Cherry
Mei 24th, 2012 § Tinggalkan sebuah Komentar
Hope is the thing with feathers that perches in the soul and sings the tune without the words and never stops at all…
Hari itu hari Jumat malam jam 23.30. setelah diri ini berdoa untuk bayi kami, aku pun tersenyum, karena ia begitu cantik, ingin kubawa bayi ini ke Laurensia. Namun petugas sudah akan membawanya pergi untuk memandikannya. Rambutnya ikal, hidungnya mancung, perawakannya mungil,jemarinya lentik dan kulitnya putih bersih. Kukecup keningnya, dan setelah itu diriku pun bergegas untuk menunggu di depan ruang operasi, pintu kamar operasi pun belum terbuka. Diri ini sudah menunggu 1 jam namun operasi belum juga selesai.
Diri ini akui bahwa momen – momen menunggu saat ini tidaklah menyenangkan, aku yang selalu berpikir mengenai bagaimana dokter melakukan operasi terhadap Laurensia, bagaimana ia dibius sampai tidak sadar. Dan bayangan – bayangan yang terbersit mengenai apa saja yang dilakukan dokter di dalam ruang operasi. Ya Tuhan semoga ia baik – baik saja. Untungnya dokter yang menangani Laurensia adalah dokter terbaik di kalangannya, dokter yang cekatan, muda dan masih keluarga dekat, jadi diri ini menyerahkan sepenuhnya kepada tangan terampil dokter yang menanganinya. Dokter Cindy namanya, di rumah sakit Pluit.
Akhirnya satu perawat keluar “Ibu sedang dijahit pak, sudah selesai operasinya, sekarang dokter sedang menunggu kondisi ibu stabil” Satu perawat pun keluar untuk menenangkan. Setelah itu Laurensia pun didorong di atas tempat tidurnya keluar dari kamar operasi, hati ini pun gembira luar biasa. Doa ini terkabul, ia baik – baik saja. Syukurlah. Diri ini berterima kasih luar biasa terhadap dokter yang membantu proses operasi Laurensia termasuk suster dan asisten yang menanganinya.
Satu malam itu aku bisa menghargai kebersamaan kami yang luar biasa di kamar rawat inap rumah sakit. Laurensia pun sudah mulai sadar sepenuhnya dan diri ini pun sangat bersyukur.
3 hari yang lalu, …
Pagi itu hari rabu. Diri ini ingat, masa kehamilan Laurensia sudah 7 bulan, dalam hati yang terdalam, rasa takut selalu ada. Kehamilan adalah proses yang indah dan juga beresiko bagi ibu dan anaknya kata dokter. Dan dalam hati ku selalu berdoa Semoga kehamilan Laurensia baik – baik saja dan tidak ada masalah. Maklum kami belum pernah mengalami ini. Satu pengalaman pertama dalam seumur hidup kami. Ini kehamilan pertama. Pada kehamilan 3 bulan pertama dokter mendiagnosa bayi kami perempuan. Setiap saat aku mendoakan supaya bayi ini bisa menjadi berkat untuk sesama, seperti kebahagiaan yang dibawakannya ke keluarga kami dalam kehamilan Laurensia.
Seperti satu hari biasa, hari itu adalah hari rabu dan diri ini harus berangkat untuk mengajar , rutinitas pun dijalani dengan kesibukan kami berdua yang padat. Diri ini sendiri baru pulang mengajar di Karawaci, baru saja mengobrol bersama rekan – rekan dosen disitu dan juga mahasiswa yang ada di studio arsitektur. Kemudian Diri ini mampir sebentar ke kantor memberikan beberapa masukan terhadap desain yang sedang dikerjakan. Laurensia pun akhirnya masuk ke kantor untuk mengingatkan karena hari sudah malam dan kami punya janji untuk bertemu dengan dokter, untuk cek kehamilan 7 bulan. Kami pun bergegas ke satu rumah sakit di bilangan Jakarta Pusat. Pak Misnu, sopir keluarga pun sudah menunggu.
