Cerita di tahun kelima – Pelajaran terbaik

Januari 1st, 2012 § 2 Komentar

For last year’s words belong to last year’s language andnd next year’s words await another voice…And to make an end is to make a beginning. TS Eliot

Diri ini akan membagi – bagi cerita ini menjadi beberapa cerita kecil, sebagai refleksi kehidupan yang begitu indah untuk dijalani, dan menyimpan banyak hal untuk dipelajari.

Malam ini …

Malam ini sunyi sepi, waktu tertera pukul 10. 30 malam, baru saat ini aku bisa menarik nafas untuk melegakan diri dari segala macam aktifitas yang ada di kota Jakarta ini, hari ini hari terakhir tanggal 31, bulan Desember, tahun 2011.

kira – kira sudah 3 bulan berlalu sejak diri ini hidup berdua dengan wanitaku. Diri ini tidak sendiri lagi, kami sudah bersama, dari masa penantian yang terasa sungguh lama, beberapa tahun hubungan jarak jauh yang terasa tak menentu dari perjalanan diri kami berdua antara London, Sydney, Seoul, dan Jepang. Di saat itu waktu – waktu seakan – akan bermain dengan ritmenya sendiri, ia berkata ada perjumpaan ada juga perpisahan, penuh dengan masa penantian antara 2 musim dan 4 musim Negara yang berbeda.

Lalu aku teringat beberapa bulan yang lalu mungkin 2 bulan yang lalu, diri kembali ke London hingga perjalanan ke bagian utara scotlandia. Angin yang meniup perlahan – lahan dengan temperatur yang mulai memasuki musim gugur dimana daun – daun sudah berubah menjadi kuning kemerahan. Oleh karena itu mungkin jalanan di kota Durham menjadi begitu Indah dalam horizon kota medieval yang lengkap oleh menara gereja yang juga merupakan salah satu gereja terbesar di Inggris. Diri ini berdua – dua juga berjalan – jalan ke kota York yang sangat memukau dengan peninggalan – peninggalan bersejarahnya, ilmu pengetahuan yang ada di setiap pojok – pojok kota meninggalkan torehannya dengan buku – buku yang menurut penduduk setempat buku biasa. Namun, itu buku – buku langka.

Masa lalu …

Ada kalanya pikiran ini teringat ketika saat kedua bertemu dengan wanita terbaikku, Laurensia, saat itu kita sedang duduk berdua di tepi pantai St. Ives, salah satu pantai terindah di Inggris bagian selatan. Inggris saat itu sedang dalam cuaca terbaiknya, musim panas dimana suhu 20 derajat ada pada rentang waktu 2 bulan dalam satu tahun. Diri ini duduk di atas bebatuan karang bersama wanita terbaikku. Kami bercerita keseharian kami masing – masing, cerita mengenai jaman sekolah dahulu. Jaman SD SMP SMA Ataupun bagaimana hidupnya sehari – hari di klinik. Aku ingin sekali lebih mengenalnya. Kami tertawa dalam canda dan obrolan, aku menengok keatas ada burung – burung pantai mengelilingi kami. Laurensia dan diri ini kemudian mendaki puncak yang tingginya 50 meter, St. Ives memang indah, ia memliki pantai, namun juga bukit yang sangat indah. Di puncak bukit itu ada mercusuar dimana kita bisa melihat ujung terakhir sisi selatan dari pulau Inggris. Namun Waktu berkata lain, ada perjumpaan ada juga perpisahan. Tawa itu disambut oleh airmata tidak lama pada saat perpisahan itu kembali tiba.

Ada kalanya diri ini teringat untuk pertama kalinya menangis untuk sebuah perpisahan. Hati ini menangis ketika ia pergi.

Aku masih ingat perbedaan waktu kami adalah 8 jam, GMT +8 dengan GMT 00. Wanitaku terbangun jam 4 pagi untuk kita bertemu. Jam 4 pagi berarti di London adalah jam 10 malam, berarti kami punya waktu 2 jam sebab wanitaku akan bersiap – siap untuk pergi ke daerah pinggir Bogor karena ia harus menunaikan masa baktinya ke Negara sebagai bagian dari tugas.

Di Inggris, tergantung tempat kerja, rata – rata orang akan menghabiskan waktu untuk pergi ke tempat kerja selama 45 menit untuk berdesak – desakan di kereta daerah central London ataupun memilih bus dengan jarak yang lebih jauh. Begitupun diri ini, aku biasa bangun pukul 7, untuk kemudian selama 1 jam pergi ke kantor, 1 jam kubutuhkan untuk perjalanan karena jarak kantor dan rumah yang cukup jauh.

