roof, I think the choice of one type of roof or another depends fundamentally on the communication between architect and client, on answering the client’s needs and foreseen the innovation in the roof design technology. It’s added by carlos broto that it’s depends also to the climatic conditions and on resources available. It must be conceived constructively, rationalised and adapted to the variable conditions of its environment. 26 March 2013 Today I met my old friend, he is now working in a prestigious company in Indonesia. It’s very unpredictable to meet him again, I was thinking about the click moment, Frans Johansson, said :

“”The world has never behaved in a predictable fashion, and that has never been truer than it is today. But this means that anyone of us has the opportunity to change world in the most unexpected of ways.An opportunity can present itself in the blink of an eye. It can happen when you least expect it. It can hapen in an instant , when the various pathways of our lives come together in surprising ways and connect.”

I never expect to meet him to talk about many opportunities, but that’s click moment, always surprises us. It’s happened to you as well, :) it’s about opportunity to getting know each other. 24 March 2013 I remember my daughter, Cherry, I feel so sad :(

23th March 2013 I’m so Gratefull today, many good things happened :) Right now I’m thinking about one school of construction mastery, It’s one school I named, “Design Perfection Workshop”. It’s one place to train skill for new apprentice in stone masonry, blacksmith, and carpentry. This school allows us to train the craftsmanship.The intention is to find new way of construction, of perfecting the old one, both of them are needed. I’ve got my intention, there are two spots needs to be perfected one is the improvement of understanding art in architecture, and construction in architecture. Both of them accumulates to be one master piece of architecture. That’s why I was thinking what we could do for striving such mastery.

foto bareng gamma fadi

Spending Time with Fadi and Gamma

16th March 2013 Finaly I met Fadi Raditya and Gamma Sinta Rini during our trip to Bandung, Fadi and Gamma have established their own architecture firm titled farad studio. hope the best for them. 13th March 2013 I’m at Pontianak, it’s about one masterplan nearby Ambawang River. I was thinking that this project needs to be green in landscape, full of park where old and young meet up. The street is going to be great !, I was thinking the ROW doesn’t need to be 12 m, but it can be smaller, 8 m is sufficient with no gate. In design of the masterplan, the framework is very important. It’s about combining the whole thinking of beauty of the nature and uniqueness of each typology, understanding the commercial force is also important factor. 12th March 2013 I was thinking in the office, I put all of my energy to understand force of nature, and brought it to the architecture scheme. The architecture scheme needs to say it’s a damn good design, depends on each circumstances. I want it to be extremely meaningfull. Each project has each story.

10 th March2013 I read one book “New Regionalism in Bali Architecture by Popo Danes published by IMAJI Publishings, in overall I love this book not only because of many breathtaking and beautiful pictures but it shows a clarity in showing plan,elevation and section. The description in the project, explained very well although it can be more detailed. It’s started briefly from what client asked Popo Danes in brief and what His intention in answering the brief. I like Popo Danes,his lovable gesture of what I called synthesis of neo traditional movement is evolving so we can look at the picture, many details resemble traditional usage of material, joining technique. I can say he is one great empirist ! :) I would love to see him in person

6th March 2013 Akanaka is nearly finished. I’m expecting all the things about design is on place. I was thinking about this project which has rational of  functionality, the communal space arrangement, the lightwell between rooms, and the exercise of aesthetic and economical aspect of detail design.

20 th February 2013, My mom is having birthday today. I pray for her health and happiness. She has been sick for several days, few days ago my family and me taking her to emergency room because of her fever. I hope she will recover as soon as possible. I’m designing several houses now, I think every houses need not to be same, there are such principles, but it will always better than before, also the detail. In our act, excellence is not an act but a habit. Keep the spirit ya ;) Architecture is a lifelong commitment The principles of workmanship to unifiy art and architecture came from very long time ago. It’s the need of perfection of architecture mastery. It was found by one of my mentor, Walter Gropius. He is Well known because of his rationality in the design during form follow function movement. In 1913, Gropius published an article about “The Development of Industrial Buildings,” which included about a dozen photographs of factories and grain elevators in North America. A very influential text, this article had a strong influence on other European modernists, including Le Corbusier and Erich Mendelsohn, both of whom reprinted Gropius’s grain elevator pictures between 1920 and 1930. [Wikipedia]

The Bauhaus school was founded by Walter Gropius in Weimar. In spite of its name, and the fact that its founder was an architect; the Bauhaus did not have an architecture department during the first years of its existence. Nonetheless it was founded with the idea of creating a “total” work of art in which all arts, including architecture, would eventually be brought together. The Bauhaus style became one of the most influential currents in Modernist architecture and modern design.[1] The Bauhaus had a profound influence upon subsequent developments in art, architecture, graphic design, interior design, industrial design, and typography. Wikipedia.com

akanaka

My thought for Akanaka Logo [simple, crisp, beautiful]

19th February 2013, Lobang Kayu, one of our project will be on Archinesia next edition, thank you IAAW for such publication. Also I designed this logo for one of design built. I love for the simplicity, but we need to add more options to see where it might go. I need to send this to Denny and Edhie, to get their approval for the design.

18th February 2013, I really love to use concrete. I love the texture of the material, the simplicity, boldness and heaviness of the original fingerprints that it brought. The character is different than steel, It’s heavy. The challenges is always how to enlighten this kind of material. Ando Tadao has been developing the mastery of the concrete with the general contractor to get the surface smooth and done in such panel integrated with the structure itself. Today I spent several hours at Oemah Demang, I need to do last add for lighting design and several transition details from bare concrete, gutter, L steel, and coral. I think that the details make the architecture function as a whole.

17th February 2013, Today is Sunday, Laurensia and me enjoy Bandung so much. I spent quite a while to plant pine trees along the edge at the home for cherry. We talk to the local workers, village people to help us taking care of the baby trees. Hear the voices of the nature

“There is always Music amongst the trees in the Garden, but our hearts must be very quiet to hear it.”

me and laurensia seeing the trees

Minnie Aumonier 16th February 2013, I woke up very early in the morning, . I remember that today Laurensia and me will have our time in Bandung, such lovely city. Before we go I need to go to Kemang Timur for supervise Oemah Demang design. I was wondering about the lighting of this home. I think the best place to find lighting fixture is in Bandung, it’s not expensive, and the design is good. So I made a preparation to set up several points for outdoor lighting on site with workers.