3 hari yang lalu Wanita terbaikku menanyakan kepada diriku mengapa bayi kami di dalam kandungan tidak seaktif biasanya. Aku menjawab untuk menenangkan istri, tidak apa – apa mungkin ini wajar, kita kan akan ketemu dokter sebentar lagi. Pada waktu itu sekitar jam 9.45 malam dan kami baru masuk ke ruang tunggu setelah lama menunggu, urutan terakhir setelah 1 setengah jam lebih menunggu. Pada waktu itu kami bisa melihat detak jantung bayi kami berdua, ada yang berkedip – kedip di layar USG, rasa khawatir pun menjadi pupus. Ini anaknya baik – baik saja, kata dokter mengiyakan, ketika Laurensia bertanya.
3 hari kemudian
Nama Anak kami adalah Cherry, bagi kami dia adalah satu malaikat yang akan mewarnai orang – orang sekitarnya dengan kasih sayang. Memberikan kebahagiaan setiap saat pada saat ia ada sama seperti ia memberikan kebahagiaan dalam waktunya yang sebentar di dunia ini.
Tidak ada yang bisa membayangkan ketika 3 hari kemudian, pada hari jumat pagi. Cherry meninggal. Ia didiagnosa kehabisan air ketuban, dan Cherry terlambat dikeluarkan oleh karena itu ia meninggal. Tidak ada yang percaya bagaimana ini terjadi dan mengapa ini bisa terjadi pada keluarga kami meski ada beberapa puluh argumentasi dan hipotesa mengapa ia tidak ada, tidak ada gunanya mempersalahkan siapa – siapa. Memang sudah jalannya seperti ini.
Pikiran ini pun kembali ke hari jumat malam pukul 23.30. ketika diri ini sedang menunggu operasi Laurensia untuk mengeluarkan Cherry dari kandungan. Operasi Caesar yang dipimpin dokter Cindy.
Satu berkat ini datang 7 bulan yang lalu, dan kemudian begitu mudahnya ia pergi, satu kebahagiaan ini pergi begitu saja di hari ini. Di bulan ke 7 kehamilan Laurensia. Kami diajar mengenai arti kehilangan dalam kehidupan.
Aku berdoa sepenuh hati, kupeluk Cherry dengan derai tangisan, kesedihan yang tidak tertahankan. Anakku begitu cepat engkau pergi, papa dan mama sudah punya begitu banyak mimpi yang indah bersamamu, sayang sekali Tuhan punya rencana lain terhadapmu nak.
Satu minggu setelahnya, satu teman dari orang tua kami, berbisik. Pada waktu itu, pagi – pagi setelah dimandikan, Cherry ada di rumah duka. Ia melihat Cherry ada di samping kami. Teman dari orang tua kami itu berbisik, ia sudah menjadi malaikat pelindung keluarga.
Hanya kurang dari 1 hari,diri ini bisa menyentuh memeluk Cherry untuk pertama kali dan terakhir kalinya namun kini ia pergi. Aku pun merasakannya ketika abu itu ditebarkan di laut, Ia melindungi perbuatan, pikiran, dan perkataan kami berdua dalam cinta kasih terhadap sesama. Hari Jumat pada saat itu adalah hari yang penuh dengan kesedihan, kehilangan dimana kami kehilangan Cherry. Diri ini tidak bisa membohongi siapapun untuk mencoba tegar dan belajar dari kehilangan ini. Namun aku percaya, ia ada di sekitar Laurensia dan diriku,untuk menjaga derap langkah
derap langkah untuk mengingatkan diri ini, untuk menjaga Laurensia, seumur hidupku,
Cherry, Mam sama Pap miss u L baik baik ya disana God Bless you
Pop, Mom
Thinking Working Drawing now
Oktober 12th, 2011 § 1 Komentar
I called this section a short note of what’s happening outthere,

so many happiness, tragedy, story that needs to be written. This story is not about me, but let’s make this story about my closed friends, collegue, clients, family and pure loved one Laurensia’ which make myself smile, my heart cry, or laugh in happiness when we talk about the story, it’s not only story telling one time but over and over. it’s precious experience, and sometime foolish experience
here it is…
27 February 2012 the best office, DOT Workshop is in top five for national competion of UNPAD central library and other buildings. me and one of the talented designer Andhang Trihamdhani just got back from Jatinangor Bandung presenting DOT Workshop scheme to jurors. Hope the best for our office
25 February 2012 we just met one wonderful client called Peter Hardjono, brand manager of olgilvy, he asked us to design new house for him. Hope the best for the design.