Rutinitas itu ada ketika pada saat diri ini berangkat kerja ia akan pulang kerja, pada saat aku mulai berkerja, itulah saat ia tidur. Pada saat diri ini makan siang, itulah saat ia bangun kembali,

Ada kalanya aku akan memanggil dengan telefon selularku di saat – saat makan siang, memanggil dengan telepon skype, telepon yang dibeli di daerah regent street karena paket nya yang murah, layanan itulah yang paling ekonomis, biaya untuk menelpon ke Jakarta luar biasa mahalnya, dan juga kebalikannya. 10 pound untuk satu kali panggilan selama 30 menit. 10 pound identik dengan 2 kali makan siang pada waktu itu.

Hampir setiap siang diri ini akan tertidur di taman Battersea di terik matahari yang merupakan cuaca yang terbaik di bulan July saat itu dengan mengobrol selama 30 menit setiap harinya di musim panas sesambil menikmati makan siang. Diri ini sangat merindukan suara wanita terbaikku,

“yang kamu sudah makan ?, makan apa ?”

kami akan membicarakan kembali soal keseharian, rutinitas yang menyenangkan sehari – harinya.

Ada kalanya waktu aku pulang ke kantor itulah saatnya wanitaku tidur. aku akan pergi makan malam, atau sekedar memasak untuk teman terbaikku di apartment, Jefferson namanya, masakan kesukaannya adalah sambal goreng hati dengan nasi biryani, selain sayuran dengan cah saus tiram tentunya. Pada waktu Jam 12 malam waktu London, aku menghabiskan beberapa saat untuk berkerja sesaat selama beberapa jam lagi, aku akan tidur jam 3 – 4 pagi seperti biasa. Diri ini biasa tidur cukup malam hanya karena itulah, wanita terbaikku sudah bangun dari tidurnya.

Aku teringat sering kali diri ini berangkat ke kantor dalam kondisi kurang tidur, dan berpacu dengan dateline yang keras. Seringkali juga perbedaan waktu menyebabkan, terbalik – baliknya waktu tidur hanya untuk bertemu sesaat. Hal ini berlanjut terus selama beberapa tahun kita bersama, aku hanya bisa menahan diri untuk tidak bersedih dalam penantian dalam perjumpaan, ketika kita terpisah. Senyum pun ada ketika kita berbicara sehari – hari dalam jarak yang mengukung..

Diri ini mengerti hal ini tidak mudah bagi kami berdua, namun kenangan – demi kenangan itupun terasa begitu indah. Diri ini merasa Satu tahap demi satu tahap sudah berlalu, seperti langkah dalam hidup ini, masa lalu meninggalkan kenangan yang manis dengan suka dan dukanya.

Ketika cincin itu saling dipasangkan dan janji pernikahan selesai diucapkan. Aku melihat wanita yang disampingku, dan aku tersenyum, dan bersyukur untuk kesabaran satu orang Laurensia yang terbaik di dunia, dengan kenangan yang terindah yang pernah diri ini dapatkan.

Kehamilan pertama …

Saat – saat yang terbahagia tentunya ketika mengetahui bahwa Laurensia hamil. Puji Tuhan, diri ini melompat kegirangan, diri ini akan menjadi ayah. Waktu seakan – akan terhenti dalam keheningan dan kesukacitaan. Aku sungguh mengucap syukur atas berkat yang diberikan.

Dari dokter, kita mengetahui bahwa usia kandungan laurensia sudah 1 bulan, kemudian 2 bulan, kemudian 3 bulan. Janin tersebut sudah memiliki jantung, tangan, kaki, luar biasa. Aku setiap hari berdoa supaya anak ini akan menjadi anak luar biasa dengan sifat baiknya untuk sesama. Laurensia berkata “yang aku senang seakan – akan ada yang hidup di badanku, meskipun aku pusing dan mual sehari – harinya, namun aku tidak sabar untuk melihat si baby setiap bulannya.” Pada saat itu aku teringat Laurensia muntah hampir setiap harinya, berat badannya pun turun. Wanita yang selalu bersyukur inilah yang aku yakin akan menjadi ibu terbaik bagi bayi ini. Tidak banyak orang seberuntung diri ini untuk memilikinya.

Diri ini berpikir Ayah dengan segala usahanya menempa dirinya sebagai tulang punggung keluarga, namun lebih luar biasa para Ibu dengan segala suka dan dukanya menempa dirinya dengan kasih yang luar biasa melalui proses kehamilan dan kelahiran.

Rutinitas

Ada kalanya aku bangun jam 6 – 7 pagi setiap harinya, untuk makan pagi bersama, mulai berkerja untuk mempersiapkan pekerjaan bagi staff kantor yang datang biasa sedikit siang. Kami akan makan siang setiap harinya, untuk kemudian terkadang aku menghabiskan waktu satu hari di kampus untuk sekedar bertemu dengan mahasiswa, untuk tutor singkat ataupun untuk memberikan kuliah, atau asistensi di studio arsitektur. Malam – malam kira – kira pukul 7 aku akan selesai dengan rutinitas pekerjaan ataupun rutinitas mengajar, dimana terkadang diri ini harus berkerja ekstra sampai tengah malam. Terkadang seperti saat – saat dahulu diri ini harus menahan kantuk untuk berkerja sampai jam 3 – 4 pagi atau tidak tidur sama sekali.