13th February 2013, I got interviewed by Dwell design, thanks to tya, and mbak Sunthy for the hospitality. It’s about Bare minimalist design for Charles Wiriawan. We invented wind chimney, cross air circulation, and sunshade fixtures together with combined by lightness of the concrete and living canopy to soften it’s expression. I called this paradigm, Bioclimatic Design. I think it’s about innovation of understanding climate in architecture. It’s holistic approach to design. I remember Alexandros N. Tombazis wrote

“…You should approach design in a holistic way, drawing strength and inspiration from all the elements of which it is composed, for example: history, culture, social considerations, symbolism, beauty, function, technique, place, sustanaibility and energy considerations, climate. the law of physics and time-cost benefit…  do not frown on these issues. They all count and are important, of course not always to the same degree in all projects. On the other hand though, and this is the difficult part of it, if you take everything into consideration but lack that extra flair, the end result will probably not be much than mediocre, a watered – downsoup.”

I think to decide which one is more important that other, we need to sense it. Each project is definitely unique, and we need design of architect’s eyes to bring the brilliant scheme.

10th February 2013, I just back from Belitung doing site supervise Arum Dalu resort. several Villa detail design is done on spot. Today is Chinese New Year. I got package from Surya, celebration card and photo journal. I hope the best for him for his career. I’m really happy to see all of my staffs going forward and do their best. 8 th February 2013, I did several on spot design. The Arum dalu starting to have its own beauty. I believe this resort will be one world class resort with the passion of the owner, the beauty of the nature, and the architecture that inspire and enhance the beauty of it. I was thinking that the detail need to be function, timeless, and aesthetically beauty. I did survery with people, we found kaolin coral which has spark and translucency like onyx but it’s beautiful, rare in pure white colour. I was thinking to have special custom shower fixture designed, it’s using pvc pipe covered with 80 mm blanger plank.

detail - arum dalu

Detail of Arum Dalu Resort – Project

concrete unfinished

Detail of Arum Dalu Resort – Concrete Prefab by Agus Suparmono

Detail of Arum Dalu Resort – Detail – Project

Ship cotter pin

7 th February 2013, I look at the ship construction in Belitung, how the joint unified using traditional wood cotter pin. They also can bend the wood using warmth of fire. It’s one of the local traditional carpentry. I was thinking about bent wood, and remember my master alvar aalto do the same thing but it’s in the different way for his furniture design. arm chair 406 in 1939. Check this. 5th February 2013, Encouragement. One word that makes human stronger. I find this word hard to swallow in this world today. It’s really important to put trust on whoever help you regarding to everything. I’m planning to do last revision Oemah Demang Design revised done in today. It’s about the lightness of hand railing, the honesty of its construction and its efficiency to reduce building cost. I was thinking that stainless steel fitting that allowing 3 cm gab might do better than putting the panel directly to steel stick.

1st February 2013 It’s already new month. I’m very happy to see my wife recovered from our loss. Yesterday I did lecture for Architecture department of University Indonesia. I shared one butterfly collection, from my side of view to make our fantasy come true in architecture. There are several components, thoughts needed such as context, creativity, initiatives, and trust. Creativity is basically trying to solve problem with new paradigm, fresh look with one full learning design iteration. It’s never ending qualitative process. Fantasy is all about people. It’s one enterprise that brings people together around some marvelous dream that inspires people and contribute rich value to those they serve. With all the technology, disruption, competition in the world today, a lot of us have forgotten that the whole game is about relationships – and human connections plus context plus initiatives.

31 January 2013 It’s the end of the month. Today, I will be pretty busy, I’m planning to go on site for site inspection, together with UPH’s thinking working drawing class, meanwhile in the afternoon I will do lecture for University Indonesia students. I just can’t wait for the lecture. Meanwhile I remember today is Saturday, time for relax and have fun with family. 30 January 2013 It’s 5.30 am in the morning. I’ve got wonderful quote from Lao Tzu, it’s about how to carve our mastery and passion.

The master of art of living makes little distinction between his work and his play. His labor and his leisurer, his mind and his body, his education and his recreation, his love and his religion. he simply pursues his vision of excellence in whatever he does, leaving others ti decide whether he is working or playing. To him, he is always doing both. Lao Tzu

The wisdom of this reflected in the observation that hard work plays huge part in making you successful. And, the truth is, we simply tend to work harder at things we’re passionate about. Today I have trip for our upcoming project, It’s eco boutique hotel. Many people ask what is eco project. The simple one coined started by professor from Harvard, Ian Mcharg, in his book “Design with Nature”,

he popularized a system of analyzing the layers of a site in order to compile a complete understanding of the qualitative attributes of a place. McHarg gave every qualitative aspect of the site a layer, such as the history, hydrology, topography, vegetation, etc. This system became the foundation of today’s Geographic Information Systems (GIS), a ubiquitous tool used in the practice of ecological landscape design. [wiki]

I think this approach need to respond to passive , active, several analysis needed. The idea is to conclude harmony man with nature. I call this building bioclimatic building. 28 January 2013 Today is Monday. It’s 5 a.m. It’s the starting of the week. I will do lecture coming Saturday about architecture theme – reviving the dead at University of Indonesia. consider its definition

re·vive (r-vv)

v.re·vived, re·viv·ing, re·vives
v.tr.

1. To bring back to life or consciousness; resuscitate.
2. To impart new health, vigor, or spirit to.
3. To restore to use, currency, activity, or notice.
4. To restore the validity or effectiveness of.
5. To renew in the mind; recall.
6. To present (an old play, for example) again.
v.intr.

1. To return to life or consciousness.
2. To regain health, vigor, or good spirits.
3. To return to use, currency, or notice.
4. To return to validity, effectiveness, or operative condition.

To return death to life, a condition before. If the site is blank canvas then how to bring it back to life. Actually it’s basic need of what every scheme needs, it’s the duty of the architect when human and nature at its centre. The combination of both is needed, human and nature. To think about this we need to think critical about the context, about the city, about the action to bring back the spirit of environment [genius loci]. It’s all about good architecture and it needs to be responsive. 26 January 2013 It’s 4.30 am in the morning. I’m still refining few projects so far, I’m doing I walk for Citraland. For the few days workshop, I still don’t get the form that I want, my staffs in the office have been working hard for this, now it is my turn. I get this wonderful quote from Martin Luther King Jr. about the job that we do every that whatever our position is. He said

If a man is called to be street sweeper, he should sweep streets as Michaelangelo painted or Beethoven composed music, or Shakespeare poetry. He sould sweep streets so well that all hosts of heaven and earth will pause to say “Here lived a great street sweeper who did his job well.”