24 February 2012 Yudith and me just went to hospital and we know our baby is baby girl !!!! so happy for this
1 January 2012 have a great year ahead
13 October 2011 I have two stories about life, will update in this site after this weekend.
12 October 2011 I’m writing article for E magazine ruang next edition. The story is about architect’s world, world might not know what architect world is, it’s dealing with the force of the culture. it’s one components that shapes our culture, best
5 september 2011 last night, me and laurensia met 2 litle boy and 1 little girl, in front of indo mart at puri indah. I felt very sad looking their condition, one boy just ate something from garbage bag. I asked Laurensia to buy three crackers for them, she gave the crackers to them. We felt that we’re very fortunate looking on our surrounding that there are still lot of poor people. I wish we can get really prosperous living for taking care of them. I promise that.
Our wedding :)
September 2nd, 2011 § 1 Komentar
This week, I have been really busy day by day for sorting what needs to be done for our marriage. today I’m so grateful because I’ve just finished designing website for laurensia. Visit the link www. real-laurensia.com if you have time to see it. I’ve been learning how to make this last week. even though not perfect enough, have a look and give us comment, we will be very happy. Other part is, I’m really busy sorting the invitation for our marriage and putting together pictures for our ceremony, writing the label by label inviting friends, family who are like brothers and sisters to me.
just really tired, probably it’s time to go to bed, tomorrow morning at 6.00 am have to accompany laurensia to doctor for check up.
best,
unconditional love
Agustus 30th, 2011 § 2 Komentar
Culture, which we have seen in our daily life sometimes is just taken with no granted. everybody should accept it, more people said that we have to remember our culture to avoid faceless community, one community without any culture. That is arguably true but sometimes we forget behind culture, there should be love that becomes signifier of what we’re doing. We’ve got so many problems in our life. Problems of relationship, your career, your dream.
I believe in one truth, which is …. give the unconditional love to everybody. The world is going to be more wonderful place and beautiful place for all of us.
this is a really beautiful clips. See it and what do you think ?
Landak atau rubah ?
Agustus 27th, 2011 § 1 Komentar
Jim Collins wrote wonderful text, hopefully this will colour your vacation happy holiday …
“Apakah anda termasuk landak atau rubah ?
dalam karangannya yang terkenal”The Hedgehog and the Fox”, Isaiah Berlin membagi dunia menjadi landak dan rubah, berdasarkan pada dongeng yunani kuno, “Rubah mengetahui banyak hal, tetapi landak mengetahui satu hal yang besar.” Rubah adalah makhluk yang cerdik dan licik, mampu menyusun banyak sekali strategi yang kompleks untuk menyelinap dan menyerang landak. Selama berhari – hari rubah mengelilingi sarang landak, menunggu saat yang tepat untuk menerkam. Cepat, rapi, cantik, kakinya cekatan, dan ahli rubah tampak sepertinya pasti menang. Landak, sebaliknya, adalah makhluk yang lebih tidak rapi, tampak seperti perpaduan genetis antara porcupine (semacam landak) dan armadillo kecil.
Landak berjalan dengan badan bergoyang – goyang, melewatkan hari – harinya yang sederhana, mencari makan siang dan memelihara rumahnya.
Rubah dengan cerdik menunggu dalam keheningan pada waktunya di jalan setapak. Landak memikirkan urusannya sendiri, mengeluyur langsung ke jalur rubah. “Aha, aku mendapatkanmu sekarang!” pikir rubah. Dia melompat keluar, berlari, secepat kilat. Landak kecil mencium bahaya, mengangkat kepala dan berpikir, “mulai lagi, apakah ia pernah belajar?” menggulungkan diri dengan sempurna menjadi seperti bola kecil, landak menjadi seperti bola dengan duri tajam , ke semua arah. Sang rubah, sedang melompat ke arah mangsanya, melihat pertahanan landak dan mengentikan serangan. Mundur kembali ke dalam hutan, rubah mulai memikirkan serangan baru. Setiap hari, beberapa versi dari pertempuran antara landak dan rubah ini terjadi, dan walaupun rubah menjadi semakin cerdik, landak selalu menang.