Secara rutin aku akan makan malam bersama setelah laurensia pulang dari klinik. Terkadang aku hanya tinggal di rumah bersama laurensia di hari sabtu dan minggu untuk menikmati kebersamaan di sekitar rumah.

Atau terkadang waktu yang tidak banyak dan kita juga pergi ke tempat yang itu – itu lagi, kegiatan yang sama lagi. Namun semua rutinitas yang terjadi begitu indah, sekali dijalani, ingin diulangi, terus menerus. Hidup ini terasa sangat menyenangkan.

Kantor terbaik di dunia …

Kira – kira setahun yang lalu di bulan November, firma DOT dibentuk. Suatu waktu diri ini ingat dalam perjalanan pulang dari Foster and Partners, bersama teman terbaikku, Albert namanya, kita bersenda gurau mengenai nama satu studio arsitek, studio arsitek yang baru, nama DOT pun muncul. Diri ini sendiri juga seringkali tidak menyangka firma arsitek ini bisa bertahan dan sedikit menorehkan prestasi sampai sekarang.

Seperti biasa kantor adalah satu tempat untuk berkerja, adakalanya ia dipisahkan dari kehidupan pribadi orang – perorangannya. Ada kalanya juga ia menjadi ajang pertarungan, kompetisi, pertaruhan karir, tempat eksistensi diri. Diri ini selalu merasakan dimana lingkungan kerja seperti ini, sejauh diri ini melangkah dalam perjalanan dari Singapore, London, Sydney, Jepang, Korea, ataupun di tanah air. Rata – rata diri ini berkerja 12 jam di kantor, ataupun kadang- kadang 16 jam di masa – masa dahulu. Dari kondisi yang ada, mimpi pun mulai ada untuk membuat kantor terbaik di dunia.

Apalah artinya sebuah nama, DOT hanya sebuah titik. Ada kalanya diri ini berkaca kebelakang. Bagaimana kita merintis firma ini dengan orang – orang terbaik. Mulai dari hanya 2 orang, kemudian berkembang menjadi 3 orang, kemudian tengah tahun kita sudah memiliki 6 orang, dan sekarang ada 12 orang di DOT Workshop, seluruhnya orang – orang terbaik dan paling kreatif dengan passion yang sangat luar biasa. Tidak banyak firma yang memiliki keberuntungan dengan adanya orang – orang ini di dalamnya, yang saya tahu Foster and Partners salah satunya, oleh karena itu ia bisa berkembang menjadi 1500 orang dengan tidak mengorbankan ide – ide yang brilian.

Adakalanya diri ini tertawa – tawa dengan segala ide – ide yang kreatif di DOT, saat – saat di kantor menjadi salah satu saat yang terbaik dalam rutinitas yang ada. Di dalam satu tahun terakhir ini, DOT sudah mengerjakan hampir 80 pekerjaan, memenangkan 6 penghargaan desain, berkerja sama dengan developer – developer di Indonesia, mengerjakan beberapa project di Mexico. Kantor berkembang pesat dari 2 menjadi 12 orang. Kantor yang tadinya hanya berupa tempat kosong, menjadi tempat yang diri ini sendiri cintai dengan passion yang ada di dalamnya.

Melihat kebelakang diri ini serasa –tidak percaya dengan segala yang ada, Diri ini hanya bisa mengucap syukur atas segala yang ada, dengan penuh kerendahan hati diri ini mengucapkan terima kasih atas segala perjuangan DOT atas kecintaannya akan profesi yang diri ini juga cintai.


Resolusi Tahun Baru … hidup ini hidup biasa

Untuk menutup cerita di tahun kelima, diri ini akan membagi pengalaman yang tidak terduga, dengan pelajaran terbaik yang justru datang dari seorang supir taxi.

Supir taxi ini mengantarkan Laurensia dan diri ini dengan biaya hanya 50 pound dari kota London ke Stansted yang berjarak 1.5 jam – 2 jam perjalanan. Biasanya, taxi akan mencharge 80 pound. Namun hari itu terasa berbeda. Kami berbicara mengobrol panjang lebar, ia bercerita dirinya yang asal Saudi Arabia, ia adalah seorang muslim. Ia berkata,