Nevertheless Because today is Saturday, I will have time with my family. :) 25 January 2013 Laurensia is recovering from the surgery, thank you for Dr. Cindy. We lost our baby, 2 months. I just hope Laurensia recover like normal quickly and we can have our time together. My tears dropped, I am very sad, but life must go on, we have to walk this life again, with what we have, living life that matters. 20 January 2013 it’s 6.a.m in the morning. Today is Sunday. Deep inside my heart cries of the news.

19 January 2013 I hope the sadness in our family because of the pain of the losing our hope does not happen. I remember story from Tuesday with Moorie, He said, when sadness happened, feel it greatly, deep inside your heart, dive with it, and then get over it. It’s done.

18 January 2013 my office is closed today. I spent time by reading books, one book is about the story of my most favorite American architect, Frank Lloyd by Bruce brooks, and it’s about the finding of prairie house. He wrote in the March 1908 issue of architectural record,

“The prairie has a beauty of its own and we should recognize and accentuate this natural beauty, its quiet level. Hence, gentle sloping roofs, low proportions, quiet skylines, suppressed heavyset chimneys, and sheltering overhangs, low terraces and out reaching walls sequestering private gardens.

Designing one house in every part of the world is unique by its context. In Indonesia, we are known for its monsoon climate, we need to accommodate air stacking effect and cross air ventilation to add fresh air which accumulate in such humid climate that we have. I think it takes time to evolve to redefine. Wright takes 7 years to redefine and invent his planning. I learn about open plan, the need of creating series of activity in house design, place where people see each other, talk with each other, because of the culture of the people, Asian culture. But William Morris has done in his design, red house. So, what could we offer, I believe in fantasy, in one dream, that house need to be warm, expressed by its beauty of unpredictable forces such as each context, and its client. In order to get inspiration, ask nature what it offers, by its impression and its character. We hear the sound, breath fresh air, and the imagination will come after. And I’m also reading another book by Frans Johansson aout the click moment. I will share the click moment in the next post ya :). I hope the flooding is over soon, and Jakarta will be normal.

17 January 2013 The city of Jakarta get flooded badly, I think the government should consider the development of the infrastructure. I think there are many best practice to follow from Tokyo, London, Denmark, Rome about the importance of the quality of living. Every people should read jane jacobs, Lang about theory of great city. I agree with what Jacobs wrote,

It is so easy to blame the decay of cities on traffic … or imigrants… or the whimsies of the middle class. The decay of cities goes deeper and is more complicated. It goes right down to what we think we want, and to our ignorance about how cities work. The forms in which money is used for city building – or with held from use – are powerful instruments of city decline today. The forms in which money is used must be converted to instruments of regeneration – from instruments buying violent cataclysms to instruments buying continual, gradual, complex, and gentler change.

hbd1

My Birthday

My Dream Team

16 January 2013 I am 31 years old today :) Jakarta is flooded today. My employees did surprise, I’m so amazed, so we had a photo session at the front of our office. I do believe the office has best camaraderie that we have cultivate the relationship so far, it can’t be measured by looking at it, but it spread among us. The flooding is getting better, Laurensia and me went to nearby shopping mall to buy a celebration ice cream for my birthday. I’m so gratefull with this life, air that we breath, family that I love so much, and friends who are beside us in matter of sadness and happiness.

Life is a song – sing it. Life is a game – play it. Life is a challenge – meet it. Life is a dream – realize it. Life is a sacrifice – offer it. Life is love – enjoy it. Sai Baba

Thank you God, Thank you my wife, thank you my family, thank you friends, thank you life for everything.

20130118-135051.jpg

Birthday with My Wife

15 January 2013 I’m refining design for cluster of townhouse at Margasatwa, the idea come up to get a concept of sustainable living, which mean dan we need to rethink about the opening, the planning configuration while the bussiness model need to be considered as well, because many sustainable scheme does not go forward because the treatment is considerably expensive.

14 January 2013 I just came back from Makassar, finding that Jakarta is in Heavy rain, hopefully the city is not flooded this time.

13 January 2013 It’s sunday, I’m going to Makassar for one eco resort, one friend asked me to help him to do his project. I was thinking to meet old friend at Makassar, she moved to Makassar few years ago, I can’t wait to hear her story. My Father is having his birthday today, I pray for his health and happiness.

9 January 2013 Love … it surrounds every being and extends slowly to embrace all that shall be, Khalil Gibran. It’s 4.30 am in the morning, I will go to Oemah Demang just make sure all of the design set up in place.

8 January It’s serene and tranquil today. I remember about Black Swan, Yevghenia, she spent few years, writing her book without comprimising to the outer world, it’s a path of perfection. In order to get perfection we need to set back from our daily routines, and ask ourself, what’s worth, what’s needed, it’s a point of redefining premise of understanding other people, our surrounding. That’s a perfection of what I think worth for. 7 January It’s 5 a.m. in the morning,

One key to success is to have lunch at the time of day most peoplehave breakfast. ~Robert Braul

today I will wrap design one house at valley for our client at Bandung, and another one in Alam Sutera. I have to make the dream crystalized.

House in its definition from merriam webster dictionary is a building that serves as living quarters for one or a few families

but I think it’s more than that definition above, I remember that in house design, Gaston Bachelard’s La Poetiques de l’espace (‘The poetics of Space; 1958) explores the psyhic nature of the house, from the attic where though are kept corresponding to the superego, to the basement where things are buried and forgotten. Houses house not only poeple and their belongings, they also contain memory and meaning. It’s deep in its philosophy and design concept.

6 January It’s 5 a.m. in the morning, I’m still refining lobby and gazebo for Arum Dalu till the precise detail and composition, the result before was still not in my expectation eventhough I know we have done our very best last week. In order to be the best, I think it’s the price of the process, the testing gets under way. I will do this until 7 a.m. and will start travel this universe of life with my wife, the best wife in the world. :) And you people don’t forget to relax ya, today is Sunday. I will pray for such blessing, and gratefullness to God for what’s good and bad been happening :)

5 January Heard about the smart tunnel proposed by Jokowi and Ahok, Very gratefull to hear it because it’s vital point to manage waste in the city, even though London needed four decade at least to build the tunnel, it’s no point to delay it. It’s about creating more healthy city. Heard very sad news about my mentor, my friend about what’s happening in his office. It’s story where corruption happens, and trust, distrust. It shouldn’t be like that, the pure intention is that office is for work, loving our working world, trying to be more capable and more capable and wake up peeps, there is ethics above innovation, and great works :). Please respect others, if we do that , at the end all story is happy ending.

2nd January 2012, I can’t wait for the starting day of daily activities, :) I will have one meeting today, hopefully the meeting will run smooth. I need to make sure the dream of the projects realized. It’s about one ecoresort in Makassar. I met Edhie, Pak Singgih, all of the head builders to coordinate, make sure the design is deliver on spot. it’s part of working the design.