to re-inventing and start working hard
Juli 29th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar
the office is really busy at the moment, we’ve got numeruous commissions from several clients. They have been supporting the office so far. But in terms of architecture, I was thinking our design should be fresh. it refers to idea. yes, the idea should be fresh. what is fresh, fresh is innovations, dare to change, dare to lose, dare to invest. I was thinking about the the rational of Murcutt’s idea of responding the climate to architecture, one that shouldn’t be missed that is the inspiring space within. I think every people deserved for a great place to do anything in any circumstances. And I think it’s our obligation, to rethink, to inspire people not only by words but also fundamentally by real works.
we are working on two resort at Bali at the moment. If we look at Bali, the place has deep culture laid among the people. Even though we are now in the present colored by rationalism and modernism which has generic quality, and faceless culture, in Bali we feel the spirit of the place which make we love the place, and the culture preserved.
we just won 1st prize of limited competition office of Bank Indonesia at Mataram. Working with such creative people in the office creates the incredible happens.
di Gunadharma awal titik pertama
Juli 25th, 2011 § 4 Komentar
“Pak, si *** susah diatur, anaknya keras kepala, kordinasi pekerjaan tidak jalan ditangan dia, bapak tidak tau sih bagaimana kerja bersama dia.” Celoteh satu mahasiswa tempat diri ini mengajar kepada satu dosennya, teman sejawat saya. Diri ini tersenyum sesembari menimpali celotehan anak tersebut.
Seraya menarik nafas panjang, pikiran ini terbawa dan teringat celotehan yang sama mungkin 10 tahun yang lalu di saat saya masih menjadi mahasiswa, celotehan yang selalu sama, setiap tahun berulang selama 5 tahun diri ini ada di kampus gajah. Ya, pada waktu itu diri ini sangat menikmati berkerja bersama demi sebuah idealisme komunal yang kadang kala diri ini sulit mengerti apa ujungnya. Paragrafnya sama, cerita yang ditulis sama, hanya tempatnya berbeda, diri ini rasa ini kejadian berulang yang selalu terjadi di dunia kemahasiswaan. Pada waktu itu untuk menjadi anggota himpunan kita harus melewati orientasi mahasiwa yang lamanya kira – kira hampir satu tahun atau dua semester ajaran.
Saya kemudian teringat tepatnya di bulan Agustus, diri ini bertemu sekumpulan senior berjas biru, mengenakan emblem gajah duduk dengan tulisan Ikatan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma Institut Teknologi Bandung [IMAG ITB] . Hari itu siang terang, kita dikumpulkan berbaris sejumlah total delapan puluh empat orang satu angkatan. Saya kemudian berpikir ini awal yang manis di kampus Gajah di kota bandung yang relatif dingin untuk saya yang matanya sipit yang lahir di surabaya yang dikenal panas kotanya dan perangainya.
Setelah menjadi anggota himpunan, angkatan kami dicap angkatan gagal dengan adanya pro kontra dengan sistem kaderisasi kekerasan dan non kekerasan. Karena ini, satu persatu teman mahasiswa menghilang untuk sibuk di kegiatan akademis, kira – kira dalam kepanitiaan tinggal tersisa 10 orang, tidak lebih. Saya pribadi waktu itu selalu bertugas sebagai anggota tim logistik, job desknya adalah angkut – angkut. Seringkali setelah acara wisuda selesai, semua pulang, dan hanya tertinggal 3 orang untuk membereskan berpuluh – puluh kursi yang jumlahnya cukup banyak, panel – panel yang cukup berat mungkin sejumlah beberapa puluh papan triplek, dan dilanjutkan dengan membereskan ruang himpunan yang hancur lebur berantakan seusai acara.
Ada cerita lagi pada waktu itu selepas pelantikan anggota baru, membuat acara sosial. Acaranya waktu itu adalah mengajar panti asuhan bala keselamatan di jalan padjajaran, Salvation army. Ada kira – kira hampir 9 orang yang ikut serta meski pada akhirnya hanya tersisa 3 orang ditambah satu orang lagi dari jurusan lain. Ya diri ini menjadi sadar memang di saat – saat terakhir itulah memang orang akan semakin sedikit dan komitmen kita pun diuji. Namun ada hal baik yang didapat, pada waktu itu kegiatan kami menjadi cukup terkenal karena militansinya dan semangatnya, kita mengajar 2 kali satu minggu disela – sela liburan semester pendek.