Realrich, sekarang banyak orang membunuh orang lain mengatas namakan agama, namun mereka hanya lapar, Agama pun menjadi pelarian. Oleh karena itu setiap kali kami bisa makan sesuatu, kami akan berkata alhamdulilah, mengucap syukur, bersyukurlah karena pada hari ini kamu masih bisa makan.
Dan jangan lupa, berikan sedikit hakmu untuk orang miskin, bagi kamu mungkin itu tidak berarti namun bagi mereka itu akan sangat berarti. Ada dalam perjalanan hidupmu dimana semua menjadi sangat tidak pasti dan timbul keragu – raguan seperti yang dialami oleh banyak orang. Pada saat itu tiba, berderma lah, dan berdoalah, maka jalan akan ditunjukkan kepadamu. Dan itu akan membuka matamu, dan engkau akan menjadi cahaya bagi orang lain.
Dan untuk kekasihmu, jagalah ia, di masa – masa pertama, kalian akan saling menyesuaikan diri, yang terpenting adalah istrimu, [pada saat itu Laurensia tertidur disampingku], apapun yang diperbuat orang lain, apapun keragu – raguan yang muncul dalam hidup, jagalah istrimu, karena hidupmu akan terberkati dan hadiah yang terindah dari Tuhan yakni anak – anak akan tiba pada saatnya dimana kebahagiaan tidak bisa terukur dari uang semata.

Aku seakan – akan bermain – main dengan resiko dalam pikiran dan perbuatan, karir dan pekerjaan, masa lalu – masa depan, puisi masa lalu, dan tantangan masa depan. Pelajaran terbaik seakan – akan muncul begitu saja, tanpa terduga. Ku yakin Tuhan mengirimkan orang – orang terbaiknya untuk saling bertemu.

Diri ini seakan – akan bernostalgia dengan romansa, romansa yang menggebu – gebu di dalam hatiku, romansa dalam keseharian, romansa dalam tutur kata, sikap, dan perbuatan. Aku belajar untuk mencintai seumur hidupku, demi Laurensia. Wanita terbaikku. Aku belajar menghargai waktu, belajar menghargai kebersamaan.

Puji Syukur kuhaturkan akan tahun yang luar biasa dengan berkat yang berlimpah, hadiah natal yang sangat indah, kebersamaan dengan laurensia dan calon bayi merupakan berkat yang tidak ternilai,

Di akhir perbincangan kami, dia pun berkata,

“hey Realrich, do you know that good people meet good people, so don’t worry about life. Just do your best.”

pada waktu itu Aku pun tersenyum, dan bersyukur, saat itu Laurensia pun bangun, dan

aku menatapnya dan jatuh cinta lagi untuk kesekian kalinya.

Thinking Working Drawing now

Oktober 12th, 2011 § 1 Komentar

I called this section a short note of what’s happening outthere,

so many happiness, tragedy, story that needs to be written. This story is not about me, but let’s make this story about my closed friends, collegue, clients, family and pure loved one Laurensia’ which make myself smile, my heart cry, or laugh in happiness when we talk about the story, it’s not only story telling one time but over and over. it’s precious experience, and sometime foolish experience

here it is…

1 January 2011 have a great year ahead

13 October 2011 I have two stories about life, will update in this site after this weekend.

12 October 2011 I’m writing article for E magazine ruang next edition. The story is about architect’s world, world might not know what architect world is, it’s dealing with the force of the culture. it’s one components that shapes our culture, best

5 september 2011 last night, me and laurensia met 2 litle boy and 1 little girl, in front of indo mart at puri indah. I felt very sad looking their condition, one boy just ate something from garbage bag. I asked Laurensia to buy three crackers for them, she gave the crackers to them. We felt that we’re very fortunate looking on our surrounding that there are still lot of poor people. I wish we can get really prosperous living for taking care of them. I promise that.

« Read the rest of this entry »

Our wedding :)

September 2nd, 2011 § 1 Komentar

This week, I have been really busy day by day for sorting what needs to be done for our marriage. today I’m so grateful because I’ve just finished designing website for laurensia. Visit the link www. real-laurensia.com if you have time to see it. I’ve been learning how to make this last week. even though not perfect enough, have a look and give us comment, we will be very happy. Other part is, I’m really busy sorting the invitation for our marriage and putting together pictures for our ceremony, writing the label by label inviting friends, family who are like brothers and sisters to me.

just really tired, probably it’s time to go to bed, tomorrow morning at 6.00 am have to accompany laurensia to doctor for check up.

best,

unconditional love

Agustus 30th, 2011 § 2 Komentar

Culture, which we have seen in our daily life sometimes is just taken with no granted. everybody should accept it, more people said that we have to remember our culture to avoid faceless community, one community without any culture. That is arguably true but sometimes we forget behind culture, there should be love that becomes signifier of what we’re doing. We’ve got so many problems in our life. Problems of relationship, your career, your dream.

I believe in one truth,  which is …. give the unconditional love to everybody. The world is going to be more wonderful place and beautiful place for all of us.

this is a really beautiful clips. See it and what do you think ?

Landak atau rubah ?