1st January 2012, Happy New Year :) I hope 2013 would be the best year of celebrating the warmth of love, the pursue of happiness to be celebrated with your loved one. I have been reading few books like the leader who had no title by Robin Sharma, It’s wonderfull book, it’s one modern fable who told me about real success in business and in life, it’s also international best seller after Gladwell’s books.

31 December 2012, During my short holiday to Japan, My secretary has prepared all of the gift for my friends and relative, but it’s not enough. I haveto add more cookies for the gift, I’m gratefull that all of the preparation is finished, Laurensia helped me to wrap up the gift and preparing the gift.

30 December 2012, I can’t wait for the end of the year :) I woke up arround 4.30 a.m. I need to do refinement of work of me and my dream team, it’s about detail of floating stair using cable. It needs to be light and the transition of material to be applied smooth and gentle, and it needs to be sophisticatedly beautifull. I’m writing new article for one architecture magazine. It’s about the timeless way idea of design, one article inspired from Christopher Alexander, James Weirick, and Jon Lang. My wonderfull professor. 1 more day to end of this year.

29 December 2012, I woke up very early this morning, arround 5 a.m. preparing few materials for meeting today at Kemang for Oemah Demang. I was thinking to start a walk arround my neighbourhood for a while, to have such Healthy body is one of our best thing that we ever had, I’ve just turned 30, and will be 31, better enjoy the ride. The time is ticking :). I spent whole day, working on site in Kemang, I need to do refinement on the detail design. This building need to be awesome. I love to work on site, doing the workshop with the builder, it’s not about making the aesthetic, it’s about opening our architect’s eyes, to the detail of the construction, the labour who made it, the beauty of understanding of art making, understanding the logic of the function, and spontanious beauty came up from the numerous workshop. It’s beauty hardwork designed by me and my dream team, along with all the builders and designers inside. I met Laurensia quite late today, because the work today. But when we find ourself tired working, meeting our loved one is always so sweet and memorable just heard love words from her made just enough to close my day.

28 December 2012, The design time is just never stop :) We just get commision from one of our client to design few villas in their projects, also we have one project almost finished in Kemang, my best friend Edhie and Denny, they are the clients. I don’t want to dissapoint them so tommorow I’m going to arrange full meeting with the builder, and project manager on spot just to see one and each detail design to be built correctly and perfectly. This tim I’m adoring the texture of terra cotta for the project. I’m eager to try this material for our project. Meanwhile, we’ve just already finished design for Arum Dalu resort in Belitung, Hope that the client like it. Today, I’m refining the scheme, the design, angle, finishes, and the presentation.

27 December 2012, I just back from our trip to Japan just to relax, it’s ben such wonderfull trip. We met Fitra, Ditto, Renzo [their son] our best friends in Tokyo, while we spent a while in Tokyo, Hakone, Shirakawago, Kyoto. This trip is our baby moon trip,

Babymoon has several meanings. The original meaning is a period of time that parents spend bonding with a recently born baby. More recently the term has come to be used to describe a vacation taken by a couple that is expecting a baby in order to allow the couple to enjoy a final trip together before the many sleepless nights that usually accompany a newborn baby. Babymoons usually take place at a resort that offers appropriate services like prenatal massage.[wikipedia] Babymoon can also be used for a trip taken by a couple even before they get pregnant. As long as the trip is intended to be a final romantic fling before venturing into parenthood, the term babymoon applies.

7 August 2012 I’m very tired now, I still haven’t got any long night sleep. We are having rush dateline to design one 200 ha masterplan, I think the masterplan needs big Gesture for conceptual, i was thinking for the function like circus, one non stop looping main spine with layer of lakeside, commercial, and residential at more private precinct.

6 August 2012 Today is the first day of workshop studio at UPH, I saw students, their freshness on their spirit. Mean while right now is 17.30, i still have several hours before meeting with one contractor to discuss one of the design. I just asked of our staff to send me the drawing. I need to revise some of the design to make more spacious space. Then we are having our office in one cafe, I was thinking, the speed, the time is always so valuable. I hope that I can rest a bit, since this 2 weeks we have been in tough dateline from one project to another projects. Just to share one good news that one of our work “the bare minimalist residence” is in IAI Awards nomination. I’m feeling really happy and thankful for all of the effort we have done, whatever it takes, small effort counts to the project.

5 August 2012 Laurensia and me just got back from meeting, time is 22.30 now, We had such long run meeting since 12 am this afternoon. It’s sunday today, even though it’s weekend day, I still have 2 meetings and 1 site supervision to follow through today. Laurensia had accompanied me for meeting for 10 hours so far. I felt really exhausted, need to take a rest. Baca lebih lanjut

Akanaka

akanaka2

akanaka1

Diri ini bertemu dengan pemilik rumah ini, pada waktu itu permintaannya adalah mendesain sebuah rumah sewa di atas lahan seluas 800 m2. Akanaka ini sendiri berasal dari kata kanaka yang berarti emas,  Akanaka bertempat di Kemang Timur Raya.

Ruang di dalam bangunan menyatu dengan tiga inner court beratap skylight yang menjadi sarana berinteraksi unsur cahaya dan unsur udara alami. Dimulai dari ruang penerima, ruang menonton TV sampai pada area kamar, area pantri, serta ruang makan di zona belakang, semuanya dibuat bersinggungan dengan ruang terbuka, baik berupa taman kering maupun taman basah. Untuk memperoleh aliran udara di ruang dalam, selain dengan pola ruang yang terbuka, diberikan juga sistem ventilasi pada desain plafonnya yaitu dengan membuat celah setinggi 10 cm. Unsur air juga dipertimbangkan arsitek dengan membuat sistem resapan air pada taman kering dan taman basah.

Beberapa aplikasi desain yang diwujudkan pada guest house ini  terinspirasi dari Kaufman House yang didesain oleh Richard Neutra. Hal ini misalnya terlihat pada pola ruang yang sengaja dibuat serba-menyatu sehingga memberikan kesan ruang yang lapang. Juga, kehadiran rangka baja ekspos sebagai strukturnya yang disandingkan dengan semen ekspos pada lantai. Dengan demikian, komposisi antara material yang berkesan “keras” dapat diimbangi dengan aplikasi material kayu yang memberikan kesan “hangat”.