Karena kami menjadi dikenal, kami pun mengenal senior – senior kami. Diri ini ingat berkenalan satu senior yang kemampuan teknis komputernya terbaik satu himpunan, setiap kali bertemu, kita bertukar senyum, lain kali ketemu diajarkan kemampuan teknis komputer secara langsung hanya karena dia tahu mengenai kegiatan bakti sosial tersebut. Kali lain bertemu senior yang lain yang mengajarkan manual rendering, dan kali lain bertemu senior –senior lain untuk mengajak bersosialisasi dengan band – band atau sekedar nongkrong main capsa, sampai diri ini ingat,… waktu itu kuliah nomor ke sekian, himpunanlah yang nomor satu. Kedekatan dengan senior, teman – teman seangkatan dan junior menjadi nomor satu. Proyek – proyek berdatangan kalau tidak salah puncak kegilaan ini membuat 7 proyek simultan bersamaan yang berjalan bersamaan dengan semester ganjil pada waktu itu. Ada proyek rendering, drafting, buat maket, magang di konsultan grafis, konsultan rendering, dan konsultan arsitek. Pada waktu itu saya sehari – hari bangun jam 7 pagi, kuliah sampai jam 12 siang , kerja di laboratorium sampai jam 6 malam kemudian, makan malam, kerja proyek dengan senior, dan jam satu pagi sudah ditunggu untuk mulai berkerja di konsultan rendering berkerja sampai jam 3 malam. Work aholic orang – orang menjuluk… Badan ini kurus sekali, diri ini ingat berat diri ini hanya 55 kilogram untuk tinggi badan 175 cm. Uang yang didapat lumayan bisa untuk dibagikan ke junior dan ada yang bisa dibelikan alat – alat gambar atau buku arsitektur . Buku yang dibelikan dari hasil magang dengan pak Baskoro Tedjo pun masih ada sampai sekarang.
Sebagai tim di saat – saat terakhir, “logistik” Di tahun kedua diri ini naik pangkat namun yang dilakukannya tetap sama. Di tahun ketiga diri ini naik pangkat lagi , namun pada akhirnya pekerjaan tetap sama. Menjadi anggota konseptor di awal kepanitiaan dan menjadi tim saat – saat terakhir di seluruh kepanitiaan, angkut – angkut, beres – beres, bersih – bersih. saya berpikir, ada apa dengan yang namanya ikatan, semua tempat menjanjikan kita bersama sebagai keluarga, saling bantu membantu, namun apa ini yang dinamakan ikatan. Selalu ada di saat – saat terakhir menjadi sebuah kebiasaan dalam kepanitiaan kemahasiswaan IMA G, hanya karena tidak ada orang yang mau. Kegiatan IMA Gunadharma pun sedang padat – padatnya, dan seperti biasa saat – saat terakhir orang pun hilang. Hilang di saat Ujian tengah semester, hilang di saat ujian akhir semester, hilang di saat pengumpulan tugas, proyeksi mimpi yang ditanamkan pengurus – pengurus pun hilang ditelan beban akademis, yang tersisa disaat – saat terakhir orang pun tidak terlalu banyak. Akumulasi dari itu saya mendapatkan nilai E untuk perancangan. Satu nilai yang terendah dalam satu angkatan.
Ada satu cerita bahwa diri ini punya obsesi untuk membuat merenovasi ruang himpunan dengan mengecatnya. Pada hari pertama hari kamis waktu itu orang yang terkumpul untuk mengerok cat ruang himpunan ada 30 orang, hari jumat terkumpul 10 orang, dan hari sabtu tidak ada orang. Diri ini menunggu jam 8 pagi, waktu yang menunjukkan bahwa seharusnya ada yang datang untuk membantu. Diri ini punya beberapa KP dilantai dan dua kaleng cat dari pak Suryamanto, dosen teknik bangunan arsitektur ITB. Diri ini menarik nafas untuk kemudian secara apatis, menjadi tim di saat – saat terakhir, mengecat ruang himpunan, dimulai dari mengeroknya, ada satu orang yang datang kemudian, namanya adi indra pada waktu itu, ia datang namun pergi, ia ingin mengumpulkan sampah satu itb untuk menjaga kebersihan kampus, pribadi yang menginspirasi.