Agustus 27th, 2011 § 1 Komentar

Jim Collins wrote wonderful text, hopefully this will colour your vacation happy holiday …

“Apakah anda termasuk landak atau rubah ?

dalam karangannya yang terkenal”The Hedgehog and the Fox”, Isaiah Berlin membagi dunia menjadi landak dan rubah, berdasarkan pada dongeng yunani kuno, “Rubah mengetahui banyak hal, tetapi landak mengetahui satu hal yang besar.” Rubah adalah makhluk yang cerdik dan licik, mampu menyusun banyak sekali strategi yang kompleks untuk menyelinap dan menyerang landak. Selama berhari – hari rubah mengelilingi sarang landak, menunggu saat yang tepat untuk menerkam. Cepat, rapi, cantik, kakinya cekatan, dan ahli rubah tampak sepertinya pasti menang. Landak, sebaliknya, adalah makhluk yang lebih tidak rapi, tampak seperti perpaduan genetis antara porcupine (semacam landak) dan armadillo kecil.

Landak berjalan dengan badan bergoyang – goyang, melewatkan hari – harinya yang sederhana, mencari makan siang dan memelihara rumahnya.
Rubah dengan cerdik menunggu dalam keheningan pada waktunya di jalan setapak. Landak memikirkan urusannya sendiri, mengeluyur langsung ke jalur rubah. “Aha, aku mendapatkanmu sekarang!” pikir rubah. Dia melompat keluar, berlari, secepat kilat. Landak kecil mencium bahaya, mengangkat kepala dan berpikir, “mulai lagi, apakah ia pernah belajar?” menggulungkan diri dengan sempurna menjadi seperti bola kecil, landak menjadi seperti bola dengan duri tajam , ke semua arah. Sang rubah, sedang melompat ke arah mangsanya, melihat pertahanan landak dan mengentikan serangan. Mundur kembali ke dalam hutan, rubah mulai memikirkan serangan baru. Setiap hari, beberapa versi dari pertempuran antara landak dan rubah ini terjadi, dan walaupun rubah menjadi semakin cerdik, landak selalu menang.

« Read the rest of this entry »

berbuat dengan hati dan etika, satu tulisan untuk Laurensia

Agustus 19th, 2011 § 4 Komentar

Michael kamu, anak muda jaman sekarang, berbisnis, tanpa etika, tanpa nilai …

Kalimat ini terlontar dari nada bicara diri ini  yang meninggi di suatu malam jam 11 di minggu pertama di bulan agustus tahun ini. Klinik gigi laurensia sedang ada masalah.

Ibaratnya…

ada seorang tukang mie, ia merintis dari awal, di daerah yang kosong tanpa ada tukang mie sedikitpun. Ia mengurus ijin dengan preman setempat kemudian meracik mie khas buatannya sendiri. Resep diolahnya dari pengalaman bertahun – tahun dengan keringat dan resiko. Setelah beberapa tahun, lapak mie itu menuntut untuk diperbesar ia pun menambah orang dan menambah stok bahan dasar mienya tanpa mengurangi kualitasnya. Namanya pun mulai tersebar kemana – mana dan klinik itu pun semakin ramai. Ia pun bersyukur, sama seperti tukang mie tersebut laurensia pun bersyukur.

Lapak mie semakin besar, permintaan pun bertambah, kemudian tukang mie tersebut memutuskan untuk mendidik satu anak muda. Ia tertarik mendidiknya karena kejujuran anak muda ini. Setidaknya tukang mie tersebut mendapatkan impresi tersebut dari anak muda ini.  Beberapa bulan berlangsung seperti biasa, anak muda ini semakin ahli dan tukang mie tersebut bangga dengan anak muda ini. Ia pun dididik bagaimana berhubungan dengan preman – preman setempat. Namun suatu waktu tukang mie tersebut memutuskan untuk membuka cabang baru, anak muda ini menolak untuk ditempatkan di cabang yang baru. Tanpa disangka – sangka anak muda ini mendapatkan investor kemudian mencoba menggusur tukang mie tersebut dengan melobi preman lapangan parkir tempat tukang mie tersebut berada. Ada satu pertanyaan

“kenapa harus menggusur tukang mie tersebut ? bukan di tempat lain.“  ada 1000 tempat baru di seluruh kota ini… kenapa harus di lapak ini.

Ahh ini saya berpikir, mungkin karena peluh keringat yang dihindarinya, resiko yang diminimalkannya, uang yang jadi prioritasnya dan hubungannya dengan tukang mie tersebut yang tidak lagi dianggap penting. Saya kita anak muda tersebut hilang arah.

Saya rasa ini sama seperti diri ini membuka biro konsultan arsitek pertama kali. Dulu diri ini pernah berkerja di Urbane selama satu tahun kemudian selama hanya 3 bulan menjadi kembali untuk membantu disana. Diri ini juga pernah berkerja di DP Architect Singapore, tempat satu perusahaan tersebut banyak mendesain mall – mallnya di Indonesia. Diri ini juga pernah berkerja untuk Norman Foster di inggris.