Akanaka yang berarti akar emas, diri ini beranggapan bahwa bangunan ini meneduhi sekitarnya dengan gesture pohon peneduh trembesi sebagai kanopi pelindung di atasnya, ia berbicara dengan satu gestur yang teduh. Juga dengan peluang industri terracotta yang diciptakannya, karya para pembuat  batu bata yang menjadi elemen separasi antara ruang luar ruang dalam. Dari organisasi uangnya,ini kali pertama, ruang – ruang dicoba untuk dipecah – pecah dalam 3 inner court yang berbeda – beda sehingga pencahayaan bisa memasuki ruang tengah bangunan.

IMG_2433

72-sketsa - white

 

Akanaka dipublikasikan di  bookgazine Archinesia Volume 4. Cross-Border Architecture

 

Architect : Realrich Sjarief
Client : Danny Yuwono Siswanto dan Linda Yuwono
Project Manager : Edhie Rahardja
Contractor : DOT Workshop
photos : Eric Dinardi from Bacteria Photography

Empati

Jakarta 16 Maret 2014

“Someone secretly bury a berry in the side road and when a small sprout grows, the secret code is the passport, to the forest a wonderful journey will begin – Joe Hisaishi”

DSCN0716

Di awal tahun 2014 di bumi pertiwi ini, mengenai arsitektur, dunia yang semakin hiruk pikuk, responsif, dinamis dengan informasi yang begitu banyaknya membuat diri ini berpikir apakah diskursus yang terjadi dalam hati yang pribadi, tempat perenungan untuk berbuat, mendesain masih terjadi dengan dalam atau sungguh – sungguh sekarang ini, di masa yang serba cepat ini ? Loncatan – loncatan inovasi arsitektur menjadi suatu gerakan politis dimana kedalamannya dipertanyakan sehingga kejujuran pun lebih lebih lagi dicari – cari begitu gencarnya dengan provokasi yang gencar di berbagai media informasi. Lucunya ada yang menjawabnya dengan pertanyaan retoris yang menimbulkan kesan sinis, kurang berempati dengan generalisasi berlebihan, juga penuh alasan sebab akibat. Saya pikir hal tersebut tidak akan menimbulkan empati yang mendalam dari manusia lain, namun ironilah yang muncul akibat salah membaca pesan ataupun menyesatkan logika. Saya pun ingin ikut menuangkan pendapat.

Kita sebagai arsitek perlu berbuat inovasi terhadap disiplin ilmu kita yang terdiri dari berbagai macam olah ruang, olah rasa. Olah ruang ini tidaklah seseksi gerakan politis, atau ideologi berlebihan seperti yang dicari oleh orang – orang filsuf, namun akan memberikan kenyamanan pada pengguna, berfokuslah kepada klien anda, apa kebutuhannya, luangkan waktu untuk merenungkannya dan jawablah, renungkanlah lagi, dan jujurlah pada diri sendiri. Arsitek adalah profesi yang melayani dengan empati. Dari situlah ia akan dihargai dengan dasarnya yang kuat, fondasinya yang matang seperti bangunan yang kuat diterpa kemajuan jaman dengan kepiawaian yang teruji [sense of mastery].

Perumusan teori mengenai kebutuhan manusia ini sudah bertumpuk banyaknya, hanya saja solusi yang kreatif dari arsitek untuk memecahkan masalah kebutuhan ini yang ditunggu tunggu dengan berbagai kompleksitas bangunan yang dirancang dengan isu – isu pemakaian bangunan dengan performa yang sebaik – baiknya. Kultur budaya manusia ini akan berubah lebih baik ketika olah ruang memang memiliki maksud yang baik, memiliki nilai guna, memiliki inovasi yang mencerahkan dengan kebolehan desain yang lebih baik dari masa sebelumnya. Dan semoga saja bentuknya seksi dan mengundang decak kagum sesama kita, disinilah olah rasa itu mulai muncul, rasa yang disukai sesama, terkadang rasa itu bisa angkuh, sombong, ataupun rendah hati ataupun sederhana, itu adalah hasil proses panjang berpraktek, dan itu sah – sah saja ditengah anggapan miring orang lain yang terkadang merupakan gerakan politis yang berdasarkan emosi tanpa empati. Sehingga yang muncul adalah cita rasa yang otentik [Authenticity] dari pribadi arsitek itu sendiri.

Ketika kepiawaian itu sudah teruji kemudian pembuktian empati ini pada dasarnya adalah pembuktian untuk membuka diri terhadap etika yang terdalam dari pribadi arsitek. Yang kalau – kalau pembacaan arsitek ini sudah sedemikian dalam, dicaplah ia sebagai sang radikal ataupun sang konservatif secara sendirinya, pembawa angin perubahan dan ketentraman arsitektur yang lebih baik.

Lalu lambat laun mungkin profesi arsitek akan semakin dihargai dengan sendirinya sebagai salah satu penentu peradaban jaman.

Keyakinan, empati yang lebih luas

Di tengah – tengah gerakan politis diatas. Saya mempertanyakan keyakinan yang semu ? Satu saat diri ini bertemu satu kawan lama, untuk mengingat masa – masa lalu, bahwa manusia itu berubah. Ada satu orang teman yang sudah berubah keyakinannya akan jaman yang sudah berubah, ada juga teman yang sudah semakin matang dengan kehidupannya dan keyakinan hidupnya. Mengenai keyakinan, diri ini sendiri masih mencari arti kehidupan yang hakiki tanpa menghakimi, yang terbaik yang bisa diberikan untuk sesama ini. Diri ini tidak pernah sekalipun berkata diri ini seorang katolik, ataupun katolik yang pernah membantu jemaat kristen untuk melakukan perjamuan, ataupun membantu panti asuhan muslim yang membutuhkan, ataupun membantu teman – teman Budha ataupun Hindu. Keyakinan itu ada untuk memperbaiki kehidupan manusia, namun relativitas yang ada inilah yang membuat pemahaman dan persepsi setiap orang tidak sama. Banyak juga pribadi – pribadi yang memanfaatkan agama demi dirinya sendiri.

Diri ini dibesarkan di universitas yang majemuk, plural, dengan romantisme kegiatan berhimpun yang heterogen dengan keyakinan, ideologi, pemikiran yang berbeda – beda. Namun saya ingat orang – orang yang didalamnya adalah para pemimpi yang ideal, mendambakan hidup bersama yang lebih baik. Dalam canda, senda gurau, justru saya menemukan cinta kasih, Tuhan itu di dalam diri teman – teman yang muslim, Adalah Adi namanya, Xenia namanya, ataupun Yulia namanya, ketiga orang berjilbab  ditambah teman – teman lain yang musim yang teguh untuk melakukan sholat 5 waktu juga mengajarkan arti persaudaraan yang tulus dan begitu dalam membekas, dalam teman – teman kristen yang tulus melakukan perjamuan ketika jumlah mereka hanya kurang dari 7 orang saja mengajarkan semangat tulus memuji Tuhan, ataupun teman – teman Hindu yang teguh setiap pagi berangkat ke pura untuk berdoa dan mendoakan semesta yang lebih baik sebelum memulai pekerjaan mereka, ataupun cinta kasih tulus tanpa pamrih yang ditujukan oleh orang – orang budha dengan merawat viharanya dan menahan dirinya. Mereka mengajarkan perbuatan cinta kasih yang tulus untuk sesama.