Singkat kata diri ini mulai mengecat dengan roll satu persatu satu bidang, kemudian ada satu dosen, namanya pak eko purwono, dia pernah menjadi dosen pembimbing saya pada waktu tingkat dua.
“Rich, kamu ngapain ?”
“ngecat ruang himpunan pak”
“temen – temen kamu kemana ?”
diri ini diam.
“ngga worth it rich kamu ada di himpunan”’
beliau nadanya meninggi,
“iya pak”
saya pun melanjutkan kegiatan cat mengecat tanpa memikirkan perkataan beliau lebih lanjut. Hanya saja diri ini tersenyum setelah itu, saya kenal lebih dekat dengan beliau, dan beliau suatu saat menawarkan proyek. Dari situ satu dosen ke dosen yang lain menawarkan proyek, dan meminta jadi asisten mereka. saya bersyukur, satu titik peristiwa mengantarkan ke peristiwa lain. O iya kejadian ini terjadi setelah diri ini mendapatkan nilai E untuk studio perancangan. Dari situ diri ini belajar merancang dari orang – orang terbaik bukan dari dunia akademis saja, pak baskoro, pak hanson, pak eko purwono, pak agus, pak suryamanto, pak ridwan kamil, pak hidayat amir. Mereka mengajarkan semua ilmu mereka dengan hati. Dari situ tertanam pondasi yang sangat baik dalam memahami fungsi ruang, sekuensial, pemaknaan bentuk, dan metode pencarian bentuk. Saya mengerti bahwa merancang bisa dipelajari, dan itu bermulai dari masalah – masalah di himpunan. Kita tidak bisa mengatur apa intensi orang lain, tapi kita bisa berkaca pada diri sendiri.
Mengingat pengalaman di ruang himpunan yang kecil mungil itu dengan segala suka duka nya, menjanjikan pengalaman termanis bersama teman – teman, senior dan junior yang terbawa sampai sekarang. Segala pengalaman yang membuat kita bercucur air mata berubah menjadi jenaka, dan manis segala pengalaman manis teringat semakin manis.
Pengalaman berarsitektur, berinteraksi dengan manusia, pembentukan karakter yang membawa diri ini berarsitektur semuanya, dimanapun, kapanpun, mengajarkan hal yang sama sama. Pengalaman menjadi anggota tim panitia yang tinggal sampai saat – saat terakhir seperti di himpunan dan pada waktu kita berkerja itu sama, dari bekerja di Bandung sama, dari berkerja di Singapura sama keadaannya, dari berkerja di Inggris juga sama, dari Australia apalagi, dari Korea sama juga, dari Jepang sama juga, dan akhirnya berlabuh kembali di DOT Workshop selalu sama, memiliki bara api semangat sangat menyenangkan. teman – teman yang menginspirasi senior – senior diatas, junior – junior dibawah, ataupun teman – teman seangkatan yang menginspirasi.
Saya kembali teringat kira – kira di tingkat tiga hanya setelah mendapat nilai E, dan menegaskan komitmen ke himpunan dengan menuntaskan kepanitiaan kaderisasi, satu teman terbaik menuliskan di buku agenda, namanya xenia, wanita ini adalah ketua tim materi yang mengketuai tim materi untuk merumuskan kaderisasi 2002, dan saya masih mengingatnya sampai sekarang, ia menulis dengan huruf italic miring
“reach the sky, coz eve if you fall down you will be still among the stars.”
Saya tentunya berhutang banyak sekali pada IMA G dan kangen sekali untuk kembali hanya untuk merasakan aura kemahasiswaan yang ada didalamnya.., mengingat kan saya pribadi untuk selalu melakukan refleksi, perjalanan hidup… dan kembali berintrospeksi. sama seperti ajakan untuk menghadiri pelantikan kemarin membuat saya kembali teringat kenangan di kampus dulu.
I love her
Juli 11th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar
this is my domain, let me express my feeling…I love HER.

our marriage is on 25th September, hardly can’t wait for the big day…