Saya sendiri pernah merasakan pedihnya mencari – cari pekerjaan semasa pulang dari luar negeri, ataupun masa2 selepas keluar dari Urbane beberapa bulan kemarin. Laurensia menemani untuk ke bogor pada suatu ketika, dimasa itu proyek yang ditangani di kantor hanya hitungan 1 sampai 3 jari dengan keuntungan yang sangat rendah, saya sendiri tidak digaji pada waktu itu malah berhutang kesana kemari. Dari bogor kita tidak mendapatkan apa – apa. Kita menghubungi relasi – relasi berpuluh – puluh kali dan kita juga tidak mendapatkan apa – apa. Dengan pengalaman berkerja dari Bandung, Jakarta, Singapore, Inggris, australia tidak pernah diajarkan bagaimana mulai membuka usaha. Dan semua berbuah nol.

Pencerahan datang justru dari teman – teman lama dan developer2 lama yang bertemu mendadak di jalan, tidak memiliki kepentingan apa – apa. Satu demi satu relasi bisnis terbentuk melalui good will dan good quality sampai dengan 100 lebih  pekerjaan ditangani dari titik nol dalam jangka waktu  kurang dari 10 bulan sejak awal terbentuk.  Melihat perjalanan dari titik nol tidak pernah saya mendatangi klien – klien dari perusahaan tempat saya berkerja dahulu untuk menggusur pekerjaan urbane, dp architect ataupun foster and partners. Saya percaya setiap orang sudah ada rejekinya, sudah ada hubungannya tersendiri, dan memiliki caranya tersendiri. Wajib hukumnya ketika bertemu satu pekerjaan, kita bertanya, apakah sudah ada arsiteknya ? sama seperti dokter, yang memiliki kode etik, harus menghormati dan menghargai kolega kita sendiri berdasar satu kode etik yang sama. apabila sudah memiliki arsitek, selesaikan dulu perjanjian anda dengan arsitek sebelumnya, baru kita bicara kerja sama. Sebaiknya tidak pernah sedikitpun kita berbisnis tanpa etika. Hubungan dengan perusahan – perusahaan tempat kita bekerja dahulu pun berlangsung dengan baik. « Read the rest of this entry »

to re-inventing and start working hard

Juli 29th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

the office is really busy at the moment, we’ve got numeruous commissions from several clients. They have been supporting the office so far. But in terms of architecture, I was thinking our design should be fresh. it refers to idea. yes, the idea should be fresh. what is fresh, fresh is innovations, dare to change, dare to lose, dare to invest. I was thinking about the the rational of Murcutt’s idea of responding the climate to architecture, one that shouldn’t be missed that is the inspiring space within. I think every people deserved for a great place to do anything in any circumstances. And I think it’s our obligation, to rethink, to inspire people not only by words but also fundamentally by real works.

we are working on two resort at Bali at the moment. If we look at Bali, the place has deep culture laid among the people.  Even though we are now in the present colored by rationalism and modernism which has generic quality, and faceless culture, in Bali we feel the spirit of the place which make we love the place, and the culture preserved.

we just won 1st prize of limited competition office of Bank Indonesia at Mataram. Working with such creative people in the office creates the incredible happens.

di Gunadharma awal titik pertama

Juli 25th, 2011 § 4 Komentar

“Pak, si *** susah diatur, anaknya keras kepala, kordinasi pekerjaan tidak jalan ditangan dia, bapak tidak tau sih bagaimana kerja bersama dia.” Celoteh satu mahasiswa tempat diri ini mengajar kepada satu dosennya, teman sejawat saya. Diri ini tersenyum sesembari menimpali celotehan anak tersebut.

Seraya menarik nafas panjang, pikiran ini terbawa dan teringat celotehan yang sama mungkin 10 tahun yang lalu di saat saya masih menjadi mahasiswa, celotehan yang selalu sama, setiap tahun berulang selama 5 tahun diri ini ada di kampus gajah. Ya, pada waktu itu diri ini sangat menikmati berkerja bersama demi sebuah idealisme komunal yang kadang kala diri ini sulit mengerti apa ujungnya. Paragrafnya sama, cerita yang ditulis sama, hanya tempatnya berbeda, diri ini rasa ini kejadian berulang yang selalu terjadi di dunia kemahasiswaan. Pada waktu itu untuk menjadi anggota himpunan kita harus melewati orientasi mahasiwa yang lamanya kira – kira hampir satu tahun atau dua semester ajaran.

Saya kemudian teringat tepatnya di bulan Agustus, diri ini bertemu sekumpulan senior berjas biru, mengenakan emblem gajah duduk dengan tulisan Ikatan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma Institut Teknologi Bandung [IMAG ITB] . Hari itu siang terang, kita dikumpulkan berbaris sejumlah total delapan puluh empat orang satu angkatan. Saya kemudian berpikir ini awal yang manis di kampus Gajah di kota bandung yang relatif dingin untuk saya yang matanya sipit yang lahir di surabaya yang dikenal panas kotanya dan perangainya.