Saya mendoakan selalu teman – teman masa lalu – masa depan, teman – teman terkasih untuk bisa teguh menyebarkan tindakan cinta kasih kepada sesama.

derich

 

Design Chemistry

ruang keluarga

ruang keluarga

Umumnya setiap orang ingin memiliki rumah yang ideal dan nyaman menurut versinya sendiri. Tiap – tiap orang dilahirkan dengan latar belakang yang berbeda – beda, ada yang berasal dari keluarga yang memiliki satu budaya tradisional yang kental, atau keluarga yang memiliki budaya yang bermacam  – macam seiring dengan perjalanan keluarga tersebut ke banyak tempat dengan budaya baru. Dari latar belakang ini kita bisa mengenal, mengerti, kemudian memahami nilai yang dianut oleh orang per orang, dimana setiap orang dilahirkan untuk menjadi seseorang unik. Seorang anak kecil mungkin akan menggambar rumah dengan jendela yang kotak, atap yang miring dengan pintu di depannya, mungkin ia akan menambahkan matahari dan awan di atasnya. Rumah adalah cerminan dari hati dan impian seseorang yang dibentuk dari saat ia anak – anak. Menurut Robert Forest salah seorang penyair yang saya kagumi,’Home is the place where, when you have to go there they have to take you in. Paragraf permulaan ini adalah tulisan untuk mengenal siapa klien kita, yaitu orang – orang dengan pribadi yang unik di tengah jalinan budaya yang ada.

Red house adalah satu rumah yang didesain William Morris (1834-96). Dimana ada satu keinginan untuk mendesain ruang yang ideal dimana orang – orang bisa berbicara di pojok – pojoknya dan orang – orang lain bisa makan di pojok lainnya, tidur di pojok lainnya dan kemudian berkerja di pojok lainnya. bentuk konstruksinya ditampilkan begitu jujurnya sehingga menginspirasi banyak arsitek setelahnya dengan kejujuran bentuk konstruksi sebagai intensi utamanya.Louis Mies Van De Rohe, Philip Jonshon, ataupun Norman Foster menjadi beberapa arsitek yang mengikuti Intensi William Morris dalam pengolahan bentuk – bentuknya. Dalam perjalanan karirnya, seorang arsitek hidup dengan melayani kliennya dan mencoret garis dengan pengalaman hidupnya, ia tidak hidup sendirian.

Apabila satu desain bangunan menyebabkan pemilik rumah sakit – sakitan karena udara yang lembab akibat dari  ruangan tidak mendapatkan sinar matahari,dan ada ventilasi dimana terjadi ketidak nyamanan karena ketidak sesuaian dengan kebutuhan pemilik. Saya pikir itulah satu kesalahan. arsitek itu sebuah profesi yang melayani, profesi yang melayani masyarakat sebaik – baiknya. Mendesain  denah untuk mendapatkan cahaya langsung yang memiliki intensitas cukup namun tidak panas, dengan pertimbangan mengenai sudut datangnya sinar matahari, dengan pertimbangan mengenai bagaimana bentuk bangunan yang inovatif terhadapnya. Angin pun memiliki peranan penting dalam sirkulasi udara silang yang sehat di iklim tropis, kita pun membutuhkan udara segar untuk hidup, sirkulasi udara silang mutlak sangat dibutuhkan, ditambah dengan usaha untuk memenuhi aktifitas pemilik rumah dari aktifitas menjemur baju, aktifitas relaksasi, aktifitas melakukan hobbynya. Aktifitas itu tumbuh menjadi arsitektur ditengah – tengah tarikan peraturan bangunan yang ada.

Le corbusier ataupun para pendeta arsitektur tradisional sudah mengajarkan banyak dengan 5 prinsip , bangunan melayang di atas tanah [pilotis], denah yang fleksibel terhadap perkembangan jaman, tampak yang fleksibel [bebas dari elemen struktur], pandangan untuk menikmati alam, atap yang mengkompensasi area hijau yang diambil lahan. Saya melihat kita hanya perlu berkerja sama dengan alam dengan teknik, teori, keahlian kita dalam desain bangunan.

Sekarang ini trend fungsionalitas, satu paham yang oleh banyak orang di sebut minimalis menjamur, sebagai alat untuk berjualan, sebagai satu pendekatan desain yang disukai. Sebagai salah satu paham desain, ada yang menyukai ada juga yang tidak. Salah satunya adalah orang di depan saya, yang mengajak saya berdiskusi pada waktu itu, ia adalah seorang mahasiswa,

“Jadi desain yang minimalis itu tidak apa – apa ya pak ?” tanya satu orang adik pada waktu itu.

“tidak apa – apa” saya jawab. Diri ini berpikir, minimal adalah sekecil mungkin, mungkin yang dimaksud adalah satu dorongan untuk mengefisienkan desain bangunan karena tuntutan dari naiknya harga lahan, mengecilnya plot bangunan, dan semakin kompetitifnya iklim di dunia kerja mengakibatkan dorongan ekonomi pada proses arsitek dengan klien oleh karena itu hal ini bisa terjadi.lalu “apakah itu salah ?”

“Memang semua itu harus maksimalis ?” saya balik bertanya. Mungkin apa yang dibicarakannya menyangkut satu style yang diambil dari pergerakan international style, desain schroeder house dari Gerrit Rietveld yang berkembang terus di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia. Tidak hanya arsitek yang melihat ini, klien kita pun melihat. lalu apa ?

Tidaklah perlu kita mengeneralisasi apa itu arsitektur minimalis, maksimalis, dekonstruksi, neo modernism, post modernism, yang saya tahu hanyalah arsitektur yang baik yang dimulai dari coretan garis oleh arsitek berdasarkan kebutuhan klien. Yang kita perlukan adalah satu pemikiran yang mendalam selain provokasi like or dislike, yaitu analisa mengenai kebutuhan manusia dan pemecahan kebutuhan – kebutuhan tersebut yang merupakan solusi dari praktek arsitektur. Ini yang saya sebut arsitektur yang responsif dengan segala sikapnya untuk menghargai alam, menjaga manusia dari ketidaknyamanan, sekaligus mendekatkan manusia untuk menjejak lekat dengan bumi.

Kembali Satu saat yang lalu dimana saya bertanya kepada satu orang di depan saya“apa kemauan klien anda ?” tanya diri ini, kemudian mungkin pemuda didepan saya ini bingung tidak menjawab seakan – akan kita hanya berpraktek tanpa klien.  Arsitek adalah seorang pendeta, ahli dalam seni, konstruksi bangunan, ya kita kan punya klien, perlunya kita berkomunikasi dengan klien kita, berdiskusi, berkerja bersama – sama, sentuhan anda dibalik keinginan klien menghasilkan karya yang kalau ada di Indonesia, jadilah ia Arsitektur Indonesia. Coretan – coretan desain yang dicoretkan arsitek berdasarkan kebutuhan seseorang bukan hanya berkerja sendirian akan mewarnai satu karya arsitektur, dengan intensi coretan desain yang seresponsif mungkin menurut saya akan menjanjikan satu kebolehan kita, dan daya tawar kita kepada pengguna jasa kita.

Yang terjadi pada akhirnya, kepercayaan itu akan muncul dan anda akan dinilai oleh orang lain bukan hanya oleh diri sendiri, oleh karena itu buka mata hati, telinga, dan intuisi, di setiap goresan pena Arsitek, selalu ada tanggung jawab.

Tulisan ini dipublikasikan dalam majalah Baccarat Indonesia edisi January – February 2014

Hijau Daun

Arum Dalu BelitungTulisan ini dipublikasikan untuk Baccarat Indonesia edisi pertama November 2013

Satu saat saya ingat beberapa tahun lalu saya berjalan – jalan ke satu rumah tinggal milik kenalan saya, dulunya dinding itu penuh dengan pot – pot tanaman yang ditempel di dinding setinggi 6 meter, pot – pot itu disusun selang seling menyerupai pola bata, dengan teknologi penyiram air berupa selang – selang kecil yang melilit pot – pot tersebut, bahan pot tanaman itu sendiri terdiri dari kayu yang disebut kayu bengkirai dari Kalimantan, atau sering disebut kayu damar laut dari Sumatra, kayu itu termasuk kayu golongan kayu keras. Namun Sekarang pot – pot itu hilang, kayunya pun sudah berubah warna, dinding yang yang tadinya rimbun penuh pohon, kini hilang tanpa bekas. katanya sulit untuk merawatnya meski sudah didesain dengan teknologi penyiraman yang baik.

Peter Blanc, seorang arsitek lansekap dari perancis dikenal sebagai desainer yang memainkan elemen tanaman yang disusun vertical atau dalam bahasa perancis disebut mur vegetal. Ia dikenal di tahun 2009 sebagai salah satu orang yang memodernisasi tanaman vertical, sehingga mendapatkan gelar satu dari 50 inovasi terbaik di dunia keluaran dari Time Magazine. Ia berpendapat Desain yang hijau itu tidak hanya berhenti dari penampakannya saja yang hijau dengan tren vertical garden, satu museum di kota Madrid yang bernama Musee Du Quai Branly hasil dari kolaborasi desain dengan arsitek Jean Nouvel menjadi salah satu icon keberhasilannya, bagaimana kita mengapresiasi alam dengan dinding vertical garden menciptakan efek visual yang menarik mata. Lebih lanjut lagi Peter, menarik esensi dari vertical garden melalui pemilihan tanaman – tanaman yang sesuai dengan lokasi, dan iklim, sehingga tanaman tersebut bisa hidup secara natural, tidak hanya manis dipandang mata namun mudah dalam perawatannya.

Kembali ke kenalan saya, setelah saya lihat – lihat, memang dinding yang tingginya 6 m itu merepotkan karena membutuhkan usaha ekstra untuk merawatnya, ditambah lagi kesibukan kenalan saya ini yang merupakan seorang pengusaha, Mungkin pada waktu dinding itu didesain sedang ada tren / lifestyle / design style untuk menutupi wajah dinding dengan tanaman. Namun setelah saya lihat lebih lanjut memang, tanaman yang dipakai yaitu srigading adalah tanaman yang membutuhkan cahaya matahari langsung sedangkan tempatnya adalah cenderung tertutup di void bangunan dimana di atasnya terdapat skylight kaca, juga ditambah lagi kenalan saya itu yang memang tidak bisa merawat tanaman dan ia tidak mencintai tanaman, namun ia ingin dilihat sebagai pencinta tanaman, seseorang yang mengikuti trend. Kita perlu bertanya jujur, apakah kita benar – benar membutuhkan itu ? kalau seorang pencinta taman akan berkata lain. Saya berpikir memang desain itu sesuai dengan individu – individunya, sejujur apa kita dalam menginginkan sesuatu.

Konsep Desain yang hijau / green adalah desain yang bisa hidup senatural mungkin, ia berbicara menurut fungsinya yang sejujur-jujurnya, menurut saya desain pun demikian, ia pun harus peka terhadap esensi dasar bahwa segala sesuatu pada dasarnya harus berjalan secara natural. Satu arsitek  dari Australia, Glenn Murcutt , ia memulis bahwa arsitek hanya membuat sebuah wadah, dengan alam sebagai inspirasinya, matahari, aliran udara segar, dan keinginan manusia untuk selaras dengan alam. Saya pikir begitupun dalam rumah tinggal. Sebagai manusia kita perlu bernafas, pentingnya sirkulasi udara yang masuk ke bangunan upaya udara tidak lembab, saya sendiri pernah mendesain satu rumah dengan satu cerobong angin di tengah rumah itu, tempat dimana udara segar bisa masuk secara terus menerus 24 jam. Semuanya dimulai dari kebutuhan dasar yang memang dibutuhkan oleh manusia yakni kita sendiri.

Kayu jati yang terbaik adalah kayu jati yang tua, berumur panjang, bukan jati muda hasil dari hutan produksi. Dari situ jati tua dihargai karena urat kayunya yang indah, kekerasanya dan ketahannya terhadap waktu, juga warnanya yang muda, urat kayunya mengalir seperti air. Dari situlah kita tahu bahwa kayu jati itu adalah kayu yang mahal dan memiliki nilai seni tinggi dengan alam sebagai pembentuknya. Hidup pun begitu, Tisna Sanjaya, memberikan pesan supaya hiduplah seperti pohon, jangan hidup tergesa – gesa. Ini mungkin salah satu pemikiran yang membuat kita perlu merenung sejenak untuk kemudian menjalani hidup kita sehari – hari dan senatural mungkin.