Setelah menjadi anggota himpunan, angkatan kami dicap angkatan gagal dengan adanya pro kontra dengan sistem kaderisasi kekerasan dan non kekerasan. Karena ini, satu persatu teman mahasiswa menghilang untuk sibuk di kegiatan akademis, kira – kira dalam kepanitiaan tinggal tersisa 10 orang, tidak lebih. Saya pribadi waktu itu selalu bertugas sebagai anggota tim logistik, job desknya adalah angkut – angkut. Seringkali setelah acara wisuda selesai, semua pulang, dan hanya tertinggal 3 orang untuk membereskan berpuluh – puluh kursi yang jumlahnya cukup banyak, panel – panel yang cukup berat mungkin sejumlah beberapa puluh papan triplek, dan dilanjutkan dengan membereskan ruang himpunan yang hancur lebur berantakan seusai acara.

Ada cerita lagi pada waktu itu selepas pelantikan anggota baru, membuat acara sosial. Acaranya waktu itu adalah mengajar panti asuhan bala keselamatan di jalan padjajaran, Salvation army. Ada kira – kira hampir 9 orang yang ikut serta meski pada akhirnya hanya tersisa 3 orang ditambah satu orang lagi dari jurusan lain. Ya diri ini menjadi sadar memang di saat – saat terakhir itulah memang orang  akan semakin sedikit dan komitmen kita pun diuji. Namun ada hal baik yang didapat, pada waktu itu kegiatan kami menjadi cukup terkenal karena militansinya dan semangatnya, kita mengajar 2 kali satu minggu disela – sela liburan semester pendek.

Karena kami menjadi dikenal, kami pun mengenal senior – senior kami. Diri ini ingat berkenalan satu senior yang kemampuan teknis komputernya terbaik satu himpunan, setiap kali bertemu, kita bertukar senyum, lain kali ketemu diajarkan kemampuan teknis komputer secara langsung hanya karena dia tahu mengenai kegiatan bakti sosial tersebut. Kali lain bertemu senior yang lain yang mengajarkan manual rendering, dan kali lain bertemu senior –senior lain untuk mengajak bersosialisasi dengan band – band atau sekedar nongkrong main capsa, sampai diri ini ingat,… waktu itu kuliah nomor ke sekian, himpunanlah yang nomor satu. Kedekatan dengan senior, teman – teman seangkatan dan junior menjadi nomor satu. Proyek – proyek berdatangan kalau tidak salah puncak kegilaan ini membuat 7 proyek simultan bersamaan yang berjalan bersamaan dengan semester ganjil pada waktu itu. Ada proyek  rendering, drafting, buat maket, magang di konsultan grafis, konsultan rendering, dan konsultan arsitek. Pada waktu itu saya sehari – hari  bangun jam 7 pagi, kuliah sampai jam 12 siang , kerja di laboratorium sampai jam 6 malam kemudian, makan malam, kerja proyek dengan senior, dan jam satu pagi sudah ditunggu untuk mulai berkerja di konsultan rendering berkerja sampai jam 3 malam. Work aholic orang – orang menjuluk… Badan ini kurus sekali, diri ini ingat berat diri ini hanya 55 kilogram untuk tinggi badan 175 cm. Uang yang didapat lumayan bisa untuk dibagikan ke junior dan ada yang bisa dibelikan alat – alat gambar atau buku arsitektur . Buku yang dibelikan dari hasil magang dengan pak Baskoro Tedjo pun masih ada sampai sekarang.

Sebagai tim di saat – saat terakhir, “logistik” Di tahun kedua diri ini naik pangkat namun yang dilakukannya tetap sama. Di tahun ketiga diri ini naik pangkat lagi , namun pada akhirnya pekerjaan tetap sama. Menjadi anggota konseptor di awal kepanitiaan dan menjadi tim saat – saat terakhir di seluruh kepanitiaan, angkut – angkut, beres – beres, bersih – bersih. saya berpikir, ada apa dengan yang namanya ikatan, semua tempat menjanjikan kita bersama sebagai keluarga, saling bantu membantu, namun apa ini yang dinamakan ikatan. Selalu ada di saat – saat terakhir menjadi sebuah kebiasaan dalam kepanitiaan kemahasiswaan IMA G, hanya karena tidak ada orang yang mau. Kegiatan IMA Gunadharma pun sedang padat – padatnya, dan seperti biasa saat – saat terakhir orang pun hilang. Hilang di saat Ujian tengah semester, hilang di saat ujian akhir semester, hilang di saat pengumpulan tugas, proyeksi mimpi yang ditanamkan pengurus – pengurus pun hilang ditelan beban akademis, yang tersisa disaat – saat terakhir orang pun tidak terlalu banyak.  Akumulasi dari itu saya mendapatkan nilai E untuk perancangan. Satu nilai yang terendah dalam satu angkatan.