2013 menuju 2014

01 January 2014 “A new year is unfolding–like a blossom with petals curled tightly concealing the beauty within. 
- Unknown”

Roseto - Big Family

Roseto – Big Family

2014 sudah akan menampakkan wujudnya, 2013 sudah akan menjadi masa lalu. Lalu apa yang akan terjadi di rentang waktu yang ada dimana masa depan akan muncul tanpa diminta. Waktu memang menjadi satu hal yang paling berharga dimana orang – orang akan berjuang untuk mendapatkan waktunya sendiri, meminta waktu untuk dirinya, emosinya, harga dirinya yang menanti untuk dituangkan dalam catatan sehari – hari.

Mengenai masa depan, kita tidak akan pernah tahu. Terkadang diri ini juga tidak pasti mengenai masa depan. Malam tahun baru ini dihabiskan untuk menikmati waktu bersama keluarga, kami tidak pergi kemana – mana, hanya di ibu kota Jakarta ini, Laurensia membantu sehari – harinya di liburan ini untuk menyelesaikan pekerjaan – pekerjaan administrasi yang belum selesai, sementara diri ini meluangkan waktu untuk menata, membereskan kantor, membereskan komputer – komputer kantor, server, ya singkatnya bersih – bersih. Pernah ada satu orang bertanya, “kenapa sih ngga pakai office boy, atau IT kantor ?” Diri ini juga berpikir mungkin ada baiknya ide tersebut, mungkin sebabnya karena belum ada orang saja yang melamar, atau diri ini berpikir kantor arsitek saya ini masih kecil, hanya berisi 15 orang saja dengan 7 orang anak – anak magang yang datang dan pergi. Beruntung kantor sekarang sudah memiliki sopir dan tenaga administrasi sekarang yang sudah sedemikian baiknya membantu urusan ini. Mungkin diri ini masih berpikir secara tradisional bahwa membersihkan meja kantor adalah tugas kita sendiri, juga meja – meja lain yang masih kotor cuma dibutuhkan 2 tangan, 2 kaki, 1 kepala untuk mengambil ember, lap dan kemudian bersih – bersih. Diri ini percaya semua hal – hal besar dimulai dari hal yang sederhana, 2 tangan , 2 kaki, dan 1 kepala.  Kamipun masih bisa tertawa waktu ditanya “Kalian ngga kemana – mana liburan ?” ini saat – saat yang kritis, jawab kami. Dari Laurensia diri ini belajar untuk hidup sederhana, kami masih bukan apa – apa.

Di 2013  diri ini bersyukur untuk mendapatkan dukungan yang semakin dalam dari Laurensia, istri yang terbaik. Setiap langkah dan nafas  menjadi ringan dengan naik dan turunnya hidup. Ia membantu diri ini untuk menjalankan kehidupan sehari – hari, menyiapkan makan pagi, makan siang bersama, dan kemudian makan malam. Ia juga mengingatkan saat – saat penting dimana harus beristirahat, berdoa, ataupun sampai hal – hal yang sederhana seperti jangan mandi terlalu malam. Sama seperti ketika diri ini terkapar tidak berdaya karena kecapaian bekerja di perpindahan tahun baru kemarin. Dunia luar terkadang penuh hingar bingar sehingga menyilaukan mata, dunia yang kita jalani sehari – hari ini yang membentuk cerita hidup ini seutuhnya, dunia yang penuh dukungan orang- orang yang tersayang.

Arsitektur dengan dimensinya yang terukur, memiliki rasa yang penting dalam pengalaman sekuensial yang dialami penggunanya. Pengalaman ini adalah satu usaha untuk menikmati ruang yang kompleks, indah dengan cahaya, suara alam, dan berguna sesuai hakikinya. Satu karya lansekap di kota Singa itu ada begitu indahnya, suatu nuansa lansekap dari berbagai belahan dunia, kumpulan koleksi yang ada untuk dinikmati di daerah tropis. Ini tidaklah mungkin tanpa solusi radiant cooling sebagai pendingin ruangan dimana jarak atap ke lantai yang begitu tinggi. Disini teknologi dan integrasi dengan disiplin lain menjadi satu kelebihan. Arsitektur itu muncul dari pertanyaan – pertanyaan mengenai bagaimana mencipta ruang yang lebih baik untuk penggunanya, dan lebih tinggi lagi lebih baik untuk alamnya. Mungkin semua dimulai dari pertanyaan apakah bisa lebih baik daripada masa kini.

Teman terbaikku pernah berpesan tidak perlu takut jangan pernah takut jatuh, orang yang takut jatuh adalah orang yang ada di atas. Orang yang ada dibawah adalah orang yang paling bahagia, ia selalu menatap ke atas. Diri ini merasakan hangatnya tanah kemudian menengok ke atas, langit itu begitu biru, 2014 sudah datang.

“Yang kamu sudah baikan hari ini ?” Laurensia bertanya, diri ini menjawab “sudah, terima kasih ya sayang, Happy New Year.”

withSweetheart4_resize past

Cendana – Sliced Wood

IMG_20131210_145247

Sliced Wood – Cendana

Pada tahun 1932 Alvaar aalto membuat kursi Paimio yang terinspirasi dari bentuk alam yang organik. Pada waktu masa 1920 penggunaan material besi yang dilengkungkan pada desain furniture banyak dilakukan oleh desainer bauhaus [salah satunya marcel breuer].  Teknologi kayu dilengkungkan yang digabungkan dengan unsur  fungsional. Usaha untuk menanggapi alam kemudian dipecahkan dalam permasalahan fungsional seperti kenyamanan dan estetika menjadi salah satu pemikiran dalam karya ini.

Desain kursi ini memiliki 2 nama Cendana atau Sliced wood [kayu yang terpotong] yang terinspirasi dari bentuk organik dan citra natural dari bebatuan [sesuatu yang kokoh, berdasar, dan dingin). Dimana kayu memiliki sifat yang hangat sehingga memberikan kenyamanan. Hal ini kemudian diterjemahkan ke dalam lapisan kayu yang disusun secara horisontal dengan celah 30 mm untuk memunculkan siluet yang organik dengan kemudahan sistem konstruksi kayu.Jarak - jarak antar kayu memungkinkan untuk membuat siluet berdasarkan posisi duduk dan kenyamanan, dalam hal ini yang dipakai parameter kursi adalah jenis bentuk sofa. Tiap - tiap lapisan terbuat dari lapisan triplek meranti dengan kulit jati 3 mm difinish bulat di tepian.IMG_20131210_145450

Designed by Realrich Sjarief for Biennale Desain dan Kriya 2013 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.

Built at Design Perfection Workshop