Ada satu cerita bahwa diri ini punya obsesi untuk membuat merenovasi ruang himpunan dengan mengecatnya. Pada hari pertama hari kamis waktu itu orang yang terkumpul untuk mengerok cat ruang himpunan ada 30 orang, hari jumat terkumpul 10 orang, dan hari sabtu tidak ada orang. Diri ini menunggu jam 8 pagi, waktu yang menunjukkan bahwa seharusnya ada yang datang untuk membantu. Diri ini  punya beberapa KP dilantai dan dua kaleng cat dari pak Suryamanto, dosen teknik bangunan arsitektur ITB. Diri ini menarik nafas untuk kemudian secara apatis, menjadi tim di saat – saat terakhir, mengecat ruang himpunan, dimulai dari mengeroknya, ada satu orang yang datang kemudian, namanya adi indra pada waktu itu, ia datang namun pergi, ia ingin mengumpulkan sampah satu itb untuk menjaga kebersihan kampus, pribadi yang menginspirasi.

Singkat kata diri ini mulai mengecat dengan roll satu persatu satu bidang, kemudian ada satu dosen, namanya pak eko purwono, dia pernah menjadi dosen pembimbing saya pada waktu tingkat dua.

“Rich, kamu ngapain ?”

“ngecat ruang himpunan pak”

“temen – temen kamu kemana ?”

diri ini diam.

“ngga worth it rich kamu ada di himpunan”’

beliau nadanya meninggi,

“iya pak”

saya pun melanjutkan kegiatan cat mengecat tanpa  memikirkan perkataan beliau lebih lanjut. Hanya saja diri ini tersenyum setelah itu,  saya kenal lebih dekat dengan beliau, dan beliau suatu saat menawarkan proyek. Dari situ satu dosen ke dosen yang lain menawarkan proyek, dan meminta jadi asisten mereka. saya bersyukur, satu titik peristiwa mengantarkan ke peristiwa lain. O iya kejadian ini terjadi setelah diri ini mendapatkan nilai E untuk studio perancangan. Dari situ diri ini belajar merancang dari orang – orang terbaik bukan dari dunia akademis saja, pak baskoro, pak hanson, pak eko purwono, pak agus, pak suryamanto, pak ridwan kamil, pak hidayat amir. Mereka mengajarkan semua ilmu mereka dengan hati. Dari situ tertanam pondasi yang sangat baik dalam memahami fungsi ruang, sekuensial, pemaknaan bentuk, dan metode pencarian bentuk. Saya mengerti bahwa merancang bisa dipelajari, dan itu bermulai dari masalah – masalah di himpunan. Kita tidak bisa mengatur apa intensi orang lain, tapi kita bisa berkaca pada diri sendiri.

Mengingat pengalaman di ruang himpunan yang kecil mungil itu dengan segala suka duka nya, menjanjikan pengalaman termanis bersama teman – teman, senior dan junior yang terbawa sampai sekarang. Segala pengalaman yang membuat kita bercucur air mata berubah menjadi jenaka, dan manis segala pengalaman manis teringat semakin manis.

Pengalaman berarsitektur, berinteraksi dengan manusia, pembentukan karakter yang membawa diri ini berarsitektur semuanya, dimanapun, kapanpun, mengajarkan hal yang sama  sama. Pengalaman menjadi anggota tim panitia yang tinggal sampai saat – saat terakhir seperti di himpunan dan pada waktu kita berkerja itu sama, dari bekerja di Bandung sama, dari berkerja di Singapura sama keadaannya, dari berkerja di Inggris juga sama, dari Australia apalagi, dari Korea sama juga, dari Jepang sama juga, dan akhirnya berlabuh kembali di DOT Workshop selalu sama, memiliki bara api semangat sangat menyenangkan. teman – teman yang menginspirasi senior – senior diatas, junior – junior dibawah, ataupun teman – teman seangkatan yang menginspirasi.

Saya kembali teringat kira – kira di tingkat tiga hanya setelah mendapat nilai E, dan menegaskan komitmen ke himpunan dengan menuntaskan kepanitiaan kaderisasi, satu teman terbaik menuliskan di buku agenda, namanya xenia, wanita ini adalah ketua tim materi yang mengketuai tim materi untuk merumuskan kaderisasi 2002, dan saya masih mengingatnya sampai sekarang, ia menulis dengan huruf italic miring

“reach the sky, coz eve if you fall down you will be still among the stars.”

Saya tentunya berhutang banyak sekali pada IMA G dan kangen sekali untuk kembali hanya untuk merasakan aura kemahasiswaan yang ada didalamnya.., mengingat kan saya pribadi untuk selalu melakukan refleksi, perjalanan hidup… dan kembali berintrospeksi. sama seperti ajakan untuk menghadiri pelantikan kemarin membuat saya kembali teringat kenangan di kampus dulu.

I love her

Juli 11th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

this is my domain, let me express my feeling…I love HER.

our marriage is on 25th September, hardly can’t wait for the big day…

a girl’s hope

Juni 25th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

This is beautiful movie clip showing a dream that everybody should look in their life. how about you ?

watch it twice so you can enjoy it fully  and have a good weekend

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.